<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164</id><updated>2012-01-16T12:53:12.737-08:00</updated><category term='nostalgia'/><category term='Reading'/><category term='Activity'/><category term='e-paper'/><category term='UU Perpustakaan'/><category term='Pustakawan'/><category term='OA'/><category term='Photo'/><category term='event'/><category term='TI'/><category term='literacy'/><category term='Ngobrol'/><category term='Information Literacy'/><category term='perpustakaan sekolah'/><category term='Quote'/><category term='e-library'/><category term='greeting'/><category term='Perpustakaan'/><category term='lomba penulisan artikel kepustakawanan'/><category term='Librarianship'/><category term='Library Science'/><category term='Humor'/><category term='INFO'/><category term='Freedom of Information'/><category term='News'/><category term='Serba-serbi'/><category term='google'/><category term='common'/><title type='text'>[v.2] PSTP, the place to be...</title><subtitle type='html'>Cerita Program Studi Teknisi Perpustakaan Fisip Unair</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>98</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-2902340338467837449</id><published>2012-01-16T09:28:00.000-08:00</published><updated>2012-01-16T09:40:31.575-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Activity'/><title type='text'>Hidup Lagi...</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ZZbdOWFvDnw/TxRekUSwjjI/AAAAAAAAADk/whsBmI88Gm0/s1600/Hey%2BYou.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ZZbdOWFvDnw/TxRekUSwjjI/AAAAAAAAADk/whsBmI88Gm0/s400/Hey%2BYou.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698283406546210354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Blog ini akan hidup lagi. Silahkan bookmark karena info-info kepustakawanan akan senantiasa dapat anda dapatkan disini.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Image source: &lt;a href="http://www.art-prints-on-demand.com/a/roy-lichtenstein/hey-you-rli-08.html"&gt;http://www.art-prints-on-demand.com/a/roy-lichtenstein/hey-you-rli-08.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-2902340338467837449?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/2902340338467837449/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=2902340338467837449' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/2902340338467837449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/2902340338467837449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2012/01/hidup-lagi.html' title='Hidup Lagi...'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ZZbdOWFvDnw/TxRekUSwjjI/AAAAAAAAADk/whsBmI88Gm0/s72-c/Hey%2BYou.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-7660091667598847212</id><published>2009-08-28T11:35:00.000-07:00</published><updated>2009-08-28T11:47:11.027-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lomba penulisan artikel kepustakawanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>Lomba Penulisan Artikel tentang Kepustakawanan Indonesia 2009</title><content type='html'>LOMBA PENULISAN ARTIKEL TENTANG KEPUSTAKAWANAN INDONESIA 2009 LPAKI 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan Nasional RI sebagai Lembaga Pemerintah Non-Departemen (LPND) melaksanakan tugas pemerintahan dalam bidang perpustakaan yang berfungsi sebagai perpustakaan pembina, perpustakaan rujukan, perpustakaan deposit, perpustakaan penelitian, perpustakaan pelestarian dan pusat jejaring perpustakaan.&lt;br /&gt;Keenam fungsi tersebut memiliki arti mendalam bagi pelestarian memori kolektif bangsa (nation collective memory) yang membentuk jatidiri, karakter dan  budaya bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan UU RI No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan menjadi landasan hukum bagi penetapan kebijakan, penyelenggaraan dan pengembangan perpustakaan di Indonesia untuk dapat menetapkan hal-hal tersebut. Perpustakaan Nasional RI berharap masyarakat dapat memberikan masukan dan saran yang membangun pasca terbitnya UU RI No. 43 tahun 2007 tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan hal diatas, Perpustakaan  Nasional RI, mengadakan Lomba Penulisan Artikel tentang Kepustakawanan Indonesia (LPAKI) Tahun 2009. Lomba ini sekaligus untuk memperingati Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjung Perpustakaan pada tanggal 14 September 2009. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.TEMA :PERPUSTAKAAN NASIONAL RI PASCA UU RI NO.43 TAHUN 2007 TENTANG PERPUSTAKAAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pilihan Topik Tulisan:&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1.      Layanan Prima Perpustakaan Nasional RI yang Dibutuhkan Masyarakat;&lt;br /&gt;2.      Peran Perpustakaan Nasional RI dalam Pelestarian Budaya Bangsa;&lt;br /&gt;3.      Membangun Kemitraan Perpustakaan dalam Era Keterbukaan Informasi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.PERSYARATAN LOMBA&lt;br /&gt;1.      Peserta lomba adalah masyarakat umum;&lt;br /&gt;2.      Melampirkan fotokopi KTP/SIM/Kartu Mahasiswa atau identitas lain;&lt;br /&gt;3.      Melampirkan daftar riwayat hidup;&lt;br /&gt;4.      Peserta lomba dapat mengirim lebih dari satu artikel dengan judul berbeda;&lt;br /&gt;5.      Isi artikel harus relevan dengan tema lomba dan topik penulisan;&lt;br /&gt;6.      Isi artikel harus asli, bukan terjemahan;&lt;br /&gt;7.      Bersifat aplikatif dan inovatif;&lt;br /&gt;8.      Bentuk tulisan ilmiah popular, ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar;&lt;br /&gt;9.      Panjang artikel 7-15 halaman (10.000-15.000 karakter), ukuran kertas A4, spasi 1,5, jenis huruf Times New Roman, ukuran huruf 12;&lt;br /&gt;10.     Artikel belum pernah menang atau sedang dilombakan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.  Karya tulis dikirim dalam format Word disertai identitas pribadi (termasuk nomor telepon yang mudah dihubungi) melalui email ke alamat:&lt;br /&gt;lpaki2009@yahoo. com dan&lt;br /&gt;cc. luthfiatimakarim@ ymail.com&lt;br /&gt;Subject: Naskah (nama peserta) LPAKI 2009&lt;br /&gt;12.  Karya tulis dikirim ke Panitia selambat-lambatnya hari Jumat, 2 Oktober 2009 (tanggal kirim email);&lt;br /&gt;13.  Panitia tidak melayani surat-menyurat;&lt;br /&gt;14.  Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat;&lt;br /&gt;15.  Naskah yang masuk menjadi milik Perpustakaan Nasional RI ;&lt;br /&gt;16.  Naskah pemenang akan dimuat di majalah Visi Pustaka serta dimasukkan ke dalam web resmi Perpustakaan Nasional RI www.pnri.go. id;&lt;br /&gt;17.  Pemenang lomba akan diumumkan di web pnri www.pnri.go. id pada awal bulan November 2009;&lt;br /&gt;18.  Jika di kemudian hari pemenang diketahui melanggar UU Hak Cipta maka kemenangan peserta akan digugurkan dan wajib mengembalikan hadiah kepada Panitia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;IV.  KRITERIA PENILAIAN &lt;br /&gt;1.       Orisinalistas ide;&lt;br /&gt;2.       Pemahaman terhadap tema dan topik;&lt;br /&gt;3.       Kekayaan informasi yang terkandung dalam karya tulis;&lt;br /&gt;4.       Ketepatan menganalisis atau menafsirkan permasalahan;&lt;br /&gt;5.       Kekuatan data, fakta dan argumentasi dengan menyebutkan sumber rujukan yang jelas;&lt;br /&gt;6.       Bahasa yang digunakan komunikatif dan mudah dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.     HADIAH&lt;br /&gt;1.       Juara 1: Rp. 5.000.000,- ( Lima juta rupiah) dan piagam penghargaan;&lt;br /&gt;2.       Juara 2: Rp. 4.000.000,- (Empat juta rupiah) dan piagam penghargaan;&lt;br /&gt;3.       Juara 3: Rp. 3.000.000,- (Tiga juta rupiah) dan piagam penghargaan;&lt;br /&gt;4.       Juara Harapan 1: Rp.2.000.000, (Dua juta rupiah) dan piagam penghargaan;&lt;br /&gt;5..       Juara Harapan 2: Rp.1.500.000, - (Satu juta lima ratus ribu rupiah) dan piagam penghargaan;&lt;br /&gt;6.       Juara Harapan 3: Rp.1.000.000, - (Satu juta rupiah) dan piagam penghargaan;&lt;br /&gt;Hadiah dipotong pajak yang ditanggung oleh pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi lebih lanjut hubungi: Ilus: 91343687, 08121044472&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-7660091667598847212?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/7660091667598847212/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=7660091667598847212' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/7660091667598847212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/7660091667598847212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2009/08/lomba-penulisan-artikel-tentang.html' title='Lomba Penulisan Artikel tentang Kepustakawanan Indonesia 2009'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-6458298861387526400</id><published>2009-08-28T11:10:00.000-07:00</published><updated>2009-08-28T11:17:50.154-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perpustakaan'/><title type='text'>Kathleen Azali yang Menggagas Perpustakaan Pribadi untuk Umum</title><content type='html'>Awalnya Proyek Senang-Senang, Kini Kelabakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti banyak yang memiliki perpustakaan pribadi. Namun, membukanya untuk umum, mungkin hanya satu atau dua orang yang berani. Sebab, risikonya, buku koleksi bisa rusak atau bahkan hilang. Di antara yang sedikit itu, ada Kathleen Azali, pengelola Perpustakaan C2O.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C2O adalah singkatan Cipto 20. Di jalan itulah perpustakaan milik Kathleen Azali berada. Tempat tersebut khas. Meski tak ada papan nama, setiap orang yang lewat pasti langsung ngeh. Sebab, dinding depan bangunan itu begitu eye-catching. Ada hiasan mural dengan aneka warna dan bentuk yang ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C2O berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 4 x 15 meter. Ruangan itu dibagi empat. Tak ada sekat yang memisahkan antarruang, kecuali antara ruang tengah dengan dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tanpa sekat, variasi warna dinding sudah menunjukkan perbedaan ruangan. Ada hijau, kuning, dan oranye. Kathleen memang menggunakan warna-warna cerah. Itu menyesuaikan dengan segmen perpustakaannya, yakni anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa sisi, dia menyediakan meja-kursi untuk mereka yang ingin membaca di tempat. Untuk mereka yang suka lesehan, Kathleen menyediakan hamparan alas busa warna-warni plus beberapa bantal kecil. Penataan ruang itu menimbulkan suasana nyaman seolah-olah orang membaca di rumah sendiri. ''Kalau ada yang mau seharian baca buku di sini, boleh aja,'' kata cewek kelahiran 7 Agustus 1981 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kathleen mengaku, ada sekitar 4 ribu judul buku yang dikoleksinya. Jenisnya bermacam-macam. Mulai teori sosial, politik dan budaya, sastra, sampai referensi untuk desain interior. Ada yang berbahasa Indonesia, Inggris, bahkan Prancis. Semua tertata rapi di rak warna-warni yang ditempel di dinding plus beberapa rak kecil di tengah ruangan. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kathleen, sebagian besar bukunya berasal dari koleksi pribadi. Tapi, ada juga yang disumbang kawan-kawannya. ''Waktu awal-awal buka dulu. Makanya, isinya macam-macam. Ada yang nyumbang buku resep juga,'' ujar alumnus Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memang punya banyak judul buku yang terbilang langka, sulit dicari di pasaran. ''Memang sengaja saya bikin begitu. Soalnya, kalau banyak di pasaran, buat apa orang datang ke sini,'' ujarnya. Dia lantas menyebut beberapa judul buku. Di antaranya, The Savage Mind karya Claude Levi Strauss dan The Practice of Everyday Life milik Michael de Certeau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu. Dia juga berusaha melengkapi koleksinya dengan buku-buku asli milik sastrawan lama Indonesia. ''Sebab, sayang kan kalau nggak dibaca sama anak sekarang,'' ujarnya. Sampai saat ini, dirinya sudah dapat sekitar 10 karya Pramoedya Ananta Toer. Dia juga punya karya Marah Rusli. Semua edisi lama, bukan yang cetakan anyar seperti yang dijual di toko-toko buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perpustakaannya, Kathleen menggunakan metode pengelompokan buku seperti perpustakaan lain. Untuk yang nonfiksi, dia memakai penggolongan standar. Misalnya, kode 00 untuk buku teori umum dan jurnalistik. Kalau 100, itu kode untuk filsafat. ''Gitu-gitu, deh,'' ujar gadis yang juga seorang desainer grafis freelance tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menambah koleksinya, Kathleen berburu ke pasar buku bekas. Dia juga kerap hunting ke Jakarta atau Jogjakarta. Dua kota tersebut memang lebih ''ramah'' memberikan akses terhadap para pencinta buku. Tidak jarang pula, dia menitip kepada beberapa temannya yang bepergian ke luar negeri. ''Kalau ada yang mau pesan buku tertentu, bisa. Akan kami carikan, tapi tidak bisa dipastikan bakal ada,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, ide membuka perpustakaan pribadi untuk umum bukan berasal darinya. Sang kakak, Erwin Azali, yang lebih dulu memulai. Sebab, Erwin memiliki cukup banyak buku desain grafis. ''Dulu bernama Good Idea,'' kata Kathleen. Tapi, karena sibuk, perpustakaan tersebut tidak terurus. Lantaran dianggap sebagai pencinta buku, Kathleen pun ketiban sampur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Karena suka, ya saya anggap proyek senang-senang,'' cerita cewek yang serius mengelola C2O sejak setahun lalu itu. Apalagi, setiap buku baru selalu dibaca lebih dulu. Dalam sehari, dia bisa membaca satu buku. Dia juga membuat sedikit review tentang buku tersebut, lalu dipasang di situs khusus perpustakaannya. ''Sekarang agak repot, jadi review-nya udah jarang,'' ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, belakangan Kathleen mulai merasa kelabakan karena pemasukan tidak sesuai operasional. Buku terus bertambah, sedangkan minat masyarakat yang ingin membaca tidak terlalu besar. Dia pun terus-menerus mengeluarkan duit dari kantong sendiri. Orang tua juga sudah mendesak agar dia segera mengambil keputusan tentang nasib perpustakaannya tersebut. Namun, Kathleen memilih bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menambal biaya operasional, dia memang memberlakukan sistem sewa. Setiap buku bisa dipinjam dengan biaya sepersepuluh dari harga buku. Namun, tidak semua bisa dipinjam. Koleksi khusus yang harganya mahal serta sulit mendapatkannya hanya bisa dibaca di tempat. ''Biasanya sih buku desain. Sebab, kalau saya lihat di perpus kampus, sering digunting-gunting,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kawannya menyarankan untuk menambahkan usaha tambahan yang bisa mendatangkan uang. Misalnya, kafe atau kaus. Namun, Kathleen masih enggan. Cewek berkacamata itu merasa hal tersebut akan mengganggu budaya membaca yang sudah dirintisnya. ''Saya nggak tahu. Rasanya nggak rela kalau akhirnya perpustakaannya kalah oleh yang lain,'' katanya lantas tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kathleen pun tak ingin memperbanyak koleksi komik. Dia tak mau perpustakaannya sama seperti tempat persewaan komik lain. Kalaupun ada komik, dia memilih yang tak terlalu pasaran. Misalnya, komik Prancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, yang bisa dia lakukan adalah menambah aktivitas di perpustakaan itu. Yakni, nonton film bareng setiap Sabtu dan Minggu. Yang diputar adalah film-film indie atau film yang tidak masuk ke bioskop umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Lumayan sih. Kalau ada pemutaran film, banyak yang datang. Biasanya kami sambung dengan diskusi ramai-ramai,'' tutur cewek yang dibantu seorang pegawai untuk mengelola perpustakaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama Kathleen membuka Perpustakaan C2O memang tidak untuk memperoleh profit. Dia ingin menularkan minat baca kepada banyak orang. Sekaligus, memberi akses kepada masyarakat untuk membaca buku yang mungkin jarang beredar di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dia berusaha agar tujuan tersebut tidak terganggu. ''Sampai kapan? nggak tahu. Sekuatnya mungkin,'' ucapnya lantas tersenyum. (*/dos)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-6458298861387526400?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/6458298861387526400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=6458298861387526400' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/6458298861387526400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/6458298861387526400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2009/08/kathleen-azali-yang-menggagas.html' title='Kathleen Azali yang Menggagas Perpustakaan Pribadi untuk Umum'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-9080873615261070488</id><published>2009-08-06T20:41:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T20:43:23.748-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='literacy'/><title type='text'>Newspaper by rural Indian women wins UNESCO literacy award</title><content type='html'>Newspaper by rural Indian women wins UNESCO literacy award&lt;br /&gt;The Hindu, August 4, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;United Nations (IANS): A newspaper produced entirely by women in rural India is among the four winners of this year's Literacy Prizes awarded by the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khabar Lahariya, the fortnightly newspaper distributed to more than 20,000 readers in Uttar Pradesh, is entirely created and marketed by newly literate "low caste" women who are training as journalists in Chitrakoot and Banda districts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The King Sejong Literacy Prize was given to this fortnightly paper, started by Nirantar -- a centre for gender and education based in New Delhi and Uttar Pradesh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 1989, the Unesco's King Sejong Literacy Prize was instituted by South Korea. It is named after Sejong the Great of the 14th century who created the Korean alphabet Hangul and is remembered for his contribution to education in the areas of science, technology and literature. Each winner is awarded $20,000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nirantar has developed a method of training women as journalists, which involves developing their literacy skills as well as honing their reporting abilities. This includes talking to public figures, gathering information and sharpening their editing skills.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The coverage of Khabar Lahriya includes politics, crime, social issues and entertainment for their readership that spans 400 villages in both districts of India's most populous state..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The publication began in May 2002 in Chitrakoot and a second edition was launched in the adjoining Banda district in October 2006, according to the NGO's website. It is written in the local dialect Bundeli for its Bundelkhandi readership.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;The other prizes given by Unesco in recognition of innovative programmes designed to teach women, adolescents and other marginalised populations how to read and write, went to programmes in Afghanistan, Burkina Faso and the Philippines.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Pashai Language Development Project in Afghanistan provides literacy, livelihood, publi&lt;br /&gt;nutrition education to about 1,000 ethnic minority Pashai men and women annually.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An honourable mention also went to a programme in Bhutan for its holistic approach to literacy and its success in reaching remote areas, with an emphasis on literacy as an integral part of the country's "Gross National Happiness" as well as its focus on adults and out-of-school youth, particularly women and girls.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The theme for this year's awards was "Literacy and Empowerment" and the laureates were proclaimed by Unesco Director-General Ko?chiro Matsuura on the recommendation of an international jury.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;The award ceremony will be held at Unesco Headquarters in Paris Sep 8 to coincide with International Literacy Day.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Source: http://www.hindu.com/thehindu/holnus/001200908041021.htm&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-9080873615261070488?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/9080873615261070488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=9080873615261070488' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/9080873615261070488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/9080873615261070488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2009/08/newspaper-by-rural-indian-women-wins.html' title='Newspaper by rural Indian women wins UNESCO literacy award'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-1643904666283400714</id><published>2009-08-06T20:32:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T20:37:36.693-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Bapak Toha Nursalam Berpulang</title><content type='html'>&lt;p&gt;Telah berpulang ke rahmatullah Bapak Ir. Toha Nursalam, SIP, M.Si., Kepala Perpustakaan IPB tadi sore sekitar pukul 18.00 (tanggal 6 Agustus 2009). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beliau meninggal di ruang kerjanya di Perpustakaan IPB (menurut yang menyaksikan) sesudah sholat maghrib. Beliau adalah pustakawan lulusan JIP- Fakultas Sastra UI yang menjabat Kepala Perpustakaan IPB yang ke 8 sejak Maret 2008. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepada kawan-kawan para pustakawan dan staf perpustakaan yang pernah mengenal beliau, kami atas nama keluarga besar Perpustakaan IPB, memohonkan maaf atas kekhilafan beliau dan memohonkan doa semoga beliau diterima di sisiNya sesuai dengan amal ibadah beliau. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga mereka diberi ketabahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Kami ikut mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-1643904666283400714?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/1643904666283400714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=1643904666283400714' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/1643904666283400714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/1643904666283400714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2009/08/telah-berpulang-ke-rahmatullah-bapak-ir.html' title='Bapak Toha Nursalam Berpulang'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-7073170912452276853</id><published>2009-08-04T08:34:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T08:35:06.471-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='google'/><title type='text'>Google’s Big Plan for Books</title><content type='html'>Published: July 28, 2009 &lt;br /&gt;While the Internet has transformed much of the information world, books have been a laggard. Google may change that. It has already scanned millions of out-of-print books, and it has reached an agreement with writers and publishers — which still requires judicial approval — to make them widely available.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Google’s book service raises monopoly and privacy concerns. It also holds great promise for increasing access to knowledge. Much of the information in the world’s books is not widely available. When Google began scanning out-of-print books held by major libraries its goal was to create an enormous database that Internet users could access from local libraries or homes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Google fumbled, however, by scanning copyrighted works without the rights holders’ permission. Writers and publishers sued, and the parties have now reached a settlement. A federal court in New York has scheduled a hearing this fall on the settlement, which could be hotly contested.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Google’s effort could create new interest in millions of out-of-print books, which would be made available at no cost at public libraries. That means that a student at a community college or a freelance writer could access the same books as a Harvard professor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At a time when publishing’s economic model is threatened, there is also an important financial upside for authors and publishers. Google would charge users for accessing copyrighted books from their own computers and sell online ads, and it would give writers and publishers 63 percent of the revenue. The settlement would create a books rights registry to distribute payments.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Google’s access to most books would not be exclusive since Microsoft or Joe’s Online Library could cut their own deal with authors and publishers and scan books as well. However, it is likely that as a result of the settlement, Google would be the only company with the right to “orphaned” works, books whose rights owners have not been located.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If that were to happen, Google could use monopoly power to price these books exorbitantly. The court reviewing the settlement and the Department of Justice should make sure adequate protections are built in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The proposed settlement also raises privacy concerns. Google could collect data on what books people read and create a dossier of their political views and other information. Google should generally do a better job of showing how it will respect privacy, and this venture is no exception.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-7073170912452276853?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/7073170912452276853/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=7073170912452276853' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/7073170912452276853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/7073170912452276853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2009/08/googles-big-plan-for-books.html' title='Google’s Big Plan for Books'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-5999770715497694403</id><published>2009-08-04T08:25:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T08:57:33.000-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Achmad MA, Terpilih sebagai Pustakawan Berprestasi Dirjen Dikti</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tiap Pagi Gelar Sharing Motivasi Antarkaryawan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) menyelenggarakan Pemilihan Pustakawan Berprestasi akhir bulan lalu. Juaranya adalah Drs Achmad MA, mantan kepala Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Apa kunci kemenangannya? &lt;em&gt;ASTANTO AL BUDIMAN &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UCAPAN selamat terus mengalir kepada Achmad. Dosen, karyawan perpustakaan, juga mahasiswa mendatangi ruang kerjanya, bidang Marketing dan Training Perpustakaan ITS, kemarin. ''Saya baru saja datang dari Jakarta kemarin (Minggu) malam,'' kata Achmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia baru masuk kantor kemarin dan langsung diserbu koleganya. Kepala Perpustakaan ITS periode 1995-2008 itu kini memang menjadi staf Marketing dan Training Perpustakaan ITS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah bersampul hijau tergeletak di atas mejanya. Judulnya, Kompetensi Pustakawan untuk Menunjang Perguruan Tinggi Bertaraf Internasional. Itulah yang dipaparkan Achmad dalam pemilihan Pustakawan Berprestasi yang diadakan Dirjen Dikti di Jakarta, 27-30 Juli lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Achmad menyebutkan dua poin yang harus dimiliki pustakawan. Yakni, profesional dan individu. Pustakawan profesional harus menguasai teknologi. ''Teknologi semakin berkembang. Pustakawan dituntut bisa memanfaatkan teknologi untuk mencari informasi dari luar,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktik sehari-harinya sebagai kepala perpustakaan (waktu itu), dia memberikan pendidikan teknologi kepada tiap-tiap karyawan. ''Semua karyawan harus bisa mengoperasikan komputer hingga punya website sendiri,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk individu, pustakawan harus bisa melayani dengan sebaik-baiknya. Karena itu, pustakawan harus tahu yang dicari seseorang di perpustakaan. Bukan berarti tahu semua buku, namun lebih pada memahami resensi-resensi buku dan bisa membantu seseorang mendapatkan informasi dari buku-buku tersebut. ''Pustakawan tidak hanya menata buku dalam rak-rak,'' tegasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemilihan tersebut, lulusan Loughborough University of Technology, Inggris, itu menyisihkan 40 pustakawan se-Indonesia. Pemenang kedua ditempati Endang Fatmawati SS SSos MSi dari Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, dan pemenang ketiga diraih Sri Rumani SH SIP MSi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia yakin, salah satu yang membawa dirinya sebagai pemenang adalah konsepnya yang dinamakan Pencerahan Pagi. Forum sharing antarkaryawan perpustakaan ITS. ''Program tersebut kami lakukan sejak 2003,'' jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktunya tidak lama, cukup 20 menit mulai pukul 08.00. Seluruh karyawan Perpustakaan ITS yang berjumlah 43 orang itu berkumpul melingkar. Semua berhak sharing apa saja. ''Tapi, sharing-nya harus positif dan memotivasi,'' ujar Achmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mencontohkan salah satu materi sharing yang berjudul Segelas Susu. Syahdan, ada anak penjual koran kehausan setelah menjajakan dagangannya seharian. Lalu, dia meminta segelas air minum kepada seorang ibu. Ibu itu memberi dia segelas susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ibu tersebut sakit parah. Dia butuh biaya besar untuk operasi di rumah sakit. Dia bingung setelah menjalani operasi, bagaimana membayarnya. ''Ibu tidak usah membayar. Ini adalah balas budi dari segelas susu,'' kata kepala rumah sakit yang ternyata anak penjual koran yang dulu diberi segelas susu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memotivasi, menularkan semangat, kata bapak empat anak tersebut, sangat penting dalam hidup. ''Dengan semangat dan motivasi, tiap individu akan selalu berpikir untuk melakukan yang terbaik,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi lain yang paling sederhana dalam sharing adalah tentang penyakit stroke lawan senyuman yang dibawakan salah seorang karyawan. Stroke adalah penyakit yang tidak bisa diprediksi datangnya. Tapi, stroke bisa dicegah. Dengan senyum, saraf-saraf akan tertarik, juga berimbas kepada sel-sel otak dan mengurangi stres. Kesimpulannya, stroke bisa dicegah dengan senyum. ''Tersenyum itu ibadah juga kan,'' ungkap alumnus SMAN 2 Kediri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi motivasi dalam sharing yang dilangsungkan di lobi depan perpustakaan itu tidak harus dari buku, tapi juga kejadian sehari-hari. Mulai lingkup keluarga, kantor, hingga segala sesuatu yang ditemui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan motivasi-motivasi semacam itu, setiap hari tiap-tiap karyawan mendapatkan pengalaman dari orang lain. Setidaknya, mereka diingatkan tentang sisi-sisi optimisme, hubungan dengan orang lain, sampai hubungan kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Achmad membawa contoh-contoh sharing itu dalam presentasi. Pria kelahiran 1 Januari 1951 tersebut mengaku kemenangannya itu tidak lepas dari efek positif yang didapat dalam Pencerahan Pagi. ''Saat itu, saya merasa semua anggota diskusi adalah rekan-rekan saya. Hampir seluruh juri merespons positif kepada saya,'' paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemilihan tersebut, Achmad tidak hanya mempresentasikan makalah. Tapi, dia juga menjalani sesi penilaian diskusi kelompok membahas masalah-masalah yang dihadapi pustakawan dan solusinya, termasuk memotivasi karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas kemenangan tersebut, Achmad membawa pulang sebuah trofi Pustakawan Berprestasi, uang Rp 15 juta, laptop, serta kamera digital. Rencananya, 17 Agustus mendatang, dia kembali ke Jakarta untuk mengikuti upacara di istana. ''Ini masih rencana. Undangannya belum datang,'' katanya lantas tersenyum. ''Yang penting, do the best,'' imbuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustakawan memang impian Achmad. ''Pustakawan adalah tuntutan hati,'' ujarnya. Kepiawaiannya dalam bahasa Inggris dimanfaatkan untuk memperkaya pengetahuan tentang dunia luar. ''Tidak ada hobi yang bisa mengalahkan kesukaan saya membaca,'' tegas sarjana sastra Inggris dari Universitas Muhammadiyah Surabaya tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku tentang people skill paling digemari. ''Buku saya 85 persen tentang people skill dan 15 persen teknik,'' jelasnya. Karena itu, dia sangat menikmati ketika merintis karir sebagai pustakawan di ITS pada 1991. Empat tahun kemudian, dia diangkat menjadi kepala perpustakaan. (*/cfu)&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber: Jawa Pos, Selasa 4 Agustus 2009&lt;/p&gt;&lt;p&gt;---&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Another blog raising by attention:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.911websmith.com/"&gt;housing and real estate&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mia-style.org/"&gt;trend and fashion&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bwcypressinn.com/"&gt;enjoyable traveling&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.earendilmetal.com/"&gt;coffee and espressos&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.cosechasosteniblehn.org/"&gt;automotive and car tips&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.baddecklegion.com/"&gt;Trips, vacation, travel&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-5999770715497694403?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/5999770715497694403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=5999770715497694403' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/5999770715497694403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/5999770715497694403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2009/08/achmad-ma-terpilih-sebagai-pustakawan.html' title='Achmad MA, Terpilih sebagai Pustakawan Berprestasi Dirjen Dikti'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-7235725474184203153</id><published>2009-08-04T08:19:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T08:35:59.573-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Library Journal is for Sale!</title><content type='html'>Publisher pledges continued excellence and growth, as RBI divests titles-- Library Journal, 8/3/2009&lt;br /&gt;RBI divesting most U.S. trade magazines&lt;br /&gt;Banker appointed for sale&lt;br /&gt;Publisher pledges continued excellence&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reed Business Information (RBI) is putting Library Journal and its affiliated publications, School Library Journal and Publishers Weekly, up for sale. The transaction is part of RBI’s strategy to divest most of its trade magazines in the United States. A few, including Variety, will not be sold.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Last year, Reed Elsevier, parent company of RBI, tried to sell all of RBI but dropped the plan when it couldn’t get the price it wanted in a depressed market for media properties. In a related announcement, Tad Smith, CEO of RBI U.S., has resigned. John Poulin has been named acting CEO; he will head the divestiture.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today paidContent suggested that the process is moving along, given that RBI has appointed The Jordan, Edmiston Group as the banker. While Reed would prefer to sell the package of some 50 titles to one buyer again, paidContent predicted that, given the market, the deals likely will be piecemeal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publisher’s comment&lt;br /&gt;"The Publishing Group (Publishers Weekly, Library Journal, and School Library Journal) accepts the decision of our corporate parent to divest the U.S. RBI business,” commented Ron Shank, VP and Group Publisher. “Since early 2008 this has been the stated intent, paused only by the economy and credit markets. We will continue to increase our value to advertisers and the entire user community.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“We’re extraordinarily proud of our online growth, platform diversity and achievements, our vibrant in-person events and programs, and our print titles, which continue to sparkle with lively features,” he added. “We are reminded often, by readers and clients, how much value these titles add to their professional lives by delivering great content and covering vital client developments. We are focused on increasing the depth of our relationships with customers and are looking for new opportunities to engage users.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;“These brands have enormous global equity built over a century-plus of service. The people who work on PW, LJ, and SLJ and those who provide support are extremely knowledgeable, passionate, and devoted. Any buyer who places these brands in a nurturing environment will be rewarded with success. Our customers should expect continued excellence in service and results from us and that’s exactly what they’ll get," concluded Shank.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Source: http://www.libraryjournal.com/article/CA6674558.html&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-7235725474184203153?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/7235725474184203153/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=7235725474184203153' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/7235725474184203153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/7235725474184203153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2009/08/library-journal-sibling-publications.html' title='Library Journal is for Sale!'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-8784071615867838566</id><published>2008-10-14T01:39:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T03:00:55.699-07:00</updated><title type='text'>NASKAH KUNO DIGITALISASI</title><content type='html'>NASKAH KUNO DIGITALISASI&lt;br /&gt;Ditargetkan 9.000 Naskah Bisa Dikerjakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS, Jumat, 10-10-2008. Halaman: 12   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Kompas&lt;br /&gt;    Sebanyak 9.000 naskah kuno koleksi Perpustakaan Nasional yang &lt;br /&gt;bernilai sejarah tinggi akan diubah ke dalam bentuk digital sehingga &lt;br /&gt;naskah asli bisa terhindar dari kerusakan. Namun, dari koleksi &lt;br /&gt;sebanyak itu, baru 315 judul naskah yang telah ditransformasi dalam &lt;br /&gt;bentuk digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tidak semua naskah kuno atau manuskrip dapat ditransformasi ke &lt;br /&gt;dalam bentuk digital karena ada yang berbentuk benda-benda tertentu, &lt;br /&gt;misalnya aksara yang terukir di benda.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Koleksi Perpustakaan Nasional sekitar 10.000 naskah kuno, &lt;br /&gt;sedangkan yang dapat ditransformasi digital sekitar 9.000 naskah, &lt;br /&gt;yakni naskah berbentuk lembaran," ujar Kepala Perpustakaan Nasional &lt;br /&gt;Dady Rachmananta, Kamis (9/10) di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Transformasi digital tersebut sangat penting mengingat usia naskah &lt;br /&gt;sebagian besar sangat tua dan fisiknya ada yang sudah rusak. Perubahan &lt;br /&gt;ke bentuk digital diutamakan untuk naskah yang fisiknya sudah parah &lt;br /&gt;kondisinya. Koleksi naskah Perpustakaan Nasional ada yang dari tahun &lt;br /&gt;1200-an atau sudah berumur lebih dari 800 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Kalau naskah masih sering dibuka-buka dan tersentuh akan cepat &lt;br /&gt;hancur. Sekarang ini tidak sembarangan orang dapat memegang secara &lt;br /&gt;langsung karena fisiknya harus dilindungi. Dengan adanya bentuk &lt;br /&gt;digital, siapa pun dapat mengakses, sedangkan naskah tetap lestari," &lt;br /&gt;ujarnya. Pada tahun 2008, anggaran transformasi digital sebesar Rp 650 &lt;br /&gt;juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Naskah yang telah dialihkan ke bentuk digital sangat beragam dan &lt;br /&gt;berasal dari berbagai daerah. Naskah yang terbilang sangat penting, &lt;br /&gt;misalnya, Nagarakretagama,  Ila Galigo, dan Babad Tanah Jawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbesar&lt;br /&gt;    Koleksi Perpustakaan Nasional termasuk yang memiliki koleksi &lt;br /&gt;terbesar di Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menurut Kepala Bidang Digital Perpustakaan Nasional, Joko &lt;br /&gt;Prasetyo, selain melakukan digitalisasi naskah kuno, Perpustakaan &lt;br /&gt;Nasional juga mendigitalkan buku langka sebanyak 2.500 judul, majalah &lt;br /&gt;langka 1.700 judul,3.000 foto koleksi IPPHOS, peta kuno sebanyak 1.300 &lt;br /&gt;lembar, serta beragam koleksi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Untuk buku, yang telah didigitalisasikan masih terbatas, yakni &lt;br /&gt;yang sudah lewat hak ciptanya selama 50 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Semua hasil digitalisasi ini, lanjut Dady, nantinya akan &lt;br /&gt;ditampilkan sehingga bisa diakses oleh publik. Untuk abstraknya &lt;br /&gt;seperti halaman judul, ilustrasi, dan kulit muka dapat diakses melalui &lt;br /&gt;internet. Namun, untuk membaca teks penuh harus datang dan mengakses &lt;br /&gt;lewat fasilitas multimedia di Perpustakaan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Harapannya, dengan transformasi ke bentuk digital, masyarakat &lt;br /&gt;lebih mudah memanfaatkannya. Selain itu, jika masyarakat mengenal &lt;br /&gt;koleksi-koleksi tersebut diharapkan timbul kepedulian dan rasa &lt;br /&gt;memiliki.(INE)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto:&lt;br /&gt;KOMPAS/LASTI KURNIA&lt;br /&gt;Staf Perpustakaan Nasional merapikan catatan katalog koleksi data yang &lt;br /&gt;masih dilakukan dengan sistem katalogisasi manual di Perpustakaan &lt;br /&gt;Nasional Republik Indonesia, Salemba, Jakarta, Senin (6/10). Saat ini &lt;br /&gt;Perpustakaan Nasional sedang menyiapkan sistem digitalisasi pada &lt;br /&gt;materi maupun sistem database koleksi sehingga akan lebih mudah &lt;br /&gt;diakses dan dimanfaatkan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : P U S A T I N F O R M A S I K O M P A S&lt;br /&gt;Palmerah Selatan 26 - 28 Jakarta, 10270&lt;br /&gt;Telp. 5347710, 5347720, 5347730, 5302200&lt;br /&gt;Fax. 5347743&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-8784071615867838566?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/8784071615867838566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=8784071615867838566' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8784071615867838566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8784071615867838566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2008/10/naskah-kuno-digitalisasi.html' title='NASKAH KUNO DIGITALISASI'/><author><name>adhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-8414156711555607811</id><published>2008-08-09T20:47:00.001-07:00</published><updated>2008-08-10T04:24:22.630-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perpustakaan'/><title type='text'>Mengkolaborasikan Peran Guru-Perpustakaan</title><content type='html'>Oleh: Zainal Fanani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan yang bermutu terkait erat dengan kualitas guru. Pasalnya, pendidikan yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju dan berbudaya. Dengan demikian, guru harus mampu menyeimbangkan ketiga anugerah Allah SWT kepada manusia yakni akal, tangan, dan hati. Akal  sebagai menelurkan kreatifitas dan ide. Dari tangan guru, lahirlah berbagai aktifitas anak didik. Hati berfungsi sebagai pengendali ide dan aktifitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain keseimbangan  tiga hal tadi, guru seyogyanya memilki beberapa kompetensi lain. Pertama, kompetensi pedagogik. Guru harus memiliki jiwa pendidik yang mendarah daging. Artinya, pendidikan tidak sekadar dihafal, tetapi menjadi bagian perilaku, diantaranya kemampuan mengelola pembelajaran yang dapat mengaktualisasikan potensi dan pembelajaran dialogis.  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kompetensi kepribadian. Guru sering dianggap sebagai sosok yang memiliki kepribadian ideal. Oleh karena itu, pribadi guru sering dianggap sebagai model atau panutan (yang harus digugu dan ditiru). Diantaranya kepribadian pendidik yang dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan, berakhlak mulia,  dan terbuka terhadap pembaruan dan kritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kompetensi sosial. Kompetensi ini berhubungan kemampuan guru sebagai anggota masyarakat dan sebagai makhluk sosial meliputi kemampuan berkomunikasi  efektif dengan berbagai kalangan. Keempat, kompetensi profesional. Merupakan kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam untuk membimbing siswa memperoleh kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. Diantaranya kemampuan menguasai landasan kependidikan, psikologi pendidikan, metodologi dan strategi pembelajaran dalam berbagai media dan sumber belajar, serta berpikir ilmiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keempat kemampuan penunjang tadi, guru yang berkualitas tidak sekedar impian saja. Guru dengan kompetensi tersebut akan melahirkan anak bangsa yang cerdas, kritis, inovatif, demokratis, dan berakhlak mulia. Guru berkualitas memberikan teladan bagi terbentuknya kualitas sumber daya manusia yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semboyan ala Ki Hadjar Dewantara yakni Ing Ngarsa Sung Tuladha (di depan, seorang guru harus memberi teladan).  Ing Madya mangun karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide).  Tut Wuri Handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan). Semboyan itu harus selalu tertanam dalam diri para guru era millenium ini. Selain itu mempertahankan asih, asuh, dan asah dengan mengembangkan belajar untuk tahu, belajar untuk berbuat, dan belajar untuk hidup bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimalisasi Perpustakaan Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain guru, perpustakaan sekolah sebagai bagian integral proses pendidikan berfungsi untuk mengembangkan dan mempertahankan kebiasaan serta keceriaan membaca dan belajar. Membaca akan memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan daya pikir, jika belum berperan seperti itu maka perpustakaannya akan gagal sebagai jantung sekolah. Ibarat tubuh, para siswa (eritrosit) dan guru (leukosit) serta orang tua siswa (trombosit) mengalir datang dan pergi mengisi jantung (perpustakaan). Darah tersebut meski memiliki fungsi yang berbeda akan tetapi memiliki satu tujuan dalam hal ini membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan membaca adalah kunci untuk mengembangkan pengetahuan dan pendidikan kita terus selama hidup (life long learning). Kemahiran siswa untuk mencari informasi di perpustakaan akan menolongnya untuk mampu belajar secara mandiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru seyogyanya menjadi teladan dalam pemanfaatan koleksi perpustakaan sekolah serta mengarahkan siswa selalu menggunakan perpustakaan sekolah sebagai sumber informasi. Misalnya penyelesian soal dengan studi literatur maka siswa akan aktif belajar untuk mencari informasi dari berbagai sumber termasuk di perpustakaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan sepantasnya menjadi perhatian karena selama ini, sekolah lebih tergiur membangun lapangan, atau membeli pendingin ruangan, tetapi perpustakaan sering luput. Bahkan jumlah maupun jenis koleksi buku yang biasanya sangat kurang sehingga perpustakaan sekolah hanya sebagai "gudang buku" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak pustakawan, pengelola perpustakaan sekolah harus berperan aktif untuk mempromosikan koleksinya kepada guru-guru dan siswa-siswi. Misalnya, membuat papan informasi perpustakaan  di mana semua guru dan siswa setiap hari dapat melihat informasi perpustakaan yang sering di perbarui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping juga untuk melatih siswa menjadi pustakawan cilik yang mana siswa juga dapat dijadikan pengelola perpustakaan. Pustakawan cilik ini diberikan pelatihan singkat sehingga dapat membantu pelayanan di perpustakaan. Maka harus didorong bersinergi dan terencana antara pustakawan, siswa, sekolah, komite sekolah, wali murid, dan guru dalam membangun pendidikan. Guru, selamat berjuang.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainal Fanani&lt;br /&gt;Koordinator Insan Baca Surabaya&lt;br /&gt;(Jaringan Taman Baca dan Perpustakaan Independet)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-8414156711555607811?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/8414156711555607811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=8414156711555607811' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8414156711555607811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8414156711555607811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2008/08/mengkolaborasikan-peran-guru_09.html' title='Mengkolaborasikan Peran Guru-Perpustakaan'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-4940823565349131651</id><published>2008-06-24T07:37:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T07:45:35.290-07:00</updated><title type='text'>Lulus Kuliah, lalu Menganggur</title><content type='html'>Lulus Kuliah, lalu Menganggur &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :  Jawa Pos, Edisi Senin, 16 Juni 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh RAHMA SUGIHARTATI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulusan SMA/SMK umumnya sudah mulai mencari dan mendaftarkan diri ke perguruan tinggi (PT) yang mereka minati. Tidak sedikit biaya dan energi telah dikeluarkan untuk mempesiapkan diri menyambut tes masuk PT. Tetapi, masalahnya kemudian seberapa jauh mereka yang nanti berhasil masuk ke bangku kuliah dapat dijamin setelah lulus bakal mendapatkan pekerjaan sebagaimana mereka cita-citakan?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau berbicara idealnya, seseorang yang sudah lulus kuliah dan bergelar sarjana seharusnya segera diterima pasar atau secara kreatif mampu menciptakan lapangan kerja mandiri untuk mengembangkan bakat dan potensinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, alih-alih mengembangkan usaha secara mandiri, di lapangan yang terjadi justru banyak sarjana hanya menyimpan ijazahnya di lemari karena tak laku sebagai prasayarat untuk dapat bekerja di sektor formal dan sama sekali tidak mengembangkan apa yang telah dipelajari di bangku kuliah untuk dasar mengembangkan usaha yang mandiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pendataan terbaru yang dilakukan BPS melaporkan, di tingkat nasional, angka pengangguran terbuka pada 2007 turun menjadi 9,75 persen dibandingkan dengan periode Agustus 2006 yang besarnya 10,28 persen. Tetapi, ironisnya, jumlah sarjana yang menganggur justru melonjak drastis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pada 2006 tercatat hanya 183.629 orang sarjana yang menganggur, pada 2007 jumlahnya naik menjadi 409.890 orang. Ditambah dengan pemegang gelar diploma I, II, dan III yang menganggur 151.085 orang, total pengangguran dari kalangan terdidik 740.206 orang (Kompas, 6 Februari 2008). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harap diingat, ini belum termasuk sekitar 1,4 juta sarjana yang setengah pengangguran karena bekerja kurang dari 35 jam per mingu, baik karena terpaksa maupun sukarela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengangguran Putus Asa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas apa pun faktor penyebabnya, fenomena sarjana yang menganggur adalah salah satu isu di bidang ketenagakerjaan yang membutuhkan perhatian ekstra. Sebab, mereka hanya menambah panjang daftar jumlah pengangguran yang sudah berjubel sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, ketika kondisi sektor riil tetap lesu dan investasi yang masuk makin langka, bahkan sebagian di antaranya hengkang ke Vietnam dan Tiongkok, salah satu ancaman serius yang dihadapi Indonesia adalah timbulnya ledakan pengangguran dan tidak mustahil pula ujung-ujungnya adalah meluasnya tekanan kemiskinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan, apa yang bakal terjadi jika angka pertumbuhan ekonomi yang didorong investasi tetap kecil dan per 1 persen kenaikan pertumbuhan ekonomi hanya menghasilkan 265 ribu kesempatan kerja baru, sementara di saat yang sama pengangguran terbuka 12 juta jiwa lebih? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jawa Timur, misalnya, rata-rata per tahun diperkirakan ada penambahan 600 ribu angkatan kerja baru. Tetapi, yang kontradiktif ternyata hanya 20-30 persen saja dari angkatan kerja baru itu yang dapat terserap di sektor formal. Sekitar 70-80 persen sisanya terpaksa bekerja di sektor informal, atau bahkan sama sekali tidak bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bakal terjadi jika daya serap terus merosot dan energi pembangunan masih banyak terserap untuk menyelesaikan persoalan politik yang justru kontra-produktif bagi upaya pengembangan sektor riil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas kertas, yang namanya sarjana adalah bagian dari tenaga kerja terdidik yang seharusnya dengan cepat terserap pasar tenaga kerja karena keahliannya. Tetapi, karena kualifikasi keahlian yang dimiliki dan kebutuhan pasar tenaga kerja acapkali mismatch, jumlah sarjana pengangguran pun dari waktu ke waktu bertambah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, tidak sedikit sarjana yang rmasuk kelompok pengangguran yang disebut discourage unemployment (pengangguran putus asa), yakni pengangguran sudah bertahun-tahun mencari kerja tanpa hasil karena faktor demand for labor dan supply for labor yang makin tidak seimbang. Ketidakseimbangan itu adalah lebih besarnya penawaran ketimbang permintaan hampir di seluruh sektor industri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok pengangguran putus asa itu tidak hanya terbatas pada angkatan kerja yang tidak terdidik. Tetapi, yang mencemaskan ternyata sebagian besar di antara mereka juga termasuk pengangguran terdidik atau sarjana yang sebetulnya memiliki keterampilan cukup memadai, tetapi tidak kunjung memperoleh pekerjaan karena lapangan kerja memang sangat terbatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah keluarga yang sudah habis-habisan membiayai kuliah anaknya sampai lulus ternyata anaknya yang sudah sarjana itu tak kunjung pula memperoleh kerja. Sangatah wajar jika sarjana yang menganggur seperti itu menjadi frustrasi, putus asa, dan lantas menjadi pengangguran abadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dicoba ditelusuri, sudah barang tentu banyak faktor penghambat yang menyebabkan sarjana lulusan PT menjadi pengangguran. Problem yang dialami lulusan PT, antara lain, bersumber dari kesenjangan yang terjadi antara perubahan struktur demografis, akselerasi program pendidikan, dan besarnya akselerasi pencari kerja yang acapkali tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sirageldin dan Li (1983: 5)), dalam hal ini paling tidak terdapat empat faktor yang menentukan perserapan lulusan PT ke dalam pasaran tenaga kerja. Pertama, faktor angkatan kerja, yang meliputi rasio antara mereka yang masuk dan mereka yang keluar dari angkatan kerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kebutuhan spesifik menyangkut jumlah dan karakteristik yang dibutuhkan sektor industri. Ketiga, faktor simulasi pendidikan yang menyediakan lulusan untuk jenjang-jenjang pekerjaan menurut tingkat pendidikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, faktor kebijakan terhadap tenaga kerja yang menentukan penempatan lulusan sekolah atau tenaga kerja pada matriks sektor, jabatan, wilayah, maupun penyebaran geografisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHMA SUGIHARTATI &lt;br /&gt;Dosen IIP FISIP Universitas Airlangga, Mahasiswa S-2 Pengembangan SDM Pascasarjana Unair&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-4940823565349131651?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/4940823565349131651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=4940823565349131651' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4940823565349131651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4940823565349131651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2008/06/lulus-kuliah-lalu-menganggur.html' title='Lulus Kuliah, lalu Menganggur'/><author><name>adhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-3446553756251243499</id><published>2008-05-23T19:57:00.000-07:00</published><updated>2008-05-23T20:04:10.779-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><title type='text'>Kamus dan Thesaurus Online</title><content type='html'>Oleh: &lt;a href="http://findheri.blogdrive.com/"&gt;Heriyanto&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dibutuhkan bagi pelajar atau mahasiswa yang sedang belajar dengan menggunakan bahasa inggris? Alat bantu apa pula yang dibutuhkan mereka kala mengerjakan assignment entah itu essay ataupun report dalam bahasa yang merupakan bahsa kedua mereka? atau bahkan bahasa ketiga, keempat? Kamus dan thesaurus bisa jadi merupakan salah satu jawaban!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala anda menulis, dalam bahasa Inggris tentunya, apa lagi bagi seorang yang English skill-nya pas2an seperti saya maka kamus dan thesaurus bagai sebuah jimat yang bisa memberi kesaktian dan kelancaran dalam memahami tulisan dan merangkai paragrap dalam tulisan anda. Namun bila anda sudah terlanjur asyik menulis, maka mengajak tangan untuk meraih kamus dan membolak-balik halamannya bisa jadi pekerjaaan yang sedikit melelahkan, bahkan bisa dibilang mengganggu keasyikan menulis anda. Fokus dan pandangan mata telah asyik kelayar monitor komputer, maka yang kita harapkan adalah kamus dan thesaurus muncul begitu saja dilayar monitor. Tinggal ketik kata yang diinginkan, tekan enter, menyeleksi terjemahan atau sinonim mana yang cocok, lalu masukkan kedalam tulisan anda. Beres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kaitannya dengan librarian?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lalu kenapa librarian susah sekali dalam menulis tentang kamus, thesaurus dan menulis essay? Semua orang sudah tahu kalau kita orang asing pasti perlu kamus saat menulis essay. Nah, poinnya adalah: saat pengguna ada diperpustakaan dan menggunakan salah satu komputer perpustakaan, perlu kita rasanya menyediakan informasi tentang situs kamus dan thesaurus online yang sudah di-bookmark dikomputer tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana bila mereka bekerja dirumah dan belum ada koneksi internet dirumah? sederhana sekalo, install saja software kamus dan thesaurus dikomputer anda, gitu aja kok repot.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-3446553756251243499?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/3446553756251243499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=3446553756251243499' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3446553756251243499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3446553756251243499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2008/05/kamus-dan-thesaurus-online.html' title='Kamus dan Thesaurus Online'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-5642337080199418186</id><published>2008-05-23T19:48:00.000-07:00</published><updated>2008-05-23T19:54:22.628-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Activity'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><title type='text'>Olimpiade Taman Bacaan Anak 2008</title><content type='html'>Olimpiade Taman Bacaan Anak 2008 oleh 1001buku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FACTSHEET&lt;br /&gt;OLIMPIADE TAMAN BACAAN ANAK 2008 OLEH 1001BUKU&lt;br /&gt;"AYO KITA MAIN!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Konsep Program&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Olimpiade Taman Bacaan Anak 2008 merupakan salah satu program kegiatan yang dilakukan oleh 1001buku setiap tahunnya. Olimpiade Taman Bacaan Anak 2008 kali ini mengambil tema "AYO KITA MAIN!!!", diadakan sebagai wujud dukungan 1001buku terhadap taman bacaan atau perpustakaan atas usaha mereka dalam meningkatkan kecintaan anak terhadap buku dan minat baca anak. Workshop taman bacaan pada bulan Juni dan Juli 2008 mengawali rangkaian kegiatan Olimpiade Taman Bacaan 2008 ini. Kemudian dilanjutkan oleh Olimpiade Kreatifitas Anak pada 27 Juli 2008 sebagai acara puncak dari rangkaian Olimpiade Taman Bacaan Anak 2008. Kegiatan ini diikuti oleh 750 anak dari 75 Taman Bacaan Anak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tujuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini diadakan sebagai wadah atau sarana bagi taman bacaan anak untuk saling berinteraksi dan bertukar informasi mengenai ilmu keperpustakaan melalui workshop. Selain itu, anak-anak yang tergabung dalam taman-taman bacaan ini juga dapat ikut berlomba dan berkompetisi dalam rangkaian lomba kreatifitas yang dilombakan pada Olimpiade Kreatifitas Anak sehingga dengan begitu anak-anak dapat  mengembangkan jiwa sportif mereka dan memupuk kerjasama tim yang baik diantara sesama teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Target Audience&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Olimpiade Taman Bacaan Anak 2008 ditujukan untuk taman bacaan atau perpustakaan dan anak-anak yang tergabung di dalamnya. Selain itu, 1001buku selaku penyelenggara juga mengundang perusahaan-perusaha an, komunitas-komunitas , rekan-rekan media dan masyarakat yang mempunyai perhatian terhadap anak dan buku untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jadwal Program&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Workshop I &amp;amp; Sort-Pack-Distribut e [SPD]&lt;br /&gt;Hari/tanggal : Minggu, 29 Juni 2008&lt;br /&gt;Tempat Kegiatan : Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Workshop II &amp;amp; Sort-Pack-Distribut e [SPD]&lt;br /&gt;Hari/tanggal : Minggu, 13 Juli 2008&lt;br /&gt;Tempat Kegiatan : Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Olimpiade Taman Bacaan Anak&lt;br /&gt;Hari/tanggal : Minggu, 27 Juli 2008&lt;br /&gt;Tempat Kegiatan : Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Continue #2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kegiatan Utama: Olimpiade Kreatifitas Anak 2008&lt;br /&gt;2) Kegiatan Pendukung:&lt;br /&gt;a) Workshop I Taman Bacaan Anak&lt;br /&gt;b) Workshop II Taman Bacaan Anak&lt;br /&gt;c) Konferensi Pers dan wawancara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Profil Penyelenggara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dirintis sejak Mei 2002 dan diresmikan pada 10 Januari 2003, 1001buku merupakan organisasi nirlaba yang mewadahi jaringan relawan dan pengelola perpustakaan anak. 1001buku berkomitmen untuk membuka dan menyediakan akses terhadap bacaan berkualitas bagi anak-anak yang kurang beruntung di Indonesia melalui jaringan perpustakaan anak yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, 1001buku didukung sekitar 50 orang relawan aktif dan lebih dari 3000 cyber volunteer yang tersebar di seluruh Indonesia, telah menyelenggarakan lebih dari Box Drop Box atau tempat pengumpulan buku, mendukung 210 perpustakaan atau taman bacaan anak yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan telah mendistribusikan lebih dari 40.000 buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kontak Penyelenggara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1001buku&lt;br /&gt;Penanggung Jawab Kegiatan : Rahmat (0817-112978)&lt;br /&gt;Penanggung Jawab OTBA 2008: Daris (0856-24077751)&lt;br /&gt;Sponsorship: Zaliansyah (0813-10340055)&lt;br /&gt;Donasi: Tarie (0856-8062788)&lt;br /&gt;Media Relations: Dee Dee (0815-14330633)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-5642337080199418186?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/5642337080199418186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=5642337080199418186' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/5642337080199418186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/5642337080199418186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2008/05/olimpiade-taman-bacaan-anak-2008.html' title='Olimpiade Taman Bacaan Anak 2008'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-4615460113532523714</id><published>2008-05-23T19:15:00.000-07:00</published><updated>2008-05-23T19:24:22.585-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><title type='text'>Selamat dan sukses, Book on the Street, Minggu, 25 Mei 2008</title><content type='html'>Blog PSTP Unair mengucapkan selamat dan semoga sukses untuk acara Book on the Street, besok hari Minggu, 25 Mei 2008 pukul 07.00 sampai selesai di Jalur Cepat Jalan Sudirman depan halte Polda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Acara meliputi:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Story Telling and Read Aloud&lt;/span&gt;. Pilih buku yang kau suka, lalu dengar dan nikmati ceritanya. Atau anda orang dewasa yang ingin menguji kemampuan bercerita? Silakan mendaftarkan diri menjadi tukang cerita di lokasi kegiatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Library Clinic. Tidak ada yang tidak mungkin. Ikuti simulasi pengelolaan aktivitas di perpustakaan. Atau mau tahu lebih banyak tentang perpustakaan dan taman baca. Tanyakanlah permasalahan anda pada para pakar perpustakaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lomba Permainan Tradisional. Permainan masa kecil tak mungkin dilupakan, namun masih setangguh dulukah Anda? Coba uji kemampuan Anda bermain Kripik Jengkol, gobak sodor, engklek, congklak, bekel, domikado. Kemampuan bermain Anda akan diuji.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Workshop Origami. Olahraga yang tidak memeras keringat, namun memeras pikiran. Saatnya senam jari senam otak, dengan origami jadi apa tebak? Ayo pilih sendiri bentuk yang Anda inginkan!!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lomba pemilahan sampah. &lt;span class="fullpost"&gt;Hari gini nggak peduli sama lingkungan?? Kenali jenis sampah dan ikuti lomba pemilahannya. Jadikan lingkungan rumah anda tertata rapi dan bersih.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Salam,&lt;br /&gt;Relawan Forum Indonesia Membaca&lt;br /&gt;Hotline: 021-70030093&lt;br /&gt;Email: indonesiamembacaATyahooDOTcom&lt;a rel="nofollow" ymailto="mailto:indonesiamembaca%40yahoo.com" target="_blank" href="http://us.f449.mail.yahoo.com/ym/Compose?To=indonesiamembaca%40yahoo.com"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-4615460113532523714?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/4615460113532523714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=4615460113532523714' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4615460113532523714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4615460113532523714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2008/05/selamat-dan-sukses-book-on-street.html' title='Selamat dan sukses, Book on the Street, Minggu, 25 Mei 2008'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-5549705214686748047</id><published>2008-05-18T04:01:00.000-07:00</published><updated>2008-05-18T04:07:54.018-07:00</updated><title type='text'>Sudut Baca, Pilihan Atau Keharusan ?</title><content type='html'>Sudut Baca, Pilihan Atau Keharusan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Jawa Pos Edisi Selasa, 1 April 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : DWI PRIHASTUTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh menarik saat membaca apa yang disampaikan oleh Bonari Nabobenar dalam opininya yang dimuat di  harian Jawapos hari Selasa (18/03) kemarin. Dalam opininya tersebut Bonari seolah-olah (atau memang ?) mengajak pembaca untuk memilih mana yang lebih penting antara  hotspotisasi yang saat ini gencar dilakukan Pemkot dengan penyediaan sudut baca di kota Surabaya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pribadi, sebagai seorang pustakawati tentu akan memilih kedua-duanya karena sama-sama penting. Karena membaca dan mengakses internet bisa dibilang merupakan kebutuhan utama. Saya membaca untuk menambah ilmu sekaligus untuk rekreasi denganbacaan yang ringan dan menyejukkan seperti novel Ayat-Ayat Cinta. Disisi yang lain, dalam mengakses internetpun juga ada aktivitas membaca. Baik membaca email dari teman dan kolega ataupun membaca info-info terbaru melalui situs berita seperti beritajatim.com dan detiksurabaya.com. Juga untuk berseluncur di situs-situs milik perpustakaan lain untuk meningkatkan kelimuan di bidang pustaka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi  jika  harus memilih salah satu, tentu saya memilih penyediaan sudut baca jauh lebih penting dari pada program hotspotisasi. Karena saya melihat bahwa  menyediakan fasilitas yang mencerdaskan warganya  seperti sudut baca merupakan sesuatu tanggung jawab yang mutlak bagi pemerintah kota Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski hal tersebut sebetulnya tanggung jawab bersama, hingga saat ini setahu saya belum banyak pihak swasta yang mau membuka sudut baca. Seperti misal pak Kartono, mantan mucikari yang kini membuka taman bacaan Kawan Kami dilokalisasi Dolly. Bandingkan dengan fasilitas hotspot yang sudah banyak disediakan berbagai pihak. Mulai dari hotel-hotel, café di Mall yang bertebaran di seantero kota Surabaya hingga  Stasiun Pasar Turi tak luput dari fasilitas hotspost tersebut. Tapi apakah di kawasan tersebut tersedia fasilitas sudut baca ?  anda bisa menjawab semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, bukan berarti saya anti hotspotisasi. Menurut hemat saya, itu bukan kebutuhan utama warga kota Surabaya. Setidaknya hingga lima tahun kedepan. Sebagaimana pertanyaan Bonari dalam opininya, perlu penelitan lebih lanjut tentang kebutuhan warga akan hotspotisasi. Berapa banyakkah  warga kota Surabaya yang hobi ngenet di alam terbuka seperti taman prestasi, taman bungkul atau taman terbuka lainnya ? Apalagi dalam musim hujan seperti sekarang ini. Jika saya punya laptop, saya pasti berpikir ribuan kali untuk ngenet di tempat terbuka dengan resiko kehujanan sewaktu-waktu. Masih enak ngenet di warnet atau di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu, jika dibandingkan dengan maraknya penderita gizi buruk di Surabaya akhir-akhir ini, kebutuhan akan hotspotisasi  yang dibiayai oleh APBD juga perlu dipertanyakan. Sekali lagi, benarkah program tersebut dibutuhkan warga Surabaya mengingat masih banyak balita yang kurang gizi. Baik dalam artian gizi untuk tubuhnya yang dipenuhi oleh nutrisi dalam makanan dan gizi untuk otak dan jiwanya yang bisa dipenuhi dengan bacaan bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tingkat kebutuhan, anggaran untuk penyediaan hotspotisasi mencapai Rp 3,5 Milyar juga sangat besar untuk kebutuhan yang tidak terlalu mendesak. Jika dana tersebut dihibahkan untuk mengelola taman bacaan atau sudut baca dengan asumsi tiap sudut baca butuh Rp 100 juta, maka akan tersedia 35 sudut baca bagi masyarakat di Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dana tersebut, akan lebih banyak lagi anak-anak tidak mampu yang bisa melihat dunia melalui “jendela dunia” bernama buku. Dengan dana sebesar itu, kehadiran sudut baca bisa membius banyak anak-anak yang kurang bacaan  menjadi pecandu. Pecandu buku ! Itu karena berdasar pengalaman saya selama  masih menjadi pustakawati di mobil pustaka PBASampoerna yang memberikan pelayanan ke SD-SD pinggiran. Saya melihat mereka sangat antusias untuk “menyerbu dan memamah” koleksi kami dengan lahap. Artinya, minat baca mereka sebetulnya cukup tinggi, namun fasilitas yang tersedia masih jauh dari cukup. Apalagi layak.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya, jika diwujudkan, 35 sudut baca tersebut akan banyak berarti bagi masa depan Surabaya. Katakanlah setiap sudut baca itu dikunjungi 50 anak per hari, maka dalam sebulan akan ada 52.000 anak yang mendapat tambahan gizi bagi jiwa dan otaknya ! Bayangkan jika lebih banyak lagi sudut baca di kota metropolis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain anak-anak yang dapat menikmati fasilitas sudut baca tersebut , perlu juga disediakan bahan bacaan untuk orang tua karena mereka juga punya peranan yang sangat penting untuk menumbuhkan mianat baca anak. Alangkah asyiknya jika banyak menemui orang tua dan anak asyik membaca buku bersama sebagaimana yang sering saya temui di taman bungkul setiap akhir pekan. Seharusnya layanan seperti perpustakaan keliling Badan Arsip dan Perpustakaan Surabaya tersebut diperbanyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada akhirnya semua kembali kepada kebijakan dari pemerintah kota Surabaya. Apakah pemkot benar-benar konsisten dengan Visi dan Misinya menjadi kota yang Smart and Care (Cerdas dan Perduli) dengan menyediakan fasilitas yang  mencerdaskan  rakyatnya yang tidak mampu.  Atau hanya mencerdaskan mereka yang mampu. (mampu beli laptop dan mampu browsing gratis di cafe-café serta hotel). Atau, jauh lebih bijak dan merupakan win-win solution jika Pemkot mengakomodir kebutuhan warganya  yang berasal dari dua strata tersebut. Hotspotisasi oke, sudut baca juga oke. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DWI PRIHASTUTI&lt;br /&gt;Pustakawati SD Al Falah 1 Tropodo Sedang alih jenjang di Fisip Unair.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-5549705214686748047?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/5549705214686748047/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=5549705214686748047' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/5549705214686748047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/5549705214686748047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2008/05/sudut-baca-pilihan-atau-keharusan.html' title='Sudut Baca, Pilihan Atau Keharusan ?'/><author><name>adhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-3879215661754994518</id><published>2008-05-09T08:16:00.000-07:00</published><updated>2008-05-09T08:21:47.170-07:00</updated><title type='text'>Kartini-Kartini Metropolis, Menulislah</title><content type='html'>Kartini-Kartini Metropolis, Menulislah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Jawa Pos Edisi Senin, 21 Apr 2008,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : DWI PRIHASTUTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di setiap April, ada satu tanggal yang teramat istimewa, terutama bagi wanita Indonesia. Tanggal itu adalah 21 April, hari lahir Ibu Kartini yang kerap dijadikan simbol emansipasi wanita Indonesia. Beragam kegiatan banyak diselengarakan berbagai pihak, namun entah mengapa, sejauh ini, saya melihat belum ada kegiatan yang benar-benar menyentuh dan sesuai dengan hakekat serta bentuk perjuangan Kartini dalam mewujudkan cita-citanya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak kecil, saya telah mengenal sosok Kartini melalui poster yang terpampang di kelas sebagai salah satu pahlawan nasional dan tokoh emansipasi wanita. Saya juga mengenal Kartini karena setiap April selalu digelar acara peringatan hari lahir Kartini dengan parade pakaian tradisional. Yang terkesan dalam ingatan, hari Kartini identik dengan peragaan busana tradisional saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, hakekat sejati perjungan Rajen Ajeng Kartini, putri seorang Bupati di Jepara, adalah pejuang kesetaraan hak antara wanita dan pria yang dicapai dengan cara menulis. Ya, dengan cara menulis. Simak saja rangkaian surat-surat Kartini kepada sahabat penanya di Belanda Estelle "Stella" Zeehandelaar yang terdapat dalam buku fenomenal "Habis Gelap Terbitlah Terang". Dalam salah satu suratnya, Kartini mengungkap keinginan untuk menjadi seperti kaum muda Eropa. Ia menggambarkan penderitaan perempuan Jawa saat itu akibat kungkungan adat. Dituliskan Kartini dalam suratnya bahwa wanita Jawa tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dimadu (suami berhak menikah lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian surat yang lain, Kartini juga mengungkapkan pandangan kritisnya tentang pemahaman agama yang menurutnya sempit dan masih terasa kontekstual hingga sekarang. Kartini mempertanyakan mengapa kitab suci harus dilafalkan dan dihafalkan tanpa diwajibkan untuk dipahami. Ia ungkapkan juga tentang pandangan bahwa dunia akan lebih damai jika tidak ada agama yang sering menjadi alasan manusia untuk berselisih, terpisah, dan saling menyakiti. "...Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu...". Hal ini sungguh relevan dengan kenyataan dimana saat ini banyak orang berbuat kekerasan kepada orang lain atas nama Agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimanakah refleksi dari perjuangan Kartini di jaman modern seperti ini? Jika dibandingkan dengan semasa Kartini hidup memang jauh banyak perbedaan. Kesetaraan antara pria dan wanita sudah mulai tumbuh meski belum benar-benar setara. Masih banyak ketidakseimbangan peran wanita dalam domain publik dan Politik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keanggotaan wanita di DPRD Surabaya saat ini, misalnya. Dari 45 anggota dewan yang terhormat, ternyata hanya ada 4 wanita saja yang duduk di kursi empuk legislatif itu. Mereka adakah Musrifah dan Zaenab Maltufa dari Partai Kebangkitan Bangsa, Yulyani dari PKS, dan Agustin Poliana dari PDIP. Dari keempat nama tersebut, setahu saya baru Yulyani yang mengikuti jejak Kartini dengan menuliskan pemikirannya di media massa tentang berbagai masalah kota Surabaya. Namun entah mengapa, akhir-akhir ini saya tidak lagi menemukan tulisan beliau di media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya di sisi legislatif saja buah perjuangan Kartini kurang terasa. Di sisi eksekutif, yaitu Pemerintah Kota Surabaya, hingga saat ini masih belum ada sosok wanita yang berhasil menduduki pucuk pimpinan Eksekutif. Masih kalah jika dibanding dengan Kabupaten Tuban yang memiliki Haeny Relawaty sebagai pucuk pimpinan eksekutif. Apakah ini berarti kualitas para wanita di Surabaya masih kalah dengan kualitas wanita di Tuban? atau justru mungkin dominasi para kaum maskulin (laki-laki) masih terlalu dominan di Surabaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, saya lihat sosok wanita yang kini ada di jajaran eksekutif tak kalah hebat dibanding kaum lelaki. Misalnya Ir Tri Rismaharini. Sosok wanita berjilbab itu menjadi fenomenal lantaran dinilai berhasil menghijaukan Surabaya tatkala menjabat sebagai kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Namun, mungkin karena kesibukan atau faktor lainnya, hingga kini saya belum pernah membaca buah pikiran atau percik-percik harapan untuk kaumnya atau untuk kota Surabaya dalam bentuk tulisan di media massa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, di tengah gencarnya serbuan berbagai pihak terhadap kinerja dinkes Surabaya akibat maraknya kasus Gizi buruk beberapa waktu lalu -dan mungkin masih terus terjadi hingga kini-Kepala Dinkes Surabaya dr Esthi Martiana Rachmi menjelaskan duduk permasalahan kasus tersebut dalam sebuah opini yang dimuat di sebuah media massa dengan elegan. Dalam tulisannya, dengan santun dr Esthi menyindir perilaku anggota dewan yang hanya bisa mengkritik tanpa pernah terjun ke lapangan langsung dan melihat kinerja para Kader Posyandu yang menurutnya (dan menurut saya pula) sudah maksimal ditengah keterbatasan yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam opininya tersebut, dr Esthi juga menjelaskan berbagai kendala dan kenyataan di lapangan, dimana banyak temuan bahwa dalam sebuah keluarga ada balita penderita gizi buruk namun sang ayah mampu membeli dua pak rokok sehari. Ironis bukan? Berarti, pada peringatan pemerintah yang dicantumkan dalam bungkus rokok perlu ditambahkan bahwa merokok bisa mengakibatkan gizi buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ditulis oleh dr Esthi tersebut seolah menjadi oase dan penyeimbang. Baik atas serbuan anggota dewan yang mengkritis kinerja dinkes dan kader posyandu secara bertubi-tubi, juga atas kurangnya partisipasi pejabat ekskutif Pemkot terutama dari kaum wanita yang mau menuangkan gagasan, ide, wacana dan buah pemikirannya dalam bentuk tulisan. Saya berharap, tulisan dr Esthi tersebut bukan yang terakhir. Saya menunggu buah pemikiran beliau yang lain. Juga dari "Kartini-Kartini" Metropolis yang lain, menulislah sebagaimana Raden Ajeng Kartini menulis untuk memperjuangkan harkat dan martabat kaumnya seratus tahun silam. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DWI PRIHASTUTI&lt;br /&gt;Pustakawati SD Al Falah 1 Tropodo &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-3879215661754994518?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/3879215661754994518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=3879215661754994518' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3879215661754994518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3879215661754994518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2008/05/kartini-kartini-metropolis-menulislah.html' title='Kartini-Kartini Metropolis, Menulislah'/><author><name>adhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-8148368695414505474</id><published>2008-04-22T07:52:00.000-07:00</published><updated>2008-04-22T08:05:19.928-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perpustakaan sekolah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perpustakaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>DANA PERPUSTAKAAN</title><content type='html'>DANA PERPUSTAKAAN&lt;br /&gt;Baru 27,6 Persen SD yang Miliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS, Senin, 21-04-2008. Halaman: 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Kompas&lt;br /&gt;    Pemotongan anggaran Departemen Pendidikan Nasional sebesar 10 persen berdampak pada pemotongan anggaran untuk perpustakaan. Bahkan, terdapat program terkait peningkatan literasi yang dihapuskan tahun ini lantaran pemotongan anggaran tersebut.&lt;br /&gt;    Seperti diwartakan sebelumnya, pemerintah menyesuaikan kembali anggaran negara dengan memotong 10 persen anggaran di semua departemen, termasuk Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Pemotongan tersebut telah dipastikan seiring dengan ditetapkannya  Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2008, awal April lalu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyediaan bantuan pengembangan perpustakaan dan minat baca di daerah, yang semula dianggarkan sekitar Rp 41 miliar, kini terpotong separuhnya. Dana tersebut asalnya untuk bantuan rintisan dan penguatan taman bacaan masyarakat di 33 provinsi dengan target awal sekitar 2.250 lembaga.&lt;br /&gt;    Adapun anggaran pengadaan sebanyak 143 taman bacaan masyarakat layanan khusus  bersifat mobile atau bergerak tidak jadi dilaksanakan lantaran anggarannya sebesar Rp 46 miliar terpangkas seluruhnya.&lt;br /&gt;    Pembangunan perpustakaan dan sumber belajar untuk pendidikan dasar juga terpotong Rp 30 miliar. Padahal, berdasarkan data Depdiknas sampai akhir tahun 2007, jumlah perpustakaan sekolah masih sangat minim. Di Indonesia hanya 27,6 persen sekolah dasar yang memiliki perpustakaan. Sebarannya tidak merata. Ada daerah dengan 72,8 persen sekolah dasar telah memiliki perpustakaan seperti di Yogyakarta. Namun, ada juga yang baru 5 persen sekolah dasar dilengkapi perpustakaan, seperti di Maluku Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Direktur Program Forum Indonesia Membaca Dessy Sekar Astina, Minggu (20/4), mengatakan, perpustakaan dan pusat sumber belajar berperan besar membawa perubahan dalam masyarakat. Pengetahuan dan kreativitas dapat lahir dengan mengakses informasi di perpustakaan dan pusat sumber belajar.&lt;br /&gt;    "Pusat sumber belajar menjadi tempat masyarakat mendapat informasi melalui bacaan dan media lain, berdiskusi, serta beraktivitas kelompok. Ketika masyarakat membaca secara fungsional, akan terbentuk cara memilah informasi dan membuat pilihan-pilihan dalam hidup secara lebih baik," ujar Dessy.&lt;br /&gt;    Hanya saja, pembangunan perpustakaan dan pusat sumber belajar masih dipandang sebagai pengeluaran dana belaka, bukan pemberi keuntungan yang dapat memberdayakan dan menyejahterakan masyarakat. Berinvestasi di dalam pembangunan sumber belajar hasilnya memang baru terlihat dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;    Terlebih lagi, di tengah kondisi perpustakaan sekolah yang masih memprihatinkan. "Perpustakaan sekolah masih cenderung berisi buku pelajaran, bukan buku bacaan yang menyenangkan dan menarik minat anak untuk membaca. Bahkan, masih banyak sekolah di level pendidikan dasar tidak dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan," ujarnya.&lt;br /&gt;    Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Depdiknas Ace Suryadi mengatakan, penyediaan bacaan dengan didirikannya taman bacaan masyarakat yang mudah dijangkau masyarakat sebenarnya diperlukan untuk menumbuhkan minat baca. "Keinginan kami, taman bacaan masyarakat bukan sekadar menyediakan buku-buku bacaan, tetapi bagaimana bisa berkembang menjadi kios buku sehingga taman bacaan masyarakat menjadi produktif," kata Ace.&lt;br /&gt;    Dengan adanya pemangkasan anggaran tersebut, program pendukung untuk literasi atau keaksaraan ini dianggap belum prioritas. Penambahan jumlah taman bacaan masyarakat berkurang separuh dari yang direncanakan supaya program kunci seperti pemberantasan buta aksara bisa tetap berjalan.&lt;br /&gt;    "Yang dibatalkan sama sekali itu rencana pengadaan 143 mobile TBM (taman bacaan masyarakat). Padahal, mobile TBM sangat berguna untuk melayani masyarakat di daerah terpencil dan berpenduduk jarang, atau mereka yang tinggal di daerah aliran sungai. Terpaksa pengadaannya menunggu sampai tahun depan," ujar Ace.&lt;br /&gt;    Menurut Ace, keberadaan taman bacaan masyarakat, terutama di kantong-kantong buta aksara, berguna untuk membantu masyarakat yang baru melek huruf agar terus mau membaca. Apalagi jika taman bacaan tersebut menyediakan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, seperti keterampilan, perikanan, dan pertanian. Masyarakat mendapat &lt;br /&gt;nilai plus untuk bisa meningkatkan kehidupan mereka lebih baik lagi dari bekal pengetahuan yang didapat dari bacaan.(INE/ELN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : P U S A T I N F O R M A S I K O M P A S&lt;br /&gt;Palmerah Selatan 26 - 28 Jakarta, 10270&lt;br /&gt;Telp. 5347710, 5347720, 5347730, 5302200&lt;br /&gt;Fax. 5347743&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-8148368695414505474?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/8148368695414505474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=8148368695414505474' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8148368695414505474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8148368695414505474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2008/04/dana-perpustakaan.html' title='DANA PERPUSTAKAAN'/><author><name>adhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-2697045443505390008</id><published>2008-02-01T03:55:00.001-08:00</published><updated>2008-02-01T04:00:22.941-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reading'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Quote'/><title type='text'>Ketika</title><content type='html'>Didik Witono&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketika seseorang Bapak atau Ibu memilih BUKU sebagai kado Ultah anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang pacar mengemas Harry Potter sebagai bingkisan pengganti es Krim dan Coklat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang penulis menelorkan karya yang menggetarkan, menyedot perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda bercerita kepada karib tentang sebuah buku yang membuat anda tertawa dan menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang Guru mengajak anak didiknya melihat lembar demi lembar buku teks dengan bumbu cerita yang menggoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika para seniman mendisain perwajahan, ilustrasi dan fotografi serta tata letak yang nyaman.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;--&lt;br /&gt;*Beberapa "ketika" dan keseharian sederhana yang menjadi undangan kepada seseorang untuk jadi "lapar membaca"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;And here is the rest of it.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-2697045443505390008?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/2697045443505390008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=2697045443505390008' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/2697045443505390008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/2697045443505390008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2008/02/ketika.html' title='Ketika'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-7409511978173477265</id><published>2008-02-01T03:21:00.000-08:00</published><updated>2008-02-01T03:34:15.141-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OA'/><title type='text'>Open Access adalah....</title><content type='html'>Secara singkat, Open Access atau Akses Bebas adalah sebuah fenomena masa kini yang berkaitan dengan dua hal: keberadaan teknologi digital dan akses ke artikel jurnal ilmiah dalam bentuk digital. Internet dan pembuatan artikel jurnal secara digital telah memungkinkan perluasan dan kemudahan akses, dan kenyataan inilah yang ikut melahirkan Open Access (disingkat OA), atau lebih tepatnya Gerakan OA (Open Access Movement).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Secara lebih spesifik, OA merujuk ke aneka literatur digital yang tersedia secara terpasang (online), gratis (free of charge), dan terbebas dari semua ikatan atau hambatan hak cipta atau lisensi. Artinya, ada sebuah penyedia yang meletakkan berbagai berkas, dan setiap berkas itu disediakan untuk siapa saja yang dapat mengakses. Berdasarkan pengertian itu, maka OA otomatis juga membebaskan hambatan akses yang biasanya muncul karena biaya (entah itu biaya berlangganan, biaya lisensi, atau membayar-setiap-melihat alias pay-per-view fees). Selain itu, OA juga menghilangkan hambatan yang timbul karena perijinan sebagaimana yang ada dalam setiap karya yang dilindungi hak cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktiknya, terdapat pula keragaman dalam hal-hal yang dibebaskan. Misalnya, ada penyedia OA yang tidak peduli apakah berkas yang diambil dari tempat mereka akan dipakai untuk tujuan komersial atau tidak. Ada juga penyedia yang melarang penggunaan untuk kepentingan komersial. Sebagian penyedia menyediakan karya-karya salinan, sebagian lagi hanya menyediakan karya orisinal. Namun, apa pun perbedaannya, semua penyedia OA sepakat bahwa berkas digital yang mereka miliki harus terbebas dari hambatan harga dan perijinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide tentang OA tidak dapat dilepaskan dari tiga "gerakan" atau kesepakatan yang melibatkan ratusan institusi informasi, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budapest Open Access Initiative (Februari 2002) - lihat http://www.soros.org/openaccess/ (perhatikan bahwa ini adalah organisasi yang didanai Soros. Do you know him?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bethesda Principles (Juni 2003) - lihat http://www.earlham.edu/~peters/fos/bethesda.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlin Decleration (Oktober 2003)&lt;br /&gt;http://oa.mpg.de/openaccess-berlin/berlindeclaration.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budapest Open Access Initiative mendefinisikan OA dalam kalimat ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"By 'open access' …, we mean its free availability on the public internet, permitting any users to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of these articles, crawl them for indexing, pass them as data to software, or use them for any other lawful purpose, without financial, legal, or technical barriers other than those inseparable from gaining access to the internet&lt;br /&gt;itself. The only constraint on reproduction and distribution, and the only role for copyright in this domain, should be to give authors control over the integrity of their work and the right to be properly acknowledged and cited."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terjemahkan secara bebas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan `open access'.. yang kami maksudkan adalah ketersediaan artikel-artikel secara cuma-cuma di Internet, agar memungkinkan semua orang membaca, mengambil, menyalin, menyearkan, mencetak, menelusur, atau membuat kaitan dengan artikel-artikel tersebut secara sepenuhnya, menjelajahinya untuk membuat indeks, menyalurkannya sebagai data masukan ke perangkat lunak, atau menggunakannya untuk&lt;br /&gt;berbagai keperluan yang tidak melanggar hukum, tanpa harus menghadapi hambatan finansial, legal, atau teknis selain hambatan-hambatan yang tidak dapat dilepaskan dari kemampuan mengakses Internet itu sendiri. Satu-satunya pembatasan dalam hal reproduksi dan distribusi, dan satu-satunya peranan hak cipta dalam bidang ini, seharusnya hanya dalam bentuk pemberian hak kepada penulis untuk menentukan integritas artikel yang ditulisnya dan pemberian penghargaan kepadanya dalam&lt;br /&gt;bentuk pengutipan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inisiatif yang ditandangani di Budapest itu juga menyatakan bahwa si pengarang (atau pengarang-pengarang) dan pemegang hak cipta dari sebuah artikel secara sadar menghibahkan hak permanen bagi pengguna untuk mengakses artikelnya. Selain itu juga memberikan lisensi kepada pengguna untuk menyalin, menggunakan, menyebarkan, mengirim, dan menyajikan karyanya kepada umum. Sementara pernyataan-pernyataan di&lt;br /&gt;Bethesda dan Berlin secara hampir serupa menandaskan bahwa pemegang hak cipta sebuah karya yang akan diberi status OA membuat pernyataan mengijinkan semua orang "menyalin, menggunakan, menyebarkan, mengirim dan menampilkan sebuah karya kepada umum, termasuk membuat karya turunannya, dalam segala medium digital". Bersamaan itu, juga ditegaskan bahwa harus ada penghargaan yang memadai bagi pengarang (proper attribution of authorship).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan definisi seperti di atas, maka pada dasarnya, OA juga tidak dapat dikatakan bertentangan dengan prinsip hak cipta. Landasan hukum yang digunakan untuk OA biasanya adalah ijin resmi yang diberikan (consent) oleh pemegang hak cipta, atau pernyataan bahwa literatur yang bersangkutan adalah milik umum (public domain). Karena sudah mendapat ijin dari si empunya hak cipta, maka sebuah karya yang berstatus OA sebenarnya tidak melakukan penghapusan, perubahan, atau pelanggaran undang-undang tentang hak cipta. Dalam hal ini, maka OA juga bekerja dengan prinsip kesukarelaan dari pihak pencipta dan pemegang hak cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang juga segera terlihat dalam prinsip OA ini adalah kerelaan pencipta atau pemilik hak cipta untuk tidak memperoleh imbalan uang (misalnya dalam bentuk royalti) bagi karyanya. Dalam konteks penggunaan teknologi digital dan jaringan Internet, maka prinsip untuk tidak mengharapkan royalti ini akan mengurangi biaya&lt;br /&gt;yang harus dikeluarkan oleh penyedia jasa OA atau penerbit. Secara alamiah, prinsip tanpa royalti ini segera cocok untuk bidang penerbitan karya ilmiah, sebab sebenarnya banyak karya ilmiah yang dimuat di jurnal tanpa imbalan royalti. Para akademisi dan ilmuwan pada umumnya memang tidak menulis artikel ilmiah untuk mencari uang, melainkan untuk mencari pengakuan dan untuk memperluas jaringan pengetahuan mereka. Dengan demikian, sebenarnya gerakan OA tidak terlalu berbeda dari kondisi komunikasi ilmiah yang selama ini sudah ada. Berbeda dengan para pencipta musik atau pembuat film cerita, yang mungkin akan sangat berkeberatan jika karya mereka dimasukkan ke dalam kategori OA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip OA juga segera "mengena" untuk kegiatan-kegiatan riset yang dibiayai oleh negara atau masyarakat lewat pajak. Dalam konteks ini, lebih dari negara-negara anggota the Economic Co-operation and Development (OECD) sudah menandatangani Declaration on Access to Research Data From Public Funding. Walaupun begitu, masih ada pembatasan untuk hal-hal tertentu, misalnya riset yang berhubungan dengan program militer milik negara, riset yang menghasilkan temuan-temuan yang kemudian dipatenkan, dan riset yang diterbitkan dalam sebuah perjanjian yang mengandung royalti dengan pihak lain (pihak komersial).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Putu Pendit, Ph.D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://groups.yahoo.com/group/the_ics/message/18299&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-7409511978173477265?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/7409511978173477265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=7409511978173477265' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/7409511978173477265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/7409511978173477265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2008/02/open-access-adalah.html' title='Open Access adalah....'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-8834088074508823855</id><published>2008-02-01T02:58:00.000-08:00</published><updated>2008-02-01T03:01:31.213-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perpustakaan sekolah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Activity'/><title type='text'>Limbah Kering, Alternatif Koleksi Pustaka</title><content type='html'>Sumber: Jawa Pos&lt;br /&gt;Jumat, 01 Feb 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Sri Handariningtyas&lt;br /&gt;Di luar tugas sehari-hari sebagai pengajar di kelas, penulis mempunyai tugas sampingan yang diberikan kepala sekolah, yakni kepala perpustakaan sekolah. Istilah perpustakaan sekolah bukanlah tanpa arti atau ciri khas. Perpustakaan sekolah ada di setiap sekolah. Memang, saat ini masih ada sekolah-sekolah yang belum mempunyai perpustakaan. Namun, dengan upaya seluruh warga sekolah, suatu saat semua sekolah akan memiliki.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setiap tahun ajaran baru, semua jajaran yang terlibat belajar-mengajar di suatu sekolah pasti diminta membuat anggaran untuk pos masing-masing. Perencanaan anggaran tersebut dimasukkan dalam rencana anggaran dan biaya sekolah (RAPBS). Salah satu pos tersebut adalah pembiayaan untuk perpustakaan sekolah. Kesulitan yang paling sering terjadi adalah pengadaan bahan pustaka. Sebab, biaya yang diperlukan untuk pembelian bahan-bahan pustaka selalu berjalan dengan hukum deret ukur dan deret tambah. Kita tidak bisa mengingkari bahwa harga-harga kebutuhan pasti merangkak naik dari tahun ke tahun. Bahan pustaka pun dipengaruhi hal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan pustaka yang terdiri atas buku-buku bacaan, compact disc, majalah, koran, kaset, atau slide film pasti mahal. Tidak sesuai anggaran yang kita ajukan. Maka, jumlah bahan pustaka yang akan kita beli menjadi berkurang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyiasati hal tersebut, ada terobosan yang perlu kita lakukan. Yaitu, dengan menyulap/mengubah limbah-limbah di perpustakaan menjadi benda baru yang menarik perhatian untuk dibaca. Penulis menyajikan tiga contoh membuat kliping dengan mengubah tampilan kliping konvensional dengan tampilan baru yang lebih menarik (chic), sehingga mendapat perhatian anak didik untuk melihat, memegang/mengambil, kemudian membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa dasar yang menggugah penulis melakukan hal itu. Pertama, perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan khusus yang menyediakan bahan pustaka untuk anak didik, bukan untuk umum seperti perpustakaan umum yang dimiliki pemkab/pemkot. Kedua, usia anak didik di suatu jenjang pendidikan pasti merupakan pertimbangan penting bagi kepala perpustakaan untuk menyediakan bahan pustaka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita melihat, usia rata-rata siswa SMP adalah 12-15 tahun. Memang, ada yang lebih tua dari usia rata-rata itu, tapi hanya beberapa orang. Usia tersebut menunjukkan bahwa mereka adalah anak-anak yang menjelang masa remaja (not children but not yet teenagers). Pada usia itu, faktor rasa ingin tahu mereka sangatlah besar dan masa-masa bermain pun belumlah hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, penulis mencoba menggabungkan kedua kekuatan besar yang ada pada jiwa mereka. Caranya, membuat sesuatu yang dapat mereka nikmati sambil mendapatkan pengetahuan dengan membuat modifikasi kliping tersebut agar mereka benar-benar merasakan nikmatnya belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar itu semestinya nikmat dan menyenangkan. Belajar merupakan kebutuhan seperti halnya kebutuhan manusia akan makan dan minum. Kalimat tersebut harus kita tanamkan dalam sanubari mereka. Ketiga, sebenarnya kliping modifikasi itu adalah alat peraga bagi penulis ketika mengajar. Namun, penulis melihat kelebihan alat peraga tersebut. Dalam belajar-mengajar, siswa di kelas menjadi semakin asyik membaca. Mereka sering tidak sabar untuk menyentuh dan membaca isinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat keadaan itu, bangkitlah semangat penulis untuk menggunakannya dalam lingkup yang lebih luas, yaitu perpustakaan sekolah. Keempat, bahan-bahannya mudah didapat. Yakni, memanfaatkan limbah secara optimal. Kliping yang kita pilih adalah artikel di koran/majalah yang bagus, sedangkan sisa koran/majalah kita jual untuk menambah kas perpustakaan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap artikel harus kita kumpulkan dengan artikel sejenis sebelum dilekatkan pada tempat yang sudah disiapkan. Jangan lupa beri judul pada kliping-kliping tersebut agar mudah diingat ketika kita maupun para siswa membicarakannya. Hendaknya judul disesuaikan dengan tema artikel yang dikumpulkan&lt;br /&gt;Sri Handariningtyas&lt;br /&gt;Guru SMPN 2 Sedati, Sidoarjo&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-8834088074508823855?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/8834088074508823855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=8834088074508823855' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8834088074508823855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8834088074508823855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2008/02/limbah-kering-alternatif-koleksi.html' title='Limbah Kering, Alternatif Koleksi Pustaka'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-1833697844493608621</id><published>2007-12-29T23:12:00.000-08:00</published><updated>2007-12-29T23:15:47.660-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><title type='text'>Kepada Dewey, Mastini, dan Soma</title><content type='html'>Kepada Dewey, Mastini, dan Soma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kami pustakawan idiot)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan adalah kumpulan buku-buku dan pustakawan merupakan tukang jaga buku&lt;br /&gt;Perpustakaan Nasional adalah gudang buku berskala nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katalog seperti lembaran-lembaran kertas yang tersudut dan terlupakan, dan&lt;br /&gt;bukan hal yang perlu dan biasanya tampil tidak cantik .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencarian informasi merupakan obrolan-obrolan langsung kepada kami dan kami&lt;br /&gt;adalah gagap dalam abstrak dokumen dan wawasan dokumen.Yang kami tahu adalah&lt;br /&gt;dokumen yang sering dipinjam dan itupun judulnya saja,&lt;br /&gt;lumayanlah .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katalog elektronik adalah hasil permintaan bos kami melalui proposal dan&lt;br /&gt;point-point pencarian buku merupakan 100% buatan si programer dan kami meminta&lt;br /&gt;hanya judulnya saja,&lt;br /&gt;lumayanlah .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi buku merupakan teks pada lembaran depan buku yang memuat nomor&lt;br /&gt;panggil ataupun katalog dalam terbitan (cataloging in publication) dan kami&lt;br /&gt;kurang memperhatikan kebijakan subjek koleksi,&lt;br /&gt;lumayanlah daripada mikir-mikir nomor klasifikasi .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Loh kok anda bisa diterima kerja di sini sebagai pustakawan?]&lt;br /&gt;[Kami bilang KKN, lumayanlah ..... daripada nganggur]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 14 Desember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Indra ~&lt;br /&gt;*) diambil dari &lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/the_ics/message/18491"&gt;milis ics &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;And here is the rest of it.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-1833697844493608621?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/1833697844493608621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=1833697844493608621' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/1833697844493608621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/1833697844493608621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/12/kepada-dewey-mastini-dan-soma.html' title='Kepada Dewey, Mastini, dan Soma'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-8694746807937147045</id><published>2007-12-18T09:17:00.000-08:00</published><updated>2007-12-18T09:21:53.181-08:00</updated><title type='text'>Membuat Jantung Sekolah Kembali Berdetak</title><content type='html'>Membuat Jantung Sekolah Kembali Berdetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&amp;id=316659"&gt;Jawa Pos, Edisi Selasa, 11 Desember 2007&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Dwi Prihastuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya jika manusia tanpa jantung? Bisa dipastikan, mati adalah satu-satunya jawaban. Demikian juga, seharusnya perpustakaan sekolah yang menjadi sumber informasi, pengetahuan, bahkan "wisata" berpusat. Apabila perpustakaan berhenti berdetak, sekolah itu boleh dibilang sudah tidak memiliki roh (Jawa Pos, 06/12/2007). Namun, premis tersebut ternyata tidak berlaku bagi sebagian sekolah yang bukan hanya perpustakaannya berhenti berdetak, namun justru tak punya jantung atau perpustakaan sekolah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2000, IFLA(International Federation Library Associate)/UNESCO pernah menerbitkan manifesto perpustakaan sekolah yang diharapkan menjadi dasar berdirinya perpustakaan sekolah di dunia, termasuk Indonesia. Saya tidak tahu persis apakah di Indonesia manifesto itu sudah diterapkan. Namun, sejauh yang saya tahu, memang hanya sebagian sekolah yang memiliki perpustakaan. Dari sebagian itu, hanya segelintir yang perpustakaannya masih berdetak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Dinas Pendidikan (Dispendik) Pemkot Surabaya 2006/2007 menyebutkan, hampir 58 persen SD tidak memiliki ruang perpustakaan. Di antara 944 SD se-Surabaya, hanya 402 sekolah yang memiliki perpustakaan. Dengan begitu, ketersediaan perpustakaan itu baru 42 persen (Jawa Pos, 06/12/2007). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan di atas sebetulnya sebuah ironi mengingat Kota Surabaya mempunyai visi smart and care (cerdas dan peduli). Bagaimana bisa mencerdaskan warganya jika banyak SD yang tidak memiliki perpustakaan yang berperan vital dalam mencerdaskan siswa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat me-launching program Reading Three Books Get One Gift beberapa bulan silam, Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Umum Surabaya Arini Pakistyaningsih menyatakan bahwa minat baca siswa SD di Indonesia relatif rendah. Bahkan jauh dibanding dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina. Apalagi jika dibandingkan dengan negara Singapura dan Jepang. Sangat jauh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin secara keseluruhan, fakta tersebut benar. Namun, jika berbicara tentang minat baca siswa SD di Surabaya, pengalaman saya justru menyatakan sebaliknya. Minat baca siswa SD di Surabaya termasuk cukup tinggi. Jika ada yang menyimpulkan minat baca mereka rendah dari jumlah kunjungan ke perpustakaan SD, itu lebih disebabkan perpustakaan sekolah yang kurang menarik. Baik dari segi fisik bangunan perpustakaan, skill "pustakawan" (yang pada umumnya bukan berlatar belakang ilmu perpustakaan), dan koleksi perpustakaan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama beberapa tahun (2004-2005), saya menjadi bagian dari mobil Pustaka Sampoerna untuk melayani beberapa sekolah di wilayah Pabean Cantikan dan Rungkut yang termasuk minus. Setiap hari saya menjadi saksi betapa mereka sebetulnya merasa dahaga akan buku-buku anak yang bermutu. Setiap kali kami datang, mereka langsung menyerbu dan berebut ingin membaca berbagai koleksi yang kami miliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terkesan memiliki minat baca yang rendah karena memang tak ada yang mereka baca, baik di sekolah maupun di rumah. Itu pun masih diperparah dengan sikap guru-guru di beberapa sekolah yang cuek dengan pentingnya membaca. Tapi tak apalah. Bisa memenuhi dahaga anak-anak itu dengan buku-buku bermutu yang kami sajikan sudah menjadi obat tersendiri yang tak ternilai oleh uang berapa pun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau tidak ada penelitian pasti tentang alasan sebuah sekolah tidak punya perpustakaan atau sudah punya namun tidak berdetak, saya tahu pasti, yang menjadi kendala adalah sebuah alasan klasik yang bernama dana. Tanpa bermaksud menghakimi, saya berpendapat bahwa alasan dana sebetulnya bukan satu alasan yang kuat. Saya percaya jika seorang kepala sekolah mempunyai visi yang kuat tentang peran vital perpustakaan sekolah dalam melahirkan generasi muda yang cerdas dan berwawasan, dana bisa cari. Kemauan dan niat, itu yang paling penting. Meski berlimpah dana, kepala sekolah yang berwawasan sempit dan kerdil pasti lebih mementingkan megahnya bangunan fisik sekolah daripada bangunan jiwa siswa yang bisa dicapai melalui perpustakaan sekolah bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang kepala sekolah menyatakan bahwa dana menjadi kendala untuk membuat perpustakaan menjadi berdetak, mungkin para kepala sekolah tersebut perlu merendahkan hati dan berguru pada seorang Kartono. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartono adalah seorang mantan germo yang menjadi pendiri sekaligus pemilik rumah bacaan Kawan Kami di Jalan Putat Jaya Gang IIA No 36. Dia bertekad mengubah keadaan sekitar sekaligus mengurangi dampak negatif lokalisasi Dolly bagi anak. Berbekal modal seadanya, Kartono sekarang berhasil mewujudkan tekadnya. Berawal dari ratusan buku, sekarang taman bacaan Kawan Kami telah memiliki lebih dari seribu buku yang merupakan sumbangan berbagai pihak. Termasuk, sumbangan buku dari Badan Arsip dan Perpustakaan Umum Surabaya yang juga telah menyatakan diri untuk membina taman bacaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah nyata dari seorang Kartono tersebut sungguh mengharukan sekaligus menakjubkan. Bagaimana seorang mantan germo bisa punya pemikiran yang mulia untuk mencerdaskan warga sekitar, sementara para kepala sekolah di Surabaya yang seharusnya punya peran formal dalam mencerdaskan anak didiknya malah lalai dengan berbagai alasan. Sudah seharusnya kita malu dan berguru pada Kartono. Jika Surabaya punya visi smart and care, Kartono telah membuktikan visi tersebut. Kartono telah peduli dan mencerdaskan lingkungan sekitarnya. Jika Kartono bisa membuat Dolly punya jantung yang berdetak, seharusnya para kepala sekolah juga bisa membuat "jantung" sekolahnya kembali berdetak. (pustakawati@yahoo.co.id)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dwi Prihastuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustakawati SD Al Falah Tropodo 1 Sidoarjo&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-8694746807937147045?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/8694746807937147045/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=8694746807937147045' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8694746807937147045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8694746807937147045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/12/membuat-jantung-sekolah-kembali.html' title='Membuat Jantung Sekolah Kembali Berdetak'/><author><name>adhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-4668584739707717807</id><published>2007-12-18T09:12:00.000-08:00</published><updated>2007-12-18T09:22:09.320-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perpustakaan sekolah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Ironi Perpustakaan Sekolah di Surabaya</title><content type='html'>Ironi Perpustakaan Sekolah di Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&amp;id=317694"&gt;Jawa Pos, Edisi Selasa, 18 Desember 2007.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: RAHMA SUGIHARTATI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ironis. Sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, kondisi perpustakaan sekolah di Surabaya ternyata sangat memprihatinkan. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Surabaya, dari 1.713 sekolah se-Surabaya, mulai SD hingga SMA di Surabaya ternyata hampir separo sekolah belum memiliki perpustakaan (Jawa Pos, 1 Desember 2007).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk jenjang SD, dari 944 sekolah yang ada, dilaporkan baru 42 persen sekolah yang sudah memiliki perpustakaan. Di jenjang SMP dan SMA kondisinya lebih baik, karena sekitar 72 persen lebih sekolah telah memiliki perpustakaan sendiri. Tetapi, untuk MI, MTs dan MA, kondisinya masih sangat memprihatinkan. Di jenjang MA, bahkan baru 10 persen sekolah yang telah memiliki perpustakaan sendiri. Untuk MTs baru 22,2 persen, sedangkan di MI baru 31 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat pemerintah telah memberlakukan kebijakan otonomi sekolah dan menekankan arti penting penelusuran informasi secara mandiri oleh siswa, kondisi minimnya jumlah perpustakaan sekolah bukan tidak mungkin akan berdampak kontra-produktif. Dalam proses belajar-mengajar yang menekankan arti penting kreativitas dan keaktifan siswa, tentu yang namanya peserta didik perlu diberi kesempatan secara aktif dalam membuka pikirannya, mengembangkan bakat-bakat yang ada padanya, dan membiasakan diri untuk memperkaya pengetahuannya melalui berbagai kegiatan membaca. Dengan membaca, seorang anak didik akan memperoleh keterangan, kata-kata baru, dan sejumlah ide yang semuanya akan memengaruhi jalan pikiran sekaligus membantu perkembangan mental anak didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teoritis, dalam proses belajar-mengajar, kehadiran dan peran perpustakaan sekolah sungguh sangat penting. Yang dimaksud perpustakaan sekolah di sini adalah perpustakaan yang tergabung dalam sebuah sekolah, dan dikelola sepenuhnya oleh sekolah yang bersangkutan. Tujuannya dirumuskan sebagai berikut: (1) menimbulkan kecintaan membaca, (2) membimbing dan mempercepat proses penguasaan teknik membaca dari learning to read menjadi reading to learn, (3) memperluas dan memperkaya cakrawala pengalaman belajar siswa, (4) membantu perkembangan kecakapan bahasa dan daya pikir siswa, (5) memberi dasar-dasar kemampuan penelusuran informasi, dan (6) memberi dasar-dasar ke arah studi yang mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkas kata, kehadiran perpustakaan sekolah bukan sekadar melayani selera para siswa untuk membaca buku-buku hiburan belaka. Lebih dari itu, perpustakaan sekolah harus dapat membantu para siswa mengasah otak, menelusuri informasi secara mandiri, memperluas dan memperdalam ilmu pengetahuan dan teknologi, serta membentuk kepribadian dan ketrampilan sesuai dengan tuntutan pembangunan (Soewignjo, 1993).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dropping dan Formalitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin memang benar bahwa separo sekolah di Surabaya telah memiliki perpustakaan sendiri. Pertanyaannya kemudian, apakah perpustakaan sekolah yang ada itu telah melaksanakan peran sebagaimana diharapkan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, diakui atau tidak, kebanyakan kelahiran perpustakaan sekolah umumnya bukan karena inisiatif sekolah yang telah menyadari arti penting dan fungsi perpustakaan sekolah. Melainkan karena didahului atau mungkin saja terpaksa diadakan karena adanya buku-buku dropping dari pusat atau sekadar formalitas belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah bukan rahasia, meski di sebuah sekolah dilaporkan telah memiliki perpustakaan sekolah, ternyata koleksi bahan pustaka yang ada seringkali tidak memenuhi kebutuhan sekolah yang bersangkutan. Hal ini disebabkan karena motivasi diadakannya buku-buku dropping belum jelas arah dan tujuannya. Selain itu, sekolah sendiri kebanyakan tidak memiliki tim seleksi dan pustakawana handal yang bisa memberi usulan tentang pemilihan koleksi atau pun aktif sendiri mencari usaha-usaha untuk memperbanyak koleksi dengan sistem seleksi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan sekolah yang baik tentu tidak hanya berperan untuk mengumpulkan informasi, menyediakan kartu katalog, menyuguhkan cara pelayanan yang ramah dan memiliki pustakawan yang selalu membantu anak didik dan guru yang membutuhkan informasi. Tetapi, lebih dari itu perpustakaan sekolah yang baik sesungguhnya mengemban misi dan fungsi yang jauh lebih kompleks, yakni mulai dari fungsi edukatif, informatif, fungsi riset, dan fungsi rekreatif bagi anak didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah sekolah yang membangun perpustakaan semata hanya demi kepentingan akreditasi sekolah, maka cepat atau lambat perpustakaan yang dibangun akan kehilangan ruhnya. Alih-alih dimanfaatkan sebagai wahana untuk menelusuri informasi lebih lanjut dan dimanfaatkan untuk mencari kelengkapan data studi. Justru yang terjadi, perpustakaan sekolah akan berubah fungsi menjadi etalase, sekadar dilihat, atau menjadi tempat pertemuan siswa untuk nongkrong, tetapi sama sekali tidak dimanfaatkan untuk membaca dan mencari tambahan informasi. Jika seperti ini yang terjadi, lantas apa beda perpustakaan dengan kantin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun Perpustakaan Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengejar ketertinggalan, sudah barang tentu pembangunan perpustakaan di masing-masing sekolah tidak bisa ditawar-tawar. Adalah tugas Dinas Pendidikan untuk memastikan agar sekolah yang belum memiliki perpustakaan sesegera mungkin membangun perpustakaan dan memanfaatkannya sebagaimana seharusnya perpustakaan sekolah berfungsi. Secara garis besar, ada dua hal yang perlu diperhatikan sebagai landasan dalam menyelenggarakan perpustakaan sekolah, yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, penyelenggaraan perpustakaan sekolah seyogyanya terintegrasi dengan kegiatan belajar-mengajar yang dikembangkan sekolah, sehingga berbagai buku dan koleksi yang disediakan harus sesuai dengan kebutuhan belajar siswa, kebutuhan mengajar guru dan khususnya kurikulum sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, perpustakaan sekolah hendaknya dibangun dengan daya tarik tersendiri bagi siswa: bukan hanya dalam arti fisik dan koleksi buku yang tersedia, tetapi juga dalam proses pengelolaannya yang benar-benar atraktif, menarik bagi siswa, dan tidak malah menjadi perpustakaan sekolah layaknya rumah sakit yang lenggang, terlalu banyak aturan, sehingga malah membuat siswa enggan berkunjung ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kota metropolis seperti Surabaya, data tentang minimnya jumlah perpustakaan sekolah yang ada bukan saja memalukan, tetapi sekaligus juga merupakan tamparan yang seharusnya menyadarkan kita bahwa masih ada banyak hal yang harus dibenahi di bidang penyelanggaraan pendidikan. Sebuah sekolah yang tidak dilengkapi perpustakaan ibaratnya adalah sebuah komputer yang kehilangan soft ware-nya (*). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHMA SUGIHARTATI&lt;br /&gt;Dosen Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan (IIP) FISIP Universitas Airlangga&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-4668584739707717807?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/4668584739707717807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=4668584739707717807' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4668584739707717807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4668584739707717807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/12/ironi-perpustakaan-sekolah-di-surabaya.html' title='Ironi Perpustakaan Sekolah di Surabaya'/><author><name>adhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-6622998078829977313</id><published>2007-12-06T02:29:00.000-08:00</published><updated>2007-12-06T02:31:57.257-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perpustakaan sekolah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Bila Sekolah Tak Punya Jantung</title><content type='html'>Sumber: Jawa Pos, Edisi Kamis, 06 Desember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan sekolah sebetulnya merupakan hal yang mutlak. Di dunia pendidikan, perpustakaan sekolah disebut sebagai jantung. Sumber informasi, pengetahuan, bahkan juga "wisata" berpusat. Apabila perpustakaan berhenti berdetak, sekolah itu boleh dibilang sudah tidak memiliki roh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Dr Darji Darmodiharjo, mantan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Depdiknas, pernah menyampaikan pesan bahwa perpustakaan sekolah itu harus ada di tiap-tiap lembaga pendidikan. Kalau tidak ada ruang perpustakaan, pakailah salah satu ruang kelas. Jika ruang kelas tidak ada, pakailah ruang pojok dengan rak bukunya. Jika tidak ada ruang pojok? Tutup saja sekolahnya!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun, ternyata di kota sekelas Surabaya -kota besar setelah Jakarta- banyak sekolah yang kehilangan jantung itu. Terutama di sekolah dasar negeri (SDN). "Sekolah kami bisa dikatakan antara punya dan tidak punya perpustakaan," kata Kepala SDN Mojo I Widji Utomo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Widji lantas menunjukkan sebuah rak buku bersusun tiga yang dijejali buku-buku tipis yang sudah menguning. Rak buku itu terletak di sebuah ruang yang biasanya digunakan para siswa untuk belajar komputer. Di atas rak buku tersebut ditempeli selembar kertas yang bertulisan huruf-huruf hasil print out komputer. Bunyinya: Perpustakaan SDN Mojo I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu rak buku yang dinamai "perpustakaan" itu terjepit di sudut kiri, ditutupi beberapa komputer keluaran lama. Ada lima komputer di ruangan itu. Semua tampak sudah usang dan kelihatan lama tak difungsikan. "Disebut perpustakaan memang amat tidak layak, tapi mau bagaimana lagi. Kami tak punya ruangan perpustakaan dan buku-buku yang memadai," sambung Widji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di metropolis, tidak hanya SDN Mojo I yang tidak berjantung itu alias tanpa perpustakaan. Data Dinas Pendidikan (Dispendik) Pemkot Surabaya 2006/2007 menyebutkan, hampir 58 persen SD tidak memiliki ruang perpustakaan. Di antara 944 SD se-Surabaya, hanya 402 sekolah yang memiliki perpustakaan. Dengan begitu, ketersediaan perpustakaan itu baru 42 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekolah kami juga tak memiliki perpustakaan," tutur Heri Purwanto, kepala SDN Bulak Banteng II. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, di sekolahnya tidak banyak ruangan sehingga kerepotan kalau harus menyediakan perpustakaan. Untuk tempat belajar 645 siswa saja, hanya ada lima lokal. "Amat sulit untuk memecah lagi bila ingin dijadikan perpustakaan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak ingat dengan pasti sejak kapan tidak ada perpustakaan itu, Heri yakin bahwa sudah bertahun-tahun sekolahnya tidak memiliki perpustakaan. Dia mengatakan, sekitar empat tahun silam sekolah sempat mendapat hibah buku dari Dispendik. Namun, kini tidak pernah ada lagi. Sekitar 100 buku terbitan lawas yang sudah kumal dan tampak menguning kiriman Dispendik dulu kini memang masih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, anak-anak jenuh. Sebab, rata-rata buku mata pelajaran tahun-tahun lalu. Dan, kami tak punya tempat untuk memajang," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, soal suplai buku sebetulnya masih bisa disiasati. Misalnya, meminta sumbangan dari alumni. "Yang terpenting adalah ruangannya. Sebab, kami sudah berimpitan di sini," tuturnya. &lt;br /&gt;Selain keluhan itu, dia mengatakan bahwa selama ini tidak ada pelatihan khusus bagi para guru untuk menjadi tenaga pustakawan. Padahal, menurut Heri, hal itu akan banyak membantu sekolah mengatur manajemen perpustakaan sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi lebih menyedihkan bisa dijumpai di SDN Wonokusumo XI. Sekolah itu juga tak memiliki perpustakaan yang layak. "Sebenarnya saya mau membangun, tapi tidak ada lahan lagi," kata Kepala SDN Wonokusomo XI Suwitho Affandy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, untuk menyimpan buku koleksi, sekolah tersebut memanfaatkan sebuah lemari kayu yang diletakkan di ruang kelas VI. Koleksi buku tak banyak, hanya sekitar tiga rak. Jumlahnya tak lebih dari 200 buku. Suwitho menyebut tiga rak buku tersebut sebagai perpustakaan. "Perpustakaan kami memang ada di kelas-kelas," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi buku juga amat memprihatinkan. Di lemari tersebut masih tersimpan buku seri Berburu Intan di Martapura. Buku yang, tentunya, tidak cocok dengan kehidupan anak-anak masa kini. Bahkan, buku kurikulum 1984 juga masih mendominasi koleksi lemari itu. "Namun, kalau hanya pengetahuan, masih oke," jelas Mardi, salah seorang guru di sekolah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bantuan buku, sekolahnya saat ini bergantung kepada Dispendik. Akhir November lalu koleksi buku bertambah untuk mata pelajaran bahasa Inggris. Namun, hanya 20 buah. Tentu jumlah itu tidak cukup dibagikan kepada seluruh siswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dispendik, kata Suwitho, juga jarang membagikan buku yang menarik dibaca siswa. Kebanyakan yang didrop adalah buku penunjang pelajaran. "Kalau sudah begini, lebih sering saya bagikan kepada guru untuk pegangan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau lebih inovatif, sebenarnya sekolah tersebut bisa memanfaatkan ruang gudang untuk menyimpan buku-buku koleksi. Di belakang gedung sekolah masih ada ruangan seluas 36 meter persegi. Cukup layak disulap menjadi perpustakaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah yang sekompleks dengan SDN Wonokusumo VII itu sebenarnya memiliki ruang kelas kosong yang sudah dimanfaatkan untuk perpustakaan. Namun, sejak setengah tahun lalu, ruangan perpustakaan itu tutup karena guru yang menjaganya pensiun. "Guru yang lain sudah amat sibuk mengajar," tambah Maksum, salah seorang guru senior di sekolah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, otomatis saat ini tidak ada siswa yang menjamah perpustakaan baru tersebut. Padahal, ruangan itu sebenarnya lebih layak untuk dikembangkan. Selain lebih luas, koleksi buku juga lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SDN Wonokusumo VI juga memilik kondisi yang tidak jauh berbeda. Sekolah itu juga memiliki ruangan perpustakaan. Namun, karena guru sibuk mengajar, perpustakaan pun terbengkelai. Untuk mendanai kehidupan perpustakaan, sekolah juga meminta iuran bagi siswa yang meminjam buku Rp 100 per buku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya, uang yang telah terkumpul digunakan untuk memperbanyak koleksi buku. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Perpustakaan malah tidak hidup. "Karena tanpa pengunjung, perpustakaan akhirnya ditutup," ungkap salah seorang guru di sekolah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak sekolah sebenarnya juga sudah berusaha membuat terobosan melalui jam membaca di sekolah. Namun, ketika siswa diminta masuk ke ruang perpustakaan, gurunya justru meninggalkan siswa. "Ini yang membikin repot," tambahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koleksi buku di sekolah itu juga tak menarik untuk ukuran siswa. Di ruang tersebut banyak tersimpan buku cara membikin bakso, membenihkan ikan, dan buku-buku usang lain. "Coba pikir, apa menarik untuk ukuran anak SD," ucap guru itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua Dewan Pendidikan Jatim Daniel M. Rosyid, kondisi perpustakaan SD di Surabaya memang amat menyedihkan. "Padahal, perpustakaan itu penting untuk membangun masyarakat yang gemar membaca," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, kurangnya perpustakaan di Surabaya sebenarnya diakibatkan pola pembangunan yang lebih ke arah pertumbuhan ekonomi. "Sejak dulu, pendidikan menjadi urutan nomor dua," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kehadiran perpustakaan membawa konsekuensi kemampuan menggagas masyarakat yang rendah. Apabila ditelusuri, hal itulah yang menjadi akar dari kemiskinan. "Saya kira, sebenarnya ini akar masalah keterbelakangan ekonomi atau kemiskinan itu," ucap dosen ITS tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, kurangnya perpustakaan di Surabaya juga mengakibatkan siswa lebih sering berpikir pragmatis. "Kalau sudah begitu, cara pandangnya lebih materialistis," katanya. Padahal, lanjut dia, dalam membaca, ada ilmu ketahanan yang dipelajari. Yakni, duduk, diam, dan berkonsentrasi. "Jadi, tanpa perpustakaan, kita semua sebetulnya gagal memanusiakan manusia," ucapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan Malaysia yang memiliki tingkat baca tinggi. Seorang anak SD di negeri itu ditarget membaca 60 buku dalam setahun. Sementara siswa SMA mencapai 200 buku setahun. "Kemampuan analisis siswa di sana amat tinggi. Sebab, memang mereka ditekan untuk gemar membaca," ucapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi keprihatinan itu, sebenarnya sejak TK (taman kanak-kanak) perlu ada gedung perpustakaan yang representatif dengan ruang baca yang nyaman. Untuk itu, diperlukan intervensi dari Dinas Pendidikan. Mulai regulasi hingga keberlangsungan perpustakaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan pemerintah itu memang sangat diperlukan. Apalagi, dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pada 37 ayat 1 menyebutkan bahwa sarana dan prasarana pendidikan harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. Dalam penjelasan UU itu dikemukakan bahwa salah satu sarana itu perpustakaan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pasal 45 juga disebutkan bahwa tiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan emosional, dan kejiwaan peserta didik. Karena itu, pemerintah tentu harus terlibat dalam peningkatan perpustakaan dan bukan sekadar wacana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniel mengungkapkan, ada banyak cara kalau sekolah mau kreatif untuk bisa membuat perpustakaan. "Saya mengusulkan agar wali murid menyumbang satu buku dalam sebulan. Minimal dalam sebulan itu siswa di kelas bisa membaca 20 buku. Buku apa pun. Termasuk majalah," ujarnya. Dan, untuk menata buku tersebut, tidak perlu diletakkan di gedung yang luas. Ruang perpustakaan itu bisa dibangun di tiap-tiap kelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plh Kepala Dispendik Ruddy Winarko mengatakan, hingga kini memang belum ada anggaran tetap untuk perpustakaan. Pihaknya telah berusaha agar dana perpustakaan masuk APBD. Pengelolaan perpustakaan sepenuhnya diserahkan sekolah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beberapa ada yang masuk RAPBS (rancangan anggaran pendapatan dan belanja sekolah, Red). Tetapi, sebagian besar belum," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, sekolah, terutama SD, memang tak memiliki banyak anggaran. Biasanya anggaran yang didapatkan habis untuk standar pelayanan minimal. Misalnya, bantuan operasional sekolah (BOS) buku yang digunakan untuk membeli buku pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana dari komite sekolah pun tidak bisa diandalkan. Mengana? Sebab, tidak semua wali murid memiliki kemampuan menyumbang sekolah. "Masukan akan selalu kami jadikan bahan koreksi. Saat ini kami sedang mengusahakan agar setiap sekolah memiliki perpustakaan," sambungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruddy mengacungkan jempol bagi sekolah-sekolah yang telah menganggarkan dana untuk perpustakaan. Tapi, dia sadar, tentu tidak semua sekolah mampu untuk melakukan itu. Sebetulnya banyak jalan bagi sekolah untuk mendapatkan perpustakaan. Persoalan ketersediaan buku, misalnya. Menurut dia, bisa saja siswa yang hendak meninggalkan sekolah mewariskan satu buku ke sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biar bisa dibaca adik-adiknya. Jadi, siswa lulus meninggalkan buku," katanya. (ara/git/may/hud)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-6622998078829977313?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/6622998078829977313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=6622998078829977313' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/6622998078829977313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/6622998078829977313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/12/bila-sekolah-tak-punya-jantung.html' title='Bila Sekolah Tak Punya Jantung'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-6583927807240408114</id><published>2007-12-04T21:55:00.001-08:00</published><updated>2008-12-10T15:08:21.173-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Photo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nostalgia'/><title type='text'>Mahapuspa</title><content type='html'>Mahapuspa adalah kepanjangan dari Mahasiswa Perpustakaan Pecinta Alam, salah satu organisasi dibawah HIMA Pstp. Mahapuspa mengalami kondisi yang naik turun. Kadang-kadang aktif, kadang-kadang malah tidak terdengar gaungnya sama sekali. Kalau menengok ke belakang, Mahapuspa seolah-olah merupakan salah satu kebanggaan anak-anak PSTP Fisip Unair. Berikut ini adalah gambar-gambar yang menunjukkan eksistensi Mahapuspa pada jamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cm31svxBM28/R1Y_WlnqKEI/AAAAAAAAABw/dNG5_BJoxFU/s1600-h/semeru+agt+1996+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140365681978124354" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_cm31svxBM28/R1Y_WlnqKEI/AAAAAAAAABw/dNG5_BJoxFU/s400/semeru%252Bagt%252B1996%252B2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cm31svxBM28/R1Y_N1nqKDI/AAAAAAAAABo/Co5PYq_ib70/s1600-h/Wisuda+Segoro+wedi+kidul+15+November+97.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140365531654268978" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_cm31svxBM28/R1Y_N1nqKDI/AAAAAAAAABo/Co5PYq_ib70/s400/Wisuda%252BSegoro%252Bwedi%252Bkidul%252B15%252BNovember%252B97.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cm31svxBM28/R1Y_B1nqKCI/AAAAAAAAABg/6g1klM28MlM/s1600-h/wisuda+arjuna+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140365325495838754" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_cm31svxBM28/R1Y_B1nqKCI/AAAAAAAAABg/6g1klM28MlM/s400/wisuda%252Barjuna%252B1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Photo: Courtessy of &lt;a href="http://rotmianto.blogspot.com/"&gt;Rotmianto &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;And here is the rest of it.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-6583927807240408114?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/6583927807240408114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=6583927807240408114' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/6583927807240408114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/6583927807240408114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/12/mahapuspa.html' title='Mahapuspa'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cm31svxBM28/R1Y_WlnqKEI/AAAAAAAAABw/dNG5_BJoxFU/s72-c/semeru%252Bagt%252B1996%252B2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-1692812010601709454</id><published>2007-11-21T09:13:00.000-08:00</published><updated>2007-11-21T09:21:39.871-08:00</updated><title type='text'>KEMBANGKAN PERPUSTAKAAN SULIT</title><content type='html'>KEMBANGKAN PERPUSTAKAAN SULIT&lt;br /&gt;                  Sekolah Bisa Membangun Budaya Baca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS, Selasa, 20-11-2007. Halaman: 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Kompas&lt;br /&gt;    Dalam Undang-Undang tentang Perpustakaan yang disahkan beberapa &lt;br /&gt;waktu lalu, sekolah wajib memiliki perpustakaan dan mengalokasikan &lt;br /&gt;dana perpustakaan paling sedikit 5 persen dari anggaran belanja &lt;br /&gt;operasional sekolah atau madrasah.&lt;br /&gt;    Akan tetapi, sekolah dasar atau SD ternyata sulit membangun dan &lt;br /&gt;menyiapkan dana khusus bagi perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Turman, Kepala Sekolah Dasar Negeri Nanggung 01, Kabupaten &lt;br /&gt;Serang, mengatakan, sekolahnya belum memiliki perpustakaan dan ragu &lt;br /&gt;apakah dapat menyediakan 5 persen dana perpustakaan tersebut karena &lt;br /&gt;terdapat sarana dan fasilitas dasar lain yang belum terpenuhi dan &lt;br /&gt;masih prioritas.&lt;br /&gt;    "Misalnya, masih kekurangan ruangan kelas dan lapangan olahraga. &lt;br /&gt;Terdapat enam rombongan belajar dengan jumlah kelas hanya lima &lt;br /&gt;ruangan," ujarnya.&lt;br /&gt;    Untuk mendirikan perpustakaan dari nol tentu butuh biaya besar &lt;br /&gt;dari membangun ruangan, membeli buku, rak, dan membayar petugas, &lt;br /&gt;apalagi sampai tahap berbasis teknologi informasi dan komunikasi.&lt;br /&gt;    Bantuan buku bacaan dari pemerintah daerah terhenti sejak 2004. &lt;br /&gt;Pernah dua kali pada tahun 2006, Turman mengundang perpustakaan &lt;br /&gt;keliling Pemerintah Provinsi Banten agar anak-anak tetap dapat &lt;br /&gt;mengakses buku bacaan. Namun, prosedur terbilang rumit dan tidak &lt;br /&gt;rutin. "Sekarang ini yang sudah ada perpustakaannya baru di tingkat &lt;br /&gt;SMP atau SMA," katanya.&lt;br /&gt;    Secara terpisah, Kepala SDN Mampang Prapatan 02, Jakarta, Sutirto &lt;br /&gt;mengatakan, di sekolahnya juga tidak terdapat ruangan khusus &lt;br /&gt;perpustakaan. Dia berupaya anak tetap dapat membaca dengan &lt;br /&gt;mendistribusikan bacaan langsung ke kelas.&lt;br /&gt;    Perpustakaan yang sudah berdiri juga membutuhkan dana &lt;br /&gt;pengelolaan, terutama memperbarui koleksi buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar nasional pendidikan&lt;br /&gt;    Seperti tertuang dalam UU Perpustakaan Pasal 23, setiap sekolah &lt;br /&gt;atau madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar &lt;br /&gt;nasional perpustakaan dengan memerhatikanstandar nasional pendidikan.&lt;br /&gt;    Perpustakaan tersebut wajib memiliki koleksi buku teks pelajaran &lt;br /&gt;yang telah ditetapkan sebagai buku teks wajib pada satuan pendidikan &lt;br /&gt;dalam jumlah mencukupi untuk melayani semua peserta didik dan &lt;br /&gt;pendidik.&lt;br /&gt;    Perpustakaan mengembangkan pula koleksi lain yang mendukung &lt;br /&gt;pelaksanaan kurikulum pendidikan.&lt;br /&gt;    Perpustakaan sekolah dan madrasah mempunyai tugas lain pula, &lt;br /&gt;yakni melayani peserta didik kesetaraan yang dilaksanakan di &lt;br /&gt;lingkungan satuan pendidikan bersangkutan.&lt;br /&gt;    Perpustakaan diharapkan mengembangkan layanan perpustakaan &lt;br /&gt;berbasis teknologi informasi dan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantung sekolah&lt;br /&gt;    Anggota Komisi X DPR, Anwar Arifin, menambahkan, disahkannya UU &lt;br /&gt;Perpustakaan dengan kesadaran bahwa perpustakaan salah satu sarana &lt;br /&gt;pendidikan yang sangat penting. Lewat perpustakaan sekolah diharapkan &lt;br /&gt;tumbuh budaya baca sedari dini dan nantinya menulis. "Perpustakaan &lt;br /&gt;itu jantung dari pendidikan dan sekolah. Sekolah-sekolah kita &lt;br /&gt;sekarang ini sedang sakit jantung," ujarnya.&lt;br /&gt;    Dalam kunjungannya ke sekolah-sekolah diketahui ternyata &lt;br /&gt;perpustakaan masih sekadar embel-embel dan kurang diperhatikan.&lt;br /&gt;    "Tidak ada prioritas anggaran dan tempat bagi perpustakaan. Kami &lt;br /&gt;memasukkan dalam perundangan sekurangnya 5 persen dari anggaran &lt;br /&gt;tersebut agar dalam anggaran yang kita tetapkan nanti sekurangnya ada &lt;br /&gt;anggaran 5 persen khusus dialokasikan untuk perpustakaan sekolah," &lt;br /&gt;ujarnya.(INE)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P U S A T   I N F O R M A S I   K O M P A S&lt;br /&gt;Palmerah Selatan 26 - 28 Jakarta, 10270&lt;br /&gt;Telp. 5347710, 5347720, 5347730, 5302200&lt;br /&gt;Fax. 5347743&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-1692812010601709454?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/1692812010601709454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=1692812010601709454' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/1692812010601709454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/1692812010601709454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/11/kembangkan-perpustakaan-sulit.html' title='KEMBANGKAN PERPUSTAKAAN SULIT'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-986355371107637899</id><published>2007-11-20T08:27:00.000-08:00</published><updated>2007-11-20T08:29:35.104-08:00</updated><title type='text'>PUSTAKAWAN BUKAN SEKADAR PENJAGA BUKU</title><content type='html'>Keberaksaraan&lt;br /&gt;                PUSTAKAWAN BUKAN SEKADAR PENJAGA BUKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS, Kamis, 25-10-2007. Halaman: 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, kompas&lt;br /&gt;    Perpustakaan telah berkembang konsepnya tak lagi sekadar &lt;br /&gt;merupakan rak dengan jajaran buku, melainkan sebagai resources center &lt;br /&gt;atau sumber daya informasi. Karena itu, tenaga pustakawan juga harus &lt;br /&gt;semakin kompeten, bukan sekadar penjaga buku.&lt;br /&gt;    Fuad Gani, Ketua Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi &lt;br /&gt;Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (UI), mengatakan, Senin &lt;br /&gt;(22/10) di Jakarta, seiring dengan disahkannya undang-undang tentang &lt;br /&gt;perpustakaan baru-baru ini yang bertujuan untuk mengembangkan &lt;br /&gt;perpustakaan, pustakawan semakin dibutuhkan, terutama untuk &lt;br /&gt;perpustakaan publik dan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengembangkan kemampuan masyarakat maupun pustakawan dalam &lt;br /&gt;mengembangkan perpustakaan sebagai sumber daya informasi, departemen &lt;br /&gt;ini memiliki center for information studies.&lt;br /&gt;    Lembaga ini merupakan bagian dari unit ventura untuk jasa &lt;br /&gt;pelayanan masyarakat. Pihak UI sering bekerja sama dengan berbagai &lt;br /&gt;lembaga lain untuk memberikan pelayanan pelatihan perpustakaan kepada &lt;br /&gt;masyarakat.&lt;br /&gt;    Dalam perkembangan dewasa ini, para pustakawan pun dibutuhkan &lt;br /&gt;keluarga-keluarga. Tumbuhnya minat pribadi atau keluarga menghadirkan &lt;br /&gt;perpustakaan di rumah membuka peluang bagi para pustakawan ini untuk &lt;br /&gt;melayani dan mengedukasi masyarakat guna memanfaatkan perpustakaan &lt;br /&gt;yang sederhana.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    "Mereka yang punya perpustakaan di rumah terkadang tidak &lt;br /&gt;mengerti bagaimana mengelola perpustakaan yang bisa memudahkan mereka &lt;br /&gt;untuk memanfaatkan koleksi yang ada. Pemilik ada yang merasa butuh &lt;br /&gt;bantuan ahli sehingga buku-buku bisa mudah dicari saat dibutuhkan," &lt;br /&gt;ujar Edi Dimyati, pustakawan di sebuah perusahaan swasta di Jakarta &lt;br /&gt;yang sering diminta mengelola perpustakaan keluarga.&lt;br /&gt;    Gunawan, pustakawan lainnya, mengatakan, pengelolaan perpustakaan &lt;br /&gt;di rumah biasanya dilakukan dengan sederhana. Koleksi buku yang ada &lt;br /&gt;dikategorikan sesuai subyeknya.(ELN/INE)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka yang punya perpustakaan di rumah terkadang tidak mengerti&lt;br /&gt;bagaimana mengelola perpustakaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;P U S A T   I N F O R M A S I   K O M P A S&lt;br /&gt;Palmerah Selatan 26 - 28 Jakarta, 10270&lt;br /&gt;Telp. 5347710, 5347720, 5347730, 5302200&lt;br /&gt;Fax. 5347743 &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-986355371107637899?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/986355371107637899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=986355371107637899' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/986355371107637899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/986355371107637899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/11/pustakawan-bukan-sekadar-penjaga-buku.html' title='PUSTAKAWAN BUKAN SEKADAR PENJAGA BUKU'/><author><name>adhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-3809024086600512215</id><published>2007-11-20T04:09:00.000-08:00</published><updated>2007-11-20T04:12:11.735-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Librarianship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>PERPUSTAKAAN TELANTAR</title><content type='html'>PERPUSTAKAAN TELANTAR&lt;br /&gt;Dana BOS SD Tidak Cukup untuk Membeli Buku Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS, Senin, 19-11-2007. Halaman: 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Kompas&lt;br /&gt;Perpustakaan sekolah dasar di sejumlah daerah, termasuk di&lt;br /&gt;sekitar Jakarta, terkesan ditelantarkan dan belum menjadi prioritas.&lt;br /&gt;Koleksi buku-buku sudah usang, tempat penyimpanan tidak&lt;br /&gt;representatif, dan nyaris tidak ada buku-buku baru.&lt;br /&gt;Berdasarkan pantauan ke sejumlah sekolah dasar, Jumat dan Sabtu&lt;br /&gt;(16-17/11), sebagian besar koleksi buku perpustakaan merupakan buku-&lt;br /&gt;buku lama terbitan sebelum tahun 2004. Sangat minim buku-buku cerita,&lt;br /&gt;apalagi buku yang menyangkut teknologi, yang mudah dimengerti anak-&lt;br /&gt;anak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penataan buku-buku itu pun kurang layak dan terkesan asal-&lt;br /&gt;asalan, bahkan banyak perpustakaan yang tempatnya sangat sempit serta&lt;br /&gt;kurang menarik dikunjungi. Kalaupun ada murid yang meminjam buku,&lt;br /&gt;pencatatannya pun tidak rapi.&lt;br /&gt;Menurut sejumlah kepala sekolah, sejak ditetapkannya kebijakan&lt;br /&gt;bantuan operasional sekolah (BOS) dan bantuan operasional pembangunan&lt;br /&gt;(BOP), sekolah tidak lagi mendapatkan sumbangan buku, baik dari&lt;br /&gt;pemerintah pusat maupun dari Dinas Pendidikan (Diknas) setempat.&lt;br /&gt;"Dengan BOP Rp 50.000 per anak dan BOS sebesar Rp 21.166 per&lt;br /&gt;anak, sekolah kesulitan jika harus menambah buku-buku baru untuk&lt;br /&gt;koleksi perpustakaan. Uang tersebut kebanyakan dipakai untuk&lt;br /&gt;pembelian alat bantu belajar-mengajar, seperti buku pelajaran wajib&lt;br /&gt;dan ekstrakurikuler," kata seorang guru di Pulogebang, Cakung,&lt;br /&gt;Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatur sendiri&lt;br /&gt;Dengan adanya biaya BOS dan BOP, sekolah diharapkan pemerintah&lt;br /&gt;bisa menerapkan manajemen berbasis sekolah. Sekolah harus bisa&lt;br /&gt;mengatur sendiri dana BOS dan BOP tanpa meminta lagi dari pihak luar&lt;br /&gt;sekolah, seperti orangtua dan organisasi lain. Bantuan bahan bacaan&lt;br /&gt;anak tidak datang lagi setelah terakhir kali diberikan tahun 2003.&lt;br /&gt;Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komite Sekolah SDN&lt;br /&gt;Pulogebang Riniwati berharap, walaupun sudah tidak dipungut biaya,&lt;br /&gt;pemerintah tetap memerhatikan fasilitas sekolah, seperti perpustakaan.&lt;br /&gt;Kepala Sekolah SDN I Jakasampurna, Bekasi Barat, Edah Syubaedah&lt;br /&gt;mengatakan, sekolahnya sudah diperbarui bangunannya menjadi dua&lt;br /&gt;tingkat dan mendapat dana BOS sebesar Rp 21.500 per anak, namun masih&lt;br /&gt;kesulitan untuk membangun perpustakaan.&lt;br /&gt;Secara terpisah, Mudjito AK, Direktur Taman Kanak-kanak dan SD&lt;br /&gt;Departemen Pendidikan Nasional menjelaskan, dalam dua tahun terakhir&lt;br /&gt;penyediaan fasilitas sekolah, termasuk perpustakaan, mulai menjadi&lt;br /&gt;prioritas.&lt;br /&gt;Menurut dia, jumlah perpustakaan SD diperkirakan mencapai 70.000&lt;br /&gt;unit dari jumlah SD yang banyaknya 149.454 di seluruh Tanah Air.&lt;br /&gt;(A-08/ELN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;P U S A T I N F O R M A S I K O M P A S&lt;br /&gt;Palmerah Selatan 26 - 28 Jakarta, 10270&lt;br /&gt;Telp. 5347710, 5347720, 5347730, 5302200&lt;br /&gt;Fax. 5347743&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-3809024086600512215?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/3809024086600512215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=3809024086600512215' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3809024086600512215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3809024086600512215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/11/perpustakaan-telantar.html' title='PERPUSTAKAAN TELANTAR'/><author><name>adhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-2824874444793806137</id><published>2007-11-19T23:32:00.000-08:00</published><updated>2007-11-19T23:53:00.601-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pustakawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngobrol'/><title type='text'>Gaji Pustakawan Sekolah</title><content type='html'>Lanjutan seri perbincangan Gaji Pustakawan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Wiyono: Berhubung saiki aku lagi kerjo nang Bandung, saya akan coba tanya ngalor ngidul gaji pustakawan sekolah disini. Kebetulan ada staf PIK [Pusat Informasi Kompas] disini yang dulu pernah bekerja di perpustakaan. Dia lulusan Unpad. Kurang tau dia punya data lengkap nggak soal gaji teman2 mereka di perpustakaan sekolah di Bandung. Tapi saya coba usahakan sebagai pembanding dengan gaji teman2 pustakawan sekolah di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*a couple time later*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Wiyono: Mas Kukuh, saya mau lapor. Setelah saya bertanya ke temen PIK [Pusat Informasi Kompas] yang dulu pernah kerja di Perpustakaan, saya mengutip beberapa kata-kata mereka. "Gaji untuk yang lulusan D3 ataupun S1 mesti diatas UMK. Karena gaji sebesar UMK atau kurang dari UMK hanya untuk yang lulusan setara SMU yang kebanyakan diterima oleh buruh pabrik", kata Dhani Arif. Perusahaan swasta ataupun instansi pemerintah tidak berani menggaji mereka yang lulusan D3 atau S1 dibawah atau setara dengan UMK, karena mereka tahu kapasitas tingkat pendidikan calon pegawainya. "Gaji buruh saja sebesar UMK, masa' lulusan perguruan tinggi mau digaji dibawah UMK", kata Dhani. &lt;span class="fullpost"&gt;"Di ITHB (Institut Teknologi Harapan Bangsa), Bandung, gaji pustakawannya Rp. 1,4 Juta. Tapi itu satu perpustakaan dihandle oleh satu orang saja", kata Wati, yang pernah bekerja di perpustakaan ITHB. Kalau di STIKES Ahmad Yani, Bandung, gajinya Rp. 1,2 Juta. Dan kalau di Universitas Parahyangan Bandung gajinya Rp. 1,9 Juta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukuh: Terima kasih mas Adi, sudah bisa dijadikan 'bahan bukti' bahwa sebenarya yang 'bermasalah' adalah para 'vendor' di Surabaya yang akan meng-'hire' lulusan D3 Perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya aku pernah dengar sekolah yang ada di perumahan Kota Baru Parahyangan [Padalarang] juga memberikan gaji yang lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo dong...agak jual mahal dikit gak apalah, tapi jangan lupa harus disertai kualitas SDM yang baik lho... Mungkin kalau IPI belum bisa memperjuangkannya, kita bisa minta tolong ke Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI) yang kalo nggak salah ketuanya bu Hanna [kolega mas Didik]. Mudah2an di kemudian hari standar gaji di Surabaya untuk pustakawan sekolah yang lulusan D3 Ilmu Perpustakaan dapat meningkat sesuai dengan yang kita harapkan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bukan kita yang menghargai diri sendiri, siapa lagi...?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djatmiko Trisulo Wibowo: ikutan nimbrug.. memang masalah gaji pustakawan khususnya di surabaya ada yang layak dan juga ada yang memprihatinkan saya katakan memprihatinkan karena masak lulusan perguruan tinggi digaji dibawah UMK ini benar-benar terjadi di perpustakaan sekolah swasta yang cukup punya nama ....(tidak enak menyebut nama) di dekat jalan Indrapura, untuk di perpustakaan sekolah petra golongan 3B masa kerja 16 tahun digaji Rp. 1,3 jt.(masih mendingan), kalau dibandingkan dengan Jakarta jauh....makanya banyak pustakawan sekolah petra yang mreteli alias hijrah untuk mencari lahan pekerjaan baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yanto Supri: betul kata Mas Kukuh, kalau mau harga tinggi, ya jual mahal. Tentu banyak caranya agar bisa dihargai tinggi. Seorang WTS kelas tinggi misalnya, dia akan menjual mahal kepada pelanggannya. Sebab, dia bisa memberikan banyak ''pelayanan''. (Maaf bukan membandingkan WTS dengan pustakawan, itu hanya&lt;br /&gt;percontohan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sebagai pustakawan apa yang bisa kita berikan ''lebih'' kepada perusahaan? Apakah hanya sekadar kemampuan katalogisasi, indexisasi? Selain itu, promo kita juga masih kurang. Teman2 masih suka bermain opini yang akhirnya ngalor ngidul tanpa arah yang pasti, gonta ganti isu. Suatu hari, ketika ada berita tentang Perpustakaan Kawan Kami (kalau nggak salah di Putat Jaya), saya bertanya-tanya apakah itu yang bina teman2 dari PSTP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga ketika ada program Taman Membaca dari Depdiknas, saya juga bertanya apakah ini perjuangan dari teman2 pustakawan atau pakar pendidikan? Seharusnya, program semacam ini adalah peluang bagi pustakawan atau minimal calon pustakawan. Kalau kita bisa memanage dari sekadar ''taman baca'' menjadi teman kreativitas, tentu kita akan dikenang. Ujung-ujungnya penghargaan kepada kita akan mengalir. Demikian juga kalau kita berjuang all out, misalnya untuk mengegolkan mulai dari perda hingga UU tentang pustakawan, saya yakin tenaga kita akan dipakai di setiap sekolah negeri yang ada di negeri ini. Itu berarti kita dapat jadi PNS semua (kalo mau) Tentu itu butuh perjuangan keras, persamaan persepsi bukan hanya dari kita2, tapi juga beberapa ''suhu'' pustakawan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-2824874444793806137?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/2824874444793806137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=2824874444793806137' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/2824874444793806137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/2824874444793806137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/11/gaji-pustakawan-sekolah.html' title='Gaji Pustakawan Sekolah'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-4166487204054170330</id><published>2007-11-19T22:47:00.000-08:00</published><updated>2007-11-19T23:31:15.246-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pustakawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngobrol'/><title type='text'>Rendahnya Gajinya Pustakawan</title><content type='html'>Pandu: Ya wis. Mari sekarang kita beralih ke soal pustakawan. justru menurutku yang paling layak di perbincangkan adalah gaji pustakawan terutama ditingkat sekolah. Sak jane sing tak maksud Cindy nang berita sing tak liput itu adalah adik kelas kita semua. Dia anak pstp Unair 2001. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Wiyono: Gaji pustakawan tingkat sekolah memang layak diperbincangkan...Kalau setelah ini ada teman yang berkeluh-kesah di forum ini soal gajinya -seperti keluh-kesahnya jurnalis- di perpustakaan sekolah sedikit, ya monggo kita bahas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sony Pawoko: Orang Indonesia khususnya wong jowo mengenal philosophy " menungso iku diwenehi okeh kurang nangin diwenehi shitik yo cukup" (diberi banyak kurang, tapi jika diberi sedikit sebenarnya ya cukup. Diperkuat lagi wejangan dari simbah-simbah mengenai "nrimo ing pandum", menerima dengan iklas pemberian Tuhan, tanpa harus mempertanyakannya. Jika kita mengetahui gaji orang lain, sebagai gambarannya saja para abdi dalem keraton, setelah mengetahui gaji merekabarangkali kita harus "ngelus dhodo" tapi orang yang kita perbincangkan malah merasa dirinya tercukupi dan sejahtera dengan upah yang mereka terima&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan barangkali saja, ketika kita ingin memperbincangkan gaji para pustakawan, yang sebenarnya kitapun tahu ada beberapa diantaranya yang jauh dibawah standar UMR, adalah merupakan topik yang cukup berat, karena kitapun sulit untuk memperjuangkannya. ( iya ngak ya kira-kira?). tapi di sisi lain barangkali juga mereka sudah merasa cukup, sudah merasa sejahtera dengan gaji mereka, nah lo....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi kembali lagi pada penerimaan, apakah temen2 sudah merasa cukup dengan gaji yang diterima sekarang? atau lebih tepatnya dapatkah kita tingkatkan kesejahteraan para pustakawan....hal inilah yang juga kami perbincangkan dengan hangat, oleh pustakawan UI, kita pertanyakan pada rektorat, kita tanyakan nasib pustakawan (semoga cerita lebih lanjutnya dapat diterbitkan di SERAT). dan kalaulah para alumni PSTP yang bekerja di bidang jurnalis saja peduli dengan nasib pustakawan, mengapa kita tidak mencoba berdiskusi dengan topik ini? wahai temen2 pustakawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hartanto: Wis cak, ayo ndang ngobrol soal iki. Kethoke menarik. Tak beberno kloso yo? sambil nonton bal-balan serie A nang tipi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu Ndut: Ayo pak TO. Ojok lali ote-ote ambek kopine je. huehehehe....&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Adi Wiyono: Ada umpan manis dari mas Sony Pawoko. Silakan "digondol" oleh teman-teman, khusunya teman-teman yang bekerja sebagai pustakawan sekolah. Baik yang "nerimo ing pandum" atau yang masih pengen lebih baik. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena saya tidak tahu soal kisaran gaji yang seharusnya kita dapatkan, maka yang saya tanyakan adalah: Gaji yang patut kita terima sebagai lulusan D3 itu sebenarnya berapa ? Baik kita bekerja di instansi pemerintahan ataupun swasta? Kalaupun kita bekerjanya di instansi pemerintahan, baik itu pustakawan atau bukan, apakah ada perbedaan besaran gaji? Adakah undang-undang atau peraturan pemerintah yang mengatur soal gaji ini?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mohon pencerahannya dari teman-teman, Bapak/Ibu Dosen, atau para senior yang lebih mengerti soal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rifnal: ada banyak kisah tentang kesejahteraan  pustakawan sekolah. ada yang bekerja dengan  gaji pas namun beban kerja  lumayan ringan. ada  yang berkerja dengan gaji kurang tapi  beban kerja overload.  bagi mereka yang bekerja  sebagai pustakawan dengan gaji di bawah UMR  ada dua jalan yang bisa ditempuh. pertama, mengajukan  ke pihak yayasan  untuk  penambahan gaji (ini jarang dilakukan)&lt;br /&gt; yang kedua, menjadikan profesi kerja sekarang yakni pustakawan sebagai batu loncatan untuk mencari perkerjaan yang lebih baik (ini yang sering dilakukan). kalau kita melihat ada banyak posisi kerja yang bisa di tempati oleh lulusan ilmu perpustakaan. sekretaris redaksi ;-) S.I.M, konsultan manajemen, bahkan polisi juga bisa. semuanya tergantung apakah yang bersangkutan bersedia mencari atau hanya pasrah menerima keadaan tersebut sebagai suratan takdir.&lt;br /&gt;dari pengalaman yang saya alami. menjadi pustakawan di sekolah dasar memang kurang dihargai dari segi finansial. hanya sekolah dasar dengan spp  mendekati satu juta atau di atasnya saja yang mampu menggaji secara layak pustakawannya dan itu pun bisa dihitung dengan jari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukuh: Saya ingin menyampaikan pendapat tentang minimnya gaji yang diterima oleh lulusan D3 Ilmu Perpustakaan. Ini hanya pendapat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya memang lulusan D3 Ilmu Perpustakaan yang ada saat ini tidak memiliki 'posisi tawar' yang kuat. Ketika mereka melamar kerja dan disodori daftar gaji yang minim mereka 'tidak kuasa' menolak. Hal ini disebabkan karena mereka benar2 pingin bekerja dan mendapat gaji [baca : uang] dan akhirnya meskipun 'ditawar' murah mereka mau terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ingin 'dihargai' tinggi maka kita harus berani menolak jika 'ditawar' rendah. Kelihatannya naif, tapi sikap seperti ini sepertinya perlu dilakukan. Hal ini juga sebagai cara pembelajaran bagi sekolah-sekolah yang ingin mempekerjakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, kalau misalnya dalam 10 tahun tidak ada lulusan D3 Ilmu Perpustakaan yang mau 'ditawar' rendah dan tidak ada yang jadi pustakawan di sekolah-sekolah mereka. Akhirnya pihak sekolah yang akan kebingungan mencari tenaga pustakawan, karena sebenarnya mereka membutuhkan pustakawan terutama ketika proses akreditasi dan visitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbanggalah teman-teman...kita ada dan berbeda dengan profesi lain. Tetapkan dalam hati bahwa kita tidak akan tergantikan dengan yang lain. Pendapat saya ini bukan berarti mengajak lulusan D3 Ilmu Perpustakaan untuk 'jual mahal' tapi berharap agar sekolah-sekolah [terutama yang di Surabaya] lebih 'tahu diri' dan memberi penghargaan yang sepantasnya bagi lulusan D3 Ilmu Perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Wiyono: Mas Kukuh, bolehkah saya bertanya. Sebenarnya berapakah kisaran gaji bagi kita yang lulusan D3 PSTP ini ? Atau berapa kisaran gaji bagi teman-teman yang sudah punya gelar Sarjana ? Dengan kita tahu kisaran gaji yang layak kita terima, maka kita bisa tahu "posisi tawar" kita. Jadi dalam melakukan negosiasi soal gaji kita punya standar yang bisa dijadikan pegangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kalau kita ingin 'dihargai' tinggi maka kita harus berani menolak jika 'ditawar' rendah." Kalau kita ingin "dihargai" tinggi, kita pun harus punya "kualitas" yang tinggi pula. Harga Jual berbanding lurus dengan Kemampuan. Kita "jual" -dalam arti positif- kemampuan, otak, kreativitas, pengalaman dan integritas kita untuk mereka yang mampu menawar tinggi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya suka kutipan kata-kata ini sebagai motivasi kita. "Berbanggalah teman-teman. Kita ada dan berbeda dengan profesi lain. Tetapkan dalam hati bahwa kita tidak akan tergantikan dengan yang lain." Saya bangga walau dulu merasa tersesat. Hehehe....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Heriyanto: Berbicara tentang gaji baik itu Diploma ataupun S1 menurut pengalamanku tergantung diinstansi mana kita bekerja. Kalau kita bekerja diinstansi pemerintah, katakanlah di salah satu Sekolah Dasar negeri di Surabaya tentu tidak berbeda dengan di SD lain di Surabaya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukuh: Waktu di awal postingan mas Pandu membandingkannya dengan UMK yang diterima buruh. Berarti ya standar gajinya `disamakan' aja dengan UMK meskipun beban kerja buruh lebih berat. Dipelototi pengawas, jam kerja ketat, istirahat terbatas.&lt;br /&gt;Kalo dibandingkan pustakawan di sekolah yang ikut libur kalo sekolahnya juga libur. Beda lho dengan perpustakaan perguruan tinggi yang pustakawannya tetap masuk meskipun mahasiswanya libur [libur semester].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heriyanto: yang membedakan mungkin beberapa tunjangan. Ini mas Kukuh pasti tahu karena beliau adalah salah satu abdi dalem :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukuh: Kalo standar gaji yang sudah PNS tentu sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan pegawai negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heriyanto: Berbeda di instansi swasta yang kebijakan penggajian dilakukan sesuai kebijakan yg ditentukan oleh mereka sendiri. Sebagian besar berapa gaji yang diterima pegawai tergantung seberapa besar pula instansi tersebut. Sekali lagi saya tekankan sebagian besar lho ya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukuh: Gerakan moral dengan menolak standar gaji rendah dimaksudkan agar instansi swasta 'sadar' bahwa paling tidak gaji yang diberikan paling tidak harus sesuai dengan UMK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heriyanto: Misalnya, pustakawan yg bekerja di perpustakaan Sekolah Ciputra tentu berbeda dg pustakawan di perpustakaan SD yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukuh: Mudah2an di kemudian hari sudah ada 'bandrol' sehingga penghargaan terhadap pustakawan dapat terealisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Last but not least...yang penting adalah peningkatan kualitas lulusan yang akan masuk dunia kerja. Jangan sampai nanti waktu masuk dunia kerja nggak bisa klasifikasi, bikin katalog nggak bisa, bahasa Inggris glagap-glagap, nggak bisa komputer, disuruh indexing minta ampun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heriyanto: Jadi agak sulit juga kalo diambil kisarannya, mau ikut standard yang mana dulu, karena tiap instansi punya standard yg berbeda. Kecuali kita tahu berapa gaji masing2 teman yg bekerja dibeberapa perpustakaan sekolah :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata mas Adi Harga Jual berbanding lurus dengan Kemampuan. Kita "jual" -dalam arti positif- kemampuan, otak, kreativitas, &lt;br /&gt;pengalaman dan integritas kita untuk mereka yang mampu menawar tinggi...setuju man... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah strategi dulu dari seorang temen waktu interview kerja, dia bersedia ditawari gaji rendah dengan pertimbangan mereka berdua, calon pegawai dan yg menginterview, sama2 belum tahu kondisi masing2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun pertama adalah masa dimana ia akan menunjukkan integritas, kemampuan dan kualitas kerja, sehingga disaat kontrak tahun pertama selesai dan dilakukan review atau evaluasi diakhir kontrak, si pegawai baru ini punya nilai bargaining yang lebih kuat utk mengajukan kenaikan gaji lebih tinggi daripada gaji ditahun pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya adalah, apakah pihak HRD akan begitu saja mengabulkan permintaan kenaikan gaji ini :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Wiyono: Cak Heri "Masalahnya adalah, apakah pihak HRD akan begitu saja mengabulkan permintaan kenaikan gaji ini : )". Sekadar sharing, dulu waktu masih bekerja di Pizza hut, saya dekat dengan salah seorang Restoran Manager, beliau pernah berkata "Saya ataupun HRD tidak akan segan-segan mengeluarkan karyawan yang macem-macem. Karena masih banyak diluar sana orang yang menganggur dan mau disuruh bekerja walau gajinya kecil". Macem-macem disini dalam artian bertindak tidak sesuai peraturan ataupun mereka yang ikut di organisasi buruh yang terus menuntut HRD untuk menaikkan gaji. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ibarat Buah Simalakama. Kerja terus tapi gaji koq sedikit. Menuntut gaji dinaikkan koq diancam dikeluarkan. Mungkin hal ini berbeda dengan tempat kerja teman yang lain. Tapi setahu saya kebanyakan HRD lebih senang mencari orang baru daripada ngopeni orang trouble maker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujito: Yah itulah hidup kita melihat orang lain lebih enak, padahal mereka mungkin melihat kita menurut mereka kita lebih enak Memang kerja sebagai pembantu dimana-mana terserah majikan, sebagaimana kita kerja di perusahaan kita adalah menjadi pembantu pemilik perusahaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin akan menjadi baik jika perusahaan itu mempunyai setandart management sdm yang internasional, atau minimal nasional lah. belum tentu perusahhaan besar gajinya besar, justru kadang perusahaan yang kecil gajinya lebih besar. semua itu ditentukan oleh sistem manajeman sdm yang ada perusahaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kok orang yang cuma tamatan sma saja kadang bisa menjadi direktur dengan gaji yang di atas 4jt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku kalau kita gajinya masih kecil, kita jadikan batu loncatan untuh pindah yang lebih baik, atau kita tabung dulu untuk membuka usaha kecil-kecilan yang insyaAllah kalau sukses akan menjadikan kita digaji usaha kita sendiri dengan gaji yang besar dan waktu yang melegakan, gimana? kita coba usaha yookkk gimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mat Sjafii: maaf saya memang belum banyak pengalama kerja selain di kerjaan sekarang ini, tetapi banyak teman saya yang bekerja di perpustakaan sekolah baik SD, SMP dan SMa yang mendapat gaji di bawah 500ribu. dan mereka tidak dapat bicara tentang kenaikan gaji karena ke ilmuan kita yg membawa kesana dan apresiasi dari si pemilik usaha atau sekolah yg membikin hal tersebut seperti itu. mau gaji segitu monggo  ndak mau ya monggo cari yg lain (pihak sekolah bisa mengangkat guru mereka sebagai pengelola perpustakaan walau amburadul dalam sistem pelayanannya, walau ditambah uang lelah lebih sedikit dari gaji yg ditawarkan tadi). weehh ajuur rek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gak ditrimo yen anak lan bojo yooo sido ramangan (weteng isok kelek-kelek) yen ditrimo kog yo cuman sak munu. persaingan di sby sangat padat , terus manfaat dari IPI (Ikatan Pustakawan Indonesia) iku opo??? opo ora isok memperjuangkan kepentingan anggotanya. podo karo korpri..iuran tok tapi ra enek perjuangan ke anggotane. :) matur suwon rek.&lt;br /&gt;kapan isok kumpul2 maneh rek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;piye kabare athenum yooo...opo ra enek pelatihan maneh...aku sek penasaran jeee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didiek Witono: Engkok sik lah. Tunggu tanggal mainnya. Tak siapken pelatihan-pelatihan maneh. jok kuatir cak. Ote-ote ny kok enak yo? Sego pecel e Dharmawangsa wis tutup opo durung yo? aku kok luwe. Wis ayo diskusi maneh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujito: mas Sjafii, mas Sjafii, IPI iku cene podo karo korpri, tapi mending korpri, yen korpri ne gak iso jalan kadang sih diperjuangno karo presidenne jadi gaji pegawai negeri sik iso tetep munggah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin arek2 pstp utowo calon anggota ipi kudu aktif nang politik cakne iso makili nang DPR yen dadi DPR yen dadi presiden cakne iso makili lewat presiden yo opo mas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didik Witono: gaji gede cilik...sangat dipengaruhi deman....dan kualitas pekerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jakarta, gaji pustakawan sekolah termasuk baik...apalagi sekolah internasional, tapi juga dibarengi kualitas pustakawan yang, bisa bahasa inggris, bisa ngajar..  smart..dan percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan..modal yang tidak sekedar " membual"..bahwa kita punya kemampuan, pustakawan bisa bargain..gaji yang wajar [sesuai dengan kemampuan]. Range antara  2 juta sampai 6 juta, kalau senior...tentu lebih dari itu. Pendek kata, mulailah  dengan menunjukkan kemampuan, bahwa kehadiran  kita sebagai pustakawan.. akan membawa nilai tinggi bagi sekolah. dan oleh&lt;br /&gt;karena itu sekolah layak memberi gaji yang 'pantas'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi tawar pustakawan sekolah...di beberapa sekolah jakarta..sudah setara dengan Guru, jadi gajinya TIDAK boleh lebih rendah dari Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngoten...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukuh: Jangan2 masalah rendahnya gaji pustakawan sekolah hanya terjadi di Surabaya. Setahu saya di Bandung gajinya juga lumayan, nggak rendah2 amat [mas Adi bisa di-survey untuk Bandung]. Tapi, tentu saja di Bandung yang 'bermain' lebih banyak yang lulusan ng-UNPAD. Kalo memang di Surabaya payah kenapa nggak coba 'main di luar'?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya Kenapa....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-4166487204054170330?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/4166487204054170330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=4166487204054170330' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4166487204054170330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4166487204054170330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/11/rendahnya-gajinya-pustakawan.html' title='Rendahnya Gajinya Pustakawan'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-2989337691732854655</id><published>2007-11-19T22:45:00.000-08:00</published><updated>2007-11-19T23:55:46.505-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='common'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngobrol'/><title type='text'>Buruh, Jurnalis, UMK</title><content type='html'>Pandu: Rek, iki onok lowongan pustakawan. YPM Sepanjang, Sidoarjo. Diutamakan laki-laki dan fresh graduate. Nek sempat dan kober, hubungi Tarso, 71649204.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hartanto: Sepanjang Sidoarjo? wah, lha kok dowo?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandu: Maksude kecamatan Sepanjang. Iku nang kabupaten Sidoarjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hartanto: ooo...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukuh: Ayo... yang nge-lamar harus berani 'menawar' gaji tinggi. Minimal disamakan dengan UMK. Ngomong-ngomong soal lowongan pustakawan, jadi ingat dengan liputane cak Pandu sing dimuat nang beritajatimdotcom. iku lak yo dimuat ulang nang blog e arek-arek pstp iku se?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi wiyono: "Nasib Buruh Lebih Baik Daripada Jurnalis". Mohon Maap, saya coba sedikit kasih pendapat. Saya rasa tidak semua jurnalis yang merasakan hal tersebut. Nasib tersebut hanya akan menimpa pada jurnalis-jurnalis media yang masih kelas bawah. Jurnalis yang bekerja di media besar seperti Kompas ataupun Bisnis Indonesia tingkat penghasilannya jauh diatas UMK. Tingkat kesejahteraannya pun terjamin. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maap Mas Pandu, bukan bermaksud menggurui, berita itu harusnya berimbang, harus cover both side bahkan kalo bisa cover all side. Karena saya melihat dalam berita tersebut tidak ada pengeculian, seakan-akan nasib semua jurnalis lebih buruk dari buruh.Tidak ada satupun narasumber dalam berita tersebut yang berprofesi di media besar. Yang disorot hanya narasumber jurnalis dari media kecil. &lt;span class="fullpost"&gt;Jadi, bagi teman-teman yang ingin berkecimpung didunia media, jangan tanggung-tanggung, nyemplung aja di media besar sekalian. Untuk menimba pengalaman, bolehlah kita mencoba media yang kecil dulu. Tapi kalo bisa target utama adalah media besar. Kalaupun bekerja di media kecil, pesan saya, jangan jadi wartawan bodrex, wartawan siluman, wartawan gadungan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandu: sammma. tidak semua buruh gajinya dibawah umk. ada buruh yang gajinya gede dan fasilitas lengkap.  mohon juga agar dibedakan mana Feature dan mana yang straight news yang butuh bothsides story. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi wiyono: Sebenarnya saya tidak patut dan tidak layak mengkritisi tulisan Mas Pandu. Karena saya hanyalah "anak kemaren sore" dalam hal jurnalisme, beda dengan beliau. Dan saya bukanlah redaktur ataupun editor berita beliau. Berhubung email ini di posting untuk dikomentari, maka saya pengen kasih komentar. Biar milis kemrungsung lagi...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Memang benar, sebuah feature tidak harus membutuhkan cover both side. Namun, kalau dilihat dari judul berita, saya rasa tetep diperlukan bothsides story. Alangkah baiknya feature berita tersebut dibuat dalam bentuk deep news yang detail dalam pemaparan fakta. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena dijudul tertulis "Nasib Buruh Lebih Baik Daripada Jurnalis", maka itu hal itu bisa menggambarkan bahwa nasib semua Jurnalis itu lebih buruk dari para buruh. Judul tersebut seakan-akan men-generalisir nasib semua jurnalis. Dan kalau menyangkut semua, diperlukan liputan yang menyeluruh dan mendalam. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beda dengan kalau judul berita tersebut seperti ini, "Masih ada, Jurnalis yang nasibnya lebih buruk dari buruh". Kalau judulnya seperti itu, maka tidak perlu mendalam dan cover all side. Berhubung diberita Mas Pandu itu yang digambarkan tidak semua jurnalis, menurutku lebih cocok diberi judul, "Masih ada, Jurnalis yang nasibnya lebih buruk dari buruh". "Masih ada" disini menggambarkan nasib beberapa jurnalis yang menjadi narasumber Mas Pandu. Mohon dikoreksi kalau saya salah... Saya masih belajar dan perlu share ilmu dengan Mas-mas yang lebih berpengalaman dibidang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rifnal: sek tha lha rek. ada banyak alasan kenapa orang tetap bertahan dengan pekerjaannya meskipun dengan gaji di bawah UMK. bagi buruh yang rata-rata tingkat pendidikannya rendah, tetap bertahan dengan upam minim adalah karena keterpaksaan. ibarat makan buah simalakama tidak bekerja tak bisa makan, bekerjapun cuma bisa makan alakadarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun bagi profesi jurnalis setidaknya ada tiga alasan (menurut saya) yang membuat jurnalis bertahan dengan profesinya. pertama, karena idealisme, kedua, karena keterpaksaan dan ketiga karena take home pay yang besar. tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian wartawa ada yang melakukan pelangaran terhadapa kode etik jurnalis dengan menerima "pesango" dari seorang individu, pejabat atau instansi tertentu supaya beritanya tidak dimuat di surat kabar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah watawan bodrek yang diistilahkan oleh mas adi wiyono. wartawan model ini tak pernah mengeluh dengan gaji pokok yang mereka terima dari kantor. sebab mereka memperoleh penghasilan sampingan yang jumlahnya bisa berlipat dari GP. bagi wartawan dengan gaji rendah tapi idealisme tinggi, maka dia harus siap dengan satu konsekwensi yaitu hidup serba pas dan jauh dari kemewahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yanto Supri: Saya salut ma Mas Pandu yang bisa membangkitkan andrenalin beberapa teman. Terus terang, kalau membaca berita Mas Pandu yang UMR, bagi saya itu berita yang ''hanya'' cari sensasi. Banyak alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya, ya beritanya tak berimbang, dalam artian satu orang dianggap sama rata. Selain itu, sumber juga tidak disebutkan secara lengkap hanya inisial misal media lokal. Namun, berita itu justru bisa membuat temen2 akhirnya mikir tentang&lt;br /&gt;pekerjaannya sebagai pustakawan.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-2989337691732854655?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/2989337691732854655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=2989337691732854655' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/2989337691732854655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/2989337691732854655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/11/buruh-jurnalis-umk.html' title='Buruh, Jurnalis, UMK'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-8683881733038610025</id><published>2007-11-19T22:32:00.000-08:00</published><updated>2007-11-19T22:36:37.903-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pustakawan'/><title type='text'>Nasib Buruh Lebih Baik Daripada Jurnalis</title><content type='html'>Surabaya - Upah Minimum Kota (UMK) yang sudah ditetapkan pada 2007 di Surabaya sebesar Rp 746.000 ternyata masih banyak instansi atau perusahaan yang melaksanakan. Apalagi tahun 2008 mendatang, yang ada di kisaran Rp 800.000. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cindy (23) contohnya, meski menyandang status pustakawati di SD swasta Islam yang cukup terkenal namun ia mengaku belum menerima gaji yang sesuai UMK Surabaya tahun 2007 sebesar Rp 746 ribu. &lt;span class="fullpost"&gt;"Gaji saya murni hanya Rp 700 ribu. Itupun kena berbagai potongan yang tidak jelas hingga yang saya bawa pulang hanya Rp 670 ribu,"jelas wanita berjilbab ini, Selasa (30/10/2007). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak beda jauh dengan Cindy, simak juga pengakuan Fathkul yang juga menyandang status keren sebagai seorang jurnalis sebuah media cetak lokal di Surabaya. Sebagai seorang jurnalis ternyata Fatkhul memperoleh gaji sedikit di bawah UMK Surabaya 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makanya saya juga berharap ada keputusan tentang UMK Surabaya secepatnya agar gaji saya juga bisa naik," harap ayah seorang putri itu. Menurutnya, nasib buruh masih bagus katimbang jurnalis. "Sebetulnya kalau dibandingkan, masih lebih baik buruh pabrik yang ada Jamsostek. Saya kalau sakit ya harus mengeluarkan biaya sendiri,"imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian Fatkhul menyatakan tetap bersyukur dengan penghasilan yang diterimanya saaat ini."Sesungguhnya masih ada jurnalis yang penghasilannya di bawah saya,"pungkasnya. [nas/gus]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reporter : Anas Pandu Gunawan&lt;br /&gt;Sumber: http://www.beritajatim.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-8683881733038610025?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/8683881733038610025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=8683881733038610025' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8683881733038610025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8683881733038610025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/11/nasib-buruh-lebih-baik-daripada.html' title='Nasib Buruh Lebih Baik Daripada Jurnalis'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-720650582551100190</id><published>2007-11-16T14:25:00.000-08:00</published><updated>2007-11-16T14:27:39.724-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-library'/><title type='text'>Perpustakaan Nasional RI Raih Penghargaan E-Government Award 2007</title><content type='html'>JAKARTA – Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) meraih penghargaan E-Government Award 2007 dari Warta Ekonomi untuk kedua kalinya. Namun, kali ini Perpusnas berhasil memperbaiki peringkat menjadi pemenang Kedua untuk kategori Lembaga Pemerintah Non Departemen. Malam penganugrahan berlangsung di Intercontinental Hotel, Jakarta, Rabu (14/11) dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informasi, pejabat wakil Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, pejabat pemerintah kabupaten/kota se Indonesia, wakil lembaga-lembaga pemerintah dan swasta, finalis lomba. Malam penganugerahan dan talk show tentang e-Government yang menyedot banyak perhatian kalangan pers tersebut dipandu oleh Andi Mallarangeng dan A.B Susanto.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebelumnya, di tahun 2004, Perpusnas telah berhasil meraih penghargaan serupa, pada peringkat Ketiga. Usaha yang lebih gigih dalam implementasi teknologi informasi untuk mendukung layanan informasi publik di 2 tahun terakhir ini telah berhasil memperbaiki peringkat Perpusnas menjadi yang Kedua. Di samping itu, Perpusnas berupaya terus merespon tuntutan masyarakat terhadap terciptanya Good Governance melalui pengembangan situs web resmi dan pembangunan sejumlah portal web yang berisi berbagai macam pangkalan data yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam mencari informasi. Pengembangan berbagai situs dan portal web Perpustakaan Nasional RI diarahkan menuju perpustakaan digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E-Government Award 2007 ini mengangkat tema “E-Government for Good Governance”. Menurut Muhamad Ihsan, Pemimpin Redaksi Majalah Warta Ekonomi sesuai dengan tema tersebut, ada beberapa bobot kriteria penilaian. “Kriteria dalam penilaian antara lain menyangkut kepemimpinan, transparansi, akuntabilitas, responsibility dan fairness,” ujarnya. Ditambahkannya, dengan pemberian award ini kami ingin mendorong terciptanya good governance di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Gardjito, Kepala Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa e-Government dapat dimanfaatkan untuk menilai kinerja sebuah instansi. Melalui berbagai situs dan portal web yang dikelola Perpusnas, masyarakat bisa memberikan masukan dan permintaan layanan informasi yang diinginkan. Dalam kesempatan ini, Gardjito mewakili Perpusnas untuk menerima penganugrahan e-Government Award.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut susunan lengkap peraih Penghargaan Warta Ekonomi E-Government Award 2007:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori Provinsi&lt;br /&gt;1. DKI Jakarta&lt;br /&gt;2. Jawa Barat&lt;br /&gt;3. DI Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;1. Kabupaten Sragen&lt;br /&gt;2. Kota Surabaya&lt;br /&gt;3. Kota Malang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementrian/Departemen&lt;br /&gt;1. Departemen Pekerjaan Umum&lt;br /&gt;2. Bappenas&lt;br /&gt;3. Departemen Pertanian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Pemerintah Non-Departemen&lt;br /&gt;1. Badan Pusat Statistik&lt;br /&gt;2. Perpustakaan Nasional&lt;br /&gt;3. BKKBN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ediw)&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.pnri.go.id/official_v2005.5/activities/news/index.asp?box=detail&amp;amp;id=20071115115656"&gt;http://www.pnri.go.id/official_v2005.5/activities/news/index.asp?box=detail&amp;amp;id=20071115115656&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-720650582551100190?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/720650582551100190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=720650582551100190' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/720650582551100190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/720650582551100190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/11/perpustakaan-nasional-ri-raih.html' title='Perpustakaan Nasional RI Raih Penghargaan E-Government Award 2007'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-931501759251938991</id><published>2007-11-05T05:35:00.000-08:00</published><updated>2007-11-05T05:41:19.553-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reading'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>KEBEBASAN BLOGGER</title><content type='html'>Mohammad Nuh : KEBEBASAN "BLOGGER"&lt;br /&gt;KOMPAS, Selasa, 30-10-2007. Halaman: 32&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh membuat kejutan dengan mencanangkan 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional. "Ini hari bersejarah bagi blogger Indonesia," kata Nuh dalam Pesta Blogger 2007 di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (27/10). Acara tersebut diikuti 500-an blogger dari seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nuh juga menjamin kebebasan menulis bagi blogger Indonesia. "Bukan zamannya lagi ada pembredelan. Pemerintah menjamin kebebasan berekspresi bagi para blogger," tutur mantan Rektor Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya itu.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; Selain itu, katanya, setiap tahun akan diberikan semacam Blog &lt;br /&gt;Award untuk blogger yang dianggap karyanya memberi pengaruh positif bagi bangsa ini.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt; Nuh juga menantang para blogger menciptakan lagu bertema "Suara Indonesia Baru". Lagu itu akan menjadi "lagu kebangsaan" bagi blogger. "Saya ingin pada 2008 nanti jumlah blogger Indonesia mencapai satu juta," ujarnya. Saat ini jumlah blogger Indonesia sekitar 130.000.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt; Ia amat berharap kaum muda mau mengisi blog mereka dengan  kesadaran untuk membangun bangsa Indonesia menjadi negara yang lebih baik. "Isi blog dengan tulisan yang mencerahkan dan edukatif. Tulisan yang mampu memberi semangat membangun bangsa dan rasa nasionalisme," ucapnya berharap.(KSP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;P U S A T   I N F O R M A S I   K O M P A S&lt;br /&gt;Palmerah Selatan 26 - 28 Jakarta, 10270&lt;br /&gt;Telp. 5347710, 5347720, 5347730, 5302200&lt;br /&gt;Fax. 5347743&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-931501759251938991?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/931501759251938991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=931501759251938991' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/931501759251938991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/931501759251938991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/11/kebebasan-blogger.html' title='KEBEBASAN BLOGGER'/><author><name>adhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-1854835375767359372</id><published>2007-11-05T04:55:00.000-08:00</published><updated>2007-11-05T05:41:51.283-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reading'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>JANGAN MALU MEMULAI!</title><content type='html'>"BLOG"&lt;br /&gt;JANGAN MALU MEMULAI!&lt;br /&gt;Oleh Pepih Nugraha&lt;br /&gt;KOMPAS, Jumat, 02-11-2007. Halaman: 45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa awal kelahirannya, blog atau situs pribadi dianggap sebelah mata, bahkan cenderung dilecehkan. Sampai sekarang pun sikap nyinyir terhadap blogger tidak pernah hilang. Disebutlah blogger itu narsis yang buang-buang waktu percuma. Persis lahirnya sebuah revolusi, kehadiran awalnya diragukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, orang yang melek internet tetapi belum nge-blog, istilah merujuk aktivitas dalam membuat dan mengisi blog, dianggap tertinggal zaman. Blog sudah menjadi gaya hidup, mulai dari anak sekolah dasar, selebriti, sampai menteri. Bahkan, 94 dari 96 surat kabar cetak terbaik di Amerika Serikat memiliki blog. Hanya empat surat kabar saja yang "jadul" alias terseret zaman karena tidak memiliki blog.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah, di belahan dunia sana blog sudah masuk salah satu kriteria penting sebagai penentu berkualitas tidaknya sebuah surat kabar. Beberapa surat kabar cetak di Indonesia sudah memiliki kesadaran lebih dini dengan membuat blog sebagai tempat curhat para wartawannya atau tempat mengekspos kegiatan keseharian surat kabar itu, yang tidak mungkin termuat dalam surat kabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Eropa atau Amerika, surat kabar online pun memiliki blog sendiri-sendiri, plus blog pribadi wartawannya yang bisa diklik di jajaran navigasi global pada tampilan surat kabar online tersebut. Ada "cerita di balik berita" yang lebih bebas terungkap dalam blog, yang kadang justru lebih menarik daripada peristiwa itu sendiri. Ada forum dialog intens yang hangat antara wartawan dan para pembaca. Ada keakraban di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh wartawan, editor, dan pemilik surat kabar bisa disapa serta ditanya tentang berbagai hal. Wartawan yang menulis berita tidak lagi asal lempar tulisan setelah itu tutup telinga: "terserah tulisanku mau dibaca atau tidak, pokoknya masa bodoh". Hubungan antara koran yang diwakili wartawan dan para pembacanya menjadi berjarak. Wartawan kerap dicap sebagai "orang pintar" yang duduk di menara gading, yang sulit dan tidak bisa disapa pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan berbeda persoalannya jika sebuah surat kabar memiliki blog sendiri. Suasana lebih akrab bisa terjalin karena dipersatukan minat yang sama. Wartawan yang biasa menulis rubrik khusus, seperti otomotif, teknologi informasi, dan politik, memiliki "basis massa" pembaca yang luar biasa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, selama ini aliran informasi hanya satu arah sifatnya. Tidak ada dialog interaktif untuk menangkap umpan balik (feedback) pembacanya, yang kemungkinan ada persoalan baru lainnya yang muncul dari hasil dialog interaktif itu untuk bahan tulisan berikutnya. Bukankah dalam dunia media online ada adagium bahwa berita adalah percakapan itu sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan memang manusia supersibuk yang tidak punya waktu membalas sapaan pembacanya di blog. Membalas sapaan pembaca di blog berarti buang-buang waktu sehingga waktu untuk menulis tersita. Tentu saja wartawan tidak harus memelototi blog tiap hari. Kalau tidak punya waktu, barangkali cukup seminggu sekali, sebulan dua kali, atau boleh juga sebulan sekali. Sekadar "say hello" saja kepada pembacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, berkumpulnya para blogger dari berbagai penjuru Tanah Air di Blitz Megaplex Jakarta, 27 Oktober lalu, menjadi penting. Selain menunjukkan keberadaan para blogger, ada semangat memperekat komunitas blogger. Meski belum pernah bertemu secara fisik dan hanya bertutur sapa di dunia maya lewat media maya, toh pertemuan itu menjadi "kopi darat" pertama yang terbesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa wartawan peliput acara yang kemudian diklaim sebagai "Hari Blogger Nasional" itu adalah blogger, karena kesadaran mereka untuk berada dalam satu komunitas yang sama, yang sudah terbiasa saling menyapa dalam dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah 130.000 blogger Indonesia belum apa-apa dibandingkan dengan penduduk Indonesia yang sudah menyundul angka 230 juta jiwa. Namun, melihat antusias orang yang terus membuat blog di seluruh dunia, jumlah itu rasanya terlalu kecil. Tengok Wordpress, salah satu situs penyedia blog terdepan saat ini, di mana setiap harinya mencatat 50.000 pembuat blog baru. Anda? Jangan malu untuk memulai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;P U S A T   I N F O R M A S I   K O M P A S&lt;br /&gt;Palmerah Selatan 26 - 28 Jakarta, 10270&lt;br /&gt;Telp. 5347710, 5347720, 5347730, 5302200&lt;br /&gt;Fax. 5347743&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-1854835375767359372?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/1854835375767359372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=1854835375767359372' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/1854835375767359372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/1854835375767359372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/11/blog-jangan-malu-memulai-oleh-pepih.html' title='JANGAN MALU MEMULAI!'/><author><name>adhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-4180555239043124801</id><published>2007-11-05T04:31:00.000-08:00</published><updated>2007-11-05T05:42:22.315-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reading'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>NGE-BLOG MAKIN MEWABAH</title><content type='html'>Telekomunikasi&lt;br /&gt;"NGE-BLOG" MAKIN MEWABAH&lt;br /&gt;Oleh R Adhi Kusumaputra&lt;br /&gt;KOMPAS, Jumat, 02-11-2007. Halaman: 45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Blog kini menjadi salah satu kosakata baru yang banyak diucapkan penduduk di dunia, terutama di negara yang infrastruktur internetnya sudah baik. Blog tiba-tiba menjadi kata ajaib yang membuat dunia semakin tanpa batas, tanpa sekat. Seseorang yang bukan siapa-siapa dapat dikenal luas di seantero bumi ini berkat tulisan di-blog-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Jumlah pemilik blog setiap hari terus bertambah. Pada Maret 2005 tercatat 7,8 juta blogger. Jumlah ini menjadi 14,7 juta pada Agustus 2005. Menurut BBC, setiap satu detik lahir satu blog baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan jumlah blog saat ini sekitar 88 juta. Jumlah ini menunjukkan betapa era digital, era internet, sudah di depan mata. Blog adalah salah satu dampak dari pesatnya perkembangan internet, termasuk di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;     Nge-blog atau blogging sudah menjadi "santapan" sehari-hari, sudah menjadi kebutuhan dan bagian kehidupan sehari-hari. Selebriti seperti Maylaffayza, misalnya, mengaku sudah kecanduan nge-blog. Bangun pagi, Maylaf, nama panggilannya, sudah mengecek komentar yang dikirim ke blog-nya. Saat menjelang tidur, Maylaf masih berada di depan komputernya untuk mengisi blog-nya. "Saya sudah addict' nge-blog. Minimal tiga jam sehari," kata pemain biola Indonesia itu.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Maylaffayza tentu bukan satu-satunya orang yang merasakan blog sebagai "candu". Jika sehari tidak nge-blog, ada sesuatu yang hilang. Nge-blog atau blogging kini menjadi salah satu bagian kehidupan sehari-hari. Bukan hanya di Indonesia, tetapi di berbagai negara di dunia. Technorati, mesin pencari blog, memperkirakan jumlah blog di seluruh dunia saat ini lebih dari 88 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh melihat perkembangan dunia blog di Indonesia sangat pesat. Jumlah blogger diseluruh Indonesia saat ini 130.000-an. Tahun 2008, Nuh berharap jumlahnya menjadi satu juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus nge-blog? Wimar Witoelar mengatakan, mereka yang nge-blog adalah orang-orang yang berani bersikap. "Mereka menulis perasaan, pandangan, dan sikap di blog mereka dengan jujur," kata Wimar. Sistem politik Indonesia selama bertahun-tahun melarang rakyat bersikap jujur. Namun, dengan blog, orang Indonesia diajak belajar jujur mengungkapkan pendapat.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Dari 130.000 blog yang dibuat orang Indonesia saat ini, isinya memang masih beragam. Dari mulai catatan harian online yang mengungkapkan kisah cinta sampai pada kolom opini tentang berbagai hal. Bahkan, beberapa blogger memanfaatkan blog sebagai peluang bisnis online.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Sebuah ajang "kopi darat" blogger seluruh Indonesia yang dinamakan "Pesta Blogger 2007" digelar di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (27/10). Di bioskop itu hadir sekitar 500 blogger dari berbagai komunitas dan kota di Indonesia.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Antusiasme blogger sangat luar biasa. Bayangkan, blogger dari Palu, Sulawesi Tengah, seperti Ruslan Sangaji dan Andi Miswar, sengaja datang ke Jakarta hanya untuk menghadiri Pesta Blogger. Saking nekatnya demi menghadiri acara "kopi darat" ini, Ruslan dan Andi kehabisan uang untuk kembali ke Palu karena harga tiket Makassar-Jakarta melonjak dan mereka kurang memperhitungkan ini. Namun, kesulitan mereka akhirnya teratasi setelah ada yang membantu membelikan tiket pulang.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Akan tetapi, cerita ini menarik. Sama menariknya ketika ada blogger Indonesia yang datang dari Singapura dan Malaysia hanya untuk menghadiri "kopi darat" pertama dan terbesar di Indonesia. Panitia acara mengaku terpaksa menutup pendaftaran karena kapasitas tempat tak cukup lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan unik&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Hubungan antar-blogger juga unik. Enda Nasution, blogger senior, misalnya, menceritakan, ketika dia bertemu dengan Budi Putra, blogger senior lainnya, dia merasa hubungan mereka sudah sangat dekat. Masing-masing sudah saling mengenal karena keduanya sudah membaca isi blog. Pembicaraan pun lebih akrab. Keunikan pertemanan ala blogger ini tidak dimiliki komunitas lainnya.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Siapa saja yang nge-blog? Di Indonesia, mereka yang nge-blog mulai dari pelajar SMP, mahasiswa, pekerja, kaum profesional, selebriti, sampai CEO dan menteri. Blog anak SMP bercerita seputar kegiatan ekstrakurikuler OSIS, misalnya. Blog mahasiswa bercerita seputar aktivitas kemahasiswaan sampai kisah cinta. Blog profesional bisa macam-macam, bergantung pada latar belakang mereka dan minat masing-masing. Umumnya, isinya beragam. "Pembaca blog-ku lebih suka aku menulis aktivitas keseharian dengan bahasa sehari-hari," kata Fany Ariasari, penulis buku Pernak-pernik Blog.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Presiden Direktur PT IBM Indonesia Betti Alisjahbana, misalnya, menggunakan blog sebagai alat kampanyenya meraih posisi Ketua Umum Ikatan Alumni ITB. Irfan Setiaputra, Managing Director PT Cisco Indonesia, mengisi blog-nya dengan pandangan dan pendapatnya tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuannya, seperti soal teknologi internet.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengisi blog-nya dalam bahasa Inggris. Yang menarik, Juwono adalah menteri yang memiliki blog pribadi. Blog ini memuat opini, minat, pandangan, dan aktivitasnya. Dia mencoba menulis dalam bahasa Indonesia. Namun, untuk mencapai pembaca yang lebih luas, dia menulis dalam bahasa Inggris. Meskipun dikelola oleh anak lelakinya, tetapi blog ini memuat "wajah" Juwono Sudarsono. Blog ini dibagi dalam lima kategori, yaitu masalah-masalah defence, development, family, international, dan nation.&lt;br /&gt;Kebebasan blogger Indonesia dijamin oleh Menkominfo Mohammad Nuh. Ini artinya nasib blogger Indonesia akan lebih baik dibandingkan dengan blogger di Mesir dan China, misalnya. Blogger di Mesir dan China masuk penjara karena tulisan-tulisan kritis dan pedas. Nuh berharap tulisan blogger Indonesia memberi pencerahan dan edukatif, membangkitkan rasa nasionalisme.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Blog memang bisa disebut catatan harian online, media tempat aktivitas si pemilik blog terekam di sini. Akan tetapi, blog juga dapat mencerminkan wajah dan kepribadian pemilik blog sesungguhnya. Di masa depan, seperti kata blogger Budi Putra, sebuah blog &lt;br /&gt;ditentukan oleh content, oleh isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;br /&gt;P U S A T   I N F O R M A S I   K O M P A S&lt;br /&gt;Palmerah Selatan 26 - 28 Jakarta, 10270&lt;br /&gt;Telp. 5347710, 5347720, 5347730, 5302200&lt;br /&gt;Fax. 5347743&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-4180555239043124801?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/4180555239043124801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=4180555239043124801' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4180555239043124801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4180555239043124801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/11/nge-blog-makin-mewabah.html' title='NGE-BLOG MAKIN MEWABAH'/><author><name>adhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-3637732512391982628</id><published>2007-11-03T02:09:00.000-07:00</published><updated>2007-11-03T02:15:09.776-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>UI Book Fest 2007</title><content type='html'>Ikatan Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi,Universitas Indonesia menyelenggarakan acara UI Book Fest 2007 pada tanggal 15-17 November'07 bertempat di Gedung IX Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, UI Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bazaar buku dengan diskon yang menarik dari puluhan penerbit&lt;br /&gt;Bedah Buku: Natascha: Gadis yang hilang misterius selama 8 tahun&lt;br /&gt;Sanggar Ciliwung Percussion&lt;br /&gt;Pementasan Teater IKJ&lt;br /&gt;Gelar Dongeng Anak&lt;br /&gt;Kids Corner&lt;br /&gt;Information Workshop&lt;br /&gt;Meet the Authors:&lt;br /&gt;"Blogger to Author"&lt;br /&gt;"Seleb vs Sastrawan"&lt;br /&gt;Talkshow:&lt;br /&gt;"Salute to R.A Kosasih"&lt;br /&gt;"Komunitas Book Lovers"&lt;br /&gt;"Perpustakaan: doeloe,kini &amp;amp; Nanti"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Be there, buat kalian para bookaholic, buat anda para pecinta buku dan dunia perbukuan&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-3637732512391982628?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/3637732512391982628/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=3637732512391982628' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3637732512391982628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3637732512391982628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/11/ui-book-fest-2007.html' title='UI Book Fest 2007'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-1066579532636299650</id><published>2007-10-27T18:18:00.000-07:00</published><updated>2007-10-27T18:20:48.323-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Activity'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><title type='text'>Event: Indonesia Book Fair ke-27</title><content type='html'>Indonesia Book Fair ke-27 akan kembali menyelenggarakan pameran dan bazzar buku&lt;br /&gt;pada tanggal 14 - 18 November 2007 di Main Lobby dan Assembly Hall, Jakarta&lt;br /&gt;Convention Center. Acara yang akan menampilkan koleksi para penerbit lokal yang&lt;br /&gt;tergabung dalam Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) akan melibatkan pihak toko&lt;br /&gt;buku, agen penyalur taman bacaan, ilustrator, para klub2 pecinta buku, penerbit&lt;br /&gt;dari dalam dan luar negeri, pendidikan, perlengkapan pendidikan, pusat&lt;br /&gt;kebudayaan, distributor dan industri pendukung perbukuan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengangkat tema budaya Aceh dan Papua, kali ini panitia penyelenggara&lt;br /&gt;akan mengangkat provinsi Gorontalo dengan tema "Gorontalo The Hidden Paradise".&lt;br /&gt;Selain itu pada acara tersebut akan digelar pameran Multiaktivias yang akan&lt;br /&gt;menampilkan beragam produk yang berkaitan dengan dunia pendidikan serta beragam&lt;br /&gt;acara atratif seperti : Launching dan bedah buku, talkshow, pementasan seni&lt;br /&gt;kebudayaan Gorontalo, pengumpulan buku untuk disumbangkkan ke Gorontalo, aneka&lt;br /&gt;lomba, perpustakaan umum, buku-buku dengan diskon khusus, serta Gali kreativitas&lt;br /&gt;anak Painting on T-Shirt.&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Sumber: http://groups.yahoo.com/group/1001buku/message/20600&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-1066579532636299650?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/1066579532636299650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=1066579532636299650' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/1066579532636299650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/1066579532636299650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/10/event-indonesia-book-fair-ke-27.html' title='Event: Indonesia Book Fair ke-27'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-6085942486154681777</id><published>2007-10-27T16:55:00.000-07:00</published><updated>2007-10-27T17:29:55.997-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-paper'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngobrol'/><title type='text'>The Future of Electronic Paper</title><content type='html'>[Artikel panjang]&lt;br /&gt;Monday, October 15, 2007 - Iddo Genuth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Thirty-five years in the making, electronic paper is now closer than ever to changing the way we read, write, and study — a revolution so profound that some see it as second only to the invention of the printing press in the 15th century. Made of flexible material, requiring ultra-low power consumption, cheap to manufacture, and—most important—easy and convenient to read, e-papers of the future are just around the corner, with the promise to hold libraries on a chip and replace most printed newspapers before the end of the next decade. This article will cover the history, technology, and future of what will be the second paper revolution. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;E-paper History: An Interview with Nick Sheridon, Father of E-paper&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the 1970s, &lt;a href="http://www.parc.xerox.com/" target="_blank"&gt;Xerox Palo Alto Research Center&lt;/a&gt; (Xerox PARC) was a powerhouse of innovation. Many aspects the modern computer, namely the mouse, laser printer, Ethernet, GUI, computer-generated color graphics, as well as a number of important computer languages, were invented at PARC around that time. Yet another development, nearly lost among those important breakthroughs, was invented in 1974 by PARC employee Nicholas K. Sheridon. The Gyricon, a Greek term for rotating image, was to be new display technology for the Alto personal computer; eventually, it became the basis for modern e-paper technology.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nearly 35 years later, TFOT sat down with Nick Sheridon to ask him about his historic invention.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q: How did it all start?&lt;br /&gt;A: In the late 60s and early 70s, Xerox PARC was developing and attempting to get Xerox management to appreciate the Alto personal computer; they never did. It was the world's first office and word-processing computer, but this remarkable machine had one serious drawback: the cathode-ray tube display it used—the best available—was not bright enough, and the contrast was not great. People that used the machine did so in a darkened room, with the lights turned off and the window shades drawn. Several of us scientists were asked to try to find a better display, hopefully one that could permit operation in a brightly lit ambient. I invented the Gyricon rotating-ball display and a display based on a physical phenomenon I called “electrocapillarity.” The electrocapillarity display worked by moving colored liquids against a white background. The rest of the group worked on electrophoretic displays (eventually dropped due to lifetime problems).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;I codeveloped the Gyricon and electrocapillarity displays for about 18 months and finally decided the Gyricon would be easier to develop. Hoping to get back to the electrocapillary display, I delayed applying for patents until the early 90s. When my patent applications were laid open in Europe, a university group revived the work and changed the name to “electrowetting.” Electrowetting is widely studied and is considered a promising candidate for electronic paper. I published a paper on the Gyricon and made several presentations. Several patents were applied for. About this time, I met the Xerox head of corporate research in the PARC cafeteria. He complimented me on my display work but pointed out that Xerox was not in the display business. At this point, I realized the Alto was not going to be developed by Xerox. He strongly urged me to invent new printer technology to counter the erosion of the Xerox copier/printer market by the Japanese.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I stopped the Gyricon work and eventually invented a new electronic-printing technology based on ionography. This became a large program at Xerox, consuming perhaps $150 million; this number is hard to establish. We developed and were in early-manufacturing operations of the world's first multifunction desktop machine—printer, copier, input scanner, and fax—when this program was cancelled. This left me free to invent the concept of electronic paper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Much has been written about the incredible myopia of Xerox executives of the time, so I won't go into that except to say that there were numerous other opportunities to enormously expand Xerox's business that were similarly fumbled. Xerox had enough money to create an incredible research lab with top-notch people, but Xerox management could not shake off the copier mentality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q: So how was e-paper born?&lt;br /&gt;A: I realized the need for e-paper in 1989. At Xerox PARC, we had long predicted the advent of the paperless office, with the widespread adoption of the personal computer we pioneered. The paperless office never happened. Instead, the personal computer caused more paper to be consumed. I realized that most of the paper consumption was caused by a difference in comfort level between reading documents on paper and reading them on the CRT screen. Any document over a half page in length was likely to be printed, subsequently read, and discarded within a day. There was a need for a paper-like electronic display — e-paper! It needed to have as many paper properties as possible, because ink on paper is the “perfect display.” Subsequently, I realized that the Gyricon display, which I had invented in the early 70s, was a good candidate for use as e-paper. I set about developing a manufacturing process for the Gyricon and solving its early problems. At this time, I was working alone, with a very good technician.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q: Was there a eureka moment, or was the outcome more or less anticipated from the start?&lt;br /&gt;A: There was a eureka moment when the need for e-paper crystallized in my mind and I realized—or thought I did—the magnitude of the challenge. Very euphoric!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q: It's been almost 35 years since the invention of e-paper. Why do you think it is taking so long to enter the market?&lt;br /&gt;A: E-paper has entered the market, but not yet in a big way. Gyricon sold message signs, and E Ink Corporation provided the e-paper for the Sony Reader sold in Japan. Kent Displays is also selling signs. No technology is yet sufficiently paper-like to grab the huge latent market widely recognized to be there. More invention is needed. This is a lot like the early days of television development, when everyone knew what was needed but getting the technology right was tough.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q: What do you see as the obstacles facing mass adoption of e-paper technology?&lt;br /&gt;A: No technology is sufficiently paper-like, yet. By this, I mean a display medium that is thin, flexible, capable of storing readable images without power consumption, highly readable in ambient light, and has good resolution, high whiteness, and good contrast — and is pretty cheap. A big part of this equation is the addressing electronics. Organic thin film transistors, or TFTs, will provide flexible addressing at a low cost, and other technologies show promise, but none of these are quite ready.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q: Are these problems currently being addressed by the industry?&lt;br /&gt;A: More than a dozen companies have announced work on active e-paper programs, and there are a number of start-ups. As I mentioned, the low cost and flexible electronic-addressing capability of organic TFT technology is important and is being intensively developed by a number of organizations. Still, I have not yet seen the ideal e-paper media solution.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q: Are you still working on the development of e-paper?&lt;br /&gt;A: Xerox closed its Gyricon operation in December 2005 for financial reasons. (I was director of research. I am now working independently and doing some consulting. And, yes, I am working to invent the perfect e-paper medium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q: When do you think we will see widespread use of e-paper?&lt;br /&gt;A: I think the revolution will evolve, first as handheld displays of high contrast that are readable in direct sunlight —probably in the next year or two—followed by low power-consuming book readers (available in Japan, and more widely as intellectual-property rights issues are sorted out); and over the next five years, electronic signs and billboards. The pocket document reader will take a little longer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q: How do you see the future of e-paper?&lt;br /&gt;A: I like to tell people that the holy grail of e-paper will be embodied as a cylindrical tube, about 1 centimeter in diameter and 15 to 20 centimeters long, that a person can comfortably carry in his or her pocket. The tube will contain a tightly rolled sheet of e-paper that can be spooled out of a slit in the tube as a flat sheet, for reading, and stored again at the touch of a button. Information will be downloaded—there will be simple user interface—from an overhead satellite, a cell phone network, or an internal memory chip. This document reader will be used for e-mail, the Internet, books downloaded from a global digital library that is currently under construction, technical manuals, newspapers (perhaps in larger format), magazines, and so forth, anywhere on the planet. It will cost less than $100, and nearly everyone will have one!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;How e-Paper Works&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E-paper comprises two different parts: the first is electronic ink, sometimes referred to as the "frontplane"; and the second is the electronics required to generate the pattern of text and images on the e-ink page, called the "backplane".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Over the years, a number of methods for creating e-ink have been developed. The Gyricon e-ink developed in the 70s by Nick Sheridon at Xerox is based on a thin sheet of flexible plastic containing a layer of tiny plastic beads, each encapsulated in a little pocket of oil and thus able to freely rotate within the plastic sheet. Each hemisphere of a bead has a different color and a different electrical charge. When an electric field is applied by the backplane, the beads rotate, creating a two-colored pattern. This method of creating e-ink was dubbed bichromal frontplane. Originally, bichromal frontplane had a number of limitations, including relatively low brightness and resolution and a lack of color. Although these issues are still being tackled, other forms of e-ink, with improved properties compared to the original Gyricon, have been developed over the years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One such technology is electrophoretic frontplane, developed by the E Ink Corporation. Electrophoretic frontplane consists of millions of tiny microcapsules, each approximately 100 microns in diameter—about as wide as a human hair. Each microcapsule is filled with a clear fluid containing positively charged white particles and negatively charged black particles. When a negative electric field is applied, the white particles move to the top of the microcapsule, causing the area to appear to the viewer as a white dot, while the black particles move to the bottom of the capsule and are thus hidden from view. When a positive electric field is applied, the black particles migrate to the top and the white particles move to the bottom, generating black text or a picture.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;The brightness and resolution of electrophoretic-based e-ink is better than that of bichromal-based e-ink, but both are monochromatic in nature. To create color, E Ink joined hands with the Japanese company &lt;a href="http://www.toppan.co.jp/english" target="_blank"&gt;Toppan Printing&lt;/a&gt;, which produces color filters. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Another drawback of electrophoretic e-ink is its low refresh rate, making electrophoretic e-ink unsuitable for displaying animation or video. Since it takes time for the particles to move from one side of the microcapsule to the other, drawing a new text or image is too slow and creates a flicker effect.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A completely different solution for creating e-paper, known as cholesteric liquid crystal (ChLCD), is being developed by such companies as IBM and Philips, as well as HP and Fujitsu, which have demonstrated actual devices. ChLCD technology is based on the well-known and widespread technology of liquid crystal displays (LCDs), which work by applying a current to spiral-shaped liquid-crystal molecules that can change from a vertical to a horizontal position.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Although other potential technologies for developing advanced color electronic paper exist such as &lt;a href="http://www.tfot.info/news/1020/p-ink-technology-under-development.html"&gt;photonic crystals (P-ink)&lt;/a&gt; recently covered by TFOT, many analysts believe that ChLCD technology could become the dominant e-paper technology of the next decade. This assessment relates to the high level of maturity exemplified by the current LCD industry, as well as to the fact that ChLCD technology currently offers what many analysts see as the ideal list of features for e-paper: flexibility and even bendability; thinness, at approximately 0.8 millimeters; lightness; a bi-stable nature, requiring no power to maintain an image and very little power to change it; good brightness, contrast, and resolution; as well as vivid color and a decent refresh rate capable of displaying animation and possibly even video.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Applications of E-paper and Its Present-Day Technology Status&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clearly, great progress has been made in the field of e-paper since the invention of Gyricon. Companies such as E Ink, &lt;a href="http://www.sipix.com/"&gt;SiPix&lt;/a&gt;, and &lt;a href="http://www.polymervision.com/"&gt;Polymervision&lt;/a&gt;, as well as such giants as Sony, IBM, Hewlett-Packard, Philips, Fujitsu, Hitachi, Siemens, Epson, and many others, are continuing to develop e-paper technology. Founded in 1997 and based on research begun at the Massachusetts Institute of Technology’s Media Lab, E Ink developed proprietary e-paper technology that already has been &lt;a href="http://www.eink.com/products/customers.html"&gt;commercialized&lt;/a&gt; by a number of companies, including &lt;a href="http://www.irextechnologies.com/"&gt;iRex Technologies&lt;/a&gt; and Sony, both of which already have commercial e-paper readers on the market. At this stage, some of the products based on E Ink's technology are little more than expensive gimmicks, such as Seiko's limited-edition e-paper watch (priced at over $2,000). Other products to be marketed have more substantial applications. E-paper thin color displays for packaging, currently under &lt;a href="http://www.usa.siemens.com/index.jsp?sdc_p=fmlsuo1319922ni1309744pc194z3&amp;amp;sdc_sid=27137788035&amp;amp;"&gt;advanced development&lt;/a&gt; at Siemens, could display prices on products dynamically, instantly altering a product's price when necessary (using such low-power wireless technology as radio-frequency identification, or RFID, for example). A dynamic expiration date, which would graphically display the amount of time remaining for food and drug consumption, is another potential application.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TFOT asked Till Moor from Siemens to describe Siemens's interest in e-paper technology.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moor: developed wafer-thin color displays that can be printed onto paper or foil. They can be manufactured very inexpensively, compared to LCDs. Wafer-thin displays offer great market potential in the area of future advertising and information provision by means of interactive packaging. Displays could provide selective information about a product or operating instructions for a device directly on its packaging. A drug box could, for example, display administration instructions that appear in several languages at the press of a button. Color displays could in the future display information practically everywhere—on cardboard foodstuff containers, drug boxes, or even admission tickets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potential applications of e-paper technology is staggering. In addition to a new method for labeling foods and drugs, it could be used to label anything from shelves to office binders. One of the original uses of the Gyricon e-ink was in advertising and billboards; the bi-stable nature of the technology made the Gyricon a useful and cost-effective billboard technology. E-paper displays can also be used as low-power digital screens for a variety of electronic appliances, from microwaves to MP3 players.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Although many potential applications for e-paper technology exist, one of the more exciting products is the e-paper reader, which may soon replace the age-old newspaper and possibly even certain types of books; some technical literature may be perfectly suited for e-paper. The next generation of e-paper readers will add color, include improved hardware that can refresh pages more quickly, and have more advanced wireless capabilities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Existing readers from Sony, iRex, and a number of other companies are still quite expensive and suffer from some of the problems that plague early technology models. The next generation of readers will also be flexible, making such applications as digital maps an attractive option, especially when connected to GPS hardware and software. Although e-paper readers like iRex's iLiad, are already equipped with wireless Internet communication, they are not well suited as general-purpose Web-surfing devices. Electronic readers of the future will one day become the ultimate handheld devices.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Having mentioned in this article a number of potential applications for e-paper, it is possible that the most important applications of this technology have not yet been invented. In the same way that Theodore H. Maiman did not foresee the DVD player when he invented the first laser in 1960, so might we still be in the dark as to the true potential of e-paper technologies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;The Future of E-paper&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TFOT interviewed Nick Hampshire, an analyst at &lt;a href="http://www.afaics.com/" target="_blank"&gt;AFAICS Research&lt;/a&gt;, which focuses on publishing and media-related technology. Nick has been following the e-paper industry for many years, and his insights can shed light on both the current and future state of the industry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q: Why do you think it took almost 30 years for e-paper to enter the market?&lt;br /&gt;A: The initial Gyricon technology proved expensive and had poor resolution; it was really only usable in the sort of message-board-display systems that were produced by Gyricon Media. The development of true e-paper really only dates from about 1998, when E Ink first demonstrated their electrophoretic frontplane display technology; this gave a higher resolution and was potentially much cheaper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Since then, other companies, such as &lt;a href="http://www.sipix.com/" target="_blank"&gt;SiPix&lt;/a&gt;, have come out with electrophoretic display technologies. In the last four years, we have also seen companies like HP and Fujitsu bring out flexible displays that use cholesteric LCD technology. (Cholesteric refers to the phase of a liquid crystal in which the molecules are aligned in a specific manner. In Fujitsu's case, for example, up to 50 percent of incident light in specific wavelengths and colors is reflected). E-paper has to be a cheap, reflective, low power, and preferably bendable, or have rollable display technology, and we are only just seeing the development of the technologies that can deliver this, namely an electrophoretic frontplane bonded to a flexible organic electronic backplane. These are the displays currently on the verge of being launched by &lt;a href="http://www.plasticlogic.com/" target="_blank"&gt;Plastic Logic&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://www.polymervision.com/" target="_blank"&gt;Polymer Vision&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q: What are the current obstacles facing mass adoption of e-paper technology?&lt;br /&gt;A: The main obstacle is price. Our research shows that the cost of an e-paper-based reader has to fall to under $100 before a significant percentage of the population will buy one. Even then, they will only buy if suitable content is available at a reasonable cost. The second obstacle is availability of content.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q: How do you see the future of e-paper?&lt;br /&gt;A: The technology of printed electronics will deliver low-cost production; we could be looking at give away e-paper display products by 2015. Content availability is a question of making sure that publishers are aware of the potential offered by e-paper displays, and prepared to make the investment to provide that content.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q: What do you think will be the "killer application" of e-paper?&lt;br /&gt;A: Color.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q: When do you predict we will see the real e-paper revolution?&lt;br /&gt;A: It has already started but will become a real mass market in about 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: &lt;a href="http://www.tfot.info/articles/1000/the-future-of-electronic-paper.html"&gt;http://www.tfot.info/articles/1000/the-future-of-electronic-paper.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-6085942486154681777?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/6085942486154681777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=6085942486154681777' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/6085942486154681777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/6085942486154681777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/10/future-of-electronic-paper_27.html' title='The Future of Electronic Paper'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-8600900699571140507</id><published>2007-10-27T06:46:00.000-07:00</published><updated>2007-10-27T06:49:10.952-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Activity'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perpustakaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>Pemkot Sumbang 167 Buku</title><content type='html'>SURABAYA - Perpustakaan di kompleks lokalisasi Putat Jaya yang didirikan Februari lalu terus berupaya menambah koleksi buku-buku bacaan. Kemarin (26/10), giliran Pemkot Surabaya yang tergerak untuk memberikan bantuan 167 buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan itu diberikan Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Arini Pakistyaningsih. Bantuan tersebut diharapkan bisa meningkatkan minat baca warga sekitar, terutama para pekerja seks komersial (PSK) di daerah sekitar.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih, perpustakaan tersebut mengalami perkembangan yang cukup signifikan hanya dalam kurun waktu beberapa bulan. Itu bisa dilihat dari minat baca masyarakat sekitar yang terus tumbuh pesat sejalan dengan berdirinya perpustakaan tersebut. Bahkan, saat ini koleksi yang dimiliki mencapai 1.000 judul buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kartono, eks muncikari penggagas perpustakaan "Kawan Kami" itu, tempat baca tersebut tidak hanya diperuntukkan para PSK. Banyak juga anak warga sekitar yang meluangkan waktu untuk membaca di perpustakaan tersebut. Jenis bacaan yang digandrungi mereka adalah buku cerita atau dongeng. "Para PSK lebih menyukai majalah dan buku keterampilan," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan itu dibuka untuk menambah aktivitas para PSK. Syukur-syukur bisa mengalihkan profesi mereka. Arini berharap, meski tidak banyak, buku yang diberikan pemkot itu dapat melengkapi koleksi. "Kami juga berharap tingkat baca dan wawasan masyarakat sekitar bertambah," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu. Menurut dia, setiap dua bulan sekali Perpustakaan Pemkot Surabaya juga meminjamkan 200 buku.(kit)&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;Sumber: Jawa Pos Edisi Sabtu, 27 Oktober 2007&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-8600900699571140507?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/8600900699571140507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=8600900699571140507' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8600900699571140507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8600900699571140507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/10/pemkot-sumbang-167-buku.html' title='Pemkot Sumbang 167 Buku'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-8727257886050429135</id><published>2007-10-14T05:07:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:08:21.617-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='greeting'/><title type='text'>Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1428 H</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cm31svxBM28/RxxhdY4W1dI/AAAAAAAAABA/VP1pNSMzSes/s1600-h/minal+aidzin2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124077633563710930" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_cm31svxBM28/RxxhdY4W1dI/AAAAAAAAABA/VP1pNSMzSes/s400/minal+aidzin2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-8727257886050429135?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/8727257886050429135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=8727257886050429135' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8727257886050429135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8727257886050429135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/10/selamat-idul-fitri-1-syawal-1428-h.html' title='Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1428 H'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cm31svxBM28/RxxhdY4W1dI/AAAAAAAAABA/VP1pNSMzSes/s72-c/minal+aidzin2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-2187174229599788350</id><published>2007-10-09T00:19:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:08:21.758-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><title type='text'>Serba-Serbi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cm31svxBM28/RwssLGjROXI/AAAAAAAAAA4/E0bY_XP_wNc/s1600-h/243817918_d9616d3124.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5119233970685426034" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_cm31svxBM28/RwssLGjROXI/AAAAAAAAAA4/E0bY_XP_wNc/s400/243817918_d9616d3124.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Flicr+Catalogue= CatalogeR&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber gambar: &lt;a href="http://libtechtexas.files.wordpress.com/2007/01/243817918_d9616d3124.jpg"&gt;http://libtechtexas.files.wordpress.com/2007/01/243817918_d9616d3124.jpg&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-2187174229599788350?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/2187174229599788350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=2187174229599788350' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/2187174229599788350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/2187174229599788350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/10/serba-serbi.html' title='Serba-Serbi'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cm31svxBM28/RwssLGjROXI/AAAAAAAAAA4/E0bY_XP_wNc/s72-c/243817918_d9616d3124.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-6499033872398439312</id><published>2007-10-08T00:10:00.000-07:00</published><updated>2007-10-08T00:13:07.595-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reading'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Librarianship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UU Perpustakaan'/><title type='text'>UU Perpustakaan: Upaya Kembangkan Minat Baca</title><content type='html'>Jakarta, Kompas&lt;br /&gt;    Pengesahan Rancangan Undang-Undang Perpustakaan oleh DPR melalui &lt;br /&gt;rapat paripurna di Jakarta, Selasa (2/10), diharapkan berdampak &lt;br /&gt;kepada membaiknya pembinaan perpustakaan di Tanah Air. Perundang-&lt;br /&gt;undangan baru itu antara lain mengatur tentang fungsi, tujuan, tugas, &lt;br /&gt;dan peran perpustakaan dalam membudayakan kebiasaan membaca.&lt;br /&gt;    UU ini juga mengatur program pembudayaan kegemaran membaca &lt;br /&gt;difasilitasi oleh pemerintah dan pemerintah daerah, khususnya melalui &lt;br /&gt;penyediaan buku murah berkualitas dengan mengembangkan perpustakaan &lt;br /&gt;sebagai proses pembelajaran. Pembudayaan kegemaran membaca pada &lt;br /&gt;masyarakat dilakukan dengan penyediaan sarana perpustakaan di tempat &lt;br /&gt;umum yang mudah dijangkau, murah, dan bermutu.&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; Terdapat pula pasal yang memerintahkan pembentukan Dewan &lt;br /&gt;Perpustakaan Nasional dan Dewan Perpustakaan Provinsi. Selain itu, &lt;br /&gt;dicantumkan tanggung jawab pengembangan perpustakaan di tingkat &lt;br /&gt;nasional dan daerah. Pemerintah mengalokasikan anggaran perpustakaan &lt;br /&gt;ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).&lt;br /&gt;    Dalam pandangan fraksi-fraksi di DPR terungkap betapa telah &lt;br /&gt;disadari pentingnya peran perpustakaan dalam mendukung upaya &lt;br /&gt;mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan menjadi bagian untuk &lt;br /&gt;program belajar sepanjang hayat. Namun, diakui pula, selama ini &lt;br /&gt;perpustakaan kurang mendapatkan perhatian.&lt;br /&gt;    Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dalam sambutannya &lt;br /&gt;terkait pengesahan UU tersebut mengatakan, setelah disahkannya &lt;br /&gt;perundangan itu diharapkan komitmen semua pihak-baik pemerintah, &lt;br /&gt;masyarakat, maupun parlemen-untuk mengembangkan perpustakaan semakin &lt;br /&gt;membaik. (ine)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: KOMPAS edisi Cetak, Kamis, 04-10-2007 Hal. 12&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-6499033872398439312?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/6499033872398439312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=6499033872398439312' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/6499033872398439312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/6499033872398439312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/10/uu-perpustakaan-upaya-kembangkan-minat.html' title='UU Perpustakaan: Upaya Kembangkan Minat Baca'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-8252506287660357961</id><published>2007-10-07T00:39:00.000-07:00</published><updated>2007-10-07T00:43:01.365-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Librarianship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UU Perpustakaan'/><title type='text'>Sanksi dalam RUU Perpustakaan, ‘Sanksinya Terserah Gue’ [News]</title><content type='html'>Sumber: &lt;a href="http://www.hukumonline.com/detail.asp?id=17740&amp;amp;cl=Berita"&gt;http://www.hukumonline.com/detail.asp?id=17740&amp;amp;cl=Berita&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DPR dan Pemerintah setuju meningkatkan status RUU Perpustakaan menjadi Undang-Undang. Terdiri dari 54 pasal, RUU ini membuka peluang penjatuhan sanksi administratif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persetujuan pengesahan RUU Perpustakaan berlangsung dalam Rapat Paripurna DPR Selasa (02/10) dipimpin Wakil Ketua Muhaimin Iskandar. Mewakili Pemerintah hadir Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dan Menteri Hukum dan HAM Andi Matalatta. “Rancangan Undang-Undang Perpustakaan ini sudah memadai,” ujar Mendiknas saat pembacakan pendapat akhir Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan DPR juga tampaknya tak jauh beda. Seluruh Fraksi menyatakan persetujuan terhadap RUU Perpustakaan disahkan menjadi Undang-Undang. “Keberadaan perpustakaan adalah keniscayaan dalam kemajuan peradaban dan kebudayaan ummat manusia,” tandas Aan Rohanah, anggota Komisi X DPR dari Fraksi PKS.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Walhasil, karena Pemerintah dan DPR sudah setujui, maka kini RUU itu tinggal menunggu tanda tangan Presiden dan pengundangan ke Lembaran Negara. Tetapi benarkah RUU Perpustakaan sudah memadai? Sebagai bandingan, cobalah simak aturan tentang kewajiban dan sanksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam calon undang-undang ini, ada banyak kewajiban yang kalau dilalaikan mengandung kemungkinan sanksi administrasi. Kewajiban itu diatur dalam lima pasal, yakni pasal 7 ayat (1), pasal 8, pasal 22 ayat (2), pasal 23, dan pasal 24. Sesuai ketentuan pasal 52, yang bisa dikenakan sanksi administratif adalah semua lembaga penyelenggara perpustakaan. Mengacu kepada pasal-pasal tadi, yang menjadi penyelenggara perpustakaan adalah Pemerintah, Pemerintah Daerah, sekolah/madrasah, dan perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah sendiri punya banyak kewajiban yang harus dipenuhi. Pasal 7 ayat (1) menguraikannya ke dalam sembilan kewajiban. Antara lain mengembangkan perpustakaan yang mendukung pendidikan, menggalakkan promosi gemar membaca, menjami tersedianya keragaman koleksi perpustakaan, dan membina pustakawan dan tenaga teknisi perpustakaan. Kewajiban-kewajiban ini sifatnya kualitatif, tidak terukur. Bagaimana misalnya mengukur bahwa pemerintah tidak mengembangkan gemar membaca?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran ini penting karena pelanggaran terhadap kewajiban mengembangkan perpustakaan bisa dikenai sanksi administratif. Dengan mengacu pada pasal-pasal tadi berarti Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bisa dikenakan sanksi. Anehnya, bagaimana sanksi administrasi itu kelak, apa saja jenis sanksinya, diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah untuk mengatur. Peraturan Pemerintah (PP) tentang sanksi administratif itu harus sudah terbit dua tahun sejak mulai berlakunya UU Perpustakaan. Itu berarti sama saja memberikan peluang bagi sasaran sanksi untuk mengatur sanksi yang akan dikenakan kepada dirinya. ‘Sanksinya terserah gue’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya sanksi tadi mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan bukan kepada PP yang akan dibentuk, tentu lain soal. Sebab, ketentuan tentang sanksi administratif sudah tercantum dalam beberapa peraturan perundang-undangan. RUU Perpustakaan sama sekali tak menyinggung hak gugat warga negara, padahal hak semacam itu penting sebagai test apakah Pemerintah sudah melakukan kewajiban-kewajibannya sebagaimana diatur dalam pasal 7 ayat (1) dan pasal 22 ayat (2).(Ycb/Mys)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-8252506287660357961?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/8252506287660357961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=8252506287660357961' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8252506287660357961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8252506287660357961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/10/sanksi-dalam-ruu-perpustakaan-sanksinya.html' title='Sanksi dalam RUU Perpustakaan, ‘Sanksinya Terserah Gue’ [News]'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-2033592790447890666</id><published>2007-10-05T22:00:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:08:22.000-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UU Perpustakaan'/><title type='text'>Selamat dan Sukses</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cm31svxBM28/RwcXb2jROWI/AAAAAAAAAAw/qvv-W5KWBkE/s1600-h/zwe.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118085268797208930" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_cm31svxBM28/RwcXb2jROWI/AAAAAAAAAAw/qvv-W5KWBkE/s400/zwe.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Blog PSTP Fisip Unair Surabaya mengucapkan Selamat dan Sukses atas disahkannya UU Perpustakaan oleh DPR RI pada tanggal 2 Oktober 2007 di Jakarta&lt;span class="fullpost"&gt;Well done.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-2033592790447890666?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/2033592790447890666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=2033592790447890666' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/2033592790447890666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/2033592790447890666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/10/selamat-dan-sukses.html' title='Selamat dan Sukses'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cm31svxBM28/RwcXb2jROWI/AAAAAAAAAAw/qvv-W5KWBkE/s72-c/zwe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-5931767108750914527</id><published>2007-10-05T21:11:00.000-07:00</published><updated>2007-10-07T00:44:16.714-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Librarianship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UU Perpustakaan'/><title type='text'>RUU Perpustakaan: Menguasai Informasi, Mengusai Dunia [News]</title><content type='html'>Sumber: &lt;a href="http://www.jurnalnasional.com/?med=Koran%20Harian&amp;amp;sec=Legislatif&amp;amp;rbrk=&amp;amp;id=17483"&gt;http://www.jurnalnasional.com/?med=Koran%20Harian&amp;amp;sec=Legislatif&amp;amp;rbrk=&amp;amp;id=17483&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum'at, 05 Okt 2007&lt;br /&gt;"Barang siapa menguasai informasi dialah yang mengusai dunia." Ungkapan bijak ini tampaknya menggugah kesadaran kritis para anggota dewan untuk menyediakan dan mengatur sarana belajar bagi masyarakat berupa perpustakaan.&lt;br /&gt;Kesadaran para Wakil Rakyat itu kemudian mengkristal dalam RUU Perpustakaan sebagai usul inisiatif DPR pada tahun 2005. Pembahasan RUU Perpustakaan yang berlangsung selama dua tahun itu akhirnya disetujui menjadi UU Perpustakaan dalam Sidang Paripurna DPR, Selasa kemarin (2/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua DPR (Fraksi PDI Perjuangan) Soetardjo Soerjogoeritno menetapkan RUU Perpustakaan UU setelah 10 Fraksi di DPR menyampaikan Pendapat Akhir Fraksi di DPR dan Pendapat Pemerintah yang diwakili Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dengan suara bulat menyatakan mendukung pengesahan RUU Perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jum'at, 05 Okt 2007&lt;br /&gt;"Barang siapa menguasai informasi dialah yang mengusai dunia." Ungkapan bijak ini tampaknya menggugah kesadaran kritis para anggota dewan untuk menyediakan dan mengatur sarana belajar bagi masyarakat berupa perpustakaan.&lt;br /&gt;Kesadaran para Wakil Rakyat itu kemudian mengkristal dalam RUU Perpustakaan sebagai usul inisiatif DPR pada tahun 2005. Pembahasan RUU Perpustakaan yang berlangsung selama dua tahun itu akhirnya disetujui menjadi UU Perpustakaan dalam Sidang Paripurna DPR, Selasa kemarin (2/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua DPR (Fraksi PDI Perjuangan) Soetardjo Soerjogoeritno menetapkan RUU Perpustakaan UU setelah 10 Fraksi di DPR menyampaikan Pendapat Akhir Fraksi di DPR dan Pendapat Pemerintah yang diwakili Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dengan suara bulat menyatakan mendukung pengesahan RUU Perpustakaan. (Friederich Batari)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-5931767108750914527?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/5931767108750914527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=5931767108750914527' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/5931767108750914527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/5931767108750914527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/10/ruu-perpustakaan-menguasai-informasi.html' title='RUU Perpustakaan: Menguasai Informasi, Mengusai Dunia [News]'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-4022416265152374601</id><published>2007-10-04T06:00:00.000-07:00</published><updated>2007-10-07T00:44:39.351-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Librarianship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UU Perpustakaan'/><title type='text'>DPR Setujui UU Perpustakaan [News]</title><content type='html'>Sumber: &lt;a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/10/2/dpr-setujui-uu-perpustakaan/"&gt;http://www.antara.co.id/arc/2007/10/2/dpr-setujui-uu-perpustakaan/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Rapat Paripurna DPR di Gedung DPR/MPR Jakarta, Selasa, menyetujui pengesahan Undang-Undang (UU) tentang Perpustakaan yang mengatur status kedudukan, kelembagaan, tugas, wewenang, fungsi dan pustakawan perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat persetujuan pengesahan RUU tentang Perpustakaan dipimpin Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno dan dihadiri Mendiknas Bambang Soedibyo.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Sekarang perpustakaan sudah menjadi lembaga yang dikukuhkan menjadi undang-undang, termasuk mengatur hubungan antara perpustakaan nasional dan perpustakaan di seluruh Indonesia," ujar Mendiknas Bambang Sudibyo usai rapat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bambang, perpustakaan nasional berperan dalam pengembangan sistem antar perpustakaan, karena berdasarkan Undang-undang yang ada seluruh lembaga pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi diwajibkan memiliki perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk mewujudkan hal itu, lima persen dari biaya operasional harus dialokasikan untuk biaya perpustakaan," kata Mendiknas.(*)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-4022416265152374601?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/4022416265152374601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=4022416265152374601' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4022416265152374601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4022416265152374601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/10/dpr-setujui-uu-perpustakaan.html' title='DPR Setujui UU Perpustakaan [News]'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-6138199250114093795</id><published>2007-10-03T04:02:00.000-07:00</published><updated>2007-10-03T04:17:39.757-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Librarianship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UU Perpustakaan'/><title type='text'>DPR Sahkan RUU Perpustakaan [News]</title><content type='html'>Sumber: &lt;a href="http://www.kompas.com/ver1/Dikbud/0710/02/154249.htm"&gt;http://www.kompas.com/ver1/Dikbud/0710/02/154249.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS -&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perpustakaan melalui rapat paripurna, Selasa (2/10). Perundang-undangan baru itu antara lain mengatur tentang fungsi, tujuan, tugas, dan peran perpustakaan dalam membudayakan kebiasaan membaca. Selain itu, dicantumkan tanggung jawab pengembangan perpustakaan di tingkat nasional dan daerah. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan fraksi-fraksi di DPR terungkap betapa telah disadari pentingnya peran perpustakaan dalam mendukung upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan menjadi bagian untuk program belajar sepanjang hayat. Namun, sayangnya perpustakaan kurang mendapat perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dalam sambutannya terkait pengesahan tersebut mengatakan, setelah disahkannya perundangan itu diharapkan komitmen semua pihak baik pemerintah, masyarakat, dan parlemen untuk mengembangkan perpustakaan semakin membaik. Pembangunan perpustakaan jelas ada kaitannya dengan keberhasilan peningkatan pendidikan di Tanah Air. Apalagi dalam kaitan tata kelola perpustakaan secara umum disebutkan pula upaya pembinaan perpustakaan di sekolah/ madrasah dan perguruan tinggi. (INE)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-6138199250114093795?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/6138199250114093795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=6138199250114093795' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/6138199250114093795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/6138199250114093795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/10/dpr-sahkan-ruu-perpustakaan-news.html' title='DPR Sahkan RUU Perpustakaan [News]'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-6393164074036517376</id><published>2007-10-03T04:00:00.000-07:00</published><updated>2007-10-03T04:10:50.139-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Librarianship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UU Perpustakaan'/><title type='text'>UU Perpustakaan Disahkan DPR [News]</title><content type='html'>Sumber: &lt;a href="http://www.okezone.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=51132&amp;amp;Itemid=67"&gt;http://www.okezone.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=51132&amp;amp;Itemid=67&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta- DPR mengesahkan Undang-Undang (UU) Perpustakaan yang mengatur tentang status kedudukan, kelembagaan, tugas, wewenang, fungsi dan pustakawan perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang perpustakaan sudah menjadi lembaga yang dikukuhkan ke dalam undang-undang," kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo usai pengesahan UU Perpustakaan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2007).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam undang-undang tersebut juga diatur hubungan antara perpustakaan nasional dan perpustakaan di seluruh Indonesia. Menurut Bambang, perpustakaan nasional berperan dalam pengembangan sistem antar perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, berdasar UU tersebut, seluruh lembaga pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi diwajibkan memiliki perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lima persen dari biaya operasional harus dialokasikan untuk biaya perpustakaan," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU perpustakaan itu disahkan dalam sidang paripurna DPR yang digelar di DPR hari ini. Sidang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno. (pie)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-6393164074036517376?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/6393164074036517376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=6393164074036517376' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/6393164074036517376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/6393164074036517376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/10/uu-perpustakaan-disahkan-dpr-news.html' title='UU Perpustakaan Disahkan DPR [News]'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-311545486229720255</id><published>2007-10-03T03:58:00.000-07:00</published><updated>2007-10-03T04:11:28.179-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Librarianship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UU Perpustakaan'/><title type='text'>DPR Sahkan UU Perpustakaan [News]</title><content type='html'>Sumber: &lt;a href="http://www.mediaindonesia.com/berita.asp?id=144814"&gt;http://www.mediaindonesia.com/berita.asp?id=144814&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA--MEDIA: Seluruh fraksi DPR secara aklamasi menyetujui pengesahan RUU Perpustakaan sebagai undang-undang. Hal tersebut diungkapkan seluruh fraksi dalam pemandangan umum pada paripurna DPR, Selasa (2/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru bicara FPDIP Cyprianus Aoer mengingatkan pemerintah untuk segera membuat PP pelaksana UU tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"PP tersebut harus dibuat sesuai dengan UU, bukan berdasar penafsiran pemerintah, sebagaimana selama ini sering terjadi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ia berharap pengesahan UU Perpustakaan agar masyarakat memperoleh kemudahan pelayanan perpustakaan. "Ini harus jadi paradigma baru pengelolaan perpustakaan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut juru bicara F-KB Dahlan Chudorie, perubahan perpustakaan harus paradigma perpustakaan sebagai gudang penyimpanan buku kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perpustakaan harus dijadikan infrastruktur pendidikan seumur hidup," tambah juru bicara F-PD Nurul Qomar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU Perpustakaan yang disahkan terdiri dari XV Bab dan 54 Pasal antara lain mengatur hak, kewajiban dan kewenangan dalam Bab II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 5, misalnya, mengatur hak masyarakat untuk memperoleh layanan serta memanfaatkan dan mendayagunakan fasilitas perpustakaan, mengusulkan keanggotaan Dewan Perpustakaan, mendirikan perpustakaan dan berperan serta mengawasi dan mengevaluasi penyelenggaraan perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Pasal 7 dan 8 mengatur kewajiban pemerintah pusat dan daerah untuk mengembangkan sistem perpustakaan sebagai upaya mendukung sistem pendidikan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Perpustakaan diatur dalam Bab XII Pasal 44 UU tersebut. Dalam aturan pasal ini ditentukan bahwa penetapan Dewan Perpustakaan Nasional Nasional dan Provinsi oleh Presiden dan Gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan yang antara lain mengawasi mutu pelayanan perpustakaan tersebut beranggotakan 15 orang dari unsur pemerintah dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendiknas Bambang Soedibyo dalam sambutannya mengatakan perpustakaan memiliki hubungan yang saling terkait dengan sistem penyelenggaraan pendidikan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keberadaan perpustakaan di lembaga pendidikan formal, non formal dan informal menjadi sangat penting untuk memberi kesempatan belajar mandiri sepanjang hayat," jelasnya. (HR/Ol-03)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-311545486229720255?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/311545486229720255/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=311545486229720255' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/311545486229720255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/311545486229720255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/10/dpr-sahkan-uu-perpustakaan-news.html' title='DPR Sahkan UU Perpustakaan [News]'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-9110793174156050353</id><published>2007-10-03T03:55:00.000-07:00</published><updated>2007-10-03T04:12:10.715-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Librarianship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UU Perpustakaan'/><title type='text'>RUU Perpustakaan Disahkan [News]</title><content type='html'>Sumber: &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/10/02/brk,20071002-108813,id.html"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/10/02/brk,20071002-108813,id.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 02 Oktober 2007  13:49 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Jakarta:Rancangan Undang Undang Perpustakaan disahkan menjadi Undang-undang dalam rapat paripurna DPR-RI, Selasa. Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno itu hanya dihadiri sekitar 200 anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Fraksi Partai Damai Sejahtera Pastor Saut M. Hasibuan menyatakan fraksinya sepakat dengan undang-undang tersebut. “Saat ini nasib pustakawan tidak beda dengan buruh pabrik. Tidak pernah dihargai jasanya. Semoga RUU ini bisa membantu meningkatkan kesejahteraan pustakawan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo yang ditemui usai rapat paripurna menyatakan, melalui undang-undang pasal 1 tentang ketentuan umum dinyatakan perpustakaan merupakan lembaga pemerintah non departemen (LPND) yang melaksanakan tugas pemerintahan dalam bidang perpustakaan yang berfungi sebagai perpustakaan Pembina, rujukan, deposit, penelitian, pelestarian dan pusat jejaring perpustakaan yang berkedudukan di ibukota negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nantinya, perpustakaan berhak mengelola sendiri jaringan komunikasinya. Berbagi dan kemudahan dalam peminjaman katalog merupakan salah satu keuntungannya,” ujarnya.&lt;br /&gt;Reh Atemalem Susanti&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-9110793174156050353?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/9110793174156050353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=9110793174156050353' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/9110793174156050353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/9110793174156050353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/10/ruu-perpustakaan-disahkan-news.html' title='RUU Perpustakaan Disahkan [News]'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-2375062987536654817</id><published>2007-10-03T03:53:00.000-07:00</published><updated>2007-10-03T04:12:52.752-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Librarianship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UU Perpustakaan'/><title type='text'>DPR Sahkan RUU Perpustakaan Jadi UU [News]</title><content type='html'>Sumber: &lt;a href="http://www.dpr.go.id/artikel/terkini/artikel.php?aid=3509"&gt;http://www.dpr.go.id/artikel/terkini/artikel.php?aid=3509&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fraksi-fraksi DPR RI menyetujui RUU tentang Perpustakaan untuk disahkan menjadi UU. Persetujuan ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (2/10) yang dipimpin Wakil KEtua DPR RI Muhaimim Iskandar, di gedung Nusantara II DPR Jakarta. &lt;span class="fullpost"&gt;RUU yang terdiri dari 15 Bab dan 54 Pasal ini diharapkan dapat memberikan payung hukum yang jelas dan memiliki kekuatan efektif bagi pembangunan, pembinaan, dan pengembangan perpustakaan di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan berharap, dengan disahkannya UU ini pemerintah dapat lebih serius membangun dunia perpustakaan setara dengan pembangunan bidang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah UU ini disahkan menjadi UU, Dewan mendesak pemerintah segera membuat Peraturan Pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fraksi-fraksi DPR sepakat perlunya penguatan perpustakaan secara kelembagaan. Untukitu perlu dibentuk Dewan Pertimbangan Perpustakaan sebagai lembaga yang memberikan pertimbangan-pertimbangan tertentu untuk memajukan perpustakaan baik aspek kelembagaan, personal, dan operasionalisasi pengembangan dan pelayanan perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) berharap Dewan Pertimbangan tersebut dapat memberikan pencerahan fungsi perpustakaan dalam menjaga nilai budaya bangsa terutama khasanah bangsa yang tersebar di luar negeri agar dapat kembali ke tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai konsekuensi dari perpustakaan tersebut, kata Munawar, fraksinya mendukung agar pemerintah memperhatikan sekaligus memprioritaskan sekitar 5% dari anggaran masing-masing sekolah/perguruan untuk membiayayai pengelolaan dan sarana perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut, kenyataan membuktikan bahwa tidak semua pengguna perpustakaan dapat menggunakan fasilitas dan layanan perpustakaan secara efektif dan efisien. Banyak waktu dihabiskan oleh pengunjung untuk mencari bahan perpustakaan dan kadang-kadang juga tanpa memperoleh hasil sebagaimana diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oleh karena itu, diperlukan standar pelayanan perpustakaan,” kata jubir FPAN Munawar Sholeh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, perpustakaan merupakan salah satu indicator majunya peradaban sebuah bangsa. Bangsa-bangsa besar yang juga memiliki peradaban besar, dapat terlihat dari perpustakaan yang diwariskannya atau pun yang dikelolanya kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FPBR melalui jubirnya Is Anwar Datuk Rajo Perak. mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi perpustakaan di tanah air. Menurut Is Anwar, pengabaian terhadap perpustakaan terjadi hampir di semua bidang kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahkan dunia pendidikan kita telah lama meninggalkan perpustakaan. Pembelajaran di sekolah dibiarkan tanpa dukungan perpustakaan yang memadai,” tandas Is Anwar. Akibatnya, kata Is Anwar, pendidikan kita gagal merangsang tumbuhnya kegemaran membaca dan belajar pada anak didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fraksi Partai Golkar (FPG) melalui jubirnya trulyanti Habibie Sutrasno berharap kehadiran UU ini akan menjadikan perkembangan perpustakaan menyebar hingga ke segenap pelosok masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jubir Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDI Perjuangan) Cyprianus Aoer berpendapat sekalipun telah disusun standar nasional perpustakaan, penyelenggaraan berdasarkan kepemilikan maupun jenis-jenis perpustakaan, tetapi kalau tidak ada political will pemerintah dan pemerintah daerah, tidak adanya kepedulian masyarakat terhadap usaha mencerdaskan bangsa, semua akan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fraksi kami mendesak paemerintah dan pemerintah daerah untuk konsisten dengan regulasi ini demi peningkatan kualitas kecerdasan dan martabat bangsa kita,” kata Cypri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jubir Fraksi Partai Demokrat (FPD) Nurul Qomar berharap perpustakaan selain mudah diakses, mestinya perpustakaan dapat mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-2375062987536654817?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/2375062987536654817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=2375062987536654817' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/2375062987536654817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/2375062987536654817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/10/dpr-sahkan-ruu-perpustakaan-jadi-uu.html' title='DPR Sahkan RUU Perpustakaan Jadi UU [News]'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-8048352179435211340</id><published>2007-10-03T03:50:00.000-07:00</published><updated>2007-10-03T04:13:44.264-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Librarianship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UU Perpustakaan'/><title type='text'>DPR Sahkan Undang-Undang Perpustakaan [News]</title><content type='html'>Sumber: Suara Karya, Rabu, 3 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA (Suara Karya): DPR mengesahkan Rancangan Undang-Undang (UU) Perpustakaan yang mengatur tentang status kedudukan, kelembagaan, tugas, wewenang, fungsi dan pustakawan perpustakaan menjadi undang-undang. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang perpustakaan sudah menjadi lembaga yang dikukuhkan ke dalam undang-undang, " kata Wakil Ketua Komisi X DPR dari Fraksi Partai Golkar, H Mujib Rohmat usai pengesahan UU Perpustakaan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mujib, dalam undang-undang tersebut juga diatur hubungan antara perpustakaan nasional dan perpustakaan di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah ini, perpustakaan nasional berperan dalam pengembangan sistem antar perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wajib&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ucap dia, berdasarkan UU tersebut, seluruh lembaga pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi diwajibkan memiliki perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lima persen dari biaya operasional harus dialokasikan untuk biaya perpustakaan, " tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU Perpustakaan itu disahkan dalam Sidang Paripurna DPR yang digelar di DPR hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno dan dihadiri Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo. (Rully)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-8048352179435211340?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/8048352179435211340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=8048352179435211340' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8048352179435211340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8048352179435211340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/10/dpr-sahkan-undang-undang-perpustakaan.html' title='DPR Sahkan Undang-Undang Perpustakaan [News]'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-3059231637489617835</id><published>2007-09-30T01:31:00.000-07:00</published><updated>2007-09-30T01:36:50.260-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Activity'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>Buka Puasa &amp; Tarawih Bersama</title><content type='html'>"Keluarga Besar" Program Studi Teknisi Perpustakaan Fisip Unair akan mengadakan acara "Buka Puasa &amp; Tarawih Bersama" pada hari : Jum'at, 05 Oktober 2007 di Aula Gedung C Lantai 3 FISIP UNAIR. Acara ini juga diikuti oleh anak-anak Yatim Piatu yang sengaja diundang agar dapat menikmati indahnya kebersamaan yang telah&lt;br /&gt;diberikan pada bulan penuh rahmat dan barokah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia,&lt;br /&gt;PSTP 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-3059231637489617835?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/3059231637489617835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=3059231637489617835' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3059231637489617835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3059231637489617835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/09/buka-puasa-tarawih-bersama.html' title='Buka Puasa &amp; Tarawih Bersama'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-8791622253661436589</id><published>2007-09-29T04:36:00.000-07:00</published><updated>2007-09-29T04:43:18.591-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-library'/><title type='text'>British Library Books Go Digital</title><content type='html'>&lt;strong&gt;More than 100,000 old books previously unavailable to the public will go online thanks to a mass digitisation programme at the British Library. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The programme focuses on 19th Century books, many of which are unknown as few were reprinted after first editions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The library believes online access to the titles will help teachers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"If there are no modern editions teachers cannot use them for their courses," said Dr Kristian Jensen, from the British Library.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"What we can read now is predetermined by a long tradition of what has been considered great literature," he added.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At full production approximately 50,000 pages per working day will be scanned.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Project's output&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Approximately 30 terabytes of storage will be required to accommodate the project's output.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The first 25 million pages are expected to take two years to complete. Texts which are hard to get hold of will particularly benefit from the digitisation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For example, authors who were only ever published outside the great centres of literary life have tended not to remain in print and have often been forgotten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, these authors will have a second chance to reach a readership.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"By digitising the whole collection, we give access to the books without the filter of later judgments, whether based on taste or on the economics of printing and publishing," Dr Jensen said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The new category of digitised titles will supplement other early historic printed books which the British Library has already made available for viewing online through previous projects.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Those are included in two commercial resources: the Early English Books Online and the Eighteenth Century Collections Online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Both collections are freely available to higher education institutions in the UK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Other digital resources in the British Library will soon include two million pages of 19 Century newspapers and one million pages of 18th Century newspapers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Text searchable&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digitised publications will be accessible in two ways -initially through Microsoft's Live Search Books and then via the Library's website.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The books will be fully text searchable, meaning users will be able to look for keywords within a publication, making research easier and enhancing interaction with the material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whereas Microsoft is working with the British Library, Google is digitising the work of five of the world's other renowned libraries - Stanford, Harvard, and Michigan university libraries, the New York public library and the Bodleian library in Oxford.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Due to copyright restrictions and intellectual property issues, the agreement between Microsoft and the British Library covers only "public domain" materials.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We have taken great care to exclude 19th Century works by authors who died after 1936, for there is copyright in the item for 70 yeas after the death of the author," Jensen said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-8791622253661436589?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/8791622253661436589/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=8791622253661436589' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8791622253661436589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8791622253661436589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/09/british-library-books-go-digital.html' title='British Library Books Go Digital'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-8760017564857689558</id><published>2007-09-28T13:57:00.000-07:00</published><updated>2007-09-28T14:05:21.218-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Librarianship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngobrol'/><title type='text'>Kepustakawanan dan Pengetahuan Ilmiah</title><content type='html'>&lt;em&gt;Putu Pendit&lt;/em&gt;:&lt;br /&gt;Rekan-rekan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita sungguh-sungguh berpikir: mengapa dan atas alasan apa harus ada perpustakaan di setiap universitas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak jargon dan pernyataan manis tentang "jantung&lt;br /&gt;universitas" ini. Walaupun mungkin analogi dengan organ internal itu&lt;br /&gt;kedengarannya masuk akal, namun pernahkah kita sungguh-sungguh dapat&lt;br /&gt;menjelaskan kaitan antara perpustakaan dan universitas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar lebih mudah -walau mungkin bahkan akan menjadi lebih sulit!-&lt;br /&gt;pertanyaannya mungkin dapat diubah: mengapa dan atas alasan apa&lt;br /&gt;harus ada perpustakaan di setiap kegiatan yang berkaitan dengan&lt;br /&gt;pengetahuan ilmiah? &lt;span class="fullpost"&gt;Pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang didapat melalui sebuah&lt;br /&gt;proses dan prosedur yang sudah tertata rapi, dilakukan oleh sebuah&lt;br /&gt;masyarakat dan organisasi di dalam institusi yang sudah berusia tua&lt;br /&gt;sekali. Kaidah-kaidahnya sudah terpancang dalam-dalam dan etika&lt;br /&gt;serta etiketnya sudah merasuk ke tulang-sumsum para sivitas&lt;br /&gt;akademika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai yang dikenakan kepada pengetahuan ilmiah ini tinggi sekali,&lt;br /&gt;dan dalam banyak kesempatan dianggap sebagai satu-satunya sumber&lt;br /&gt;kemajuan umat manusia (walau sebenarnya ini pernyataan yang terlalu&lt;br /&gt;besar-kepala manakala kita tahu ada agama dan keyakinan yang bisa&lt;br /&gt;lebih ampuh daripada ilmu pengetahuan) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa institusi yang sudah demikian kokoh dan berwibawa ini&lt;br /&gt;memerlukan perpustakaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena banyak yang tidak dapat menjawab pertanyaan ini,&lt;br /&gt;akhirnya banyak universitas yang tidak merasa perlu punya&lt;br /&gt;perpustakaan! Atau kalaupun sebuah universitas mempunyai&lt;br /&gt;perpustakaan, maka itu adalah semata-mata demi keramahtamahan saja;&lt;br /&gt;tidak sungguh-sungguh dimengerti maksud dan "juntrungan" -nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pustakawan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pustakawan dapat menjawab dengan cukup tegas: Mengapa dan&lt;br /&gt;atas alasan apa harus ada perpustakaan di setiap universitas? Mengapa&lt;br /&gt;dan atas alasan apa harus ada perpustakaan di setiap kegiatan yang&lt;br /&gt;berkaitan dengan pengetahuan ilmiah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah di antara Anda yang punya jawabannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ahmad Subhan&lt;/em&gt;:&lt;br /&gt;Adanya perpustakaan bagi universitas, menurut saya,&lt;br /&gt;merupakan wujud dari pengakuan sivitas akademika&lt;br /&gt;bahwa mereka membutuhkan karya-karya ilmiah yang&lt;br /&gt;terpilih, tersimpan dan terorganisasi secara baik,&lt;br /&gt;serta dapat diakses kembali ketika dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu mereka membutuhkan pustakawan yang&lt;br /&gt;memiliki keahlian 'mengorganisasi' ilmu pengetahuan&lt;br /&gt;agar 'tersusun' baik dan mudah diakses kembali;&lt;br /&gt;sehingga kegiatan yang berkaitan dengan pengetahuan&lt;br /&gt;ilmiah bisa berlangsung lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pustakawan, sivitas akademika punya peluang&lt;br /&gt;mengakses koleksi-koleksi terpilih. Karena "perkakas-&lt;br /&gt;perkakas" temu kembali yang disusun pustakawan, peneliti&lt;br /&gt;bisa menemukan bahan-bahan rujukan bagi risetnya. Karena&lt;br /&gt;'bibliografi' yang disusun pustakawan pula, risiko kemubaziran&lt;br /&gt;riset bisa diperkecil. Hasil-hasil kerja pustakawan itulah&lt;br /&gt;yang jadi pedoman sivitas akademika untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kenyataan tersebut, wajar bila&lt;br /&gt;perpustakaan/pustakawan sangat dibutuhkan&lt;br /&gt;dan semestinya diposisikan secara terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Didik Witono&lt;/em&gt;:&lt;br /&gt;Seperti biasanya, lontaran Pak Putu acap kali&lt;br /&gt;menggelitik dan menggoda, kenapa musti ada pertanyaan&lt;br /&gt;seperti ini ! Bukankah ini sama saja dengan mempertanyakan&lt;br /&gt;kenapa di gereja mesti ada Alkitab, kenapa di Masdjid mesti&lt;br /&gt;ada Alqur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kembali kebelakang merunut sejarah tua Universiteit&lt;br /&gt;pada era Yunani dimana para Filsuf macam Plato, Aristoteles&lt;br /&gt;Galileo, Compernicus dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan adalah tempat bertapa dimana ide-ide , rumus-rumus&lt;br /&gt;paradigma akan ilmu pengetahuan dan alam semesta ini, diprediksi&lt;br /&gt;dipercayai dan dipatahkan kembali dengan paradigma baru. Ingatan&lt;br /&gt;manusia yang serba terbatas..membuat manusia mengkomunikasikan&lt;br /&gt;gagasan pikiran bahkan temuan-temuan baru, lewat tulisan, catatan&lt;br /&gt;dalam artefak, manuskrip, buku serat soft copy pada jaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Perpustakaan lah tempat yang paling kaya menyimpan tulisan&lt;br /&gt;akan pikiran manusia, termasuk segala ilmu pengetahuan yang pernah&lt;br /&gt;muncul di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, Universitas tanpa Perpustakaan ?&lt;br /&gt;adalah pemiskinan, pengerdilan, pemerkosaan Hak Mahasiswa dan Dosen&lt;br /&gt;untuk menikmati , mempelajari ilmu pengetahuan dan alam semesta !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak pernah tahu Multi Universe, kita tidak akan mengenal&lt;br /&gt;usia jagad raya, tidak bisa membayangkan microba, virus renik&lt;br /&gt;tanpa membaca maha karya manusia dalam koleksi perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;btw&lt;br /&gt;Sekarang jaman internet !&lt;br /&gt;sudah muncul celetukan bahwa Internet lebih kaya dari perpustakaan,&lt;br /&gt;bahwa Blog adalah perpustakaan, pengunjungn rasanya enggan bongkar2&lt;br /&gt;ensiklopedi dan kamus di ruang Referensi yang gelap, karena sudah&lt;br /&gt;ada Wikipedia dan kamus Online, web.2.0 etc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus perpustakaan model apa lagi...yang pas Untuk Universitas ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apapun... makanannya&lt;br /&gt;minumnya teh botol sosro&lt;br /&gt;apapun... universitasnya&lt;br /&gt;belajarnya di perpustakaan sono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;simpel saja : kalau Universitas nggak merhatiken perpustakaan&lt;br /&gt;sementara Ketua Yayasan naik BMW, Rektor Numpak&lt;br /&gt;Mersi... , kelihatan banget kalau cuman nyari duit&lt;br /&gt;doang ! kasihan mahasiswanya harus numpang di&lt;br /&gt;perpustakaan PTS/PTN lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-8760017564857689558?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/8760017564857689558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=8760017564857689558' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8760017564857689558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8760017564857689558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/09/kepustakawanan-dan-pengetahuan-ilmiah.html' title='Kepustakawanan dan Pengetahuan Ilmiah'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-4914946772011796102</id><published>2007-09-25T05:33:00.000-07:00</published><updated>2007-09-25T05:41:51.892-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Freedom of Information'/><title type='text'>Kebebasan Memperoleh Informasi</title><content type='html'>Saat ini, RUU Kebebasan Memperoleh Informasi sedang diupayakan perkembangannya untuk terus berjalan dan menjadi sebuah Undang-Undang sebagai landasan kegiatan bermasyarakat dan bernegara. Inti dari RUU ini adalah adanya hak penuh masyarakat untuk mendapatkan akses informasi dari negara seluas-luasnya. Hak untuk memiliki kekebasan mengeluarkan pendapat, yang mencakup hak untuk meminta, menerima dan berbagi informasi dan gagasan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya hak ini, pelanggaran HAM tidak akan terjadi dan ada cara untuk pengungkapan pemerintahan yang korup. Aliran informasi dari pihak pemerintah selayaknya bisa diakses seluas-luasnya oleh masyarakat. Karena sejatinya, badan-badan pemerintahan memegang informasi tidak untuk mereka sendiri melainkan atas nama masyarakat. Inilah yang kemudian disebut hak untuk tahu. Nilai dasar yang menopang hak untuk tahu adalah prinsip keterbukaan umum, yang menetapkan suatu praduga bahwa semua informasi yang dipegang oleh badan pemerintahan seharusnya diungkapkan kecuali kalau ada bukti untuk tidak mengungkapkannya demi kepentingan masyarakat yang lebih tinggi. (Mendel, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azas dari materi Kebebasan memperoleh Informasi ini adalah tidak boleh ada satu informasi apapun yang sejak semula mengandung pengecualian dan tidak boleh ada satu elemen masyarakat pun yang mendapatkan perlakuan diskriminatif dalam hal perolehan informasi. Jika diperlukan pengecualian, maka selayaknya diterapkan secara ketat, hati-hati dan melalui alasan dan bukti yang kuat. Tidak juga diperbolehkan ada pihak yang dilarang mengambil dan menggunakan informasi publik yang sudah tersedia. Pendit, Putu L, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya prinsip tentang kebebasan memperoleh informasi telah banyak dikenal disejumlah peraturan di Indonesia. Misalnya Sulastomo (2006) mencatat, “setiap orang berhak untuk berkomunikasi, dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.” (UUD 1945 perubahan kedua, pasal 28 f). Disamping itu ada juga sejumlah peraturan lain misalnya UU no.24 tahun 1992 pasal 4 tentang Penataan Ruang, “setiap orang berhak untuk mengetahui rencana tata ruang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam PP no 69 tahun 1996 tentang Pelaksanaan Hak dan Kewajiban, serta Bentuk dan Tata Cara Peran Serta Masyarakat dalam Penataan Ruang, pasal 2 ayat b menyebutkan: “dalam kegiatan penataan ruang masyarakat berhak: (b) mengetahui secara terbuka rencana tata ruang wilayah, rencana tata ruang kawasan, rencana rinci tata ruang kawasan”. Sedangkan dalam pasal 3 ayat 2 disebutkan: “dalam rangka memenuhi hak masyarakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), menyebarkan rencana tata ruang yang telah ditetapkan pada tempat-tempat yang memungkinkan masyarakat mengetahui dengan mudah”. Masih ada beberapa lagi peraturan yang sebenarnya senapas dan mencerminkan semangat kebebasan memperoleh informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudut pandang kepustakawanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan mengenai Kebebasan Memperoleh Informasi, pejabat yang melakukan kegiatan yang berhubungan dengan persoalan ini dinamakan “pejabat informasi dan dokumentasi”. Kedudukannya amat penting karena posisinya memungkinkan terciptanya kontrak yang transparan dan bebas antara badan publik dan perorangan atau masyarakat luas. Fungsi pejabat ini terkandung dalam prinsip dasar kepustakawanan (librarianships).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ringkas dikatakan oleh Pendit bahwa kalau kita berbicara mengenai ketersediaan dan akses informasi, maka perhatian kita seharusnya tertuju pada kenyataan yang umum terjadi dalam dunia kepustakawanan. Kenyataan itu adalah mengenai kelimpahruahan informasi, relevansi dan klasifikasinya. Ada kenyataan yang perlu disadari bersama bahwa jumlah entitas informasi, keragaman isi dokumen, dan variasi kebutuhan orang yang akan menggunakan dokumen akan sangat besar dan terus menerus membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi praktis, adalah mustahil menciptakan sebuah sistem informasi yang mampu mengakomodasi tiga hal itu sekaligus. Secara alamiah akan ada kompensasi dari ketiga kenyataan itu. Setiap kali kandungan dokumen membesar di sebuah sistem, maka keragamannya juga meningkat. Pada waktu yang bersamaan, variasi kebutuhan informasi di masyarakat juga akan berubah-ubah secara amat dinamis. Ketiga hal ini menimbulkan kemungkinan ketidak-sesuaian (mismatch) antara ketersediaan dan permintaan informasi yang juga semakin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi untuk mengatasi hal ini adalah dengan melakukan klasifikasi informasi. Ketika pejabat informasi mengelompokkan dokumen, misalnya berdasarkan “informasi dasar” dan “informasi rutin”, pada saat itulah sebenarnya mereka mengenakan nilai-nilai relevansi dan prioritas sehingga kelimpahruahan informasi dapat lebih bisa lebih tertanggulangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran pejabat informasi dan dokumentasi dalam isu ini menjadi demikian sentral. Karena ia harus membawa situasi dan arus komunikasi (masyarakat dan negara) menjadi seimbang dan lancar. Sikap dan profesionalisme sangat dibutuhkan dan selayaknya mereka menjadi petugas perantara (intermediary) yang netral. Ia tidak boleh terkontaminasi dan terkooptasi oleh kepentingan kekuasaan yang dalam banyak kasus, sangat bertentangan dengan semangat awal kelahiran RUU ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- http://www.article19.org/docimages.869.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- http://www.petra.ac.id/library/foi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mendel, Toby, 2004. Kebebasan Memperoleh Informasi: Sebuah Survey Perbandingan Hukum, UNESCO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pendit, Putu L, 2006. “Kepustakawan dan kebebasan memperoleh informasi: Dari Informing menuju Involving”. Makalah untuk seminar "Mengapa Harus Ditutup-tutupi?", Surabaya, UK Petra. 8 Februari. (Tidak diterbitkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sulastomo, 2006. “Jalan Panjang untuk mewujudkan kebebasan memperoleh informasi”. Makalah untuk seminar "Mengapa Harus Ditutup-tutupi?", Surabaya. UK Petra. 8 Februari. (Tidak diterbitkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://har-tanto.blogspot.com/2006/04/kebebasan-memperoleh-informasi.html"&gt;http://har-tanto.blogspot.com/2006/04/kebebasan-memperoleh-informasi.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-4914946772011796102?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/4914946772011796102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=4914946772011796102' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4914946772011796102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4914946772011796102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/09/kebebasan-memperoleh-informasi.html' title='Kebebasan Memperoleh Informasi'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-3830835727926066865</id><published>2007-09-25T03:08:00.000-07:00</published><updated>2007-09-25T05:45:11.705-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Librarianship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngobrol'/><title type='text'>Cangkrukan Perpustakaan</title><content type='html'>Diskusi interaktif, dimodifikasi ulang tanpa mengurangi arti maknanya, sekedar biar enak dibaca lagi. Diskusi ini pernah muncul di milis the_ics pada Sep-27- 2000 sampai dengan Sep-29-2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"B. Mustafa" : Kok akhir-akhir ini posting ke ICS sangat sepi? Apakah tersedot enerji dan perhatiannnya ke IDLN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aditya Nugraha : Hahahaha .. bener juga ya pak :) Lagi demam InDLN nich :) Kebetulan saya juga repot sekali shg agak berkurang nimbrung nya, malah banyak yg sempat tdk terbaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Putu Pendit" : Ini sangat positif ... semakin sepi semakin bagus, karena kan berarti LESS TALK AND MORE ACTION ... hehehehehehe. Saya percaya pustakawan Indonesia sekalian sedang penuh dengan action, setiap detik, setiap menit ... sampe kemeringet ... hahahahahah ... sehingga tidak sempat diskusi. Juga semakin banyak proyek, semakin bagus, semakin maju lah negara kita tercinta ... Hidup pustakawan Indonesia yang penuh action !!! [pak putu lagi nyindir `kali]&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"B. Mustafa" : Beberapa perpustakaan yang ditunjuk oleh DIKTI sebagai PUSYANDI (Pusat Layanan Dispilin Ilmu di Indonesia), misalnya IPB yang PUSYANDI Pertanian, mendapat bantuan hardware yang lumayan berguna. 1 server, 5 ws, scanner model terbaru, CD -writer model terbaru serta router dan modem. Lumayan. Bantuan dari proyek QUE itu dii IPB sudah mulai dimanfaatkan, Misalnya untuk melakukan scanning dokumen, dan membuat CD-R.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aditya Nugraha : Wah .. asyiiik dong pak, scanner lama yg lambat bisa di pensiun kan nich :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aschadi: Selamat-lah, Rekan-rekan yang di Pusyandi. Dengan begitu diharapkan fungsi Pusyandi dapat lebih diwujudkan, yakni mendistribusikan informasi mutakhir (current contents) dari jurnal ilmiah yang (dulu) juga dihadiahkan dari Proyek. Dengan scanning table of contents-nya lalu dipasang di DL-nya (syukur kalau juga di jaringan/DLN), minimal orang-orang di daerah (remote area) bisa tahu perkembangan kepustakaan terkait. Syukur kalau juga di-scan teks lengkapnya. Tapi ngomong-ngomong, gimana dengan masalah hak ciptanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"B. Mustafa" : Masalah hak cipta, mungkin akan dibahas juga di meeting di Lembang. Ditambah dengan diskusi selama ini, saya yakin suatu saat akan ketemu juga rumusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abdul Rahman Saleh" : Kalau Distribusi informasi dari IPB, Coba lihat di http://www.ipb.ac.id Library Katalog atau langsung ke Katalog di http://202.159.95.53. Katalog tersebut akan terus bertambah. Rencananya katalog 14 PTN juga akan dipasang di server ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"B. Mustafa" : Entah teman-teman lain seperti di UI, UGM, ITB, Unair, UPI dll. Kami sudah gunakan untuk membuat CD-R yang memuat data full-text disertasi, sudah 15 judul disertasi doktor yang masuk fulltextnya. Ditelusur dengan WINISIS dan bisa ditampilkan dengan Adobe Acrobat Reader. Rencananya akan kami demokan saat pertemuan di Forum di Sukabumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aditya Nugraha : Kenapa tdk pake Adobe Acrobat Catalog saja pak, khan khusus didesain unt PDF, bisa search full-text. Biasanya Adobe Catalog ini sdh include di CD nya Adobe Acrobat 4.0. Dng Adobe Catalog koleksi PDF kita bisa di-index, stlh itu dng menggunakan Adobe Acrobat (Exchange bukan Reader) kita bisa melakukan Search (bukan Find) yg diarahkan ke index tertentu (bisa pilih sendiri dan bisa lbh dr 1 index dlm saat bersamaan). Kebetulan saya lagi mempelajari ttg Acrobat :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anwarh@... : Pak Mus ! selamat deh udah dapat bantuan. dan untuk demo di sukabumi itu ditunggu khabar lanjutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"B. Mustafa" : Beres Pak Anwar. Itu juga kalau jadi dikasih slot di acara itu Rencananya sih ada Kami siap selalu meramaikan acara untuk share apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hernandono K." : Rekan sejawat B. Mustafa yth.:Selamat punya mainan (toy) baru, berupa perangkat ini-itu. Jangan kecil hati kalau sementara ini sepi. Soalnya, tahun anggaran 2000 kan tinggal 3 bulan lagi. Mungkin teman-teman lain sedang sibuk shopping ini-itu, termasuk beli mainan baru. Ha-ha-ha. Di samping sibuk menyelesaikan proyek dan kegiatan lain. He-he-he. Selamat bekerja dengan ini-itunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;acshadi@... : Sepinya ICS, sebenarnya bisa juga sebaliknya ... sepi karena pikiran dan waktu tercurah pada upaya bagaimana tetap survive dengan dukungan sumberdaya (dana, fasilitas) yang minim ... bukan karena sibuk nyelesaikan (banyak) proyek yang gede-gede&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan yang gedhe-gedhe kaya tempatnya Pak Mus itu yah lancar-lancar saja ... bahkan peralatan terus bertambah; kesempatan untuk mengembangkan SDM-nya besar dan murah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lah, kami yang di remote area ini sungguh 'jatuh ketimpa tangga' bener-bener. Mau ngebut masukkan data buku saja selalu tersendat-sendat karena nggak ada insentif ... (maklum, sebagian SDM masih menuntut itu agar bisa kerja ekstra!!!) (Konon di Perpusnasprop Papua juga begitu, pak Hen; pemasukan data ke SIPISIS tidak berjalan lancar ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian saja, sekedar nyambung pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hernandono K." : Rekan sejawat AC Sungkono Hadi yth.: Terimakasih untuk informasinya mengenai rekan-rekan sejawat di Perpusnasprov Papua. Memang lagu klasik, bergulat antara koin (rupiah) dan poin (angka kredit). Wajar kalau mau semuanya, ya koin ya poin. Sampai ketemu di Wisma Kinasih pada 10 Oktober 2000. Saya dengar dari panitia FPPT, akan ada begawan pustakawan dari Papua yang hadir, yaitu bapak ACSH. Betul kan? Selamat bekerja dan salam hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"B. Mustafa" : Memang betul kata Pak Putu Dalam beberapa hari mendatang begitu banyak kegiatan di Indonesia yang berkaitan dengan Perpustakaan. Ada Seminar IDLN di ITB Dilanjutkan dengan meeting IDLN di Lembang Trus tanggal 10 ada pertemuan Forum PTN/PTS di Sukabumi Kami di IPB sedang sibuk melayani teman-teman dari daerah yang ikut magang automasi. Pak Putu, sekarang ini mau habis masa anggaran Kayaknya pada berlomba-lomba menghabiskan dana anggaran? Betulkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"S. Liawatimena" : iya nih saya lagi terkena sindroma frustasi dikit beberapa hari terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHAT a hectic week! mangkanya saya suka senyum sendiri di hari sabtu (tetap musti masuk kerja sampai jam 4an sore) kalau membaca posting 'have a longggggg f**king weekend'. kayaknya setelah istirahat pikiran bisa cerah kembali dan kembali semangat bekerja....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abdul Rahman Saleh" : Saya kira diperlukan kemauan yang keras untuk maju. Dulu kami juga seperti itu. stilah kami adalah MODERAT alias Modal Dengkul dan Urat. Bahkan sampai sekarangpun, orang-orang seperti kami (ARS, MUS, PARMAN dkk) sering jadi tenaga ahli merangkap tukang kunci (karena datang lebih awal dari tukang kunci), Satpam (karena pulang paling akhir/ bahkan kadang-kadang sampai malam), Kuli (karena sering angkat-angkat peralatan sendiri/ sudah tidak ada pesuruh karena sudah pulang), dll. tanpa dibayar. Nah....kerja keras dan dedikasi inilah yang membuahkan hasil seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hernandono K." : Rekan sejawat Abdul Rahman Saleh (ARS) yth.: Bagus betul "biografi" anda dan rekan-rekan di sini. Itulah yang sering tidak muncul ke permukaan. Mudah-mudahan bisa nyentil hati nurani rekan-rekan lain supaya pada punya semangat dan nyali seperti anda dan kawan-kawan di sini. Bravo!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-3830835727926066865?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/3830835727926066865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=3830835727926066865' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3830835727926066865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3830835727926066865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/09/cangkrukan-perpustakaan.html' title='Cangkrukan Perpustakaan'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-4155002491858831652</id><published>2007-09-19T22:53:00.000-07:00</published><updated>2007-09-25T21:50:47.625-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TI'/><title type='text'>Open Source untuk Otomasi perpustakaan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Open Source untuk Otomasi perpustakaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Satu Lagi dari Mayora&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Heriyanto&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;Tak diragukan lagi setiap perpustakaan memerlukan sistem informasi yang computerized untuk menunjang pelayanannya kepada pengguna perpustakaan. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan mengaplikasikan sistem otomasi perpustakaan. Namun bagi beberapa perpustakaan yang mempunyai dana terbatas, perpustakaan sekolah misalnya, computerized systems adalah hal yang tidak mudah untuk diaplikasikan. Beberapa berpendapat sistem manual adalah pilihan terbaik bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu solusi yang dapat dilontarkan mengenai masalah ini adalah dengan menghadirkan Freeware atau open source software. Aplikasi open source yang digunakan untuk perpustakaan semakin berkembang jumlahnya. Misalnya Athenaeum Light yang dimotori oleh Didik Witono, atau IGLOO yang ditawarkan oleh Arie Nugraha. Semuanya bisa didapatkan dengan lebih murah dibandingkan dengan system otomasi komersil (proprietary system). Yang menjadi pertanyaan, apakah aplikasi open source ini, memadai bagi perpustakaan? Bagaimana kemampuan open source tersebut dalam mengakomodasi kebutuhan perpustakan yang kadang berbeda antara satu perpustakaan dengan perpustakaan yang lain? Apa yang terjadi apabila diperpustakaan kami tidak ada seorang pustakawan yang ahli dibidang IT yang mampu mengoperasikan program tersebut? Tulisan dibawah mencoba untuk menjawab pertanyaan-pertayaan yang mungkin terlontar dari pustakawan yang hendak mengaplikasikan open source software.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sesuai dengan istilah yang melekat padanya, yaitu freeware atau free software, maka siapapun pengguna dari software tersebut bebas untuk menggunakan, merubah, dan bahkan mendistribusikan ke perpustakaan lain tanpa seijin dari pembuat program tersebut. Berbicara tentang kemampuan dan fasilitas yang dihadirkan oleh freeware amatlah menarik. Ambil contoh Athenaeum Light, sebuah aplikasi perpustakaan yang dikembangkan oleh Didik Witono ini menyediakan semua kebutuhan dasar sebuah sistem dalam sebuah perpustakaan. Misalnya fasilitas peminjaman dan pengembalian, sistem pencetak barcode, katalog untuk pengguna, dan yang paling essensial di Athenaeum Light ada tersedianya fasilitas untuk membantu pustakawan melakukan stock opname (&lt;a href="http://kali.openlib.info/"&gt;http://kali.openlib.info/&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Open Source software juga memungkinkan bagi penggunanya apabila ingin memodifikasi software tersebut. Bagi pengguna yang pertama kali menggunakan sebuah aplikasi software tentu diperlukan sedikit waktu untuk mempelajari sistem kerja software tersebut. Namun ini bukan menjadi hambatan karena kini telah banyak bermunculan komunitas pengguna open source software yang aktif bertukar informasi tentang modifikasi dan penggunaan software tertentu. Salah satu grup milis yang sedang naik daun saat ini adalah komunitas pengguna freeware yang bernama Toolib (&lt;a href="http://kali-indonesia.blogspot.com/"&gt;http://kali-indonesia.blogspot.com&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan satu lagi seorang pustakawan muda telah mengembangkan versi terbaru open source software yang diberi nama IGLOO 6.0 BETA 2 (Nugraha, 2007). Arie Nugraha mengembangkan versi terbaru tersebut untuk mengakomodir kebutuhan perpustakaan yang juga senantiasa berkembang. Untuk mengetahui lebih banyak tentang IGLOO Arie membangun sebuah blog bagi yang ingin tahu lebih banyak tentang program tersebut (&lt;a href="http://dicarve.blogspot.com/"&gt;http://dicarve.blogspot.com/&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua aplikasi yang disebutkan diatas merupakan jawaban atas keragu-raguan pengelola perpustakaan akan kebutuhan terhadap database dan system informasi perpustakaan. Tentunya masih banyak lagi aplikasi open source dibelantara dunia maya apabila kita sedikit lebih jeli dalam melakukan penelusuran lewat Internet. Namun setidaknya kini pustakawan mendapatkan alternatif jawaban untuk mengaplikasikan sebuah system untuk otomasi perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Heriyanto&lt;br /&gt;Alumni PSTP Unair&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-4155002491858831652?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/4155002491858831652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=4155002491858831652' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4155002491858831652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4155002491858831652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/09/open-source-untuk-otomasi-perpustakaan.html' title='Open Source untuk Otomasi perpustakaan'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-3051944713621992985</id><published>2007-09-19T03:57:00.000-07:00</published><updated>2007-09-22T05:49:09.756-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perpustakaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>Respons atas Upaya Perpustakaan Unair...</title><content type='html'>&lt;a href="http://360.yahoo.com/putu_pendit"&gt;&lt;em&gt;Putu Pendit:&lt;/em&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rekan-rekan,&lt;br /&gt;menyimak berita soal pemberian penghargaan kepada peminjam buku terbanyak, saya urun pendapat. Sembari tetap menghargai upaya pustakawan mempromosikan perpustakaannya, pemberian hadiah semacam ini dapat menimbulkan persepsi yang salah tentang membaca. Jumlah (kuantitas) buku yang dipinjam seseorang sama sekali bukan ukuran dari kegemaran membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah, apa yang dipikirkan para pustakawan di Unair tentang lomba ini. Kepustakawanan Indonesia, menurut saya, tidak akan populer dengan membagi-bagi hadiah kepada peminjam yang paling banyak meminjam. Kepustakawanan Indonesia akan lebih populer kalau pustakawannya banyak membaca dan memberi bantuan kepada para&lt;br /&gt;mahasiswa dalam memilih bacaan secara tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu "rumus" kepustakawanan, dikenal ada istilah RELEVANSI yang tidak berhubungan dengan jumlah temuan dalam sebuah proses pencarian buku. Kalau hanya ada satu buku yang perlu dibaca, mengapa harus meminjam 90 buku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi mungkin saja rekan-rekan pustakawan di Unair, terutama Kepala-&lt;br /&gt;nya, rekan Pudjiono (Sarjana Sosial Magister Sains) punya rumus berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Widodo (Perpustakaan UNS): &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;UNS pernah melakukan hal serupa, sekitar tahun 1999 dengan&lt;br /&gt;mengidentifikasi 10 peminjam terbanyak. Namun hasilnya, didominasi oleh&lt;br /&gt;dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sulistyo Basuki:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Lho kan bagus kalau dosen menjadi peminjam buku terbanyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Farli Elnumeri:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi, ini cara yang paling mudah diukur Pak untuk mengetahui sejauh mana perpustakaan ini berfungsi. Ada juga yang mengukurperpustakaan tersebut dimanfaatkan atau tidak dari sejauh mana suatukarya penelitian atau tulisan menggunakan dokumen-dokumen yang dimilikioleh perpustakaan tempat peneliti/ dosen/mahasiswa itu berada. Kalau saya pribadi sih tetap menganggap apa yang dilakukan oleh perpustersebut sudah lumayan daripada nggak ngapa-ngapain, kecuali pak Putupunya ide cemerlang dari sekedar membagikan hadiah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Clara Naibaho:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sekedar sharing saja, kami di UI juga memberikan penghargaan kepada penggunaterbaik setiap dua tahun sekali. Salah satu indikatornya memang jumlah bukuyang dipinjam. Tapi yang paling menentukan dalam penilaian kami adalah faktorlain di luar jumlah peminjaman, seperti : keterlibatannya dalam memberikanmasukan mengenai judul-judul buku yang akan kita beli (datanya diperoleh dariform masukan pengadaan buku), saran dan kritiknya tentang kinerja pustakawan(datanya ada di box 'kotak saran' atau di website), masukannya untuk peningkatanmutu layanan, disiplin dalam menggunakan fasilitas di layanan dan pengembalianbuku (datanya ada di 'history' peminjaman di sistem sirkulasi) , dan....komunikasinya dengan pustakawan (datanya ada di dalam diripustakawan..he..he...). Dengan cara ini, mudah sekali menjaring siapa yang layakmendapatkan penghargaan tersebut.....:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun indikatornya, pasti akan cenderung subjektif. Tanpa mengurangipenghargaan terhadap upaya rekan-rekan pustakawan di UNAIR, saya sepakat denganPak Putu, bahwa jumlah pinjaman tidak dapat dijadikan ukuran bahwa penggunatersebut gemar membaca *bisa saja buku itu dipinjam untuk orang lain..he..he...*. Saya berani mengatakan ini karena punya pengalaman pribadi. Waktumasih kuliah di USU (tahun 1989) saya pernah mendapat 'hadiah' dari PerpustakaanUSU sebagai peminjam buku terbanyak. Memang bener saya rajin banget pinjam buku,setiap dua hari 2 buku. Kebanyakan sih novel...he..he... dan... *ini pengakuanperdana*, sebagian pesanan teman-teman di tempat kos ... soalnya di perpustakaanfakultas mereka tidak ada novel-novel itu...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke penghargaan yang diberikan UNAIR, menurut saya sih sah-sah saja maumemberikan penghargaan atas dasar apapun. Yang keliru adalah, ya itu, mengaitkanjumlah buku yang dipinjam dengan kegemaran membaca. Di UI, terus terang kita gakberani bilang bahwa jumlah buku yang dipinjam si pengguna mencerminkan bahwa diagemar membaca. Jadi, kalau mau memberikan penghargaan karena jumlah pinjamannyapaling banyak, ya katakan saja itu...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pudjiono:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas apreasiasi Bapak. Namun demikian akan saya luruskan dulu mengenai pernyataan Bapak bahwa 1.Jumlah (kuantitas) buku yang dipinjam seseorang sama sekali bukan ukuran dari kegemaran membaca . Entah, apa yang dipikirkan para pustakawan di Unair tentang “lomba ini”. 2.Dalam salah satu “rumus” kepustakawanan, dikenal ada istilah RELEVANSI yang tidak berhubungan dengan jumlah temuan dalam sebuah proses pencarian buku. Kalau hanya ada satu buku yang perlu dibaca, mengapa harus meminjam 90 buku?Dari kedua pernyataan Bapak tersebut kami ingin menyamakan persepsi lebih dulu yaitu:1.Mengenai pernyataan “lomba ini” pada point pertama. Ini sengaja kami garisbawahi, karena dalam kegiatan tersebut kami “tidak mengadakan lomba”. Adapun yang kami lakukan adalah dengan mendata mahasiswa yang meminjam koleksi buku yang dipinjam untuk dibawa pulang dari database pengguna melalui system otomasi perpustakaan selama periode bulan Januari sampai dengan September 2007 (lebih kurang 9 bulan);2.Menganai point kedua, perlu kami sampaikan bahwa mahasiswa tersebut meminjam buku sebanyak 90 (sembilan puluh) judul buku dan dilakukan selama 9 bulan sehingga dapat dirata-ratakan setiap bulan mahasiswa tersebut meminjam 10 (sepuluh) judul buku.Jadi, dengan jumlah 90 judul buku yang dipinjam dan dibawa pulang selama kurun waktu 9 bulan serta judul buku tersebut sesuai dengan minat dan bidang studinya. Maka dengan kondisi seperti itu dapat “mengindikasikan” bahwa mahasiswa tersebut mempunyai minat atau gemar membaca yang tinggi, hal ini juga ditunjang dengan nilai akademis yang baik (memang bukan satu-satunya indikator). Selain itu pada waktu penerimaan reward/penghargaan, mahasiswa tesebut menyatakan bahwa mereka sering mengunjungi perpustakaan, senang membaca dan bahkan care terhadap pustakawan yang membantunya.Untuk itu kami menyelenggarakan acara pada tanggal 18 September 2007, sebagai bentuk penghargaan Perpustakaan kepada user yang memiliki concern terhadap Perpustakaan dalam wujud pemanfaatan koleksi (pinjam buku). Acara ini juga sebagai tanda bahwa antara Perpustakaan dengan user terjalin interaksi positif yang saling mengisi satu sama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Putu Pendit:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pendapat saya sebelumnya, saya menyatakan menghormati upayaapa pun yang dilakukan pustakawan untuk mempromosikan layanan perpustakaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari menghormati, saya mengajak rekan-rekan berpikir lebih kritis  tentang apa-apa yang kita lakukan. Intinya adalah: citraperpustakaan di Indonesia perlu diperbaiki, dan perbaikan ituseyogyanya dilakukan pada hal-hal yang tepat. Mari kita jujur saja, kondisi kepustakawanan di Indonesia pada umumnya memang belum baik,tetapi saya juga percaya kita semua mau menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat saya, keterpurukan perpustakaan di Indonesia, atau khususnya di perguruan tinggi, disebabkan oleh hal-hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama dan yang utama, kekurangmampuan pustakawan dalam menempatkan dirinya secara tepat dalam konteks perguruan tinggi dan lingkunganilmiah. Pustakawan di Indonesia terlalu berkonsentrasi pada tata-aturan perkantoran dan birokrasi. Citra pustakawan PT di Indonesiaadalah: tukang ngatur buku, penjaga buku. Sangat sedikit dosen atau mahasiswa yang percaya bahwa pustakawan adalah mitra ilmuwan ataumitra mahasiswa, sebab pustakawan PT di Indonesia pada umumnyakurang suka membaca, kurang paham proses penelitian ilmiah, rendahdiri kalau berhadapan dengan dosen, dan kurang pandai berkomunikasi (apalagi komunikasi tertulis!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti itu, percuma mengkampanyekan layanan perpustakaan jika konsentrasinya adalah pada kuantitas keterpakaian bahan pustaka (jumlah buku yang dipinjam, frekuensi kunjungan, luasgedung, kenyamanan ruang baca). Para pengguna yang rajin datang danmeminjam buku, menjadi demikian karena dia sendiri memang begitu.Bukan rajin datang karena tahu bahwa pustakawannya berkualitas dan buku-buku pilihan pustakawannya adalah yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye untuk mengatasi persoalan citra pustakawan ini, menurut hemat saya, adalah dalam bentuk "jual diri" yang lebih baik.Maksudnya, kampanye, kan, lah bahwa diri Anda adalah seorang yangsuka membaca, bahwa Anda mengerti seluk-beluk penelitian ilmiah,bahwa Anda suka membantu, bahwa Anda percaya diri, bahwa Anda bisa berkomunikasi lisan dan tulisan dengan baik. Mahasiswa, dosen, danpara peneliti pasti akan "kesengsem" dan lalu respek, apresiatif,dan akhirnya terpikat untuk datang ke perpustakaan atau mengontak pustakawan secara lebih sering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan kedua yang kurang diperhatikan oleh pustakawan PT diIndonesia adalah kenyataan bahwa inti persoalan di bidang penelitiandan ilmu adalah RELEVANSI. Semua peneliti dan ilmuwan mempunyaipersoalan dalam menentukan apa yang harus dilakukannya sehari-hari(apa yang harus ditelitinya, apa yang harus diajarkan di kelas, apa yang harus didiskusikan dengan rekan sesama peneliti). Mereka akanmerasa sangat terbantu, jika pustakawan mengerti RELEVANSI koleksidi perpustakaan dengan kegiatan mereka. Untuk dapat membantu mereka,para pustakawan harus membenahi sistem temu kembali. Nah, dalam halini, sistem itu BUKAN semata-mata sistem komputer, tetapi juga keseluruhan fasilitas temu-kembali, termasuk alat-alat bantu sepertithesaurus dan strategi pencarian yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita memberi hadiah kepada seorang mahasiswa yang meminjam 90buku, apakah itu artinya kita ingin mengatakan bahwa 90 bukutersebut ditemukan dengan cepat dan efisien? Ataukah 90 buku ituberhasil dipinjam oleh si mahasiswa karena dia sudah hapal lokasi buku-buku itu?Menurut saya, program literasi informasi dan "pendidikan pemakai"yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, adalah bentuk kampanye palingbagus di lingkungan PT. Daripada membuat acara-acara seremonialmemberi hadiah, mengapa tidak membuat program literasi informasiyang konsisten, bermutu, dan berkesinambungan (ajeg)? Sekaligus,kembangkan pula sistem temu-kembali yang akurat, dan promosikan lahsistem ini sedemikian rupa sehingga para civitas akademisi menyadaribahwa sistem itu RELEVAN dengan persoalan-persoalan yang merekahadapi sebagai ilmuwan atau calon ilmuwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, kebanyakan pustakawan PT kurang dapat mengerti maknaRELEVANSI dalam temu kembali dan komunikasi ilmiah. Mereka juga kurang paham tentang kaitan antara relevansi ini dengan tata-carapencarian atau penelusuran informasi ilmiah. Memang, dalam teknikpengindeksan, klasifikasi, atau pengatalogan yang mengikuti prosedur tertulis, para pustakawan PT sudah terlatih. Namun, seringkali mereka sulit mengaitkan, apa relevansi kegiatan teknis tersebutdengan perkembangan ilmu di universitas tempatnya bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, para pustakawan PT memikirkan bagaimana caranya menyatakan dan mempromosikan kepada civitas akademisi bahwa apa yang dikerjakan pustakawan benar-benar relevan dengan perkembangan ilmu,dan bahwa sistem temu-kembali yang sudah dibangun dengan amat mahalitu akan dapat membantu civitas akademika menemukan dokumen-dokumenyang relevan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari pendapat saya di atas, sekali lagi saya tetapmenghargai dan menghormati upaya rekan-rekan mempromosikan layananperpustakaan. Posting ini bukan khusus untuk Perpustakaan Unair,cuma kebetulan ada berita tentang pemberian hadiah dari perpustakaanitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Rekan Pudjiono menambah informasi tentang latarbelakang pemberian hadiah tersebut, dan mudah-mudahan posting ini jugamenjelaskan lebih lanjut mengapa saya kurang sepakat denganpemberian hadiah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;Rabu, 19 September 2007&lt;br /&gt;Unair Beri Hadiah kepada Peminjam Buku Terbanyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya-RoL -- UPT Perpustakaan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memberi hadiah kepada tiga mahasiswa peminjam buku terbanyak. "Itu merupakan salah satu cara kami untuk memasyarakatkan buku dan meningkatkan minat baca," kata Kepala UPT Perpustakaan Unair, Pudjiono SSos MSi, di Surabaya, Rabu (19/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga mahasiswa peminjam koleksi buku terbanyak adalah Agus Salim (Fakultas MIPA Unair); Didin Isna Sayekti (Fakultas Kedokteran Unair); dan Mutiara Sianita (Fakultas Ekonomi Unair).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buku merupakan jendela dunia. Saya merasa terbantukan oleh Perpustakaan Unair. Tapi saya sempat kesepian di sini, karena mitra yang bisa diajak diskusi di perpustakaan tidak banyak," kata Agus Salim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peminjam 91 koleksi buku di Perpustakaan Unair selama 2007 itu mengusulkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dipindahkan ke lantai I Perpustakaan Unair. "Kalau mereka sudah 'lapar mata', saya yakin mereka akan tertarik dengan buku-buku di perpustakaan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kepala UPT Perpustakaan Unair, peka terhadap buku memang akan membuat peka terhadap perubahan yang terjadi, karena perpustakaan dan buku merupakan sumber pemerkaya ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, perpustakaan selama ini memang masih dipandang sebagai sesuatu yang menjemukan, bahkan perpustakaan sering dianggap sebagai 'anak tiri'," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan Unair saat ini dilengkapi dengan Wifi Zone, Discussion Area, American Corner, Psychology Corner, Sampoerna Corner, dan home theatre di lantai III. (antara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.republika.co.id/cetak_berita.asp?id=307613&amp;amp;kat_id=23&amp;amp;edisi=Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-3051944713621992985?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/3051944713621992985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=3051944713621992985' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3051944713621992985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3051944713621992985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/09/unair-beri-hadiah-kepada-peminjam-buku.html' title='Respons atas Upaya Perpustakaan Unair...'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-3348500892893136268</id><published>2007-09-16T02:30:00.000-07:00</published><updated>2007-09-16T02:39:51.985-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Quote'/><title type='text'>Quote of the Day</title><content type='html'>Open Source is about respecting others people creation, Sharing knowledge and Trying not to use piracy program. &lt;a href="http://dicarve.blogspot.com/"&gt;Arie Nugraha&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;And here is the rest of it.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-3348500892893136268?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/3348500892893136268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=3348500892893136268' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3348500892893136268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3348500892893136268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/09/quote-of-day.html' title='Quote of the Day'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-6826356221945591953</id><published>2007-09-15T09:35:00.000-07:00</published><updated>2007-09-15T09:54:08.544-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perpustakaan'/><title type='text'>Weblog adalah Perpustakaan</title><content type='html'>*Hartanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu &lt;a href="http://www.geocities.com/young_librarian/bloglibessay.html"&gt;artikelnya&lt;/a&gt;, seorang &lt;a href="http://younglibrarian.blogspot.com/"&gt;pustakawan muda &lt;/a&gt;secara ringan dan tanpa beban mengatakan bahwa blog/weblog adalah perpustakaan. Nah.... Katie lalu berujar jika memang blog adalah perpustakaan, maka blogger adalah pustakawan dong? Inilah beberapa hal yang membuat dia menyimpulkan bahwa blog adalah perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ruang penyimpanan ide.&lt;br /&gt;Keduanya mendukung untuk hal ini. Perpustakaan adalah gudang ilmu pengetahuan, ide dan pemikiran yang terwujud dalam bentuk bahan bacaan yaitu buku. pada perkembangannya format penyimpanan ide itu tidak terbatas pada koleksi fisik (buku). Setara dengan blog yang seberapa serius atau santai isinya, isinya adalah ilmu pengetahuan yang bisa dinikmati dan berguna bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Koleksi.&lt;br /&gt;Keduanya mempunyai bahan dasar untuk disimpan yaitu ide dan pemikiran. Untuk kepentingan akuisisi dan preservasi, perpustakaan mempunyai kebijakan pengembangan koleksi. Hal ini dilakukan agar perpustakaan senantiasa dapat memfungsikan dirinya dengan sebaik-baiknya dan dapat melayani penggunanya dengan maksimal lewat koleksi yang disediakan. Ini berbeda dengan blog yang tidak menggunakan secara ketat apa itu development policy. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Klasifikasi dan Katalogisasi.&lt;br /&gt;Bagian ini adalah bagian penting dalam sebuah pemeliharaan koleksi. Klasifikasi diperlukan agar dalam penyajian, tidak terjadi tumpang tindih letak koleksi, tidak terjadi buku "hilang" karena lokasinya yang berbeda dengan buku-buku yang seharusnya dikelompokkan menjadi satu. Katalog diperlukan agar dalam proses retrace/retrieve, buku itu dapat dengan mudah ditemukan karena katalog adalah keterangan singkat tentang sumber informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sirkulasi.&lt;br /&gt;Sirkulasi dalam perpustakaan dikenal dengan nama sistem peminjaman. Sedangkan dalam blog dikenal melalui feed, track back.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... meskipun ada banyak kesamaan antara Blog dan Perpustakaan, apakah serta merta bisa dianggap bahwa blog adalah perpustakaan? Mengingat beberapa sebab:&lt;br /&gt;* Perpustakaan adalah tempat penyimpanan semua sumber informasi (cetak maupun non-cetak) kemudian diorganisir, disusun teratur menurut suatu aturan tertentu, sehingga ketika kita membutuhkan suatu informasi, kita dengan mudah dapat menemukannya. Ada pengguna yang dilayani, ada petugas yang (untuk keperluan ini) harus berlatar pendidikan perpustakaan.&lt;br /&gt;* Blog, meski memiliki banyak definisi namun ".. their style is personal and informal" (Walker, Jill, 2005). Ini tentu saja tidak cukup untuk disebut sebagai sebuah perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan juga perpustakaan dengan misalnya: Toko buku. Toko buku tidak bisa disebut perpustakaan meski disana ada sumber informasi, ada sistem pengelompokan, ada pengguna namun layanan yang diberikan semua berbasis ekonomis; sebuah misi yang justru bertentangan dengan perpustakaan (melayani pengguna dan sumber informasi bagi pengguna).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://har-tanto.blogspot.com/2006/12/weblog-adalah-perpustakaan.html"&gt;http://har-tanto.blogspot.com/2006/12/weblog-adalah-perpustakaan.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-6826356221945591953?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/6826356221945591953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=6826356221945591953' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/6826356221945591953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/6826356221945591953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/09/weblog-adalah-perpustakaan.html' title='Weblog adalah Perpustakaan'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-6092134942648842478</id><published>2007-09-12T03:59:00.000-07:00</published><updated>2007-09-12T04:06:36.403-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><title type='text'>Sugeng Rawuh Sasi Ramadhan</title><content type='html'>Sugeng Rawuh Sasi Ramadhan.&lt;br /&gt;-Marhaban Sahrur Mubarak… -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun kemarin, seisi jagat merasakan kehilangan.&lt;br /&gt;Sebuah rasa kehilangan yang begitu teramat dahsyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan senarai rasa cinta, kasih dan sayangnya Allah Maha Agung.&lt;br /&gt;Kehilangan senandung indah tadarus melantunkan ayat-Nya dari surau kecil.&lt;br /&gt;Kehilangan nuansa damai dan penuh keindahan setelah Ramadhan berpamitan.&lt;br /&gt;Kehilangan nurani yang tlah tertaut erat dan seakan tak bisa terpisahkan dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun…&lt;br /&gt;Sang Sya’ban perlahan beranjak pergi.&lt;br /&gt;Saatnya menyambut kekasih yang dinanti.&lt;br /&gt;Menyambut dengan Tawadu’ dan rasa Cinta dihati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajadah mulai merekah indah.&lt;br /&gt;Mukena mulai terkena engkau wanita.&lt;br /&gt;Kerudung cantik mulai bernaung lentik.&lt;br /&gt;Surau kecil mulai penuh gurau bocah mungil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata senantiasa menemani tafakur diperduan malamku.&lt;br /&gt;Hidung senantiasa menikmati ciumannya dialas sujudku.&lt;br /&gt;Bibir senatiasa dibasahi dengan untaian dzikir kalimah suci.&lt;br /&gt;Hati senantiasa tergetar pabila didengungkan asma Sang Maha Suci.&lt;br /&gt;Jantung senantiasa berdetak mengikuti bulir tasbih melingkar di jemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harap dan asa terukir dicadas hati yang sudah membatu.&lt;br /&gt;Harap tak ingin Ramadhan pergi lagi.&lt;br /&gt;Harap tak ingin Cinta Ilahi terhenti disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asa ingin harap di ijabah.&lt;br /&gt;Asa ingin kasih dan sayang terlimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sugeng Rawuh Sasi Ramadhan yang kuCinta.&lt;br /&gt;Marhaban Yaa Ramadhan……&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-6092134942648842478?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/6092134942648842478/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=6092134942648842478' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/6092134942648842478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/6092134942648842478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/09/sugeng-rawuh-sasi-ramadhan.html' title='Sugeng Rawuh Sasi Ramadhan'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-820572398865365398</id><published>2007-09-11T11:54:00.000-07:00</published><updated>2007-09-12T02:26:46.654-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>SOFTWARE FREEDOM DAY 2007 INDONESIA</title><content type='html'>&lt;a href="http://i223.photobucket.com/albums/dd69/didikwitono/PUBLIKASI_REVISI.jpg?t=1189571791"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109023524944444482" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://i223.photobucket.com/albums/dd69/didikwitono/PUBLIKASI_REVISI.jpg?t=1189571791" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOFTWARE FREEDOM DAY 2007 INDONESIA&lt;br /&gt;bringing software freedom to a library near you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 21 - 22 September 2007&lt;br /&gt;Perpustakaan Pendidikan Nasional, Senayan Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOFTWARE FREEDOM DAY (SFD) adalah perayaan free dan open source&lt;br /&gt;software yang dirayakan diseluruh dunia setiap tahun. SFD merupakan&lt;br /&gt;suatu gerakan dalam mendukung pendidikan untuk masyarakat (public&lt;br /&gt;education effort), SFD bukan hanya sebuah perayaan yang melihat&lt;br /&gt;keunggulan free dan open source software, tetapi juga sebuah perayaan&lt;br /&gt;yang mendorong penggunaan dan pemanfaatan free dan open source&lt;br /&gt;software oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SFD pertama kali dirayakan pada tanggal 28 Agustus 2004 dimana 70&lt;br /&gt;tim berpartisipasi dalam acara tersebut. Sejak perayaan tersebut&lt;br /&gt;diselenggarakan, dan dikenal sangat luas oleh publik, maka perayaan&lt;br /&gt;SFD yang kedua kembali digelar para tanggal 10 September 2005.&lt;br /&gt;Perayaan tersebut diikuti lebih dari 300 tim dari 60 negara di dunia.&lt;br /&gt;Sponsor utama SFD tahun 2005 – 2006 adalah Canonical Ltd, sebuah&lt;br /&gt;perusahaan komersial yang mendukung proyek Ubuntu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai tahun 2006 diputuskan bahwa SFD diselenggarakan setiap&lt;br /&gt;tahunnya pada hari Sabtu minggu ketiga bulan September dimana pada&lt;br /&gt;tahun ini jatuh pada tanggal 15 September 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyambut Perayaan SFD 2007 di Indonesia, Komunitas Athenaeum Light&lt;br /&gt;Indonesia (KALI) menyelenggarakan beberapa kegiatan pada tanggal 21 -&lt;br /&gt;22 September 2007 dengan mengusung tema:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bringing software freedom to a library near you".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tema tersebut sengaja diangkat karena sampai saat ini kebutuhan&lt;br /&gt;mengembangkan perpustakaan secara sistematis dan terotomasi masih&lt;br /&gt;dianggap sesuatu yang sulit dan mahal, khususnya pada perpustakaan&lt;br /&gt;sekolah, perpustakaan komunitas, taman bacaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dengan mengusung tema tersebut di atas, perayaan&lt;br /&gt;SFD 2007 bertujuan memperkenalkan produk-produk free/open-source&lt;br /&gt;software untuk sistem informasi manajemen perpustakaan kepada&lt;br /&gt;masyarakat, akademisi, praktisi dan pengelola perpustakaan baik&lt;br /&gt;perpustakaan sekolah, perpustakaan komunitas maupun taman bacaan&lt;br /&gt;masyarakat, sehingga muncul kesadaran untuk turut mengembangkan dan&lt;br /&gt;memanfaatkan Free and Open-Source Software (FOSS) untuk menjawab&lt;br /&gt;masalah-masalah dalam membangun Library Automation secara mudah murah&lt;br /&gt;dan berkelanjutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN KEGIATAN&lt;br /&gt;Tujuan kegiatan ini adalah membangun kesadaran (awareness) dan&lt;br /&gt;partisipasi masyarakat luas dalam pemanfaatan Free and Open-Source&lt;br /&gt;Software (FOSS) di dalam sistem informasi manajemen untuk khusus&lt;br /&gt;perpustakaan atau yang biasa dikenal dengan istilah Library&lt;br /&gt;Automation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SASARAN KEGIATAN&lt;br /&gt;Sasaran kegiatan Software Freedom Day (SFD) ditujukan untuk para&lt;br /&gt;pengembang software perpustakaan, pemerhati, praktisi, dan akademisi&lt;br /&gt;di bidang perpustakaan, pengelola perpustakaan, taman bacaan dan&lt;br /&gt;masyarakat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOFTWARE FREEDOM DAY 2007&lt;br /&gt;Bringing software freedom to a library near you.&lt;br /&gt;Jakarta, Jum'at – Sabtu, 21 – 22 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[pelaksana]&lt;br /&gt;Komunitas Athenaeum Light Indonesia (KALI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[mitra pelaksana]&lt;br /&gt;library@senayan - Perpustakaan Pendidikan Nasional&lt;br /&gt;Forum Indonesia Membaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[mitra media cetak]&lt;br /&gt;Koran Tempo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[mitra strategis]&lt;br /&gt;ExxonMobil&lt;br /&gt;XL Care&lt;br /&gt;TokoKaos.Com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[mitra program]&lt;br /&gt;Kopimanis Community&lt;br /&gt;ICS-ISIS&lt;br /&gt;APISI&lt;br /&gt;ISIIPI&lt;br /&gt;La Biblio Cafe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[tempat dan waktu pelaksanaan]&lt;br /&gt;Perpustakaan Diknas&lt;br /&gt;Gedung A Komplek Depdiknas Senayan&lt;br /&gt;Jl. Jenderal Sudirman Jakarta Pusat&lt;br /&gt;(samping Pertokoan Ratu Plasa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 21 s.d. sabtu, 22 September 2007&lt;br /&gt;jam 09.00 s.d. 18.30 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------ --------- --------- --------- --------- -&lt;br /&gt;SUSUNAN AGENDA ACARA HARIAN&lt;br /&gt;SOFTWARE FREEDOM DAY 2007&lt;br /&gt;------------ --------- --------- --------- --------- -&lt;br /&gt;[semua acara terbuka untuk umum]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 21 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;09.00-11.00 WIB&lt;br /&gt;Pemutaran Film#1: Revolution OS&lt;br /&gt;Ruang Tengah library@senayan&lt;br /&gt;bersama Komunitas Athenauem Light Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08.00-12.00&lt;br /&gt;WORKSHOP Sesi I&lt;br /&gt;Pengenalan Manajemen Informasi dan Perpustakaan&lt;br /&gt;Simulasi Penggunaan Athenaeum Light 8.5&lt;br /&gt;Ruang Belajar library@senayan&lt;br /&gt;kerjasama dengan Komunitas Athenaeum Light Indonesia (KALI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.00-15.00&lt;br /&gt;Pemutaran Film#2:&lt;br /&gt;Ruang Tengah library@senayan&lt;br /&gt;bersama INOVA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.00-17.00&lt;br /&gt;WORKSHOP Sesi II&lt;br /&gt;Pengenalan Manajemen Informasi dan Perpustakaan&lt;br /&gt;Simulasi Penggunaan Winisis dan Igloo&lt;br /&gt;Ruang Belajar library@senayan&lt;br /&gt;kerjasama dengan Kopimanis Community&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.00-18.00&lt;br /&gt;ON-CLINIC &amp; NGABUBURIT&lt;br /&gt;Tanya jawab dan konsultasi software Athenaneum Light, Winisis&lt;br /&gt;dan IglooBuka dilanjutkan dgn puasa bersama&lt;br /&gt;Ruang Belajar library@senayan&lt;br /&gt;kerjasama dengan Komunitas Athenaeum Light Indonesia&lt;br /&gt;dan Kopimanis Community&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 22 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;09.00-11.00 WIB&lt;br /&gt;Pemutaran Film#3:&lt;br /&gt;Ruang Tengah library@senayan&lt;br /&gt;bersama INOVA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08.00-12.00&lt;br /&gt;WORKSHOP Sesi III&lt;br /&gt;Pengenalan Manajemen Informasi dan Perpustakaan&lt;br /&gt;Simulasi Penggunaan Openbiblio&lt;br /&gt;Ruang Belajar library@senayan&lt;br /&gt;kerjasama dengan Kopimanis Community&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.30 -16.30&lt;br /&gt;WORKSHOP Sesi III&lt;br /&gt;Pengenalan Manajemen Informasi dan Perpustakaan&lt;br /&gt;Simulasi Penggunaan Winisis dan X-Igloo&lt;br /&gt;Ruang Belajar library@senayan&lt;br /&gt;kerjasama dengan Kopimanis Community&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.00 -18.00 [GRATIS]&lt;br /&gt;TALKSHOW &amp;amp; NGABUBURIT&lt;br /&gt;Bringing software freedom to a library near you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara:&lt;br /&gt;1. Harkrisyati Kamil, Ketua ISIIPI&lt;br /&gt;2. Hendro Wicaksono – Igloo Developer &amp; Kopimanis Community&lt;br /&gt;3. Ari Nugraha – X-Igloo Developer &amp;amp; Kopimanis Community&lt;br /&gt;5. Hanna Latuputy – Ketua APISI&lt;br /&gt;6. Dessy Sekar Astina – Forum Indonesia Membaca&lt;br /&gt;7. Didik Witono – Presiden KALI&lt;br /&gt;8. Yudo Giri Sucahyo– Praktisi Komputer (dalam konfirmasi)&lt;br /&gt;9. Romy Satria Wahono– Ilmu Komputer.com (dalam konfirmasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang Tengah library@senayan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.00 – 19.30&lt;br /&gt;NGABUBURIT&lt;br /&gt;Buka puasa bersama&lt;br /&gt;Lobby library@senayan&lt;br /&gt;kerjasama dengan La Biblio Cafe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CONTACT PERSON:&lt;br /&gt;Kerjasama Institusi, Media, Sponsorship : Asih 021- 704 66 828&lt;br /&gt;Program Acara: Ridho 08121002380&lt;br /&gt;Email panitia: sfdkali@gmail. com [sfdkali[at] gmail[dot] com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretariat Panitia SFD 2007 Indonesia&lt;br /&gt;Ruang Komunitas library@senayan&lt;br /&gt;Perpustakaan Pendidikan Nasional Gedung A Komplek Depdiknas Senayan&lt;br /&gt;Jl. Jenderal Sudirman Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Tel : (021) 5707870&lt;br /&gt;Fax : (021) 5731228&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN : Kecuali Workshop [dikenakan biaya Rp.150.000/sesi]&lt;br /&gt;Acara-acara lain terbuka dan Gratis &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-820572398865365398?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/820572398865365398/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=820572398865365398' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/820572398865365398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/820572398865365398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/09/software-freedom-day-2007-indonesia.html' title='SOFTWARE FREEDOM DAY 2007 INDONESIA'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-2071588406165194678</id><published>2007-09-06T07:06:00.000-07:00</published><updated>2007-09-06T07:25:11.764-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reading'/><title type='text'>Membuat Anak Kecanduan Membaca</title><content type='html'>Membuat Anak Kecanduan Membaca&lt;br /&gt;Oleh : DWI PRIHASTUTI&lt;br /&gt;Librarian SD Al-Falah Tropodo 1&lt;br /&gt;Sumber : Jawa Pos, Selasa, 19 Desember 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menikah, saya tinggal bersama suami di daerah Sedati. Satu saat, ketika saya pulang ke rumah di daerah Kebraon pada hari libur, keponakan saya yang berumur 3 tahun menyambut dan menanyakan oleh-oleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saya tidak membawa oleh-oleh, saya menjanjikan untuk jalan-jalan dan beli jajanan atau mainan yang dia mau. Saya dan suami sa¬ngat terkejut ketika keponakan saya tadi berkata bahwa dirinya tidak mau jajanan atau mainan, melainkan buku. Sungguh jawabannya di luar dugaan dan diluar kebiasaan anak seusianya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika banyak anak seusianya berpikiran tentang jajanan dan mainan favorit, keponak¬an saya yang bernama Nazhmi justru berpikiran tentang buku favoritnya, yaitu buku tentang hewan-hewan. Ketika mencoba mere¬nungi peristiwa tersebut, saya tersenyum dan bersyukur bahwa kebiasaan saya membaca dan mencintai buku menular kepada Nazhmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil Nazhmi tinggal bersama saya dan orang tua. Kami sangat dekat. Sejak kecil pula (dibawah satu tahun), saya mengenalkan bermacam buku bacaan kepadanya. Kebetul¬an, saat itu saya bekerja sebagai pustakawati di Mobil Pustaka Kita PBA Sampoerna yang memiliki bermacam koleksi buku anak-anak yang sangat bagus dan bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai buku yang saya kenalkan dan ba¬cakan tiap hari, ternyata, membentuk kebia¬saan "membaca" pada diri Nazhmi. Kebia¬saan saya membacakan buku tanpa disadari turut berpengaruh terhadap daya ingatnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WaIau hanya sekali dibacakan, Nazhmi lang¬sung mampu mengingat isi cerita buku tersebut. Ketika suami saya ditodong Nazhmi untuk membacakan buku yang lama dan ternyata salah ucap, dengan cepat Nazhmi menegur, yang membuat suami saya tersipu malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan itu, rupanya, memperkuat daya ingat Nazhmi. Ketika usianya baru 2,5 tahun, dia sudah mampu mengingat berbagai jenis bu¬rung yang ada di buku berjudul 100 Pengetahuan. tentang Burung. Padahal, lebih dari 100 macam burung ada di buku tersebut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat apa yang telah dicapai Nazhmi membuat saya bahagia sekaligus bersedih. Saya bahagia karena Nazhmi merupakan bukti bahwa jika kita ingin anak hobi membaca, itu harus dimulai sejak dini. Sebaliknya, saya sedih karena tidak semua anak mempunyai kesem¬patan dan lingkungan seperti Nazhmi. Dalam sebuah penelitian terungkap bahwa minat baca siswa sekolah dasar di Indonesia berada pada peringkat 26 di antara 27 negara yang diteliti! Rendahnya minat baca siswa SD di Indonesia juga menunjukkan rendahnya perhatian berbagai pihak (pemerintah sekolah, dan orang tua) tentang pentingnya membaca. &lt;br /&gt;Kita pasti menyadari bahwa budaya membaca sangat terkait erat dengan tingkat kemajuan sebuah bangsa (lihat juga wawancara dengan sastrawan Suparto Brata, Metropolis, Minggu. 17/12). Semakin tinggi budaya baca pada sebuah negara, semakin maju pula negara tersebut. Jepang dan negara-negara maju lainnya adalah bukti nyata mengenai pentingnya budaya membaca sejak usia dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa Mulai Nol Tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ahli menyatakan, mengenalkan budaya membaca dapat dimulai saat bayi masih berusia nol tahun. Saya telah membuk¬tikan bahwa mulai usia dibawah satu tahun (saya mulai mengenalkan budaya membaca ketika Nazhmi berumur enam bulan) Nazhmi mampu menangkap dan merekam apa yang kita sampaikan. Bahkan, anak saya sejak nol tahun telah dikenalkan pada budaya membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenalkan budaya membaca bisa dimulai dengan membacakan buku-buku cerita bergam¬bar dan berwarna saat dia terbangun. Ketika bayi Anda berusia 3-4 bulan dan mampu menyangga kepalanya Anda pangku dan bacakan buku cerita yang Anda pegang didepannya. Jangan membaca terlalu cepat serta mainkan intonasi Anda. Tinggi rendahnya intonasi suara Anda dalam membacakan cerita terbukti turut berperan dalam mengembangkan kecerdasan bayi Anda. Tidak ada salahnya para orang tua yang su¬dah memiliki anak usia SD, tapi tidak menunjukkan minat baca, mulai dirangsang untuk mau membaca. Ajak mereka mampir ke toko buku bila jalan-jalan ke mal. Bila dianggap mahal, ajak mereka membeli buku bekas di Jalan Se¬marang. Yang murah, kunjungi perpusda Jatim di Menur atau perpustakaan pemkot di Rungkut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua dapat memberikan reward atau sikap penuh perhatian jika sang anak mampu menyelesaikanan sate buku dan menceritakan isi buku tersebut. Selain itu, ada baiknya jangan usik anak-anak yang sedang asyik membaca untuk mengerjakan tugas-tugas rumah semisal menyapu, mencuci piring, atau membersihkan perabotan. Hal itu akan makin mengena jika orang tua juga memberikan teladan, yaitu membiasakan membaca. Anak akan cenderung meniru orang tuanya. Rendahnya tingkat membaca bangsa kita juga disebabkan orang tua tidak suka buku sehingga menulari anaknya. Yang terpenting dalam mengenalkan budaya membaca pada anak-anak adalah tidak boleh ada unsur paksaan yang akan membuat anak semakin tidak suka membaca. Jadikan membaca sebagai aktivitas menyenangkan, seperti rekreasi. Sebenarnya, membaca adalah sebuah kenikmatan karena mampu memunculkan ima¬jinasi. Saat seseorang membaca, dia sedang bermain dengan imajinasinya (theatre of mind). Tentunya membahagiakan apabila anak berkembang dengan imajinasi tinggi se¬hingga anak mampu menganalisis, berargumentasi, dan berlatih menggunakan logika. Itu semua didapat dari membaca buku yang bermutu, bukan tayangan televisi yang kerap 'mematikan" imajinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(pustakawati@plasa.com)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-2071588406165194678?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/2071588406165194678/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=2071588406165194678' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/2071588406165194678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/2071588406165194678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/09/membuat-anak-kecanduan-membaca.html' title='Membuat Anak Kecanduan Membaca'/><author><name>adhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-5713347786315416086</id><published>2007-09-05T03:30:00.000-07:00</published><updated>2007-09-05T03:42:31.168-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Activity'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>Slam the Boards! (You`ve Been Asked #2)</title><content type='html'>Sumber: &lt;a href="http://answerboards.wetpaint.com/page/Slam+the+Boards!?t=anon"&gt;http://answerboards.wetpaint.com/page/Slam+the+Boards!?t=anon&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;Here's the message that's been sent to multiple listservs, discussion boards, etc. Feel free to pass it along!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Thanks to Caleb Tucker-Raymond for the genesis of this idea. Oh, and excuse any cross-postings!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slam the Boards!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Librarians invade the "Answer" sites&lt;br /&gt;Monday, 9/10/07--All Day&lt;br /&gt;Supporting Wiki: &lt;a href="http://answerboards.wetpaint.com/"&gt;http://answerboards.wetpaint.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;I'd like to invite any and all interested librarians to be a little bold and have a little fun by going to online "Answer" sites, such as:&lt;br /&gt;*Yahoo Answers&lt;br /&gt;*Amazon's Askville&lt;br /&gt;*The WikiPedia Reference Desk&lt;br /&gt;(see a list of others at&lt;br /&gt; &lt;a href="http://answerboards.wetpaint.com/page/Registry+of+Answer+Boards?mail=1127"&gt;http://answerboards.wetpaint.com/page/Registry+of+Answer+Boards?mail=1127&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Once there, let's answer!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I envision a day-long answer fest. Answer as many questions as you feel you can. 5...10...20...you decide. Just try to do what we do well--provide answers from authoritative resources.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...and then MARKET!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This means making it clear that this question was answered by a librarian/library professional/etc. End each answer with the mention your own library, your VR service, etc. Add the link. Mention that readers should consider their own libraries, too. Promote it to local media. Keep in mind how many people don't even realize that libraries offer reference services. Let's surprise and delight them with our quality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'd like hundreds of librarians to do this. Thousands? Why not?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Be clear...you'll almost certainly be helping patrons who aren't yours, but I see this as an opportunity to make the reference librarian community more visible. I'd like to see a number of us remain engaged in the answer services, on the chance that the users will have us in the backs of their minds when they have questions they don't want everyone to see. As such, I'm not expecting to see a huge "blip" in our reference/VR stats because of this. But who knows?&lt;br /&gt;The point is to meet some folks where they otherwise wouldn't expect us.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What to do next?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First of all, pass this message along to anyone who might remotely be interested.&lt;br /&gt;Second, this is a very informal "action," so you can just mark the date and start answering, but you may also want to visit the Wiki and put your name up as a participant: &lt;a href="http://answerboards.wetpaint.com/page/Participating+Librarians"&gt;http://answerboards.wetpaint.com/page/Participating+Librarians&lt;/a&gt;. I'm very lonely there right now!&lt;br /&gt;While you're on the wiki, share. Think of good marketing "tags," signatures, etc. that we can use.&lt;br /&gt;Most of all, visit the various answer sites, see if you need to set up an account. Try answering a few questions. A couple of us have already done this and we've already got a few "Best Answers" under our belts. See the "Exemplary Answers" section of the Wiki. Post one if you've got one!&lt;br /&gt;Then, on September 10, get ready to "Slam the Boards!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Bill Pardue&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-5713347786315416086?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/5713347786315416086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=5713347786315416086' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/5713347786315416086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/5713347786315416086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/09/slam-boards-youve-been-asked-2.html' title='Slam the Boards! (You`ve Been Asked #2)'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-3606986728537816392</id><published>2007-09-05T03:21:00.000-07:00</published><updated>2007-09-05T03:35:38.267-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>You`ve Been Asked! #1</title><content type='html'>&lt;strong&gt;On September 10, Librarians Will Be a Presence on Answer Sites&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Lynn Blumenstein&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.libraryjournal.com/article/CA6473249.html"&gt;http://www.libraryjournal.com/article/CA6473249.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;On September 10, librarians are asked to “Slam the Boards!” by visiting online "answer sites" such as Yahoo! Answers, Ask MetaFilter, Wikipedia Reference Desk, or Amazon's Askville, fielding as many questions as possible, and making it clear that the service was provided by a librarian. What began as a word-of-mouth idea has grown into an international effort, as librarians from the U.K., New Zealand, and beyond have joined the grass-roots effort in the U.S. to raise the profile of librarians and libraries that offer virtual reference services by doing what libraries do best—providing answers from authoritative resources.&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;The idea originated as a conversation between Bill Pardue, virtual services librarian at Arlington Heights Memorial Library, IL, and Caleb Tucker-Raymond, Oregon statewide digital reference project coordinator, Multnomah County Library, Portland. The idea has been posted on blogs, email discussion lists, and American Libraries Direct. There’s also an Answer Board Librarians wiki where librarians can register to participate and find a directory of answer boards. Tips and tricks including registering beforehand and closing every answer with a library-promoting tagline, such as "Librarians—We eat questions for breakfast!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“We must recognize that resources like Yahoo Answers, et al., don’t need to be 'the enemy' of reference services,” Pardue said. “Instead, they’re a forum in which we can display our quality and promote our services to folks who may not know they exist,” he said. “After the event, I’d like to see librarians stay involved in the boards. I want answer users to get used to the idea that a librarian might answer their questions—and maybe just visit a library (or library site) later on when they have questions they prefer not to air in public.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-3606986728537816392?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/3606986728537816392/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=3606986728537816392' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3606986728537816392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3606986728537816392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/09/youve-been-asked.html' title='You`ve Been Asked! #1'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-164771605457369912</id><published>2007-09-03T08:22:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:08:22.514-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngobrol'/><title type='text'>Pungli dan Korupsi di Perpustakaan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_64AZG-9uyOA/RtwuJkzAE4I/AAAAAAAAAE8/T80K3ru-GfI/s1600-h/isbn.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5106006819562591106" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 188px; CURSOR: hand; HEIGHT: 120px" height="110" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_64AZG-9uyOA/RtwuJkzAE4I/AAAAAAAAAE8/T80K3ru-GfI/s320/isbn.gif" width="172" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Pungli dan Korupsi di Perpustakaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Database Kliping Pusat Informasi KOMPAS, Selasa, 03-01-2006, sebuah surat pembaca yang mengeluhkan pungutan liar oleh oknum Pustakawan Perpustakaan Nasional dalam pengurusan nomor ISBN. Meski surat pembaca ini dimuat setahun yang lalu, tidak ada salahnya kita mengkritisi fenomena ini. Sebelumnya, mari kita baca bersama secara seksama surat pembaca berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P U S A T I N F O R M A S I K O M P A S&lt;br /&gt;Palmerah Selatan 26 - 28 Jakarta, 10270&lt;br /&gt;Telp. 5347710, 5347720, 5347730, 5302200&lt;br /&gt;Fax. 5347743&lt;br /&gt;===========================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS, Selasa, 03-01-2006. Halaman: 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaksi Yth&lt;br /&gt;ISBN LADANG PUNGLI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sebuah buku wajib diberi nomor ISBN, penerbitnya harus mencari dan membelinya di Perpustakaan Nasional. Tetapi, sungguh ironis pada saat transfer uang sudah dikirim ke nomor pribadi salah satu pegawai yang ada di sana, ternyata nomor tak kunjung diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa ISBN (International Standard Book Number) menjadi nomor sakti yang mempunyai daya tawar tinggi untuk mengikuti permainan pihak Perpustakaan Nasional. Meskipun syarat-syarat yang diajukan sudah memenuhi, itu bukan menjadi jaminan proses dapat dengan cepat terealisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami penerbit harus menggunakan nomor itu karena kode barcode menjadi salah satu kode input di seluruh toko buku yang ada di Indonesia. Masalah yang timbul bagi penerbit adalah waktu tunggu kode dari Perpustakaan Nasional yang berkepentingan memberi nomor tidak kunjung juga diterima sehingga proses penerbitan buku menjadi&lt;br /&gt;tertunda. Penerbit tentunya mempunyai alasan untuk mendapat nomor secepatnya karena event penerbitan buku mengikuti tema buku yang akan diterbitkan. Jika nomor ISBN tertunda, event untuk menerbitkan menjadi sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini hampir dirasakan oleh seluruh penerbit yang ada di Indonesia. Kami yang memiliki penerbitan kecil terasa sekali dipermainkan oleh ulah oknum Perpustakaan Nasional. Kalau dihitung rupiah yang masuk ke kas Perpustakaan Nasional tiap bulan dari seluruh terbitan buku di Indonesia, Perpustakaan Nasional akan&lt;br /&gt;menerima tidak kurang dari satu miliar rupiah tiap bulan. Ini berdasarkan harga nomor ISBN serta barcode sekitar Rp 65.000 dan hanya minta ISBN saja harganya Rp 25.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja kerja karyawan Perpustakaan Nasional bagian ISBN itu? Setiap kali ditelepon selalu saja belum selesai dan sibuk. Telepon selalu dioper dari karyawan yang satu kepada karyawan yang lain. Tolong pihak yang berwenang memberikan standardisasi harga dan proses yang benar untuk mengurus ISBN. Kapan waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan nomor tersebut, berapa harganya, bagaimana mekanismenya. Kalau hal ini tidak segera diselesaikan, ladang korupsi akan terus&lt;br /&gt;saja terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutanto B Setyawan&lt;br /&gt;Perumahan Veteran B-10, Sukoharjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, mari kita bersama-sama berdiskusi dan ber-opini. Apakah pantas budaya korupsi dan pungutan liar berkembang dilingkungan perpustakaan? Apakah pantas kita -sebagai profesional perpustakaan- mempersulit dan memperlakukan tidak sewajarnya "users" perpustakaan? Silakan ber-&lt;em&gt;argument&lt;/em&gt;...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-164771605457369912?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/164771605457369912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=164771605457369912' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/164771605457369912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/164771605457369912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/09/dikutip-dari-database-kliping-pusat.html' title='Pungli dan Korupsi di Perpustakaan'/><author><name>adhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_64AZG-9uyOA/RtwuJkzAE4I/AAAAAAAAAE8/T80K3ru-GfI/s72-c/isbn.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-4174147807562987754</id><published>2007-09-01T16:14:00.000-07:00</published><updated>2007-09-01T16:18:48.175-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Chickens in Libraries</title><content type='html'>A chicken walks into the library. It goes up to the circulation desk and says: "book, bok, bok, boook".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The librarian hands the chicken a book. It tucks it under his wing and runs out. A while later, the chicken runs back in, throws the first book into the return bin and goes back to the librarian saying: "book, bok, bok, bok, boook". Again the librarian gives it a book, and the chicken runs out. The librarian shakes her head. &lt;span class="fullpost"&gt;Within a few minutes, the chicken is back, returns the book and starts all over again: "boook, book, bok bok boook". The librarian gives him yet a third book, but this time as the chicken is running out the door, she follows it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The chicken runs down the street, through the park and down to the riverbank. There, sitting on a lily pad is a big, green frog. The chicken holds up the book and shows it to the frog, saying: "Book, bok, bok, boook". The frog blinks, and croaks: "read-it, read-it, read-it".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.ifla.org/I/humour/humour.htm"&gt;http://www.ifla.org/I/humour/humour.htm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-4174147807562987754?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/4174147807562987754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=4174147807562987754' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4174147807562987754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4174147807562987754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/09/chickens-in-libraries.html' title='Chickens in Libraries'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-3846830871413810451</id><published>2007-09-01T16:07:00.000-07:00</published><updated>2007-09-01T16:12:49.895-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reading'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Activity'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>Gelar Pustaka dan Kampanye</title><content type='html'>Perpustakaan Umum Kota Surabaya Kamis ( 30/8 ) mengadakan acara "Gelar Pustaka dan Kampanye Gemar Membaca" beserta launching program "Reading Three Books Gets Free Gift" di halaman kantor Perpustakaan Pemerintah Kota Surabaya. Acara tersebut dibuka oleh Sekretaris Kota Surabaya. Hadir di acara itu para Kepala Dinas/Bagian Pemerintah Kota Surabaya, perwakilan dari seluruh lapisan jenjang pendidikan mulai SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta di Surabaya. &lt;span class="fullpost"&gt;Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Dra. Arini Pakistyaningsih saat memberikan laporan latar belakang Gelar Pustaka Dan Kampanye Gemar Membaca bahwa pendidikan adalah instrumen atau sarana yang tidak mungkin lagi hanya berada dalam ruang kelas. "Maka Perpustakaan Daerah telah berupaya merealisasikan jawaban permasalahan tersebut dengan menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang menjadi keuntungan bagi para member perpustakaan seperti : Akses Internet gratis, layanan skripsi bagi mereka yang akan menempuh tugas akhir perkuliahan, berbagai macam buku terbitan baru, café buku dan ruangan ber-ac", kata Arini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut juga ditambahkan oleh Soekamto Hadi, SH yang berharap pada "Perpustakaan Umum agar dapat mengkondisikan masyarakat Indonesia gemar membaca sehingga standar potensi dan kualitas hidup masyarakat Indonesia meningkat". Pada kesempatan itu Soekamto Hadi, SH menyerahkan hadiah berupa piagam, trophy dan uang sebesar Rp. 1.500.000,- untuk juara pertama, Rp.1.000.000,- untuk juara kedua dan Rp. 750.000,- untuk juara ketiga untuk berbagai lomba antara lain: lomba Mewarnai tingkat TK yang dimenangkan oleh Levina Aurelia dari TK Santa Lorent Tambaksari, Story Telling tingkat SD/MI dimenangkan oleh Afif Sonny dari SD Margie Dukuh Pakis, Pidato Bahasa Inggris tingkat SMP/MTs dimenangkan oleh Andrew Octavian S SMP Margie Dukuh Pakis, pidato pembangunan tingkat SMA/MA yang dimenangkan oleh Yeni Indah Lestari dari SMA Al-Hikmah Jambangan, Majalah Dinding tingkat SMA/MA kategori kelompok dimenangkan oleh SMAN 16 Tenggilis, Penelusuran Informasi dimenangkan oleh Endang Sri Wahyuni dari SMA 17 Rungkut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam hiburan mewarnai acara tersebut, antara lain : grup band dengan tiga penyanyi yang sangat interaktif dengan para undangan, tari remo khas Suroboyo yang ditampilkan oleh siswi SMPN 2 Kepanjen, ansambel musik dari SD Hangtuah 1 Surabaya, penampilan ¿Story Telling¿ oleh sang juara Andrew Octavian S , pembacaan pidato dalam bahasa Inggris oleh sang juara Afif Sonny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.surabaya.go.id/berita.php?kode=960"&gt;http://www.surabaya.go.id/berita.php?kode=960&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-3846830871413810451?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/3846830871413810451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=3846830871413810451' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3846830871413810451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3846830871413810451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/09/gelar-pustaka-dan-kampanye.html' title='Gelar Pustaka dan Kampanye'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-5532661530641725817</id><published>2007-08-31T06:48:00.001-07:00</published><updated>2008-12-10T15:08:23.290-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>BPS 2007</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cm31svxBM28/RtqW4MFtfDI/AAAAAAAAAAg/onXXwK43dEA/s1600-h/PSTP---.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cm31svxBM28/RtqW4MFtfDI/AAAAAAAAAAg/onXXwK43dEA/s400/PSTP---.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105559019639897138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reminder: Bhakti Pustaka dan Sarasehan (BPS) 2007. Bumi Perkemahan Dlundung, Malang 7-9 September 2007. Diselenggarakan oleh PSTP Unair.&lt;span class="fullpost"&gt;Be There!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-5532661530641725817?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/5532661530641725817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=5532661530641725817' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/5532661530641725817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/5532661530641725817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/08/bps-2007.html' title='BPS 2007'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cm31svxBM28/RtqW4MFtfDI/AAAAAAAAAAg/onXXwK43dEA/s72-c/PSTP---.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-620067720172328153</id><published>2007-08-24T21:38:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T22:03:22.092-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TI'/><title type='text'>Joomla in Libraries</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://blog.lib.unair.ac.id/nurma/wp-content/uploads/2007/07/joomlalibraries1.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://blog.lib.unair.ac.id/nurma/wp-content/uploads/2007/07/joomlalibraries1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Nurma Harumiaty&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;librarian&lt;/span&gt; and love &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;joomla&lt;/span&gt; you should check this out &lt;a href="http://www.joomlainlibrary.com/"&gt;http://www.joomlainlibrary.com/&lt;/a&gt; and join the community. &lt;span class="fullpost"&gt;Joomla In Libraries started as a conference presentation for Computer In Libraries 2007 hosted by Information Today . Joomla In Libraries are growing as a community to provide more helpful information, free resources, and support for libraries interested in using &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Joomla&lt;/span&gt; as their Content Management System.&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://blog.lib.unair.ac.id/nurma/?p=44"&gt;http://blog.lib.unair.ac.id/nurma/?p=44&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-620067720172328153?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/620067720172328153/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=620067720172328153' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/620067720172328153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/620067720172328153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/08/joomla-in-libraries.html' title='Joomla in Libraries'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-801541049828844229</id><published>2007-08-24T20:35:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T20:52:50.384-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Library Science'/><title type='text'>Meledaklah Sekarang atau Tertelan Bumi, Lalu Mati</title><content type='html'>Untuk menyongsong berdirinya alih jalur (Transfer S1) Ilmu Informasi Dan Perpustakaan Unair, blog ini mencoba ikut menyemangati. Sebuah arsip tulisan di “Papyrus” PSTP-FISIP Unair, Edisi XIV Oktober-Desember 2003 coba diketengahkan karena sepertinya masih relevan untuk ditampilkan ulang. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;Hartanto, *Pemimpin Umum Buletin “Papyrus” PSTP-FISIP Unair, Edisi XIV Oktober-Desember 2003&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;Papyrus kembali hadir untuk pembaca. Kali ini dalam rangkaian pesta besar Ilmu Perpustakaan Fisip Universitas Airlangga. Kami hadir saat program studi S-1 Ilmu Informasi dan Perpustakaan hadir di tahun pertama. Kami juga hadir saat hiruk pikuk acara seminar Nasional “Pendayagunaan Institusional Komunikasi Informasi dan Dokumentasi di Era Perdagangan Bebas” yang baru saja digelar hari Senin (6/9/2003) kemarin. Satu lagi moment penting dari terbitnya Papyrus ini adalah pergantian kepemimpian ditingkat program studi. Bu Tri Susantari yang menjabat Ketua Program Studi DIII Teknisi Perpustakaan kini menjadi Ketua Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan. Yang menahkodai PSTP sekarang adalah Bu Iskandiningsih. Semoga banyaknya moment ini akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi bangkitnya semangat dan keinginan untuk semakin memajukan dan menggairahkan IIP-PSTP kita. Oh iya, hampir lupa. Kita juga punya gedung baru yang nampaknya cukup representasi bagi kegiatan dan proses belajar mengajar. Ruang praktek peninggalan Fakultas Sastra yang sebenarnya beberapa waktu masih ditempati –padahal sudah menjadi miliki IIP-PSTP jatah dari Fisip—sekarang resmi berpindah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika astraunot dan pesawat ruang angkasa ingin meninggalkan bumi untuk mengorbit ke bulan atau planet lain, maka sebenarnya energi terbesar diperlukan sesaat ketika meninggalkan bumi dan masuk medan luar angkasa yang bebas pengaruh grafitasi. Disitulah energi besar harus dikerahkan. Kalau tidak maka mereka hanya bisa tebang di daerah bumi tidak bisa lepas dari pengaruh dan bayang-bayang grafitasi bumi untuk tinggal landas. Setelah itu, tarikan energi grafitasi akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya kita akan memasuki fase baru. Kita akan masuk ke dalam sebuah dunia yang mungkin berbeda dengan dulu. Semangat untuk merealisasikan mimpi hadirnya S-1 sudah menjadi kenyataan. Kini, bagaimana kita mengerahkan semua kekuatan yang ada untuk menjadikan kita benar-benar menjadi sebuah jurusan yang berkualitas. Dan kesempatan itu harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jika tidak, evaluasi 2 tahun pertama akan mengubur semua impian. Karenanya, inilah waktu terberat itu. Lalu dengan apa? Semua harus berperan dalam bidangnya masing-masing. Buat kita para mahasiswa, tentu saja prestasi, baik itu intra atau ekstra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, bekal apa yang harus kita miliki? Banyak sekali. Menurut saya pribadi, yang pertama adalah mentalitas kita. Mental untuk tidak mengkonstruksi pikiran kita sebagai orang yang kalah dan merasa menjadi orang nomer sekian. Selama ini kita merasa malu dengan jurusan kita. Kalau kita tidak merubah paradigma berpikir kita, maka kita akan kesulitan untuk bergerak dan berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspresi bathin yang keluar adalah mudah menyerah dan pasrah. Kita harus lebih kreatif dan prigel kata orang jawa untuk berkarya. Kita memang harus realistis dengan kondisi dunia kepustakawanan yang kadang terasa kurang menghargai ilmu perpustakaan. Tapi, toh kita harus cerdas dengan kondisi itu dan tidak mudah merasa putus asa. Penerimaan dan penghargaan dunia kerja yang kadang terasa kurang, menurut saya merupakan seni medan tersendiri. Situasi dan kondisi sekarang sudah berubah drastis beriringan dengan perubahan di bidang sosial dan politik. World Executive`s Digest edisi Juli 1993 menulis “we are entering 21st century with companies designed during 19th century. We need an different approach to business and work. A revolution in management has begun”. Dunia saat ini –dimulai sejak beberapa tahun menjelang pergantian millenium hingga sekarang awal millenium baru ini—sedang berproses mencari tatanan baru. Tatanan baru itu sekarang tidak hanya melulu memerlukan keandalan teknologi dan kecakapan tapi juga kecerdikan. Direktur McKinsey and Co., Richard W Foster memberi alasan mengapa suatu produk berhenti menghasilkan uang bagi perusahaan. “iy`s not only the machine, processes or technologies which might become absolute, it`s also human resources and their thinking process”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir, hal ini harus menjadi pertimbangan kita, karena ruang “grafitasi” kita menjadi sangat luar biasa berat. Apalagi sekarang Unair sedang menyongsong BHMN dengan sangat bergairah. Jika tidak bisa menyiasati ini, maka IIP akan ditutup. Lalu saudara tua mereka –DIII PSTP, tempat saya menuntaskan sks saya yang tinggal 9 SKS itu—akan ditutup juga. Lalu kita berdua akan tertelan bumi dan nama kita hanya akan ada di direktori nama-nama jurusan perpustakaan yang ada di ruang referensi di perpustakaan-perpustakaan yang bahkan tidak akan ada yang membuka. Ah kasiaaaaaaaan deh lu!! (menirukan adik saya sambil jari telunjuknya digoyangkan di wajah saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-801541049828844229?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/801541049828844229/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=801541049828844229' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/801541049828844229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/801541049828844229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/08/meledaklah-sekarang-atau-tertelan-bumi.html' title='Meledaklah Sekarang atau Tertelan Bumi, Lalu Mati'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-8594566651665213320</id><published>2007-08-23T12:20:00.000-07:00</published><updated>2007-08-23T12:43:37.760-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Activity'/><title type='text'>Cerita Dari Negeri Seberang</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pustakawan Mendadak Dosen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Clara Naibaho*&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;Setiap tahun, bulan Agustus selalu membawa kemeriahan tersendiri bagi pustakawan di UI. Pertama, bulan itu bertepatan dengan ulang tahun UI. Kedua, Agustus juga ditetapkan sebagai bulan lahir negeri nan indah ini. Ketiga, bulan delapan merupakan masa-masa tersibuk di kampus karena pelepasan para wisudawan dan penerimaan mahasiswa baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agustus tahun ini, nuansa kesibukan itu sangat terasa bagi pustakawan, karena setelah sekian lama 'berjuang' *tentu saja bukan di medan perang...*, baru tahun ini UI resmi memasukkan materi information literacy (IL) kedalam kurikulum mahasiswa baru. &lt;span class="fullpost"&gt; Meski tidak menjadi mata kuliah khusus, tapi dimasukkannya materi IL dalam kurikulum Pendidikan Dasar Pendidikan Tinggi (PDPT) UI merupakan apresiasi terbaik dari pihak akademik. Maka selama seminggu, 42 orang pustakawan UI terjun ke kelas-kelas 'menggarap' 4.000 mahasiswa baru UI dengan materi IL. Ke 4000 mahasiswa ini dibagi dalam 120 kelas, setiap kelas terdiri dari 35 mahasiswa, dan setiap kelas diberi sesi 4 jam. Weleh...weleh. ..... seperti syuting sinetron kejar tayang yak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung karena jauh-jauh hari Perpustakaan UI telah menyiapkan segala sesuatunya. Modulnya sudah 2 tahun yang lalu dibuat. Instrukturnya? Sudah diberi TOT, pelatihan teknik dan kiat presentasi efektif, pelatihan leadership, pelatihan layanan prima, sampai aoutbound. Tujuannya supaya pustakawan pe de berdiri di kelas dengan senyum termanis dan membawakan materi dengan smart! Intinya adalah ingin menampilkan wajah-wajah pustakawan nan bersahabat dan 'berisi' *maksudnya otaknya lho...*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi persoalannya ternyata tidak berhenti sampai disitu. Setiap hari instruktur mengadakan evaluasi terhadap kegiatan hari itu. Feedback dari mahasiswa dirangkum untuk dijadikan masukan di kelas berikutnya. Dan setelah kegiatan selesai, hasilnya cukup menyenangkan : 100% mahasiswa mengatakan materi IL sangat bagus dan relevan dengan mereka; 99% mahasiswa mengatakan bahwa pustakawan UI menguasai materi, 98% mahasiswa mengatakan pernah mendengar tentang materi tapi tidak memahami, 80% mengatakan mereka sangat membutuhkan bantuan perpustakaan sebagai sumber informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi persoalan adalah proses belajar. Saya pribadi agak heran dengan 'tuntutan' mahasiswa sekarang mengenai suasana belajar. 90% mengharapkan suasana di kelas harus fun, banyak joke, musik, games, dan diskusi kelompok. Soal musik kita bisa atasi. Jadi, di saat diskusi kelompok, mereka boleh request lagu. Yang keder pustakawannya. .. *kayak saya*.... soalnya mereka minta lagu-lagu jaman sekarang, termasuk 'kucing garong'. Di laptop yang saya pake yang ada lagu Raihan semua..... Kontan deh mahasiswa koor :"uuuuu..... kuno ah!" Terpaksa saya berburu lagu2 Samson, Ungu, Coklat, Peter Pan, dsb. Busyet! Saya dipaksa melek band-band anak mudah jaman sekarang. Padahal, gak suka banget...*saya tetap hanya cinta 'local content'...lagu Batak......*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu games. Ini juga tidak masalah karena dalam banyak pelatihan kita banyak dapat permainan untuk 'menghidupkan' kelas. Yang agak sulit adalah 'joke', secara tidak semua orang kan punya bakat jadi pelawak....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau masih ada beberapa kendala, kami para pustakawan di UI sangat lega mengingat 4000 pengguna sudah paham soal call number, OPAC (tadinya mereka pikir itu keripik goreng), online journal, layanan yang ada di perpustakaan UI, fasilitas, dan hal-hal lain yang sangat mendasar tentang perpustakaan. Satu hal yang sangat menarik juga, mahasiswa sangat tertarik soal plagiat, materi yang memang tercakup dalam IL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bilang, selalu ada hikmah dari setiap kegiatan. Ketika kegiatan usai dan para pustakawan punya waktu untuk selonjor kaki sambil menyeruput teh hangat atau menghirup aroma kopi kental yang masih panas, beberapa komentar bermunculan :&lt;br /&gt;"Ternyata gak mudah ya jadi dosen...." (....he...he. .. emberrr....! )&lt;br /&gt;"Capek juga ya ngajar setiap hari..." (...... hi...hi....baru tahu...!)&lt;br /&gt;"Susah juga ya buat kelas gak ngantuk...(" .... bah!... baru sadar kau...!)&lt;br /&gt;"Kita perlu outbound lagi nih..." (...yukkkk.. ..mau banget.....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu episode baru saja usai. Kegiatan lain masih menunggu. Bulan September nanti pustakawan UI diminta memberikan materi IL untuk dosen-dosen metodologi penelitian dari seluruh fakultas di UI. Pertama mendengar berita itu, hati ini melonjak kegiarangan. Akhirnya! Tapi begitu melihat daftar pesertanya, perut kontan mules...... semuanya bergelar Prof., Dr., Ph.D. Matilah awak...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin rekan-rekan pustakawan dari universitas lain punya pengalaman lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Pustakawan UI&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;Keterangan: Seperti dituturkan Clara dalam milis ICS pada tanggal 22 Agustus 2007&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-8594566651665213320?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/8594566651665213320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=8594566651665213320' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8594566651665213320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8594566651665213320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/08/cerita-dari-negeri-seberang.html' title='Cerita Dari Negeri Seberang'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-6611272913615471900</id><published>2007-08-22T08:11:00.000-07:00</published><updated>2007-08-22T08:21:20.985-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Quote'/><title type='text'>"Quote Of The Day"</title><content type='html'>"The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  [Masa depan hanyalah milik orang-orang yang percaya akan keindahan mimpi-mimpi mereka].   -- Eleanor Roosevelt --  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-6611272913615471900?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/6611272913615471900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=6611272913615471900' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/6611272913615471900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/6611272913615471900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/08/quote-of-day_22.html' title='&quot;Quote Of The Day&quot;'/><author><name>adhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-4571345505868344059</id><published>2007-08-22T03:00:00.001-07:00</published><updated>2007-08-22T03:10:32.175-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Activity'/><title type='text'>Alih Jalur di Unair</title><content type='html'>Diskusi di milis pstp_net tentang Alih Jalur Unair. Diskusi pada sekitar Juli-Agustus 2007.&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;satu sore di chatroom &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;#pstpunairgitulhoh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;endang_fitriyah:&lt;/span&gt; Rek rek, iki lho onok pengumuman alih jalur (Transfer S1) Ilmu Informasi Dan Perpustakaan Unair. Wis tak attach pengumumane nang milis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;findheri:&lt;/span&gt; Terima kasih Bu Endang atas infonya. Sayangnya attachmentnya gak masuk ke milis.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;santoso_mhgn:&lt;/span&gt; Saya gak tahu secara pasti, yang jelas kemarin saya bisa buka attachment dari "mbak" Endang, kalo gak salah SPP persemester 2,5 juta dan SP3 4,5 juta dibayar sekali selama pendidikan, kemudian beban kuliah 64 sks ( 4 semester) masuk jam 1/2 lima s.d. 1/2 sepuluh......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya sekaligus mau tanya, apakah SP3 bisa diangsur selama kuliah ? apakah ada biaya lagi selain 2 hal tsb diatas, misalnya, ujian skripsi, praktik dsb...dsb...(kalo wisuda pastinya mbayar lagi....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;endang_fitriyah: &lt;/span&gt;Iki onok pesene Pak Imam "Alih jalur untuk tahun ini dipersyaratkan untuk lulusan d3 perpustakaan arsip atau sejenisnya.&lt;br /&gt;Pendaftaran:&lt;br /&gt;tgl 6-10 Agustus di GSG bersamaan dengan Diploma&lt;br /&gt;biaya pendaftaran Rp. 250.000&lt;br /&gt;- SP3 dibayar sekali selama kuliah, 4.5 juta dibayar ketika dinyatakan lulus ujian / daftar ulang&lt;br /&gt;- SPP 2.5 jt persemester&lt;br /&gt;Perkuliahan:&lt;br /&gt;Wajib menempuh sekurang-kurangnya 65 SKS, kuliah pada hari senin-jum'at jam 16.30-21.30 WIB. semester 1-3 kuliah, dan semester ke-4 SKRIPSI.&lt;br /&gt;mengenai biaya SP3 sejumlah 4,5 jt, itu adalh hasil negosiasi Jurusan ke rektorat yang semula 7.5 jt. Semoga bisa membantu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------&lt;br /&gt;satu malam di unit clayton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;nove_hartanto:&lt;/span&gt; itu lho haney, ada transfer S-1. kamu katanya pengin transfer.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;harlagisedih: &lt;/span&gt;ogah. mosok di-ajar bojo dewe. lha lek ga lulus yak opo? isin kan? tapi enak juga sakjane ya? soal ujian mu tak curi di rumah hihihihihi....&lt;br /&gt;gak kok bercanda. Liat entar deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------&lt;br /&gt;Conversation on chatroom &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;#pstpunairgitulhoh&lt;/span&gt; continue....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;endang_fitriyah: &lt;/span&gt;Rekan-rekan, ini ada koreksi lagi. Setelah melakukan koordinasi dengan panitia PMDK Unair, disepakati bahwa biaya SP3 program alih jalur Ilmu Informasi dan Perpustakaan Universitas Airlangga th. ajaran 2007-2008 yang semula diumumkan Rp. 4.500.000,- diturunkan menjadi Rp. 4.000.000,-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lib_crew:&lt;/span&gt; Alhamdulillah,akhirnya di Unair sudah ada alih jenjang ke S1... Salut perjuangan sama dosen2 smua....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dwitono:&lt;/span&gt; Sekedar info saja untuk Bapak/Ibu Pengelola Alih Jalur. Soal biaya..kalau di komper dgn program sejenis di PTN/PTS pengelola JIP, rasanya tawaran JIP Unair masih terasa berat.&lt;br /&gt;Itungan kasarnya :&lt;br /&gt;1. Biaya SP3 = Rp. 4 Juta&lt;br /&gt;2. SPP 2,5 juta / semester x minimal 4 semester = 10 juta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi Total jendral.. kalau calon peserta lulus dalam 4 semester minimal harus siap dengan duik 14. juta. iki nek gak molor..lho, masalahnya khan banyak peserta sudah bekerja nduwe anak bojo...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya nggak tahu di WK bayar piro.. tapi di Unpad tentu tidak se mahal ini, bahkan sitem paket misal kuliah dari D3 sampai Lulus, dikenakan biaya 8 juta [include sumbangan spp] paling keluar ongkos fotocopy sama beli buku. Tentu harus ada kekuatan dan nilai tambah...yang menarik, sehingga orang memilih Unair selain sekedar PTN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BTW, ini satu langkah..yang perlu di dukung dan dicoba.. tentu dengan mendengar kemampuan audience di Surabaya dan Jatim...dan komunitas lulusan D3 sing pingin nerusno S1. Ojok sampek usaha yang bagus ini.."gak payu" soale dirasa kelarangen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;endang_fitriyah:&lt;/span&gt; Terima kasih atas tanggapan dari Bp. Didik Witono.&lt;br /&gt;Perlu kami informasikan bahwa biaya untuk melanjutkan ke jenjang S1 di Unair memang mengikuti ketentuan masing-masing fakultas yang mana untuk FISIP jalur PMDK menetapkan SP3 nya Rp. 7.500.000 juta untuk semua program S1 (4 th. kuliah), sementara kita yang jenjang alih jalur (logika 2 th kuliah) menetapkan SP3 Rp. 4.000.000,-. Pengelolaan SP3 dan SPP terintegrasi dengan rektorat jadi tidak dikelola oleh program sendiri seperti yang dilakukan pihak unpad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun lebih tinggi dari unpad tapi kita masih mengakomodir kebutuhan alumni yang bekerja di wilayah surabaya dan sekitarnya untuk melanjutkan pendidikan di PTN tanpa mengganggu waktu kerja karena perkuliahan diadakan sore hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kukuh:&lt;/span&gt; Sekarang di Surabaya (Jatim) ada kesan kalu kuliah di UNAIR yang paling mahal. Untuk segala jalur (kayak bis aja) jika dibandingkan dengan PTN lain di Surabaya (Jatim). Nggak tau apakah ini efek dari PTBHMN atau yang lain, tapi mudah2an bukan komersialisasi pendidikan. Apalagi kalo kita lihat mahasiswa yang masuk melalui PMDK yang jalur non-prestasi. Kayaknya mending kuliah di Singapur atau Malay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan kuliah bisa murah... Tanya kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;endang_fitriyah: &lt;/span&gt;Maaf bukan udur-uduran dan bermaksud menyangkal soal mahalnya kuliah di unair.&lt;br /&gt;Kalau mau coba bandingkan dengan PTN lain soal biaya kuliah via SPMB ternyata unair paling murah, registrasi maba unair thn ini cuma Rp. 1.150.000 untuk kelompok IPS dan selisih 100 rb lbh tinggi u kelompok IPA. Di ITS, Unesa dan lainnya mencapai 4 jt lebih u daftar ulang via spmb.&lt;br /&gt;Kalau bicara mengenai PMDK itu soal lain dan prodi sudah berupaya sekuat tenaga untuk mengakomodasi kebutuhan alumni dan dibukanya alih jalur inilah hasilnya. Semoga prodi kita terus berkembang dengan dukungan semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;santoso_mhgn:&lt;/span&gt; Tersebarnya informasi mengenai alih jalur di S1 Perpustakaan UNAIR (saya sebut demikan saja untuk mempermudah penulisan) beserta biaya-biayanya menjadikan suatu geliat yang mengarah pada fenomena "membandingkan" jalur ini dengan yang sederajat di institusi lain. Hal ini wajar karena sebagai posisi konsumen tentunya para alumni atau lulusan D3 yang ingin transfer ingin mendapatkan layanan jasa sesuai yang diharapkan, umumnya mereka ingin mendapatkan pendidikan dengan biaya terjangkau dengan fasilitas yang memadai, tentunya dalam need analysis hal ini sudah dipikirkan oleh manajemen FISIP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri juga tidak tahu pasti, apakah secara average dengan biaya SP3 Rp 4.000.000 + Persemester Rp 2.500.000 dapat terjangkau oleh alumni yang notabene mereka sudah banyak bekerja di berbagai instansi. Mungkin kalau dibiayai oleh institusi yang bersangkutan hal itu tidak terlalu membebani alumni, tetapi kalau biaya tersebut ditanggung secara individu, apalagi mungkin mereka juga sudah berkeluarga dengan pengeluaran yang saat ini harga-harga serba fluktuasi bisa jadi mereka tidak memilih UNAIR meskipun "brand image" - nya bagus. Bagi alumni yang dibiayai institusi untuk alih jalur, bersyukurlah, untuk yang biaya sendiri, apalagi pas-pasan, berusahalah dan jangan kecewa jika usaha itu ternyata jauh dari yang diharapkan. Alih jalur ini hanyalah pilihan melanjutkan jenjang pendidikan, apapun kenyataannya sebagai bagian dari alumni UNAIR kita tetap menjunjung tinggi almamater kita. Kalau memang biaya pendidikan yang menjadi "momok", kita berharap kedepan manajemen FISIP akan memikirkan kembali besaran biaya yang ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini bukannya saya underestimate dengan alumni PSTP, khususnya tentang penghasilan mereka ketika dihadapkan dengan pilihan pendidikan S1 Perpustakaan. Tetapi mari kita membaca ke diri kita masing-masing. Bagi yang mampu silahkan meneruskan, bagi yang tidak mampu ........ ada upaya lain, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memberikan feedback terkait dengan biaya tersebut&lt;br /&gt;2. Menabung atau "mencicil" :&gt;&lt;br /&gt;3. Mencari dukungan sponsorship&lt;br /&gt;4. Mengajukan proposal ke institusi bahwa pendidikan S1 Perpustakaan penting bagi&lt;br /&gt;pustakawan saat ini&lt;br /&gt;5. Memilih diam atau kuliah di lain tempat saja (wah boikot.....!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kondisi pribadi, sebenarnya pengen alih jalur, tapi tuntutan Profesi Pustakawan yang saat ini harus mandiri dengan dihadapkan perkembangan IT membuat saya berpikir 2x. Kuliah di bidang IT atau Perpustakaan ? Semoga teman-teman alumni PSTP yang mampu alih jalur dapat dengan lancar menempuh pendidikannya, bagi yang tidak mampu pasti ada jalan keluarnya..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;adi-wiyono:&lt;/span&gt; Pak San, adakah option ke enam...???&lt;br /&gt;Kalau ada option ke enam, bisa dikasih pilihan....&lt;br /&gt;6. Terlanjur enak cari duit, jadi males mau kuliah lagi... : )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;buddy_koe:&lt;/span&gt; " Hidup ini sudah susah, jangan dibikin susah.... Hidup Harus ROSO - ROSO !!!" semboyan tersebut merupakan jawaban dari segala tantangan yang kita hadapi sekarang. Apa yang dikatakan oleh : Mbah Maridjan sudah tergambar pada segala hal dewasa ini .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dunia pendidikan yang nota bene merupakan kebutuhan, pada akhirnya menjadi suatu hambatan. Hambatan klasik yaitu masalah dana.&lt;br /&gt;Mungkin para alumners PSTP D3 sangat antusias menyambut datangnya alih jenjang S-1 Perpustakaan ini. Namun begitu jangan sampai sambutan ini menjadi bumerang PSTP sendiri karena masalah biaya kuliah yang dirasa cukup mahal, dan dirasa sangat sia - sia karena peminatnya berkurang, hanya karena terbentur masalah biaya operasional kuliah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bisa dikatakan alih jenjang merupakan bisnis pendidikan ????&lt;br /&gt;atau Alih jenjang merupakan suatu pemenuhan kebutuhan jaman ??? Who Knows....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya jika, UNAIR sudah membuka jalur alih jenjang S-1 Perpustakaan, sudah memikirkan bagaimana output S-1 Perpustakaan ( alih Jenjang ) untuk kemudian dapat dioptimalkan yah... paling tidak ada jaminan kalo' lulusan transferan dapat bekerja ke instansi yg lebih baik, bermutu dan berkompeten. Mengingat biaya yang dikeluarkan juga bukan main - main. sekurang 2 nya kita harus merogoh kocek sejumlah 14 juta. Itupun kalo' kita lulus dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi secara logika, kita keluar dari S-1 Perpustakaan ( alih jenjang ) harus mendapat pekerjaan yang layak, dengan gaji standard Rp. 3 - 4 Juta perbulan. Untuk menutupi biaya operasional kita selama kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja PSTP mau jujur, dan transparansi pihak UNAIR sangat dibutuhkan.... dari biaya segitu untuk apa saja ? trus kita di fasilitasi seperti apa ?....&lt;br /&gt;Ma'af bukannya saya menyambut dengan penuh rasa curiga, semoga ini merupakan kritik membangun demi PSTP kita tercinta. Harapan kami semoga masalah biaya pendidikan ini dipertimbangkan lagi.... kalau bisa terjangkau oleh kami - kami yang mempunyai niat baik untuk menambah ilmu / wawasan, semoga niat yang baik di sambut dengan wujud nyata yang baik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga S-1 menjadi pilihan tetap kami, harapan kami mohon di pertimbangkan lagi, mengingat kami mempunyai keinginan tetapi belum didukung cukup oleh kemampuan yang dirasa cukup memberatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;rif_nal: &lt;/span&gt;menurut Prof. Kuncoroningrat, salah satu keburukan dari masyarakat di negeri ini adalah meremehkan yang namanya kualitas. termasuk dalam hal pendidikan.&lt;br /&gt;masyarakat kita lebih memilih sesuatu yang murah namun tidak berkualitas dari pada yang sedikit mahal namun bagus.&lt;br /&gt;memang tidak ada jaminan bahwa lulus dari alih jalur S1 IIP bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. kalo kita berfikir ideal kuliah tidaklah untuk mencari kerja tapi mencari ilmu. tapi kalo kita berfikir pragmatis kuliah adalah sarana untuk mencari kerja. kalau cara berfikir ke dua yang menjadi pertimbangan untuk kuliah, kenapa dulu kita memilih PSTP. semua tentu sudah tahu jawabannya.&lt;br /&gt;secara pribadi saya termasuk orang yang mendaftar untuk masuk ke alih jalur. saya juga merasakan bahwa biaya tersebut memang mahal apalagi harus saya tanggung sendiri. tapi demi memperoleh kualitas dari suatu pendidikan..tak apalah. ini bukan berarti saya setuju dengan mahalnya biaya pendidikan. namun jika kita ragu terhadapa kualitas PSTP, bagaimana dengan kualitas teman-teman yang dulunya kuliah di situ?.&lt;br /&gt;bukankah kita sekarang jauh lebih cerdas daripada dahulu. kita memiliki daya kritis terhadap persoalan pendidikan yang secara tidak langsung juga kita peroleh ketika kita kuliah di PSTP.&lt;br /&gt;jika pembukaan alih jalur dianggap sebagai sesuatu yang pragmatis oleh teman-teman. lalu bagaimana dengan universitas swasta di surabaya yang membuka jurusan ilmu perpustakaan yang mengabaikan mutu dan kualitasnya hanya untuk menampung lulusan PSTP unair?&lt;br /&gt;bagaimana pula dengan lulusan PSTP unair yang hanya demi mendapatkan gelar sarjana rela untuk menempuh pendidikan di institusi yang menawarkan biaya murah namun tidak bermutu? bukankah itu sangat oportunis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;santoso_mhgn: &lt;/span&gt;Lo rame to.......!?!?&lt;br /&gt;Iki sik masalah kuliah tok durung liyane, ancene arek PSTP iku....yo wis ngono iku opo eneke, bloko sutho, sing penting tetep rukun, ayok opo sing enek iki (alih jalur) iso ndadekno PSTP tambah apik. Mangkane lek sek onok sing gak kuat mbayar, monggo diwarah nang "bose alih jalur".....ngomong ae "Bos aku gak kuat mbayar lek sak mono iku, yak opo iki, padahal aku pengen alih jalur"....engkok lak mesti ono dalane....wis ta lah yakin onok dalane....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;La sing wis kuliah yo kudu temenan, soale kaet mbiyen PSTP iku pengen dadi S1, gak mung D3 tok ae, lha saiki wis dadi S1 malah onok sing ngalor onok sing ngidul.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atek produk jasa iku gak iso dirakasakno langsung lo rek.....isok-isok mari lulus baru kroso, sakliyane iku teori sing diterimo pas kuliah iku roto-roto 5 taun mundur, mangkane murah oleh elek ambek larang oleh apik iku yo durung mesti, sembarang onok ukurane, ono parametere, onok feedbacke ambek onok surveyne pisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamulo sing saiki gak iso kuliah ojok putus asa goro-goro biaya, sik akeh dalan rek...! ojok kuatir, terus yo ojo minder yoooo...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sing saiki wis kuliah....kudu sing temenan, syukur nang pengeran sampeyan isih diwenehi kesempatan alih jalur.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak-Mas alumni lan Bapak-Ibu Dosen, sepurone sing akeh lo yo, yak opo maneh ancene urip sosial iku yo ngono iku, onok sing rame, onok sing meneng, onok sing anteng onok sing ....... gendheng.....kabeh dadi isine dunyo supoyo saling ngisi...saling ngelengno yo saling....ngutangi.....wakakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wis rek ngono ae gak usah didawakno sakno kibote sampeyan bolak balik dipetak pitek tok, skali-kali yo di elus-elus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wak To, opo isine e-mail iki dilebokno blogspot...?!? pesenku sing suroboyoan iki gak usah, iki cumak ludrukan ....wakakaka ngkok mundak isin....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;harlagisedih:&lt;/span&gt; [Wak to manggut manggut] hmmm......&lt;br /&gt;omong suroboyo e peno kok yo "lekoh" tenan. iki aku moco imele sampeyan ambe bojoku ngguyu. tunggu beberapa saat lagi, semoga sik onok sing berpendapat soal iku. nah baru nanti di-mblogspot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;panduimut:&lt;/span&gt; aku nulis email ini dari warnet iglo ketika nungguin istriku ikutan tes transfer S-1. menarik sekali mengikuti perkembangan diskusi mengenai transfer s-1 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku cuman pengen cerita tentang istriku. ketika dia memutuskan ingin kuliah lagi aku bertanya apakah kuliah lagi itu kebutuhan atau sekedar keinginan. dia jawab dua-duanya. kebutuhan karena dengan kuliah dia bisa lebih meningkatkan status di tempat kerja yang berhubungan dengan gaji. dan yang tak kalah penting adalah untu menghindari stagnasi otak. dengan kuliah&lt;br /&gt;lagi menurutnya bisa memacu otak untuk terus berpikir. lalu saya tanya, kenapa nggak di uwk yang lebih murah? dia jawab ya jelas beda kualitasnya dong, lagian diunair dia merasa ada chemistry. mendengar jawabannya yang sangat logis saya mendukunya seratus persen. lagi pula alhamdulliah kami banyak diberi kemudahan oleh Allah. anak kami dieomg oleh neneknya jadi istriku bisa lebih fokus kuliah. masalah biaya, walau kami belum megang sekarang, kami yakin bahwa niat baik selalu diridloi-Nya. amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kukuh:&lt;/span&gt; Sebaiknya jangan meng-underestimate suatu lembaga. Perlu diketahui, Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya telah melalui proses akreditasi dan memperoleh status Akreditasi B. Lumayan kalau buat pendatang baru.&lt;br /&gt;Kalau meremehkan lembaga yang telah di-akreditasi berarti sama saja dengan meremehkan akreditornya dalam hal ini Direktorat Pendidikan Tinggi Depdiknas. Depdiknas = Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah kualitas sih tergantung orangnya mas... Jangan ditanya dimana ladangnya, tapi siapa petaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;rif_nal:&lt;/span&gt; semoga milis ini dapat terus bertahan. ternyata semangat untuk berdiskusi masih dimiliki oleh sejumlah alumni meskipun telah disibukkan oleh rutinitas kerja. Viva PSTP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;findheri:&lt;/span&gt; beberapa teman bilang kualitas sebanding dengan harganya. Namun ada juga yg harga murah tapi kualitas gak kalah bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan perbincangan ini dua instansi di Surabaya yg menyediakan program alih jenjang perpustakaan dapat berjalan seiring sejalan memberikan yg terbaik. Kalo gak salah alumni dari UWK sendiri sudah mulai banyak bertebaran di instansi2 di Surabaya dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;buddy_koe: &lt;/span&gt;Mbahas masalah alih jenjang emang, ada yang pro dan kontra. Tapi semuanya itu kembali kepada kitanya. Sebetulnya untuk masalah perbandingan antara S-1 swasta dan negeri kalo' aku bilang yo wis podo ae. lha wong UNAIR yo S-1 ne wis podo karo ekstension kok. Lagian kalo' UNAIR kan jadi trendsetternya dan barometernya kehidupan perpustakaan di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya setuju ama mas Kukuh, jangan melihat ladangnya tapi lihatlah petaninya yang merintis, untuk selalu tetap kreatif untuk menciptakan bibit dan formula yang bermutu, meskipun tidak sebagus Negeri. Tapi dengan nilai kreativitas, jangan anggap remeh karena jaman sekarang yang mampu mengendalikan inovasi itulah pemenangnya. Jadi untuk Negeri bersiap - siaplah untuk bersaing dengan Pustakawan Luar Negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja menurut Koentjanraningrat, bahwa masyarakat Indonesia, lebih mementingkan gengsi daripada isi, itu sih sah - sah aja. Lha wong nek menurut penggolongan Koentjaraningrat orang Indonesia iki isine :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengen enak tapi emoh urip soro&lt;br /&gt;2. Malas dan banyak pertimbangan&lt;br /&gt;3. Bekerja lambat dan gak praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka dari itu , untuk mengubah itu semua, ayo kita mulai belajar, bahwa instansi mana aja baik itu swasta maupun Negeri semua itu ada ilmunya. Dan kita belajar juga penuh usaha, meskipun hanya dari sekedar niat saja, tapi lebiyh baik dilaksanakan daripada ndak sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-4571345505868344059?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/4571345505868344059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=4571345505868344059' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4571345505868344059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4571345505868344059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/08/alih-jalur-di-unair_22.html' title='Alih Jalur di Unair'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-3091501885866377126</id><published>2007-08-17T05:16:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:08:23.493-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><title type='text'>Sejarah Yahoo! dan Google</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_64AZG-9uyOA/RsWUqEzAEpI/AAAAAAAAADE/DFb8wngW5e4/s1600-h/yahoogoogle2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099645603630027410" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_64AZG-9uyOA/RsWUqEzAEpI/AAAAAAAAADE/DFb8wngW5e4/s320/yahoogoogle2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sejarah Yahoo! dan Google&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;Pernahkah terpikir dalam benak kita, bagaimanakah the best website based email dan the biggest search engine yang ada di internet itu terbentuk ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Website terbaik berbasis email adalah Yahoo!&lt;br /&gt;Dan mesin pencari terbesar adalah Google. Inc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya, yaitu Yahoo dan Google dibuat oleh para mahasiswa ketika masih mahasiswa.!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yahoo! adalah sebuah portal web populer yang dioperasikan perusahaan yang bernama Yahoo! Inc.. Yahoo! pada awalnya hanyalah semacam bookmark (petunjuk halaman buku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide itu berawal pada bulan April 1994, di mana saat itu dua orang alumni Universitas Stanford mendapat liburan ketika profesor mereka pergi ke luar kota karena cuti besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa teknik David Filo dan Jerry Yang mempunyai sedikit pekerjaan yang harus dilakukan selain menjelajah internet. Mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk mengkompilasi sebuah daftar bookmark yang besar, yang dikelompokkan berdasarkan subyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka berfikir, mengapa tidak memasukannya di web? Mereka kemudian bekerja membuat sebuah program database untuk menanganinya, yang dapat memberikan hasil secara online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koleksi bookmark tersebut, sekarang dikenal sebagai Yahoo!, menerima sejumlah 80 juta pengunjung setiap bulan (sensus tahun 2000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Google, Inc. (NASDAQ: GOOG) didirikan pada 7 September 1998 di ruang garasi rumah teman mereka di Menlo Park, California. Pada Februari 1999, perusahaan tersebut pindah ke kantor di 165 University Ave., Palo Alto, California sebelum akhirnya pindah ke "Googleplex" pada akhir tahun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Google adalah mesin pencari di Internet yang berbasis di Amerika Serikat. Google merupakan salah satu mesin pencari paling populer di web dan menerima setidaknya 200 juta permintaan pencarian setiap hari melalui situsnya dan situs-situs web kliennya seperti American Online (AOL). Kantor pusat Google berada (di "Googleplex") di Mountain View, California.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Google berawal dari proyek penelitian dua mahasiswa Ph.D. Universitas Stanford, Larry Page dan Sergey Brin pada awal 1996 yang mengembangkan teori bahwa sebuah mesin pencari yang berdasarkan analisis matematika hubungan antara situs-situs web akan memberikan hasil yang lebih baik daripada dengan menggunakan teknik-teknik pencarian dasar yang digunakan pada saat itu. Sistem ini pada awalnya dinamakan BackRub karena menggunakan backlink untuk memperkirakan seberapa penting sebuah situs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakin bahwa halaman dengan paling banyak link menuju halaman tersebut dari halaman-halaman web relevan lainnya merupakan halaman-halaman yang paling relevan, Page dan Brin memutuskan untuk mencoba tesis mereka sebagai bagian dari studi mereka - ini menjadi fondasi bagi mesin pencari mereka.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-3091501885866377126?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/3091501885866377126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=3091501885866377126' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3091501885866377126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/3091501885866377126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/08/sejarah-yahoo-dan-google.html' title='Sejarah Yahoo! dan Google'/><author><name>adhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_64AZG-9uyOA/RsWUqEzAEpI/AAAAAAAAADE/DFb8wngW5e4/s72-c/yahoogoogle2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-8417251469471367084</id><published>2007-08-15T22:22:00.000-07:00</published><updated>2007-08-15T22:37:25.190-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reading'/><title type='text'>Buku Untuk Anak pada Hari Anak</title><content type='html'>Oleh: DWI PRIHASTUTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Jawa Pos, Senin, 23 Juli 2007&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;Di bulan ini, ada tanggal yang istimewa bagi seluruh anak Indonesia. Tanggal tersebut adalah 23 Juli yang selalu diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Biasanya, banyak kalangan menyambut hari tersebut dengan menyelenggarakan acara bernuansa permainan yang mendidik. Mungkin juga ada beberapa orang tua yang memberikan kado bagi anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarang orang tua yang menghargai anak di hari anak dengan memberikan buku. Saya pribadi sangat menyadari jika budaya memberikan kado berupa buku masih sangat jarang. Apalagi untuk balita. Kado yang umum diberikan adalah mainan atau baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, setiap orang tua pasti berusaha memberikan yang terbaik bagi anaknya. &lt;span class="fullpost"&gt;Mulai dari pakaian dan mainan yang bagus hingga makanan bergizi bagi tubuhnya. Bahkan, sebagian dari kita memberi vitamin-vitamin tambahan agar anak selalu sehat. Itu semua untuk tubuhnya. Lalu, bagaimana gizi dan vitamin untuk otak dan jiwanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para ahli, usia 1-5 tahun adalah masa emas (golden age) dalam perkembangan kecerdasan seorang anak. Selain makanan bergizi, dibutuhkan pula rangsangan-rangsangan dari luar yang mampu menstimulasi perkembangan otak balita hingga maksimal. Rangsangan itu bisa berupa buku-buku yang bermutu (bukan hanya bagus karena banyak buku yang bagus tapi tidak bermutu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi telah mengenalkan buku pada anak saya semenjak 0 bulan. Bahkan, semenjak anak saya masih dalam kandungan, secara rutin saya bacakan buku anak. Hingga sekarang, Najma, anak saya menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap buku dan bahan bacaan lainnya seperti koran dan majalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lucu, ketika upacara mitoni (tujuh bulanan dalam kalender jawa/turun tanah) spontan Najma memilih buku di antara barang-barang lain seperti uang, cermin, dan mainan saat dikurung dalam sangkar ayam. Selain untuk memaksimalkan perkembangan otaknya, tujuan lain saya mengenalkan bacaan pada Najma adalah untuk meminimalkan pengaruh televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang tua, saya sangat khawatir dengan pengaruh televisi bagi perkembangan jiwa anak. Masih kuat terekam dalam memori ketika tayangan Smack Down di salah satu televisi swasta menimbulkan kehebohan karena beberapa anak menjadi korban setelah meniru tayangan tersebut. Saya percaya, jika semenjak dini anak telah dikenalkan dengan aktivitas membaca, maka kelak akan membentuk budaya membaca. Jika anak telah memiliki budaya baca yang tinggi, maka anak akan cenderung memilih membaca daripada menonton televisi secara berlebihan. Tahun lalu, saya teringat ketika Yayasan Kita dan Buah Hati bersama Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) mencanangkan Hari Tanpa TV di Hari Anak Nasional. Semoga pada tahun ini juga dicanangkan kampanye serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada buku untuk anak, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan jika kita ingin memberikan buku bagi si kecil. Pertama, perhatikan usia si kecil, apakah masih bayi atau sudah berusia 5 tahun ke atas. Untuk bayi hingga 5 tahun, pilihlah buku yang berhalaman tebal dan penuh warna. Agar lebih menarik perhatian, pilihlah yang bertipe pop up (bergambar 3 dimensi seperti buku Bobi si Burung Hantu) atau lift the flap (ada bagian dalam halaman yang bisa dibuka dan menunjukkan gambar yang tersembunyi seperti Buku Anak Hewan ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tipe buku tersebut memang relatif mahal, namun sangat merangsang kreatifitas dan imajinasi anak. Selain jenis buku, berdasarkan pengalaman pribadi saya, bayi dan balita cenderung suka buku yang bercerita tentang hewan. Melalui buku pula, kita bisa membuat si kecil melakukan aktifitas tertentu. Keponakan saya yang berumur tiga tahun, semula malas sikat gigi. Namun, setelah dibacakan buku yang berjudul Benji Sakit Gigi, dia jadi rajin sikat gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, jika si kecil sudah menunjukkan minat yang tinggi akan buku, kita bisa mulai mengenalkan buku-buku cara membaca bagi balita. Ada beberapa metode membaca yang ada di pasaran saat ini. Metode paling mutakhir adalah membaca berdasar kata, bukan berdasar suku kata. Jadi, pilihlah buku cara membaca bagi balita yang menyajikan gambar benda disertai namanya seperti kata mobil yang disertai namanya. Namun, jangan lupa untuk tidak terlalu memaksakan aktivitas ini pada anak. Jagalah agar aktivitas itu agar tetap menyenangkan dan tidak membebani si kecil. Jangan sampai si kecil menjadi korban kebanggaan orang tua yang berambisi anaknya pandai membaca di usia dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila si kecil telah berusia 5 tahun keatas dan sudah bisa membaca, akan jauh lebih mudah untuk memilihkan buku baginya. Tersedia banyak pilihan jenis buku baik yang berupa buku cerita anak maupun yang berupa komik seperti Biografi Orang Sukses. Komik jenis ini sangat banyak penggemarnya di tempat saya bekerja. Selain kata-katanya sederhana dan lucu sehingga mudah dipahami, gambarnya pun sangat menarik. Dan yang terpenting kisah sukses para tokoh yang tersaji bisa menambah wawasan dan motivasi untuk bisa sesukses mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis buku lain yang menurut saya sangat layak untuk kado bagi si kecil adalah buku cerita karangan anak-anak seusia mereka. Mungkin pembaca sudah mengenal nama Aini, gadis mungil berusia 8 tahun kelahiran Malang yang masuk Muri (Museum Rekor Indonesia) sebagai penulis kumpulan cerpen termuda saat dirinya berusia 7 tahun. Menurut pengakuan Aini, karya yang dihasilkannya tidak lepas dari upaya orang tuanya yang telah mengenalkan budaya membaca semenjak dini. Selain Aini, ada juga Izzati yang meraih rekor Muri sebagai penulis Novel tercilik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, hari anak tanggal 23 Juli merupakan momentum yang tepat untuk menumbuhkan minat baca pada anak. Berikan buku yang bergizi bagi mereka semenjak dini. Siapa tahu kelak mereka juga mampu menciptakan karya seperti Aini dan Izzati atau bahkan lebih. (pustakawati@yahoo.co.id)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-8417251469471367084?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/8417251469471367084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=8417251469471367084' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8417251469471367084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8417251469471367084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/08/buku-untuk-anak-pada-hari-anak.html' title='Buku Untuk Anak pada Hari Anak'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-8560261269838151024</id><published>2007-08-15T04:17:00.000-07:00</published><updated>2007-08-15T04:34:30.448-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><title type='text'>Ms. Dewey</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.librarian-image.net/img07/msdewey.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://www.librarian-image.net/img07/msdewey.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini tentang sebuah Search Engine interaktif. masuklah...&lt;span class="fullpost"&gt;ke &lt;a href="http://msdewey.com"&gt;http://msdewey.com&lt;/a&gt; lalu tunggu beberapa saat. Ketika loading, indikator loadaing diarahkan oleh Ms Dewey yang mirip pustakawati. Nanti kita ditemui oleh nona muda cantik ini di depan mejanya. Jangan keburu mengetik sesuatu pencarian, tunggulah beberapa saat. Dia akan kesal karena tidak juga kita mengetik. Dia mengetok-ketok kaca monitor komputer kita. Kalau masih tidak ada respon dari kita, malah kita akan diketepel dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah mengetik suatu kata kunci, dan lihat bagaimana hasil pencariannya. Tampilannya cukup menarik meski sebagian bilang Ms Dewey "really annoying" terutama tingkah polah dia saat menunggu hasil pencarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Search engine ini adalah produk Microsoft. Itulah yang bisa ditangkap dari hasil pencarian yang mengandalkan database &lt;a href="http://live.com/"&gt;Windows Live Search &lt;/a&gt;milik Microsoft.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto: http://www.librarian-image.net&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-8560261269838151024?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/8560261269838151024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=8560261269838151024' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8560261269838151024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/8560261269838151024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/08/ms-dewey.html' title='Ms. Dewey'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-5268751208529958851</id><published>2007-08-10T22:20:00.000-07:00</published><updated>2007-08-10T22:24:43.459-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Library Science'/><title type='text'>Pendidikan Perpustakaan dan Informasi di Indonesia</title><content type='html'>Pendidikan Perpustakaan dan Kajian Informasi di Indonesia&lt;br /&gt;Labibah Zain &amp; John E. Leide**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utamanya sejak tahun 90an, gejala paling menonjol dalam dunia perpustakaan Indonesia adalah munculnya berbagai program pendidikan perpustakaan. Di Indonesia, sebuah negara yang terletak di antara benua Australia dan Asia, memiliki 13.677 pulau tropis, dan dihuni oleh berbagai kelompok etnis dengan tingkat pendidikan dan bahasa yang berbeda-beda disamping bahasa Indonesia yang merupakan bahasa resmi, sekarang ini terdapat 27 program pendidikan perpustakaan yang terbagi ke dalam tiga tingkat/kategori: Diploma, Strata-1(S1), dan Srtata-2 (S2). Sebanyak 19 perguruan tinggi menawarkan Program Diploma. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Program ini imaksudkan untuk mempersiapkan para lulusannya menjadi asisten pustakawan yang menangani masalah teknis pelayanan perpustakaan (lihat tabel 1). Sebanyak 8 perguruan tinggi menawarkan program S1, yang sejajar dengan tingkat Bachelor di Amerika Serikat dan Kanada, (lihat tabel 2). Dan semula ada 2 perguruan tinggi yang menawarkan program magister yang setara dengan program master di banyak negara (lihat tabel 3). Pada tahun 2000, dengan hanya ada dua mahasiswa yang mendaftar, Universitas Gajah Mada menutup program master di bidang perpustakaan yang ditawarkannya. Namun demikian, tak ada satupun perguruan tinggi di Indonesia yang menawarkan program doktor di bidang pendidikan perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program pendidikan perpustakaan di Indonesia sudah diadakan sejak tahun 1952 (Sulistyo-Basuki, l993: 41). Pendidikan perpustakaan di Indonesia harus mempersiapkan para mahasiswanya agar mampu bekerja di berbagai jenis perpustakaan, dari perpustakaan yang hanya mempunyai satu ruang koleksi sampai perpustakaan digital yang sudah maju. Karena perpustakaan di Indonesia mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda, maka kurikulum pendidikan perpustakaan harus dirancang sedemikian lenturnya sehingga dapat memenuhi kebutuhan perpustakaan modern maupun perpustakaan tradisional. Sejalan dengan hal itu, pengaruh teknologi informasi di lapangan perpustakaan juga harus menjadi pertimbangan dalam perancangan kurikulum (curriculum design) tersebut. Belakangan ini, beberapa isu tentang matakuliah teknologi informasi dalam kurikulum pendidikan perspustakaan telah banyak diperbincangkan (Zain, 2000:3). Pendidikan perpustakaan yang memberikan matakuliah yang lebih modern banyak dipersalahkan karena dianggap hanya memberi perhatian pada masyarakat modern dan melupakan masyarakat desa. Begitu juga pendidikan perpustakaan yang memberikan matakuliah yang lebih tradisional banyak dipersalahkan dan dianggap “gaptek’ (gagap teknologi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah ini tidak begitu saja dapat dipecahkan sebab di Indonesia the “digital divide” (Wilehlm, 2000:33), antara mereka yang mempunyai akses ke teknologi informasi dan mereka yang tidak mempunyai, sangat lebar. Perpustakaan di kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Medan, yang merupakan tempat-tempat di selenggarakannya program pendidikan perpustakaan, memperoleh keuntungan dari infra struktur teknologi informasi untuk mengakses informasi. Akan tetapi, perpustakaan di desa-desa, yang justru merupakan tempat tinggal mayoritas rakyat Indonesia, belum bisa meraih keuntungan dari akses komputer. Idealnya, lulusan jurusan pendidikan perpustakaan Indonesia harus siap bekerja di perpustakaan apapun di Indonesia: 1) perpustakaan traditional: perpustakaan kecil, biasanya terletak di desa- desa dan kota-kota kecil, tanpa akses terhadap komputer; 2) perpustakaan semi- modern: biasanya terletak di kota-kota besar, dilengkapi dengan komputer tetapi belum menyediakan layanan terpasang (online services); and 3) perpustakaan modern: biasanya terletak di kota- kota besar, dilengkapi dengan perangkat komputer yang dapat diakses dari tempat manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Pendidikan Perpustakaan di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan modern pertama di Indonesia adalah perpustakaan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschap yang didirikan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1778. Dan baru seabad kemudian, muncul perpustakaan-perpustakaan khusus, termasuk diantaranya perpustakaan sekolah (Sulistyo-Basuki, 1991, 180). Pada waktu itu seluruh perpustakaan yang ada ditangani oleh orang-orang belanda sebab tidak ada orang Indonesia yang pernah mendapatkan pelatihan perpustakaan. Selama masa penjajahan Jepang (1942-1945), perpustakaan-perpustakaan yang didirikan oleh Belanda itu ditiadakan kecuali perpustakaan-perpustakaan perguruan tinggi. Itulah sebabnya tidak ada perpustakaan yang aktif pada saat kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada tahun 1945 sampai dengan tahun 1949, konflik antara Belanda dengan pejuang-pejuang bangsa Indonesia masih terus berlangsung dan pemerintah Indonesia yang baru itu terus berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pemerintah Belanda secara resmi mengakui kemerdekaan negara Republik Indonesia pada tahun 1949, pemerintah Indonesia berusaha sekuat tenaga untuk membarantas buta huruf dengan cara mendirikan berbagai perpustakaan umum. Untuk menyediakan sumber daya manusia yang mengelola perpustakaan-perpustakaan itu, sebuah kursus pelatihan perpustakaan didirikan pada tahun 1952 oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Nama kursus pelatihan perpustakaan ini lebih merupakan Kursus Pendidikan Pegawai Perpustakaan dengan direktur pertamanya Mrs. C Vreede-de-Stuers (1953,99). “ Pelatihan ini dirancang untuk membekali para siswanya dengan pengetahuan, ketrampilan, teknis mengelola sebuah perpustakaan serta dilengkapi dengan instruksi dan latihan dalam menangani pekerjaan rutin di perpustakaan.” (Sjahrial, 1975, 84-89). Mereka diharapkan dapat menyelesaikan program ini selama dua tahun. Jenjang waktu kursus perpustakaan ini adalah dua tahun, dan kebanyakan siswanya adalah pegawai-pegawai perpustakaan dari berbagai instansi pemerintah, yang belum pernah mendapatkan pendidikan formal di bidang perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1956, nama kursus tersebut diubah menjadi Kursus Pendidikan Ahli Perpustakaan dengan lama pendidikan 2 tahun. Nama kursus ini diganti lagi pada tahun 1959 menjadi Sekolah Perpustakaan dan lama waktu kursus diperpanjang menjadi tiga tahun. Syarat bagi mereka yang mendaftar Sekolah Perpustakaan ini adalah mempunyai ijazah Sekolah Menengah Tingkat Atas. Pada tahun 1961, program ini dimasukkan menjadi bagian dari Sekolah Keguruan pada Universitas Indonesia Jakarta. Pada tahun 1963, dibawah naungan Fakultas Sastra Universitas Indonesia, program ini menjadi Jurusan Ilmu Perpustakaan. Pada awalnya, syarat pendaftaran untuk menjadi mahasiswa program ini adalah lulusan Sekolah Menengah Atas, akan tetapi pada tahun 1969, pemerintah merubah kebijakan yang berkaitan dengan syarat pendaftaran tersebut menjadi: mereka yang mendaftar program ini harus mempunyai ijazah Sarjana Muda dari jurusan apapun. Pada tahun 1975, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung menyelenggarakan program yang hampir sama di bidang ilmu perpustakaan, yang juga mensyaratkan para pendaftarnya memiliki ijazah Sarjana Muda. Dalam hal ini, sebagian besar mahasiswa mendaftar program ini adalah para Sarjana Muda di bidang pendidikan ( lihat Zen, 1992, 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijazah Sarjana Muda sebagai persyaratan untuk mendaftar jurusan Ilmu Perpustakaan ini terus diberlakukan sampai akhir tahun 1970 an. Keadadaan ini berubah ketika pemerintah melakukan restrukturisasi sistem pendidikan pada tahun 1982. Sebagai akibatnya, ada dua jenis program di bidang ilmu perpustakaan pada tingkat pendidikan tinggi di Indonesia, yakni program Akademik atau program dengan gelar Sarjana dan program Diploma atau professional. Menurut Sulistyo Basuki, tujuan program Diploma adalah untuk membentuk individu berketerampilan yang dapat langsung masuk ke pasar kerja. Program ini terdiri dari empat tipe, yaitu Diploma 1, Diploma 2, Diploma 3, dan Diploma 4. Di sini nomer menunjukkan lama waktu pendidikan yang harus ditempuh (misalnya, mahasiswa program Diploma 1 harus menyelesaikan studinya dalam waktu satu tahun). Sejauh ini program Diploma 4 belum pernah dijalankan (Sulistyo Basuki, 1993:41). Pada tahun 1988, pemerintah Indonesia memberikan status profesional pada pustakawan yang sedikitnya telah memiliki ijazah/sertifikat Diploma 2. Kebijakan ini menyebakan munculnya program diploma 2 atau 3 bidang ilmu perpustakaan yang ditawarkan oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tujuan utama program ini adalah untuk menghasilkan asisten pustakawan yang memiliki keterampilan tugas-tugas pelayanan perpustakaan tingkat menengah ( lihat: Sulistyo-Basuki, 1991).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program akademik terdiri dari tiga jenjang: Program S1 atau Sarjana yang sederajat dengant tingkat Bachelor pada jenjang pendidikan di Amerika serikat atau di Inggris, dengan lama pendidikan sekitar empat tahun. Program S2 atau Magister dengan lama pendidikan sekitar dua tahun. Program Strata-3 atau Doktor yang sejajar dengan Doctoral Program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Pendidikan Ilmu Perpustakaan dan Kajian Informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Oktober 2000 s/d Mai 2001, Labibah Zain telah mengunjungi 12 program pendidikan perpustakaan di Indonesia, dengan dana dari Indonesia- Canada Higher Education Project (Rees-Potter, 2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum yang digunakan pada ke duabelas program itu pada awalnya mengacu pada kurikulum Jurusan Pendidikan Perpustakaan Universitas Indonesia, yang kemudian dimodifikasi agar sesuai dengan kebutuhan lokal. Kurikulum tersebut pada umumnya ditinjau kembali sekali dalam tiga tahun. Meskipun demikian isi dari mata kuliah yang ditawarkan biasanya didiskusikan setahun sekali. Pada umumnya para pengelola program pendidikan perpustakaan memasarkan program yang mereka tawaarkan dengan cara menyebarkan brosur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) mempunyai peran yang sangat terbatas dalam proses akreditasi program pendidikan perpustakaan di Indonesia. Hal ini sangat berbeda jauh dengan American Library association (ALA) yang sangat berperan penting dalam mengakreditasi pendidikan perpustakaan di Amerika Utara. Visi, misi, tujuan, dan sasaran program pendidikan perpustakaan yang jelas adalah beberapa hal yang tak bisa ditawaar dalam pengembangan program. Meski demikian, beberapa program pendidikan perpustakaan di Indonesia belum pempunyai perencanaan strategis secara tertulis,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program pendidikan perpustakaan IAIN Imam bonjol Padang, Sumatera Barat memasarkan lulusannya dengan cara menyebarkna selembar brosur yang berisi nama-nama alumni lengkap dengan indeks prestasi komulatif (IPK). Lembaran brosur itu dikirim ke organisasi-organisasi pemerintah maupun swasta yang mungkin membutuhkan asisten pustakawan lulusan D3. Akan tetapi apada umumnya informasi tentang alumni program pendidikan perpustakaan di Indonesia sangat terbatas. Dengan kata lain, penelitian tentang alumni, khususnya tentang dimana alumni-alumni itu bekerja sangat kurang dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara geografis, pendidikan perpustakaan di Indonesia lebih banyak bertempat di wilayah Indonesia bagian barat. IAIN dapat menjadi fokus bagi pengembangan pendidikan perpustakaan tambahan di Indonesia. Untuk membangun model bagi pendidikan perpustakaan pada IAIN-IAIN Indonesia, beberapa praktisi perpustakaan, dalam hal ini perpustakaan Indonesia, tenaga pengajar program pendidikan perpustakaan, alumni pendidikan perpustakaan IAIN seyogyanya mengadakan workshop untuk membicarakan kurikulum model bagi pendidikan perpustakaan di IAIN. Workshop ini, pada dasarnya untuk mendiskusikan kompetensi-kompetensi yang diharapkan dapat diperoleh mahasiswa program pendidikan perpustakaan di IAIN. Kemudian kompetensi-kompetensi ini harus di jabarkan menjadi kurikulum. Distribusi kurikulum pada jenjang S1 program pendidikan perpustakaan dapat disusun dengan komposisi 40% kurikulum nasional bidang perpustakaan dan kajian informasi (Sulistyo-Basuki, 2001), 60% kurikulum dengan muatan lokal dapat dibagi menjadi 30% kurikulum nasional di bidang perpustakaan dan kajian informasi Islam, dan 30% kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan perpustakaan di Indonesia, khususnya di IAIN belum mempunyai jaringan kerja sama yang kuat. Untuk memperkuat dan mengembangkan pendidikan di seantero Nusantara, pembentukan jaringan kerja sama antar pendidikan perpustakaan di IAIN sangat dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga program pendidikan perpustakaan di Indonesia, yaitu IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, IAIN Ar-Raniri Banda Aceh, dan Universitas Sumater Utara Medan mempunyai beberapa unsur pimpinan yang sama dengan perpustakaan pusat. Pimpinan yang sama antara program pendidikan perpustakaan dengan perpustakaan pusat ini, diharapkan dapat memunculkan adanya kerjasama yang baik antara kedua institusi sehingga para mahasiswa program pendidikan perpustakaan dapat mempraktekan ketrampilan mereka di perpustakaan pusat tanpa adanya kendala birokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di seluruh IAIN yang menyelenggarakan program pendidikan perpustakaan, program pendidikan perpustakaan berada di bawah naungan Fakultas Adab, sedangkan pada universitas-universitas lain di Indonesia, program pendidikan perpustakaan berada di bawah naungan fakultas yang berbeda-beda: Program pendidikan perpustakaan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program pendidikan perpustakaan Universitas Padjajaran bandung berada di bawah naungan Fakultas Komunikasi, program pendidikan perpustakaan Universitas Indonesia Jakarta berada di bawah naungan Fakultas Sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ketersediaan infrastruktur relatif bervariasi, banyak program pendidikan perpustakaan yang belum bisa mengakses jurnal terkini, dan sebagian besar program pendidikan perpustakaan belum mempunyai tenaga ahli untuk mengelola laboratorium komputer, yang merupakan unsur penting dalam mempersiapkan calon-calon pustakawan yang akan bekerja di perpustakaan tingkat 2 dan 3. Agar program-program pendidikan perpustakan ini menjadi program yang bermutu, para rektor dan dekan hendaknya merekrut tenaga- tenaga dosen yang berkualitas (minimal 4 orang lulusan S2 jurusan perpustakaan – standar yang ditetapkan Departemen pendidikan Nasional) dan sekurang-kurangnya satu orang tenaga laboran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program pendidikan perpustakaan yang ada di Indonesia belum mencukupi kebutuhan akan pustakawan bagi 200 juta penduduk Indonesia (Zain, 2002, 3-4). Lebih jauh lagi, program-program pendidikan perpustakaan mempunyai pembagian geografis yang tidak merata karena sebagian besar program tersebut berada di pulau Jawa (Sulistyo-Basuki 1993, 43)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana yang disediakan untuk mengelola program pendidikan perpustakaan sangat terbatas (Sulistyo-Basuki 1993, 43), disamping langkanya jurnal-jurnal terkini dan buku-buku tentang perpustakaan yang ditulis dalam bahasa Indonesia sehingga menyulitkan mahasiswa dalam menyerap teori-teori baru di bidang ilmu perpustakaan (Sulisto-Basuki, 1993, 44).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecilnya kesempatan kerja bagi lulusan program pendidikan perpustakaan, status pustakawan yang rendah di mata masyarakat dan juga gaji pustakawan yang kecil&lt;br /&gt;membuat mahasiswa enggan untuk mengambil program ini (sulistyo-Basuki 1993, 44).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangnya koordinasi antar program pendidikan perpustakaan di Indonesia menyebabkan penetapan standar pendidikan sulit dilakukan, dan hingga saat ini Ikatan Pustakawan Indonesia tidak mempunyai otoritas untuk memberikan akreditasi program pendidikan perpustakaan di Indonesia (Sulistyo-Basuki, 1993, 44). Lebih dari itu, program-program yang berusaha merespon kebutuhan informasi dengan menawarkan matakuliah yang lebih modern menemui kenyataan bahwa kurikulum pendidikan perpustakaan yang ada belum dirancang secara baik (Zain, 2001). Dibutuhkan pembaruan kurikulum jika ingin keberhasilan program-program ini sebanding dengan apa yang telah dicapai di negara-negara lain. Masalah ini perlu segera diatasi sebab akan membantu dalam memecahkan problem-problem yang lain. Jika kurikulum pendidikan telah dirancang dengan baik, staf fakultas dapat menentukan langkah selanjutnya untuk menjalankan program, seperti berapa banyak staf fakultas yang dibutuhkan dan apa saja fasilitas pendidikan yang dibutuhkan untuk mendukung penerapan kurikulum tersebut. Untuk merancang kurikulum yang dapat memenuhi kebutuhan masayarakat kota dan desa membutuhkan perencanaan yang didasarkan pada apa yang terjadi secara luas saat ini. Perlu dilakukan evaluasi atas kurikulum pendidikan perpustakaan yang dipakai saat ini. Apakah lulusan program ini tidak mengalami kesulitan dalam menyesuaikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh di sekolah dengan kebutuhan-kebutuhan di tempat kerja baik di desa maupun di kota? Kompetensi seperti apakah yang dibutuhkan untuk menjadi pustkawan yang siap bekerja di ketiga jenis perpustakaan yang ada di Indonesia? Kompetensi ini tercermin pada terpenuhinya standar kualifikasi yang diharapkan untuk jenis perpustakaan tertentu dan dapat ditunjukkannya keterampilan dan kemampuan oleh mereka yang mempunyai kulaifikasi tersebut. Penelitian mengenai masalah ini perlu dilakukan agar dapat menentukan standard kompetensi tingkat nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rees-Potter, L. (2002) “A Model for Library Education Program at IAIN's” 6 September 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sjahrial, Rusina (1975) "An evaluation of library education and training in Indonesia" papers and proceedings of the Second Conference of An evaluation of library education and training in Indonesia. Southeast Asian Librarians held at the University of the Philippines, Quezon City, December 10-14, 1973, edited by M.G. Dayrit, N.P. Hidalgo. Quezon City, University of the Philippines Library. pp. 84-89&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulistyo-Basuki (2001) “Library Education in Indonesia: Lesson Learned” a paper presented in Benchmarking Curriculum for Library Education in Indonesia, Bogor, May 10, 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulistyo-Basuki (1993) "Library Education and Training in Indonesia". Asian Libraries, December 1993, p. 41-48.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulistyo-Basuki (1991) Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1991, p. 180.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vreede-de Stuers, C. (1953) "The First Library School in Indonesia", UNESCO Bulletin for Libraries, vol. 7, no. 8/9, p. 99.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zain, Labibah. (2001). “Library education in Indonesia: Problems and alternative solutions”. Paper yang dipresentasikan Southeast Asian Conference of Education (SEC/ASS 2001) at University of Tennessee on 18-21 January 2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zain, Labibah (2000) “Teknologi Informasi dan Pendidikan Perpustakaan di Indonesia (Sebuah Tawaran Dalam Pengembangan Kurrikulum)” Media Informasi, vol 13. no 6, pp. 1-7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zen, Zulfikar, “Kilas Balik 40 Pendidikan Perpustakaan di Indonesia 1952-1992” dalam Kepustakawanan Indonesia: Potensi dan Tantangan. Jakarta: Kesaint Blanc, 1992, p. 3-24.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-5268751208529958851?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/5268751208529958851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=5268751208529958851' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/5268751208529958851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/5268751208529958851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/08/pendidikan-perpustakaan-dan-informasi.html' title='Pendidikan Perpustakaan dan Informasi di Indonesia'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-4854333126896238059</id><published>2007-08-08T07:01:00.000-07:00</published><updated>2007-08-08T07:03:33.580-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Quote'/><title type='text'>"Quote Of The Day"</title><content type='html'>"Whatever your discipline, become a student of excellence in all things. Take every opportunity to observe people who manifest the qualities of mastery.  These models of excellence will inspire you and guide you toward the fulfillment of your highest potential." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;Michael Gelb and Tony Buzan&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-4854333126896238059?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/4854333126896238059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=4854333126896238059' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4854333126896238059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4854333126896238059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/08/quote-of-day.html' title='&quot;Quote Of The Day&quot;'/><author><name>adhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-7911108004257460476</id><published>2007-08-05T05:32:00.000-07:00</published><updated>2007-08-05T05:36:00.577-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Library Science'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Librarianship'/><title type='text'>So This Is Librarianship, Huh?</title><content type='html'>Oleh: Hartanto&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;Ikatan sarjana jurusan ilmu perpustakaan baru saja berdiri. Beberapa waktu lalu --dan sampai sekarang sedang digodok—panitia penyiapan pembentukan nama baru bagi jurusan ilmu perpustakaan rupanya sedang sibuk bekerja. Tentu saja bukan hanya soal nama saja, tapi lebih jauh adalah bagaimana dengan perubahan nama itu sekaligus ada perubahan sebuah pola berpikir yang sama diantara pengelola lembaga ilmu perpustakaan dalam visi dan langkah ke depan maupun out-put lulusan yang dihasilkan. Sedangkan hal lain yang menjadi titik perhatian adalah sebuah kurikulum baku yang akan menjadi landasan utamanya. Kenyataan lain yang didiskusikan adalah metodologi dalam ilmu perpustakaan yang nantinya akan meliputi kiblat yang akan di ikuti, kajian-kajian yang di diteliti, teori yang akan terus dikritisi dan dikembangkan dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pemetaan yang sangat jelas dan terencana. Dunia kepustakawanan –sepertinya-- sedang di rekonstruksi menyeluruh. Hanya saja rekonstruksi disini lebih kepada sebuah tawaran sesuatu yang baru dan –sepertinya—kurang mengakomodasi semua yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari sisi ini, mengapa disebut kurang mengakomodir sesuatu yang lama? Contohnya adalah pembentukan wadah ikatan sarjana ilmu perpustakaan. Kita sepakat adanya wadah ini. Namun bagaimana proses kelahiran ini dalam memandang organisasi disampingnya, IPI (Ikatan Pustakawan Indonesia)? IPI sejauh ini bisa jadi kurang bisa memerankan dirinya dengan baik dalam mata rantai kepustakawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh bisa jadi kalau mereka (IPI) mau mereformasi dirinya, maka keberadaan Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi tidak terlalu dipikirkan kehadirannya. Ikatan sarjana ini lahir –mungkin—dalam konteks ketiadaan wadah dan ketidakmampuan para lulusan sarjana ilmu pepustakaan untuk lebih mengembangkan diri dan ilmu yang mereka pelajari melalui sarana-sarana yang ada. Padahal banyak hal bisa dilakukan dalam rangka pengembangan keilmuan oleh para sarjana itu. Dalam siklus kepustakawanan, semestinya mereka dapat memerankan dirinya secara lebih maksimal, anggap saja semua hal --ilmu perpustakaan dan segala varian-nya misalnya informing science, ilmu perpustakaan, ilmu informasi, atau librarianship). Ini mungkin hanya sebuah asumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud saya, yang ingin saya urun-rembuk adalah bagaimana sikap kita terhadap semua itu. sudahkah kita menyiapkan mental untuk bergegas berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya agak miris juga mendengar bahwa ilmu perpustakaan masih dipertanyakan keberadaannya sebagai ilmu. Yang sebenarnya terjadi adalah (jangan jangan ini subektif sekali dari saya?) Ilmu kita sudah dan sedang berkembang. Pengertian berkembang akan meliputi banyak sekali implikasi. Apakah soal teori-teori yang minim? Apakah soal tanggung jawab akademis yang dipikul (dimana seharusnya menjadi pihak paling bertanggung jawab dalam hal pengembangan ilmu). Ada ilmu yang tidak lebih tua dari ilmu perpustakaan, namun sudah sangat dinamis. Tentu, itu tidak bisa dijadikan ukuran. Ada ilmu yang bisa berkembang baik beberapa dekade terakhir namun dalam hitungan mundur yang lebih lama, sebenarnya dulu tidaklah seperti itu. sedangkan kita? Bidang kaji kita sudah dimulai ratusan tahun lalu, ketika orang sudah mulai mengenal apa yang kemudian sekarang kita sebut peradaban berbasis teks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sejatinya (ada yang bilang) dalam konteks “budaya rekam”, tidak ditandai dengan “banyak dan cepat” tapi juga ketelitian dan kemudah-telusuran. Pun demikian dari sisi kemajuan ide dan pemikiran. Kita cenderung tidak dalam kondisi “banyak dan cepat”. Tapi, tentu saja itu (seharusnya) tidak usah terlalu dipikirkan. Ibaratnya kita alon-alon waton klakon (bahasa jawa, artinya lambat tapi terlaksana). Toh, kita tidak sendiri. Cabang-cabang ilmu yang masih punya pertalian dengan kepustakawanan sedang berkembang juga. Mereka mungkin lebih dinamis. Tapi, saya juga yakin mereka sedang berkembang untuk juga menyesuaikan dengan ilmu lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita melongok dulu uraian seputar Jazz dibawah ini. Saya mengadaptasinya dari novel fiksi “Jazz, Parfum dan Insiden” karya dari Seno Gumira Ajidarma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So This Is, Jazz, Huh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini diucapkan oleh seorang penonton Jazz ketika tiba disebuah konser Jazz. Musikpun dimulai, ternyata suatu suara sendu menggunakan cengkok rinci yang mengingatkan kepada suara radio di larut malam. Maka pasangan itu bertanya “Do we like this?” dan dijawab sendiri oleh mereka berbarengan “So This Is, Jazz, Huh?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So This Is, Jazz, Huh?” Ini adalah pertanyaan yang selalu muncul dan diucapkan oleh mereka yang tidak mengerti. Namun, sekali mereka menemukan, well, mereka tidak akan lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, Jazz berarti bukan apa-apa. Ketika saya konfirmasi ulang pada teman saya yang kebetulan akan menulis skripsi tentang Jazz, dia mengatakan “artikan saja sendiri”. Paling tidak, lihatlah kamus bahasa Inggris. Setelah saya buka, arti Jazz adalah 1) band Jazz, 2) omong kosong, atau 3) membuat meriah, meramaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazz katanya sih berarti apa saja. Tegantung dari mana kita memulainya. Ada yang bilang kalau musik Jazz bisa berarti sex, ck ck ckk…. Toh tidak pernah ada jawaban final memuaskan dari sumber apapun. Dari buku-buku tentang Jazz standar, kita tidak akan pernah bisa tahu persis arti Jazz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu pengertian dari John Fordham, “ketika penulis F. Scott Fitzgerald menyatakan datangnya Abad Jazz tahun `20-an, ia maksudkan kata “Jazz” untuk menjabarkan suatu sikap. Anda tidak usah tahu musiknya untuk memahami rasanya…”. Tentu Fitzgerald menyatakan pendapatnya dalam konteks pembebasan sebuah sub-kultur dari rasa rendah diri, yakni sub-kultur budak-budak hitam dari Amerika keturunan Afrika. Namun yang terpenting dari pertanyaan itu—kita tidak usah menjadi ahli musik untuk menyukai Jazz. Sehingga, tidak penting Jazz itu apa, yang penting kita dengarkan saja musiknya. Rasa yang ditularkannya. Emosi yang diteriakkannya. Raungan yang menggemuruh memuntahkan kepahitan. Meraka menjadi tidak bebas menyanyi, namun tidak ada rantai yang mampu menghalangi mereka menyanyi. Itulah hakikat Jazz: pembebasan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap musik dan bahkan kesenian bisa dinyatakan hakekatnya sebagai pembebasan jiwa. Namun dalam Jazz, pembebasan hadir secara konkret dalam ruang besar bernama improvisasi. Dengarkanlah apa saja dalam Jazz, maka kita akan mendengar instrumen yang berdialog. Jazz adalah suatu percakapan akrab yang terjadi dengan seketika, spontan dan tanpa terencana. Memang ada kerangka sebuah lagu, namun semua musisi bisa memainkan instrumennya secara akrobatik disekitar kerangka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah uniknya Jazz. Ia seperti hiburan, tapi hiburan yang pahit, sendu, mengungkit-ungkit rasa duka. Selalu ada duka dalam Jazz, selalu ada keperihan. Seperti selalu lekat rintihan itu—rintihan dari ldang-ladang kapas maupun daerah lampu merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So This Is Librarianship, Huh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, kita berhadapan dengan kenyataan di masyarakat bahwa banyak orang-orang yang tidak mengerti dunia kepustakawanan akan memberi cap miring. Tidak ada yang istimewa dari dunia ini. Kajiannya diyakini tidak akan menarik dan berbobot, tidak ada perkembangan yang membuat masyarakat luas menjadi tercerahkan. Padalah lihatlah lapangan studi ini. Informasi. Tentunya ia mendasari dan berkaitan erat dengan disiplin ilmu lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang-orang berbakat dan cerdas disini. Banyak ide-ide brilian yang seharusnya bisa terwadahi dengan maksimal. Kalau kemudian perkembangannya belum cukup menggembirakan, maka sistemnya harus ditata dengan baik, wadahnya harus diperjelas, pendidikannya harus direncanakan dengan matang, kerangka berpikir harus dibuat terstruktur. Lingkungan sekitar perlu diberi penjelasan yang komperehensif. Jika demikian adanya, maka tidak perlu kita berkarya sambil menjerit karena kita tertindas. Berkarya demi dilihat oleh orang lain, oleh profesi lain, oleh pemerintah. Menjadi lebih baik demi membuktikan –entah pada kita sendiri—bahwa kita sebenarnya sama dengan mereka dan layak mendapatkan penghargaan seperti dunia kepustakawanan di dunia luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, we don`t have to prove anything.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://har-tanto.blogspot.com/2006/04/so-this-is-librarianship-huh.html"&gt;http://har-tanto.blogspot.com/2006/04/so-this-is-librarianship-huh.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-7911108004257460476?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/7911108004257460476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=7911108004257460476' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/7911108004257460476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/7911108004257460476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/08/so-this-is-librarianship-huh.html' title='So This Is Librarianship, Huh?'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-4141090072490813981</id><published>2007-08-01T22:42:00.000-07:00</published><updated>2007-08-01T22:43:14.036-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><title type='text'>Sex Advice from Librarian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.nerve.com/regulars/sexadvicefrom/librarians/comps/bigicon_sans.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://www.nerve.com/regulars/sexadvicefrom/librarians/comps/bigicon_sans.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.nerve.com/regulars/sexadvicefrom/librarians/"&gt;http://www.nerve.com/regulars/sexadvicefrom/librarians/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Eric, 40&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;What is the best way to pick up a librarian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Show that you're smart and well read. Go to the reference desk and ask a question about feminist themes in some contemporary novel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;My partner and I want to have discreet sex in the stacks. How can we do this without getting caught?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Do it early in the morning or late in the evening. Pick a section of the library that's not the most popular, like cookbooks, which would be in the TX call-number range.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I'm a single mom who wants to have a no-strings sexual relationship. Any pointers?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;It doesn't make a lick of difference whether you have kids or not. There are zillions of guys who are looking for just this kind of relationship. Just get a babysitter and go hang out at a club or a coffee shop. Tell your guy friends what you're after — chances are they'll oblige or know someone who will. And I guarantee if you post an ad on Craigslist that says "single mom looking for NSA sex," you will be overwhelmed with replies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I've started making more money than my boyfriend. It's making him insecure and adversely affecting our sex life. How do I reassure him that money doesn't make the man? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;How is it playing out? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Is he getting more aggressive or more passive? Is he having trouble getting it up? If he's feeling threatened by your earning power, reassure him that you are still his slut. Tell him you'll give him a blowjob for ten bucks. Let him restrain you. Play up your sexual neediness. On the other hand, if he's taking out his frustration by going on a sexual power trip, tell him to chill out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I'm a femme lesbian who's attracted to other femme lesbians. Recently a friend told me I wasn't "embracing the full spectrum of my erotic potential." Is she right or is she full of it?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;She's full of it. Who is she to tell you who to have sex with? Sounds like your friend is either judgmental or wants to fuck you but isn't femme enough for you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Everyone says I'm the "librarian" type — shy and quiet. As a result, I don't have any romantic prospects. What can I do to put myself out there?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;There are lots of men out there who are interested in the shy-and-quiet type! If you're not the kind of person who's comfortable making the first move, there are plenty of internet sites out there where, if you advertise yourself as the shy-and-quiet type, you'd get a lot of responses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;What is the sexiest word in the English language?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pussy. Especially when a woman uses it. Drives me crazy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Emily, 32&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;My partner wants to try role playing, but all those cop/convict and nurse/patient scenes feel too corny. What can we do?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Role-playing doesn't have to be so costume-y. Meet at a bar, get really drunk, pretend you're looking for a one-night stand and go fuck in the alley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;There's this girl I really like, but once we got in the sack, the sex turned out to be awful. Is she a lost cause?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Give it a few more chances, and see if she's willing to take some direction. Not just, "A little to the left. Now harder!" kinds of directions. Explain to her exactly what you want and how you want it. If she's a fast learner, keep her around. If it doesn't improve, turn her loose. You don't want to be saddled with a girl who can't ride the pony.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;What is the best way to pick up a librarian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Offer to carry her books.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;What is the sexiest word in the English language?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Asparagus. It's a beautiful word, and a really nice phallic object.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I'm a femme lesbian who's attracted to other femme lesbians. Recently a friend told me I wasn't "embracing the full spectrum of my erotic potential." Is she right?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;As someone who's been accused of being a lipstick librarian, I say this is rubbish. Those labels are completely arbitrary. There's no point in going out with someone who doesn't turn you on.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;My partner and I want to have discreet sex in the stacks. What section should we do it in?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;The bound-journal collection is a nice setting for library loving.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Matt, 29&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;badfaggot.livejournal.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;What are your favorite works of erotic literature?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Samuel Delany, the science-fiction writer, has this great book called Hog. It's one of the most outrageous sexual fantasies that you can imagine. It's really violent, really dark. You're reading it like, "Wow, I shouldn't be sexually excited about this," but you are. Or I am, at least.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;What is the best way to pick up a librarian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Appeal to their dark side. Look to the Goth girl librarian and tell her that you're really into Sisters of Mercy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;There's this girl I really like, but once we got in the sack, the sex turned out to be awful. Is she a lost cause?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;She may be interested in doing certain things and just doesn't know how to approach you with it, so talk to her. I had that experience with a boyfriend of mine, where he wanted to try all kinds of kinky stuff, and I had to open the door, and once I did, he went gangbusters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;My boyfriend can't come from blowjobs. Can anything be done?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Many guys can't come from blowjobs. Just enjoy it, let him enjoy it, have fun with it. It's okay to get him off manually if you want to. It's okay for him to get himself off manually, say, while you finger his balls, lick the inside of his thigh, or suck on his nipples.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;My boyfriend has a foot fetish, but I'm not into it. How can we reconcile this?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Say, "Honey, I'll give you all the foot jobs you want, but you need to fuck me with a strap-on." Or, "You need to give me head." Or, "You need to beat me black and blue." Whatever you're into. There's got to be a level of reciprocity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Linda, 48&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;www.lipsticklibrarian.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;'ve been married for five years and my wife says she wants to try swinging. Is this a good idea, or is she just tired of me?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;If you've discovered this fact because she's responded to your anonymous casual-encounters posting on Craigslist, then I'd say she's tired of you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;How can I pick up a librarian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Under no circumstances should you say, "I've always wanted to work in a library," "Gee, it must be nice to read all day," or, "So how many flashers do you meet in the stacks in a week?" These are sure-fire guarantees you'll wind up with a glass of house rosé dumped in your lap or a Trader Joe's carrot juice thrown at you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;What's the worst pickup line someone has used on you in the library?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"A funny librarian. Huh. Go figure." That and, "Can you help me download some porn?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;My boyfriend told me he has a foot fetish. Now, he can't get off without a foot job. What do we do?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Have him get a foot rub from the homeless guy with eczema who scrounges for soda cans from the trash bins every day. That should cure him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;What are the sexiest words in the English language?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I'll return the book.  n°&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-4141090072490813981?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/4141090072490813981/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=4141090072490813981' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4141090072490813981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/4141090072490813981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/08/sex-advice-from-librarian.html' title='Sex Advice from Librarian'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-5314688264772134972</id><published>2007-08-01T22:17:00.000-07:00</published><updated>2007-08-01T22:20:57.042-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngobrol'/><title type='text'>Jangan Salah Mengambil Buku</title><content type='html'>Lahirnya sang Angkara Karena Salah Mengambil Buku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Sony Pawoko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah orang yang bekerja dilingkungan penuh dengan bacaan, dia dapat membaca apa yang dia senangi, yang dia butuhkan ataupun sekehendak hatinya. Namun ternyata kesalahan dalam menentukan bacaan dapat berakibat malapetaka, berikut akan dikisahkan lahirnya Rahwana sang penculik sinta karena ibunya salah mengambil buku&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Syahdan, jaman dulu sekali di pulau Srilangka ada beberapa negara kecil2. Seringkali negara2 kecil tersebut saling berperang memperebutkan wilayah. Diantara negara2 tersebut ada negara kecil Alengko dengan Rajanya Prabu Somali. Putri sulung bernama Dewi Sukaesi telah menginjak remaja dan sudah saatnya menikah. Raja Danarjo dari kerajaan Lokapala yang juga di pulau Srilangka tertarik dengan Dewi Sukesi. Kehendak Sang Prabu dilambari motif politis. Ia ingin Alengko dimerger dengan Lokapala.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dewi Sukesi yang hanya sedikit lebih ayu dari Yati Pèsèk punya syarat, ia mau dinikahi asalkan diajari ilmu Sastro Jendro Yuningrat Pangruwating Diyu. Sebuah ilmu yang wingit &amp; pelik. Untungnya Prabu Danarjo anak begawan Dr. Wisrowo yang profesor emeritus kesusastraan dan rektor dari Universitas Girijembangan. Segera dipersilahkannya Woro Sukesi untuk mengikuti kuliah Bopo wiku. Karena anak Raja, Sukesi mendapat keistimewaan kuliah khusus sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebenarnya nilai Sukesi pas2an, kebanyakan C, beberapa C+, dan ada yang C-. selain kuliah Sastro Jendro yang jadi kuliah pokok, Woro Sukesi juga diizinkan kuliah minor. Boleh Fisika Quantum, Kimia, Geografi, dll. Karena kuliah sudah masuk semester III, Sukesi diizinkan masuk ke perpustakaan pribadi Sang Resi. Semua naskah diperbolehkan dipelajari kecuali sebuah kitab yang diberi warna biru. Buku sakral ini bukan untuk perjaka &amp; perawan. Sebagai mahasiswi yang patuh, Sukesi tidak pernah berupaya mempelajari buku tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dititahkannya Sukesi mencari textbook diperpustakaan pribadinya, apa saja yang ingin dipelajarinya. Waktu itu hujan dan banyak angin. Suasananya kekes, mendung dan mulai gerimis. Dengan takut2, Woro Sukesi ke perpustakaan yang terletak jauh dari ruang kuliah pribadi. Ketika sampai diperpustakaan, Hyang Bayu – dewa angin – berkelebat dan pet dian perpustakaan mati. Diluar angin mendesis, gerimis makin deras. Ter-gesa2 Sukesi yang dasarnya penakut sekenanya mengambil sebuah buku. Kemudian ia ber-lari2 kecil kembali ke ruang kuliah pribadi. Takut kehujanan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wiku Wisrowo dengan telaten dan penuh kesabaran mengajari Sukesi yang IQnya pas2an. Diluar hujan dan hawa terasa adem. Didalam ruang belajar dian berkebat kebit kena angin. Terpaksa mereka duduk berdempetan agar bisa membaca kitab itu dengan lebih baik. Entah apa yang terjadi, kedua insan yang umurnya terpaut jauh tiba2 menjadi ber-debar2. Nafas menjadi sesak. Buku apa ini, wingit betul ? Embuh, kedua insan itu seolah tidak siuman meneruskan pelajaran dengan lebih nggethu. Malam makin larut dan kedua insan itu makin asyik. Mereka merasakan sebagian badannya kruget2 abuh (bengkak) padahal tidak ada tawon kemliwat. Ketika sampai tahap ‘praktikum’, nafas makin ter-sengal2 ! Wé ladhalah ..... Sensor .... sensor .... sensor ....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keesokan paginya, guru-murid itu teler kelelahan saling berpelukan dalam keadaan nglegeno (bugil). Betapa kagetnya dua insan itu. Apa yang telah terjadi semalaman ? Blaik, .... ternyata buku yang dipelajari tadi adalah KAMASUTRA atau Kamasaru ! Karena mempelajari Sastro Jendro Yuningrat Pangruwating Diyu, kedua insan itu menemui bilahi (petaka) jadi birahi. Wah, wis kebacut ! Bablaské sisan, pénak jé ! Gara2 Bilahi Birahi, kuliah Sukaesi tersendat karena buntang bunting terus, sampai anaknya enam. Bukannya mendapatkan izasah, malah anaknya pating jredhul.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salah satu anak dari pasangan guru dan murid ini adalah Rahwana, terkenal di Jawa dengan tokoh yang suka mengubar keangkara murkaan, penculik dewi shinta dan salah satu agresor Dalam kisah diatas, hanya satu pesan saya…jangan salah mengambil buku di perpustakaan, akibatnya bisa sangat fatal…he..he&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5273147259984242164-5314688264772134972?l=pstp-unair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pstp-unair.blogspot.com/feeds/5314688264772134972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5273147259984242164&amp;postID=5314688264772134972' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/5314688264772134972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5273147259984242164/posts/default/5314688264772134972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pstp-unair.blogspot.com/2007/08/jangan-salah-mengambil-buku.html' title='Jangan Salah Mengambil Buku'/><author><name>kb.pstp fisip unair</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17001599040095180592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://i60.photobucket.com/albums/h6/harlagisedih/corelsatu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5273147259984242164.post-5859960534292403016</id><published>2007-08-01T04:37:00.000-07:00</published><updated>2007-08-06T02:17:02.909-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>Alih Jalur  S1 Ilmu Informasi dan Perpustakaan  (IIP) Unair</title><content type='html'>PROGRAM ALIH JALUR STRATA-1 (S1) ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN&lt;br /&gt;UNIVERSITAS AIRLANGGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Alih Jalur Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga bertujuan mendidik para mahasiswa yang diarahkan memiliki ciri khas dengan kompetensi unggulan (core competition) sebagai:&lt;br /&gt;1. Sarjana yang berwawasan luas, mampu menganalisis, merancang dan mewujudkan pengembangan informasi, perpustakaan, dokumentasi dan kearsipan sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman.&lt;br /&gt;2. Tenaga yang siap pakai dalam pengembangan perpustakaan berbasiskan teknologi informasi.&lt;br /&gt;3. Mengenal dasar-dasar IPTEK pada umumnya, serta bidang informasi, dokumentasi, arsip dan perpustakaan yang berwawasan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;BIAYA PENDIDIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya pendidikan program alih jalur ilmu informasi dan perpustakaan merujuk atau menyesuaikan dengan biaya pendidikan program PMDK Universitas Airlangga, dengan rincian sebagai berikut :&lt;br /&gt;SPP Rp 2.500.000,- dibayar tiap semester.&lt;br /&gt;SP3 sebesar Rp 4.500.000,- dibayar sekali selama pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERKULIAHAN&lt;br /&gt;Beban kuliah minimal 65 SKS (4 Semester) dilakukan pad hari Senin-Jm’at antara Pukul 16.30 – 21.30 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR MATA KULIAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semester 1&lt;br /&gt;Wajib:&lt;br /&gt;Ilmu Informasi dan Perpustakaan&lt;br /&gt;Organisasi Informasi&lt;br /&gt;Statistik&lt;br /&gt;Jasa Informasi dan Konsumen&lt;br /&gt;Bahasa Pemrograman&lt;br /&gt;Kearsipan&lt;br /&gt;Bahasa Inggris&lt;br /&gt;Sistem Informasi Berbasis Komputer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semester 2&lt;br /&gt;Wajib:&lt;br /&gt;Metode Penelitian Kuantitatif&lt;br /&gt;Metode Penelitian Kualiitatif&lt;br /&gt;Manajemen Database&lt;br /&gt;Desain Web&lt;br /&gt;Analisis Subyek&lt;br /&gt;Pemasaran Informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan:&lt;br /&gt;Manajemen Pelayanan Perpustakaan&lt;br /&gt;Minat Baca&lt;br /&gt;Aspek Hukum Dalam Informasi&lt;br /&gt;Kajian Informasi dan Gender&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semester 3&lt;br /&gt;Wajib:&lt;br /&gt;Perpustakaan Digital&lt;br /&gt;Informasi dan Masyarakat&lt;br /&gt;Studi Perbandingan Kat. Dan Klas.&lt;br /&gt;Kajian Maslah IIP&lt;br /&gt;Total 
